Home » ESAI DAN OPINI » PELESTARIAN DAN PEMERTAHANAN BAHASA DAERAH DI KALANGAN GEN Z

PELESTARIAN DAN PEMERTAHANAN BAHASA DAERAH DI KALANGAN GEN Z

admin 01 Apr 2025 100

By: Fadilla Ayu Lestari

    Bahasa daerah adalah salah satu warisan budaya yang harus dijaga. Namun, di era modern ini, bahasa daerah semakin jarang digunakan, terutama di kalangan Generasi Z, yaitu mereka yang lahir antara akhir 1990-an hingga awal 2010-an. Generasi ini tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan globalisasi, di mana bahasa Indonesia dan bahasa asing lebih sering digunakan dibandingkan bahasa daerah. Jika hal ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin bahasa daerah akan punah di masa depan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami penyebab menurunnya penggunaan bahasa daerah serta mencari cara untuk melestarikannya.Kadang-kadang juga sering kita bertanya kenapa generasi Z jarang sekali menggunakan bahasa daerah di kehidupan sehari-harinya dan juga jarang sekali kita jumpai anak-anak muda Indonesia yang menggunakan bahasa daerahnya. Ternyata banyak penyebab umum yang membuat generasi sekarang tidak menggunakan bahasa daerah; adapun penyebabnya sebagai berikut:

  1. Pengaruh Teknologi dan GlobalisasiGenerasi Z sangat akrab dengan teknologi. Mereka lebih sering menggunakan media sosial, menonton film, dan bermain game yang kebanyakan menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Karena jarang terekspos dengan bahasa daerah, mereka jadi tidak terbiasa menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Orang Tua Tidak Lagi Mengajarkan Bahasa DaerahBanyak orang tua yang lebih memilih mengajarkan bahasa Indonesia kepada anak-anaknya karena dianggap lebih penting untuk pendidikan dan pekerjaan. Akibatnya, anak-anak tumbuh tanpa kemampuan berbahasa daerah yang baik, bahkan ada yang sama sekali tidak mengerti bahasa daerahnya sendiri.
  3. Bahasa Daerah Dianggap Kuno dan Tidak KerenBeberapa anak muda menganggap bahasa daerah sudah tidak relevan dengan zaman sekarang. Mereka merasa lebih nyaman menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa gaul dalam percakapan sehari-hari. Jika ada yang berbicara dalam bahasa daerah, sering kali dianggap aneh atau bahkan ditertawakan.
  4. Kurangnya Pengajaran di SekolahMeskipun beberapa sekolah mengajarkan bahasa daerah, pelaksanaannya sering kali kurang efektif. Pelajaran bahasa daerah hanya menjadi pelajaran tambahan yang tidak terlalu diperhatikan. Selain itu, kurangnya bahan ajar yang menarik juga membuat siswa tidak antusias untuk belajar bahasa daerah. Setelah kita mengetahui beberapa faktor yang menyebabkan bahasa daerah jarang digunakan pada kalangan generasi Z.

    Terdapat cara yang dapat kita upayakan untuk melestarikan bahasa daerah itu, antara lain;

  1. Menggunakan Bahasa Daerah dalam KeseharianCara paling sederhana untuk menjaga bahasa daerah adalah dengan menggunakannya dalam percakapan sehari-hari. Tidak harus selalu, tapi setidaknya coba gunakan bahasa daerah saat berbicara dengan keluarga atau teman yang juga memahami bahasa tersebut. 
  2. Mengajarkan Bahasa Daerah kepada Anak-anakOrang tua dan keluarga memiliki peran penting dalam mengenalkan bahasa daerah kepada anak-anak sejak kecil. Jika anak-anak terbiasa mendengar dan menggunakan bahasa daerah di rumah, mereka akan lebih mudah menguasainya dan tidak akan kehilangan identitas budaya mereka.
  3. Menggunakan Teknologi untuk Mempromosikan Bahasa DaerahKarena Generasi Z aktif di media sosial, bahasa daerah bisa dilestarikan dengan cara yang lebih modern, misalnya melalui konten video, meme, atau musik dalam bahasa daerah. Beberapa influencer dan kreator konten juga mulai mempopulerkan bahasa daerah melalui platform seperti TikTok dan YouTube.
  4. Memasukkan Bahasa Daerah ke dalam Dunia PendidikanSekolah dan universitas bisa lebih aktif dalam mengajarkan bahasa daerah dengan cara yang menarik, misalnya melalui permainan, drama, atau lagu daerah. Dengan begitu, siswa akan lebih tertarik untuk belajar dan menggunakan bahasa daerah.
  5. Menjadikan Bahasa Daerah Sebagai Bagian dari Gaya HidupJika bahasa daerah dianggap keren dan unik, lebih banyak anak muda yang akan tertarik untuk menggunakannya. Misalnya, dengan membuat desain kaos, stiker, atau aksesori dengan kata-kata khas dalam bahasa daerah.

