- BeritaPengabdian Internasional: Sosialisasi Permainan Engklek sebagai Media Pembelajaran di Desa Lubuk Cemara
- BeritaDosen UMN Al Washliyah Laksanakan Pelatihan Retorika Mengajar Berbasis Gaya Belajar di SDN 101874
- BUKUEMOSI DI USIA PRODUKTIF
- ESAI DAN OPINIMEMAHAMI PUISI ANAK DAN PENGAJARANNYA
- ESAI DAN OPINIAPRESIASI SASTRA DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR DI KOTA MEDAN

PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK MENUMBUHKAN RASA KEPRIBADIAN SOSIAL DAN EMPATI
By: Nailah Zahiyyah, Indry Ayu Lizahra
Pada saat ini rasa kepedulian sosial dan empati mulai memudar. Berdasarkan permasalahan tersebut pembentukan karakter peduli sosial dan empati penting untuk dilakukan.
Pendidikan memiliki peranan penting dalam proses memanusiakan manusia. Pendidikan harus mampu membantu pertumbuhan fisik dan psikis manusia tanpa dibatasi usia tertentu. pendidikan merupakan suatu usaha untuk menambah kecakapan dan perkembangan seseorang melalui berbagai fase. pendidikan juga dapat diartikan sebagai usaha yang terencana dalam mewujudkan proses belajar dan pembelajaran untuk membentuk potensi peserta didik dari segi keagamaan, pengendalian diri, karakter, kecerdasan serta segala keterampilan yang dibutuhkannya sebagai manusia.
Namun penyelenggaraan pendidikan mengalami berbagai masalah dan krisis terutama pada sudut pandang tentang keberhasilan pendidikan yang hanya terfokus pada kecerdasan intelektual atau bahasa saja, sedangkan makna perbaikan Moralitas dan karakter peserta didik dikesampingkan. Akibatnya kini semakin maraknya persaingan-persaingan yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan nilai terbaik. Sikap saling menghargai, gotong
royong, empati sebagaimana nilai moralitas luhur budaya sudah mulai tergerus.
Masyarakat Indonesia yang dikenal sebagai masyarakat yang sopan, ramah, gotong royong sudah mulai menghilang, hanya tertinggal sifat yang mau menang sendiri sifat yang merasa dirinya dan kelompoknya yang paling benar menganggap orang lain yang berbeda dengannya adalah salah.
Pendidikan dapat diartikan sebagai sarana transmisi dan transformasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai. Dalam menanamkan dan mengembangkan karakter bangsa lembaga pendidikan memiliki peranan yang penting dalam peletakan dasar moral dan kepribadian. Sikap empati perlu untuk ditumbuhkan sebagai upaya pencegahan terhadap disintegrasi yang terjadi di Indonesia. Salah satu caranya adalah dengan meletakkan dasar pendidikan moral dan karakter.
Pendidikan karakter merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk membentuk kepribadian individu yang bertujuan untuk mengembangkan nilai-nilai moral, etika, dan sikap positif lainnya. Di dalamnya terkandung nilai-nilai kepedulian sosial dan empati yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat. Pendidikan karakter memiliki peran yang sangat penting dalam menumbuhkan rasa kepedulian sosial dan empati di kalangan individu, terutama pada usia muda.
Di era globalisasi ini masyarakat jarang terlibat interaksi sosial akibat perkembangan teknologi dan media sosial, maka dari itu pendidikan karakter menjadi sangat penting untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas tetapi juga peduli dan berempati terhadap orang yang ada di sekitarnya.
Berikut ini beberapa alasan mengapa Pendidikan karakter sangat penting
1. Membentuk Kepribadian yang peduli terhadap sesama
Pendidikan karakter mengajarkan nilai-nilai seperti kasih sayang, kejujuran, tanggung jawab, dan saling menghormati. Melalui pembelajaran nilai-nilai ini individu akan belajar untuk peduli terhadap kebutuhan orang lain, bukan hanya fokus pada kepentingan diri sendiri tetapi lebih terbuka untuk memahami dan membantu orang di sekitar baik dalam konteks keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
2. Mengembangkan Empati
Empati adalah kemampuan untuk merasakan atau memahami perasaan orang lain. pendidikan karakter membantu individu untuk melihat dunia dari sudut pandang orang lain, menghargai perbedaan, dan mengurangi sikap egois. Ini sangat penting dalam membangun hubungan sosial yang sehat dan harmonis. Dengan empati, seseorang bisa merespon dengan lebih baik terhadap situasi dan perasaan orang lain, yang pada gilirannya mendorong sikap kepedulian sosial.
