
PENGERTIAN PENDIDIKAN KARAKTER DAN PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER PADA ANAK USIA DINI
By: Rosari Br Sianturi, Naila Syahira Simatupang
Pengertian Karakter dan Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter adalah proses mendidik dan mengarahkan individu agar memiliki karakter yang baik, seperti kejujuran, disiplin, empati, dan tanggung jawab. Tujuan utama pendidikan karakter adalah membentuk individu yang tidak hanya pintar, tetapi juga memiliki integritas moral dan mampu menghadapi berbagai tantangan dengan sikap yang baik. Pendidikan karakter sering kali dimulai sejak dini karena masa kanak-kanak adalah masa yang paling mudah untuk membentuk kepribadian seseorang.
Dalam pengertian yang sederhana Pendidikan karakter adalah hal positif apa saja yang dilakukan guru dan berpengaruh kepada karakter siswa yang diajarnya. Pendidikan karakter telah menjadi sebuah pergerakan pendidikan yang mendukung pengembangan sosial, pengembangan emosional, dan pengembangan etik para siswa. Merupakan suatu upaya proaktif yang dilakukan baik oleh sekolah maupun pemerintah untuk membantu siswa mengembangkan inti pokok dari nilai-nilai etik dan nilai-nilai kinerja, seperti kepedulian, kejujuran, kerajinan, fairness, keuletan dan ketabahan (fortitude), tanggung jawab, menghargai diri sendiri dan orang lain. Pendidikan karakter menurut Burke (2001) semata-mata merupakan bagian dari pembelajaran yang baik dan merupakan bagian yang fundamental dari Pendidikan yang baik.
Pendidikan karakter juga dapat didefenisikan sebagai Pendidikan yang mengembangkan karakter yang mulia (good character) dari peserta didik dengan mempraktikkan dan mengajarkan nilai-nilai moral dan pengambilan keputusan yang beradab dalam hubungan dengan sesama manusia maupun dalam hubungannya dengan Tuhannya. Defenisi ini dikembangkan dari defenisi yang dimuat dalam Funderstanding (2006). Departemen Pendidikan Amerika Serikat mendefenisikan Pendidikan karakter sebagai berikut: “Pendidikan karakter mengajarkan kebiasaan berpikir dan kebiasaan berbuat yang dapat membantu orang-orang hidup dan bekerja bersama sebagai keluarga, sahabat, tetangga, masyarakat, dan bangsa.” Mejelaskan pengertian tersebut dalam brosur Pendidikan Karakter (Character Education brochure) dinyatakan bahwa: “Pendidikan karakter adalah suatu proses belajar yang memberdayakan siswa dan orang dewasa di dalam komunitas sekolah untuk memahami, peduli tentang, dan berbuat berlandaskan nilai-nilai etik seperti respek, keadilan, kebajikan warga (civic virtue) dan kewarganegaraan (citizenship ), dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri maupun kepada orang lain.”
Di pihak lain, Lickona (1991) mendefenisikan Pendidikan karakter sebagai upaya yang sungguh-sungguh untuk membantu seseorang memahami, peduli, dan bertindak dengan landasan inti nilai-nilai etis. Secara sederhana, Lickona (2004) mendefenisikan Pendidikan karakter sebagai upaya yang dirancang secara sengaja untuk memperbaiki karakter para siswa. Sementara itu Alfie Khon, dalam Noll (2006), menyatakn bahwa pada hakikatnya “Pendidikan karakter dapat didefenisikan secara luas atau secara sempit. Dalam makna yang luas Pendidikan karakter mencakup hampir seluruh usaha sekolah di luar bidang akademis terutama yang bertujuan untuk membantu siswa tumbuh menjadi seseorang yang memiliki karakter yang baik. Dalam makna yang sempit Pendidikan karakter dimaknai sebagai jenis pelatihan moral yang merefleksikan nilai tertentu.”
Menurut Scerenko (1997) Pendidikan karakter dapat dimaknai sebagai upaya yang sungguh-sungguh dengan cara mana ciri kepribadian positif dikembangkan, didorong, dan diberdayakan melalui keteladanan, kajian (Sejarah, dan biografi para bijak dan pemikir besar), serta praktik emulasi (usaha yang maksimal untuk mewujudkan hikmah dari apap-apa yang diamati dan dipelajari).
Selanjutnya juga ditulis oleh Arthur bahwa Anne Lockwood memerinci ada tiga proposisi sentral dalam Pendidikan karakter. “Pertama, bahwa tujuan pendidikan moral dapat dikejar/dicapai, tidak semata-mata membiarkannya sekedar sebagai kurikulum tersembunyi yang tidak terkontrol, dan bahwa tujuan Pendidikan karakter telah memiliki dukungan yang nyata dari masyarakat dan telah menjadi konsensus bersama. Kedua bahwa tujuan-tujuan behavioral tersebut adalah bagian dari Pendidikan karakter, dan ketiga, perilaku antisosial sebagai bagian kehidupan anak-anak adalah sebagai hasil dari ketidakhadiran nilai-nilai dalam pendidikan.
