Home » ESAI DAN OPINI » JANGAN SALAHKAN GLOBALISASI, BAHASA DAERAH MATI KARENA TIDAK KITA CINTAI

JANGAN SALAHKAN GLOBALISASI, BAHASA DAERAH MATI KARENA TIDAK KITA CINTAI

admin 01 Apr 2025 52

By: Nazwa Aulia Syahrani

Sering kali, globalisasi dianggap sebagai kambing hitam atau yang selalu disalahkan atas punahnya bahasa daerah. Padahal, punahnya bahasa daerah adalah karena kurangnya rasa cinta dan kepedulian kita sendiri. Globalisasi memang menjadi salah satu sebab adanya pergeseran bahasa daerah, namun bukan berarti kita bisa secara mutlak menyalahkannya atas kepunahan ini. Globalisasi hanyalah arus yang membawa perubahan, tetapi kitalah yang memegang kendali atas bagaimana bahasa dan budaya daerah ini dipertahankan.

     Fakta menunjukkan dari 718 bahasa daerah di Indonesia, berdasarkan data tahun 2019, terdapat 11 bahasa yang mengalami kepunahan dan 24 bahasa mengalami kemunduran dari sisi jumlah penuturnya. Sedangkan berdasarkan data Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) tahun 2024, dari 718 bahasa daerah terdapat 18 bahasa daerah berstatus aman, 21 rentan, 3 mengalami kemunduran, 29 terancam punah, 8 kritis, dan 5 punah. Salah satu penyebab utamanya adalah semakin sedikitnya jumlah penutur asli bahasa daerah tersebut, terutama dari kalangan generasi muda. Ini bisa terjadi karena generasi muda sekarang lebih memilih menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa asing, karena menganggap bahasa daerah tidak relevan dengan kehidupan modern, bahkan dianggap kuno dan ketinggalan zaman. Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin Indonesia benar-benar mengalami kepunahan semua bahasa daerah.

              Sebagai generasi muda dan juga pewaris budaya, sudah seharusnya kita mengambil peran aktif dalam melestarikan bahasa daerah. Misalnya dengan menggunakan bahasa daerah dilingkungan nonformal, pengenalan bahasa ibu kepada anak-anak, hingga penerapannya dalam pembelajaran disekolah. Inilah beberapa langkah konkret yang bisa dilakukan dengan tujuan untuk melestarikan bahasa daerah. Rasa cinta pada bahasa daerah harus ditanamakan sejak kecil, agar generasi selanjutnya memiliki rasa bangga terhadap warisan budaya mereka.

            Disisi lain, teknologi juga bisa dimanfaatkan untuk menjaga kelestarian bahasa daerah, misalnya dalam bermedia sosial, aplikasi belajar bahasa, dan konten-konten kreatif yang menggunakan bahasa daerah menjadi cara yang efektif untuk menarik perhatian para generasi muda agar bisa mencintai bahasa daerah. Dengan menggabungkan kecintaan terhadap budaya dan pemanfaatan teknologi, harapannya bahasa daerah bisa tetap hidup dan dicintai oleh setiap generasi.

            Jadi, melestarikan dan menjaga dari punahnya bahasa daerah adalah tanggung jawab kita bersama. Jika kita memang mencintai bahasa daerah, kita akan menjaganya, menggunakannya tanpa rasa malu dan merasa ketinggalan zaman, serta harus mewariskannya ke generasi selanjutnya. Sebab, bahasa daerah bukan hanya sekedar alat komunikasi, tetapi juga merupakan identitas, sejarah, dan jiwa suatu bangsa.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
MEMAHAMI PUISI ANAK DAN PENGAJARANNYA

admin

26 Jun 2025

By: Sofi Ayu H               Pengajaran sastra di sekolah dasar (SD)diarahkan terutama pada proses pemberian  pengalaman bersastra.siswa diajak untuk mengenal bentuk dan isi sebuah karya sastra melalui kegiatan mengenal dan mengakrabi cipta sastra sehingga tumbuh pemahaman dan sikap menghargai cipta sastra sebagai suatu karya yang indah dan bermakna . …

APRESIASI SASTRA DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR DI KOTA MEDAN

admin

25 Jun 2025

By: Erika Ramadhani Siregar            Di tengah kemajuan teknologi serta arus globalisasi yang begitu pesat, dunia anak-anak mengalami perubahan yang sangat cepat, termasuk dalam hal perihal pembentukan karakter. Kini, banyak dari mereka lebih akrab dengan hiburan konten digital dibandingkan dengan novel cerita. Dunia mereka dipenuhi oleh tayangan Youtube yang bergerak cepat, …

MENAKAR KUALITAS DAN RELEVANSI DALAM PEMBELAJARAN

admin

04 Apr 2025

By: Shella Sekar Wuni, Nurmaya Sari Buku teks adalah komponen utama dari proses pembelajaran di berbagai tingkat pendidikan. Sebagai sumber dan referensi utama untuk siswa dan guru, kualitas buku teks dan relevansi harus terus dinilai untuk memenuhi pengembangan sains dan kurikulum. Bisakah buku teks yang saat ini digunakan benar-benar menjawab tantangan pendidikan modern? Tinjauan kritis …

WASPADAI HUJAN LEBAT DISERTAI ANGIN KENCANG DAN BANJIR DI SUMUT

admin

04 Apr 2025

By: Shella Sekar Wuni, Nurmaya Sari Sumatera Utara baru-baru ini mengalami hujan lebat disertai angin kencang yang menyebabkan banjir di beberapa wilayah. Kota wisata Parapat, misalnya, diterjang banjir bandang pada Minggu, 16 Maret 2025, akibat hujan deras yang menyebabkan air bercampur lumpur mengalir dari perbukitan Bangun Dolok ke pusat kota, merendam Terminal Sosor Saba dan …

KRISIS KESEHATAN MENTAL REMAJA DI ERA DIGITAL SERTA TANTANGAN DAN SOLUSINYA

admin

04 Apr 2025

By: Vira Aulia, Aridha Silfani Kesehatan mental di kalangan remaja perlu mendapatkan perhatian yang serius dari pihak pemerintah. Contoh nyata adalah kasus menyedihkan seorang mahasiswa UGM yang mengakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai 11 sebuah hotel di Yogyakarta, yang menunjukkan bahwa ada keadaan darurat kesehatan mental di antara remaja di Indonesia. Bunuh diri merupakan penyebab …

MAKAN BERGIZI GRATIS APAKAH INI LANGKAH YANG TEPAT UNTUK MENGATASI STUNTING?

admin

04 Apr 2025

By: Indah Syapriani, Dela Putriana, Grcae Stefani Br. Sembiring. Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan harapan baru bagi pembangunan nasional dengan menetapkan beberapa proyek strategis nasional (PSN) untuk periode 2025-2029. Salah satu program utama yang diusung adalah program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan gizi. …