3. Mendorong Ranggung Jawab Sosial
Dalam pendidikan karakter, salah satu nilai yang diajarkan adalah tanggung jawab, termasuk tanggung jawab sosial. Ini mengajarkan individu untuk tidak hanya bertindak untuk kepentingan pribadi, tetapi juga untuk kesejahteraan bersama. Mengajarkan pentingnya kontribusi terhadap komunitas atau masyarakat dapat memupuk rasa tanggung jawab untuk membantu mereka yang membutuhkan atau terpinggirkan.
4. Mencegah Perilaku Negatif
Pendidikan karakter yang baik membantu individu mengembangkan kecerdasan emosional dan sosial, yang berperan penting dalam mencegah perilaku negatif seperti kekerasan, diskriminasi, atau apatisme. Dengan pemahaman tentang pentingnya empati dan kepedulian, individu cenderung lebih bijaksana dalam mengambil keputusan dan lebih mampu menjaga hubungan antar pribadi yang sehat.
5. Menumbuhkan Rasa Solidaritas
Pendidikan karakter tidak hanya mengajarkan pentingnya peduli terhadap individu, tetapi juga terhadap kelompok dan masyarakat luas. Dalam dunia yang semakin terhubung ini, rasa solidaritas antar individu dari berbagai latar belakang sosial, budaya, dan ekonomi menjadi sangat penting untuk menciptakan kedamaian dan mengurangi konflik sosial.
Di Era globalisasi dan perkembangan teknologi sekarang yang sangat pesat menjadikan seseorang melupakan rasa kepedulian dan empati. Kepedulian sosial adalah perasaan bertanggung jawab atas kesulitan yang dihadapi oleh orang lain dan terdorong untuk melakukan sesuatu untuk mengatasinya. Sedangkan empati adalah kemampuan untuk menempatkan diri di posisi orang lain dan merasakan apa yang mereka rasakan. Kepedulian sosial dan empati merupakan hal yang penting untuk membangun hubungan yang baik dalam keluarga, lingkungan sekolah, maupun masyarakat. Seseorang yang menanamkan kedua nilai
tersebut biasanya lebih peka terhadap masalah-masalah yang terjadi di lingkungan mereka dan berinisiatif untuk memberikan solusi.
Pendidikan karakter berperan penting untuk menumbuhkan nilai kepedulian sosial dan empati dengan bantuan sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial. Pendidikan karakter dapat membekali dengan nilai-nilai yang akan membentuk pribadi yang mempunyai kepedulian sosial dan rasa empati.
Pendidikan karakter menjadi sangat penting untuk menumbuhkan rasa kepedulian sosial dan empati, namun di era globalisasi saat ini memiliki tantangan sendiri. Kemajuan teknologi saat ini menjadikan individu menjadi fokus terhadap diri sendiri dan mengabaikan interaksi sosial. Hal tersebut membuat sulitnya menumbuhkan rasa empati di dalam diri setiap individu. Dengan kemajuan teknologi ini menjadikan individu cenderung fokus terhadap dunia virtual dibandingkan dunia nyata. Hal tersebut mengurangi kesadaran setiap individu terhadap permasalahan sosial yang terjadi di sekitarnya.
Selain itu, ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan pendidikan karakter untuk menumbuhkan rasa kepedulian sosial dan empati
- Kurangnya Teladan yang Baik: Salah satu tantangan utama adalah kurangnya figur teladan yang dapat memberikan contoh positif, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
- Pengaruh Lingkungan: Pengaruh negatif dari media sosial, pergaulan, atau lingkungan yang kurang mendukung dapat mempengaruhi perkembangan karakter anak.
- Pendekatan yang Tidak Konsisten: Pendidikan karakter yang tidak dilakukan secara konsisten atau terintegrasi dalam berbagai aspek kehidupan anak bisa mengurangi efektivitasnya.
