
PERAN ORANG TUA DAN GURU DALAM MENCEGAH TINDAKAN BULLYING PADA ANAK ANAK DAN REMAJA ZAMAN SEKARANG
By: Dira Salsabila Bilbina, Cici Hayati Nasution
Bullying atau perundungan merupakan tindakan agresif yang dilakukan secara berulang-ulang oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap individu lain yang dianggap lebih lemah, baik secara fisik, emosional, atau sosial. Tindakan ini bisa terjadi dalam berbagai bentuk, seperti kekerasan fisik, verbal, psikologis, atau melalui media digital (cyberbullying). Bullying biasanya bertujuan untuk menindas, mempermalukan, atau mengintimidasi korban, dan sering kali berdampak negatif pada kesejahteraan mental dan emosional korban, termasuk menurunkan rasa percaya diri, menyebabkan stres, depresi, dan bahkan kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri.berikut merupakan peran orang tua dalam mengatasi kasus bullying
1. Peran Orang Tua
Orang tua memegang peran utama dalam memberikan pondasi pendidikan dan nilai- nilai positif yang mempengaruhi sikap anak-anak mereka terhadap orang lain. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh orang tua
Membangun Komunikasi Terbuka
Orang tua harus menciptakan lingkungan yang aman dan terbuka di rumah agar anak merasa nyaman untuk bercerita tentang pengalaman mereka, termasuk jika mereka menjadi korban atau saksi bullying
-
- Mengajarkan Empati dan Pengendalian Diri
Orang tua harus mengajarkan empati, yaitu kemampuan untuk memahami perasaan orang lain, sehingga anak tidak hanya fokus pada dirinya sendiri tetapi juga peduli terhadap orang lain.
-
- Memantau Aktivitas Digital
Di era sekarang, cyberbullying menjadi bentuk perundungan yang sering terjadi. Orang tua harus memantau aktivitas anak-anak mereka di media sosial dan dunia maya.
-
- Memberikan Dukungan Emosional
Jika anak menjadi korban bullying, orang tua harus memberikan dukungan penuh, dengan menunjukkan bahwa mereka tidak sendirian.
2. Peran Guru
Di sekolah, guru menjadi figur penting yang dapat mendeteksi dan mencegah perilaku bullying. Mereka juga berperan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi semua siswa.
Mengidentifikasi Tanda-Tanda Bullying
Guru harus peka terhadap tanda-tanda bullying di lingkungan sekolah. Perubahan perilaku siswa, seperti menjadi lebih pendiam, sering absen, atau terlihat cemas, bisa menjadi indikasi adanya perundungan.
-
- Menyusun Program Anti-Bullying
Sekolah perlu memiliki program atau kebijakan anti-bullying yang jelas. Guru bersama dengan pihak sekolah harus merumuskan pedoman yang mencegah perundungan
-
- Membentuk Lingkungan Inklusif dan Bersahabat
Guru dapat menciptakan suasana kelas yang inklusif dan tidak diskriminatif, di mana semua siswa merasa dihargai dan didukung.
oleh karena itu perlunya kolaborasi antara dan guru dalam menangani kasus bullying kolaborasi antara orang tua dan guru sangat penting.dengan melakukan pertemuan rutin antara guru dan orang tua untuk membahas perkembangan anak , terutama terkait perilaku sosial dan emosional. Dengan demikian, potensi perundungan bisa diidentifikasi lebih awal.sekolah dan orang tua juga bisa mengadakan program anti-bullying, seperti kampanye kesadaran, pelatihan, dan kegiatan yang melibatkan anak-anak dalam memahami dampak negatif perundungan.
Ketika terjadi kasus bullying, orang tua dan guru harus segera berkoordinasi untuk menangani masalah tersebut. Pendekatan yang cepat dan konsisten akan mencegah eskalasi masalah dan memberikan dukungan bagi korban.Selain peran orang tua dan guru, teknologi juga dapat menjadi alat bantu yang efektif dalam mengatasi perundungan, seperti:
-
- Aplikasi Pelaporan Bullying: Beberapa sekolah telah mulai menggunakan aplikasi yang memungkinkan siswa melaporkan kasus bullying secara anonim.
-
- Pengawasan Digital: Software untuk memantau aktivitas online anak bisa digunakan untuk mendeteksi tanda-tanda cyberbullying.Mencegah tindakan bullying di era sekarang, terutama dengan berkembangnya teknologi dan media sosial, memerlukan pendekatan yang komprehensif seperti.