    Dengan cara ini, bahasa daerah bisa tetap hidup di kalangan anak muda. Bahasa daerah adalah bagian dari identitas dan warisan budaya yang harus kita jaga. Namun, karena berbagai faktor seperti globalisasi, kurangnya pewarisan dari keluarga, dan minimnya penggunaan dalam kehidupan sehari-hari, bahasa daerah mulai terpinggirkan, terutama di kalangan Generasi Z. Oleh karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk melestarikannya. Dengan menggunakan bahasa daerah dalam percakapan, mengajarkannya kepada anak-anak, serta memanfaatkan teknologi dan dunia pendidikan, kita bisa memastikan bahwa bahasa daerah tetap hidup dan tidak punah di masa depan.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
MEMAHAMI PUISI ANAK DAN PENGAJARANNYA

admin

26 Jun 2025

By: Sofi Ayu H               Pengajaran sastra di sekolah dasar (SD)diarahkan terutama pada proses pemberian  pengalaman bersastra.siswa diajak untuk mengenal bentuk dan isi sebuah karya sastra melalui kegiatan mengenal dan mengakrabi cipta sastra sehingga tumbuh pemahaman dan sikap menghargai cipta sastra sebagai suatu karya yang indah dan bermakna . …

APRESIASI SASTRA DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR DI KOTA MEDAN

admin

25 Jun 2025

By: Erika Ramadhani Siregar            Di tengah kemajuan teknologi serta arus globalisasi yang begitu pesat, dunia anak-anak mengalami perubahan yang sangat cepat, termasuk dalam hal perihal pembentukan karakter. Kini, banyak dari mereka lebih akrab dengan hiburan konten digital dibandingkan dengan novel cerita. Dunia mereka dipenuhi oleh tayangan Youtube yang bergerak cepat, …

MENAKAR KUALITAS DAN RELEVANSI DALAM PEMBELAJARAN

admin

04 Apr 2025

By: Shella Sekar Wuni, Nurmaya Sari Buku teks adalah komponen utama dari proses pembelajaran di berbagai tingkat pendidikan. Sebagai sumber dan referensi utama untuk siswa dan guru, kualitas buku teks dan relevansi harus terus dinilai untuk memenuhi pengembangan sains dan kurikulum. Bisakah buku teks yang saat ini digunakan benar-benar menjawab tantangan pendidikan modern? Tinjauan kritis …

WASPADAI HUJAN LEBAT DISERTAI ANGIN KENCANG DAN BANJIR DI SUMUT

admin

04 Apr 2025

By: Shella Sekar Wuni, Nurmaya Sari Sumatera Utara baru-baru ini mengalami hujan lebat disertai angin kencang yang menyebabkan banjir di beberapa wilayah. Kota wisata Parapat, misalnya, diterjang banjir bandang pada Minggu, 16 Maret 2025, akibat hujan deras yang menyebabkan air bercampur lumpur mengalir dari perbukitan Bangun Dolok ke pusat kota, merendam Terminal Sosor Saba dan …

KRISIS KESEHATAN MENTAL REMAJA DI ERA DIGITAL SERTA TANTANGAN DAN SOLUSINYA

admin

04 Apr 2025

By: Vira Aulia, Aridha Silfani Kesehatan mental di kalangan remaja perlu mendapatkan perhatian yang serius dari pihak pemerintah. Contoh nyata adalah kasus menyedihkan seorang mahasiswa UGM yang mengakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai 11 sebuah hotel di Yogyakarta, yang menunjukkan bahwa ada keadaan darurat kesehatan mental di antara remaja di Indonesia. Bunuh diri merupakan penyebab …

MAKAN BERGIZI GRATIS APAKAH INI LANGKAH YANG TEPAT UNTUK MENGATASI STUNTING?

admin

04 Apr 2025

By: Indah Syapriani, Dela Putriana, Grcae Stefani Br. Sembiring. Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan harapan baru bagi pembangunan nasional dengan menetapkan beberapa proyek strategis nasional (PSN) untuk periode 2025-2029. Salah satu program utama yang diusung adalah program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan gizi. …