- Kurangnya Fokus pada Pengembangan Kecerdasan Emosional: Banyak pendidikan yang terlalu fokus pada pengembangan intelektual, sementara pengembangan emosional dan sosial kurang diperhatikan
Dengan adanya tantangan tersebut menjadikan Pendidikan Karakter memiliki strategi yang dapat diterapkan, berikut ini strategi yang diterapkan dalam pendidikan karakter:
- Penanaman Nilai Melalui Contoh: Orang dewasa (guru, orang tua, dan pemimpin masyarakat) harus menjadi teladan atau contoh yang baik bagi anak-anak dan masyarakat. Perilaku baik yang diperlihatkan oleh orang dewasa akan lebih mudah diterima oleh anak-anak dan ditiru dalam kehidupan mereka.
- Pembelajaran Aktif dan Partisipatif: Mengajak siswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang mengembangkan karakter, seperti diskusi, proyek sosial, dan aktivitas kemanusiaan. Ini membantu siswa untuk mempraktikkan nilai-nilai yang diajarkan dalam kehidupan nyata.
- Integrasi dalam Kurikulum: Pendidikan karakter bisa diintegrasikan ke dalam kurikulum pembelajaran di sekolah. Misalnya, guru dapat mengajarkan nilai-nilai karakter melalui mata pelajaran, seperti bahasa Indonesia, sejarah, atau pelajaran agama.
- Kegiatan Ekstrakurikuler: Kegiatan di luar jam pelajaran formal, seperti organisasi siswa, kegiatan sosial, dan kerja bakti, juga merupakan wadah yang sangat baik untuk mengembangkan karakter dan kepedulian sosial.
- Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari: Pendidikan karakter tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga di rumah dan lingkungan masyarakat. Orangtua memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada anak-anak melalui pembiasaan perilaku positif di rumah.
Dengan adanya strategi tersebut dapat menjadikan Individu menerapkan pendidikan karakter seperti menumbuhkan rasa kepedulian sosial dan empati. Ketika generasi saat ini memiliki kepedulian sosial dan empati yang kuat, mereka akan menjadi individu yang mampu melihat dan merespon kebutuhan masyarakat. Rasa kepedulian sosial dan empati juga berperan penting dalam membentuk individu yang tidak hanya sukses untuk diri sendiri, tetapi juga memberikan hal positif bagi orang lain.
Ada beberapa macam empati yang berbeda, berikut penjelasannya:
- Empati kognitif: memahami kondisi mental seseorang dan apa yang mereka pikirkan dalam merespons situasi tertentu. Empati kognitif merupakan sesuatu yang terjadi di dalam pikiran.
- Empati afektif: kemampuan memahami emosi orang lain dan merespons dengan tepat. Empati ini akan membantu seseorang merasa tidak sendirian.
- Empati somatis: kemampuan memahami seseorang dan ikut merasakan reaksi secara fisik. Misalnya, ketika orang lain merasa tegang, maka orang yang berempati ikut merasa tegang.
Empati atau timbang rasa daya untuk memahami atau merasakan apa yang dialami orang lain dari sudut pandang mereka, yakni daya untuk menempatkan diri sendiri pada posisi orang lain.Definisi empati mencakup berbagai proses sosial, kognitif, dan emosional yang terutama berkaitan dengan memahami orang lain (khususnya perasaan orang lain). Jenis-jenis empati meliputi empati kognitif, empati emosional (atau afektif), empati somatik, dan empati spiritual
Inilah berbagai contoh dari sikap empati:
- Mendengarkan dengan Penuh Perhatian: Hal simpel ini terkadang dilupakan banyak orang, padahal mendengarkan dengan seksama saat seseorang sedang berbicara mengenai masalah mereka, itu penting. Biarkan dia mengeluarkan keluh kesahnya, berikan perhatian penuh dan jangan menginterupsi, ini sikap nyata dari empati.
- Menunjukkan Kasih Sayang: Kontak fisik juga masuk dalam contoh sikap empati. Misalnya, memberikan pelukan ketika orang terdekat sedang sedih. Atau, mengusap bahu teman dan membiarkannya mencurahkan emosinya
- Membantu Dengan Ikhlas: Contoh sikap empati lainnya yang tidak disadari adalah membantu tanpa diminta. Kamu bisa menunjukkan rasa peduli dan kasih sayang dengan memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan dan tanpa pamrih.