-
- Mengajarkan Empati dan Toleransi pada Anak-anak, Sosialisasi Bahaya Bullying: Sekolah, komunitas, dan organisasi perlu aktif dalam melakukan kampanye kesadaran tentang dampak negatif bullying, baik secara fisik, emosional, maupun mental. Edukasi ini harus mencakup bullying langsung dan cyberbullying.perlu diajari untuk menghargai perbedaan dan memahami perasaan orang lain. Sekolah dan orang tua harus menekankan pentingnya menghormati setiap individu tanpa memandang latar belakang mereka.
-
- mengajarkan etika dalam Menggunakan Teknologi: Di era digital, penting untuk mengajarkan anak-anak tentang etika berinteraksi di dunia maya. Mereka harus tahu konsekuensi dari tindakan seperti mengirim pesan kebencian, mengejek, atau menyebarkan rumor secara online.
-
- Mengajarkan Tanggung Jawab dan Privasi: Anak-anak harus memahami bahwa apayang mereka unggah atau bagikan di media sosial dapat berdampak besar
-
- Program Anti-Bullying di Sekolah: Sekolah harus memiliki kebijakan anti-bullying yang jelas, termasuk definisi yang jelas tentang bullying, prosedur untuk melaporkan, dan sanksi bagi pelakupelaku
tindak bullying harus dicegah karena memiliki dampak negatif yang sangat besar , baik bagi korban, pelaku , maupun lingkungan sosial secara keseluruhan . karena dapat menimbulkan trauma emosional seperti:kecemasan, tidak percaya diri, hingga rasa takut yang berkepanjangan, korban sering kali merasa tidak berharga dan tidak mampu mengahadapi sosial lingkungannya. Korban bullying memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami masalah kesehatan mental jangka panjang, termasuk gangguan stres pasca-trauma (PTSD), gangguan makan, atau bahkan keinginan untuk bunuh diri. bullying juga dapat Bullying memicu ketegangan dan perpecahan di antara siswa, menciptakan kelompok-kelompok yang saling bertentangan, dan merusak harmoni sosial di lingkungan sekolah atau komunitas. juga Bahaya Fisik ada kasus bullying fisik, korban sering kali menderita luka-luka atau kerusakan fisik yang memerlukan perawatan medis. Selain itu, stres yang dialami korban juga bisa menimbulkan. Pelaku Berisiko Mengalami Kekerasan di Masa Depan: Penelitian menunjukkan bahwa pelaku bullying yang tidak diberi intervensi cenderung terlibat dalam perilaku kekerasan atau tindakan kriminal di kemudian hari.
Kesimpulan
Bullying harus dicegah karena dampaknya merusak perkembangan individu, merusak lingkungan sosial, dan berpotensi menciptakan budaya kekerasan yang berkepanjangan. Pencegahan bullying adalah tanggung jawab bersama orang tua, guru, sekolah, masyarakat, dan pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang aman, suportif, dan menghargai setiap individu.Edukasi yang baik, kesadaran sosial, serta kebijakan yang kuat di dunia nyata maupun digital sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari perundungan. Kolaborasi yang kuat akan menciptakan generasi anak-anak dan remaja yang lebih kuat, lebih empati, dan lebih siap menghadapi tantangan sosial. pencegahan bullying memerlukan upaya kolektif untuk menciptakan generasi yang lebih peduli, empatik, dan mampu hidup harmonis tanpa kekerasan atau intimidasi.jadi ayo cegah bullying dan sayangi generasi berikutnya.
admin
25 Jan 2026
By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …
admin
16 Jan 2026
By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …
admin
16 Jan 2026
By: Alnia Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …
admin
16 Jan 2026
By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler) membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca. Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari …
admin
16 Jan 2026
By: Ade Jihan Raysah Putri Daulay, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pedoman resmi untuk penulisan bahasa Indonesia yang telah disahkan sejak 1972. EYD bertujuan menjaga konsistensi, kejelasan, dan keindahan bahasa sebagai identitas bangsa. Namun, di era digital saat ini, EYD sering diabaikan, terutama di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Fenomena ini semakin mencolok …
admin
16 Jan 2026
By: Chintya Bella Tampubolon, Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Salah satu ruang yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini adalah dunia digital, terutama dunia game dan streaming online. Di ruang ini, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, identitas, dan budaya …
18 Dec 2024 2.512 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
03 Jan 2025 1.256 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
03 Jan 2025 1.189 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, bersama tim dosen dari Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu Patumbak. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah melalui pemanfaatan teknologi digital. Bertajuk “Sosialisasi Memanfaatkan Teknologi Digital untuk Mendukung Pembelajaran Berbasis Proyek dan …
Comments are not available at the moment.