Jadi Pendidikan karakter adalah proses pemberian tuntunan kepada peserta didik untuk menjadi manusia seutuhnya yang berkarakter dalam dimensi hati, pikir, raga, serta rasa dan karsa. Pendidikan karakter dapat dimaknai sebagai pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak, yang bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baik-buruk, memelihara apa yang baik, dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati. Pendidikan karakter dapat pula dimaknai sebagai upaya yang terencana untuk menjadikan peserta didik mengenal, peduli, dan menginternalisasi nilai-nilai sehingga peserta didik berperilaku sebagai insan kamil. Pendidikan karakter juga dapat dimaknai sebagai suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran dan kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil.
Penerapan Pendidikan Karakter di PAUD
Pendidikan karakter di PAUD dapat diterapkan melalui kegiatan terprogram dan pembiasaan. Berikut adalah penerapan penerapan pendidikan karakter di PAUD :
Kegiatan Terprogram : Guru dapat menggali pemahaman anak tentang nilai-nilai karakter melalui bercerita, dialog dan mengajak anak untuk melakukan nilai-nilai karakter yang di ceritakan.
Kegiatan Pembiasaan : Kegiatan rutin lembaga paud yang di lakukan secara konsisten, kegiatan spontan, dan kegiatan keteladanan.
Bersikap Konsisten : Anak cenderung melihat apa yang dilakukan oleh orang dewasa.
Memberikan Apresiasi : Memberikan penghargaan dan apresiasi kepada anak apabila anak berprestasi.
Mengajarkan Sopan Dan Santun : Mengajarkan anak untuk sopan santun kepada orangtua.
Jujur Dan Terbuka : Selalu menerapkan sikap jujur kepada anak untuk siapapun dan bersifat terbuka kepada guru.
Metode yang Efektif dalam Pendidikan Karakter di PAUD
Salah satu metode yang efektif dalam pendidikan karakter di PAUD adalah melalui pembiasaan positif. Anak-anak diajak untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang sederhana namun bermakna, seperti menyapa dengan sopan, menolong teman yang kesulitan, dan menjaga kebersihan lingkungan. Kebiasaan-kebiasaan kecil ini lama-kelamaan akan menjadi bagian dari karakter anak. Selain itu, cerita-cerita moral juga bisa menjadi sarana yang baik untuk menanamkan nilai-nilai positif. Dengan menggunakan cerita, anak-anak bisa belajar tentang berbagai karakter baik tanpa merasa diajari. Mereka bisa mengidentifikasi diri dengan tokoh-tokoh dalam cerita dan belajar dari situ.
Tantangan dalam Pendidikan Karakter Anak Usia Dini
Salah satu tantangan terbesar dalam pendidikan karakter anak usia dini adalah konsistensi antara nilai-nilai yang diajarkan di sekolah dan perilaku yang dilihat anak di rumah atau di masyarakat. Misalnya, jika di sekolah anak diajarkan untuk bersikap jujur, namun di rumah mereka melihat orang tua berbohong, hal ini akan membingungkan anak. Oleh karena itu, penting sekali bagi semua pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk bekerja sama dalam mendukung proses pendidikan karakter ini. Adapun tantangan dalam pendidikan karakter anak usia dini meliputi :
- Lingkungan Keluarga
Orang tua yang sibuk dengan smartphone dapat membuat anak kehilangan fokus, kurang konsentrasi dan percaya diri.
- Perilaku Anak
Anak yang memiliki rasa percaya diri yang rendah, motivasi rendah, pasif dalam mengikuti pembelajaran.
- Sistem Pendidikan
Sistem pendidikan dini yang berorientasi pada pengembangan otak kiri (kognitif) dan kurang memperhatikan otak kanan (afektif, empati dan rasa).
- Perilaku Masyarakat
Masyarakat yang menunjukkan kekerasan, perkelahian, penggunaan obat terlarang dan kriminalitas yang tinggi.
admin
25 Jan 2026
By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …
admin
16 Jan 2026
By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …
admin
16 Jan 2026
By: Alnia Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …
admin
16 Jan 2026
By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler) membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca. Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari …
admin
16 Jan 2026
By: Ade Jihan Raysah Putri Daulay, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pedoman resmi untuk penulisan bahasa Indonesia yang telah disahkan sejak 1972. EYD bertujuan menjaga konsistensi, kejelasan, dan keindahan bahasa sebagai identitas bangsa. Namun, di era digital saat ini, EYD sering diabaikan, terutama di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Fenomena ini semakin mencolok …
admin
16 Jan 2026
By: Chintya Bella Tampubolon, Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Salah satu ruang yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini adalah dunia digital, terutama dunia game dan streaming online. Di ruang ini, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, identitas, dan budaya …
18 Dec 2024 2.512 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
03 Jan 2025 1.256 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
03 Jan 2025 1.189 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, bersama tim dosen dari Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu Patumbak. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah melalui pemanfaatan teknologi digital. Bertajuk “Sosialisasi Memanfaatkan Teknologi Digital untuk Mendukung Pembelajaran Berbasis Proyek dan …
Comments are not available at the moment.