- Menolong temen yang sedang membutuhkan: Di lingkungan sekolah, sikap empati bisa diwujudkan dengan cara menolong teman yang membutuhkan. Seperti misalnya ketika teman sakit. Dengan menunjukkan sikap ini, maka Anda sudah menunjukkan sikap empati terhadap teman.
- Berikan Dukungan Emosi: Cara lain untuk menunjukkan sikap empati adalah lewat lisan. Tidak perlu panjang lebar, seperti “saya ada untukmu” atau “kita hadapi bersama- sama,” cukup untuk memberikan dukungan moral dan emosi. Kesimpulan, Pendidikan karakter adalah proses yang sangat penting untuk membentuk individu yang tidak hanya pintar, tetapi juga berbudi pekerti luhur dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Pendidikan karakter juga berfungsi sebagai pondasi untuk menumbuhkan rasa kepedulian sosial dan empati. Dengan menanamkan nilai-nilai positif sejak dini, individu akan lebih mampu memahami dan merasakakebutuhan orang lain, yang pada akhirnya akan mendorong terciptanya masyarakat yang lebih harmonis, adil, dan peduli terhadap sesama. Seiring berkembangnya dunia, pendidikan karakter akan menjadi semakin relevan untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan sosial yang tinggi.
admin
26 Jun 2025
By: Sofi Ayu H Pengajaran sastra di sekolah dasar (SD)diarahkan terutama pada proses pemberian pengalaman bersastra.siswa diajak untuk mengenal bentuk dan isi sebuah karya sastra melalui kegiatan mengenal dan mengakrabi cipta sastra sehingga tumbuh pemahaman dan sikap menghargai cipta sastra sebagai suatu karya yang indah dan bermakna . …
admin
25 Jun 2025
By: Erika Ramadhani Siregar Di tengah kemajuan teknologi serta arus globalisasi yang begitu pesat, dunia anak-anak mengalami perubahan yang sangat cepat, termasuk dalam hal perihal pembentukan karakter. Kini, banyak dari mereka lebih akrab dengan hiburan konten digital dibandingkan dengan novel cerita. Dunia mereka dipenuhi oleh tayangan Youtube yang bergerak cepat, …
admin
04 Apr 2025
By: Shella Sekar Wuni, Nurmaya Sari Buku teks adalah komponen utama dari proses pembelajaran di berbagai tingkat pendidikan. Sebagai sumber dan referensi utama untuk siswa dan guru, kualitas buku teks dan relevansi harus terus dinilai untuk memenuhi pengembangan sains dan kurikulum. Bisakah buku teks yang saat ini digunakan benar-benar menjawab tantangan pendidikan modern? Tinjauan kritis …
admin
04 Apr 2025
By: Shella Sekar Wuni, Nurmaya Sari Sumatera Utara baru-baru ini mengalami hujan lebat disertai angin kencang yang menyebabkan banjir di beberapa wilayah. Kota wisata Parapat, misalnya, diterjang banjir bandang pada Minggu, 16 Maret 2025, akibat hujan deras yang menyebabkan air bercampur lumpur mengalir dari perbukitan Bangun Dolok ke pusat kota, merendam Terminal Sosor Saba dan …
admin
04 Apr 2025
By: Vira Aulia, Aridha Silfani Kesehatan mental di kalangan remaja perlu mendapatkan perhatian yang serius dari pihak pemerintah. Contoh nyata adalah kasus menyedihkan seorang mahasiswa UGM yang mengakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai 11 sebuah hotel di Yogyakarta, yang menunjukkan bahwa ada keadaan darurat kesehatan mental di antara remaja di Indonesia. Bunuh diri merupakan penyebab …
admin
04 Apr 2025
By: Indah Syapriani, Dela Putriana, Grcae Stefani Br. Sembiring. Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan harapan baru bagi pembangunan nasional dengan menetapkan beberapa proyek strategis nasional (PSN) untuk periode 2025-2029. Salah satu program utama yang diusung adalah program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan gizi. …
03 Jan 2025 775 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
03 Jan 2025 713 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, bersama tim dosen dari Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu Patumbak. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah melalui pemanfaatan teknologi digital. Bertajuk “Sosialisasi Memanfaatkan Teknologi Digital untuk Mendukung Pembelajaran Berbasis Proyek dan …
18 Dec 2024 562 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
Comments are not available at the moment.