Home » Esai dan Opini » PENTINGNYA PERAN ORANGTUA DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK

PENTINGNYA PERAN ORANGTUA DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK

admin 14 Dec 2024 386

By: Nur Aini , Hilwa Salsabila

Keluarga adalah persekutuan terkecil yang hidup di masyarakat dan negara. Rumpun anggota keluarga terdiri dari ayah, ibu, anak-anak, dan anggota lain yang tinggal berada di dalamnya seperti pembantu, kakek, nenek, dan keponakan. Lingkungan keluarga bersifat primer dan fundamental, di situlah anak dibesarkan dan memperoleh penemuan awal serta belajar, yang memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan diri kepribadian selanjutnya. Dalam lingkungan keluarga anak pertama kalinya memperoleh kesempatan menghayati pergaulan dengan sesama manusia, bahkan memperoleh perlindungan dan kasih sayang yang pertama. Keluarga adalah buaian dari kepribadian atau pusat ketenangan hidup dan pangkalan “home base” yang paling vital lagi menentukan. Keluarga sebagai pusat pendidikan, latihan dan pusat kebudayaan serta pusat agama, karena itu hubungan antar anggota keluarga harus selalu harmonis dan terpadu, serta penuh kegotong royongan, kerjasama serta kasih sayang. Setiap anggota keluarga harus merasakan ketenangan, keceriaan, kegembiraan, dan kenyamanan dalam keluarga. Karena itu, pangkal ketenangan dan kedamaian hidup adalah lingkungan keluarga. Mengingat betapa pentingnya hidup dalam lingkungan keluarga demikian, maka Islam memandang keluarga bukan hanya sebagai persekutuan hidup terkecil, tetapi lebih daritu,yakni sebagai lembaga hidup manusia yang dapat memberikan kemungkinan celaka dan bahagianya anggota-anggota keluarga baik di dunia maupun akhirat.

          Keluarga mempunyai peran dan kewajiban yang tidak kecil, kerana baik buruk atau suskses tidaknya anggota keluarga merupakan tangung jawabnya. Ayah sebagai kepala keluarga dan ibu sebagai kepala rumah tangga dituntut untuk mewarnai keluarga dengan nilai-nilai akhlak yang baik, mulia, suri tauladan yang baik, menyelamatkan anggota dari segala bentuk perangai dan perilaku yang tidak baik, dan termasuk dalam pembentukan kepribadian anak. Orangtua merupakan tempat yang paling utama dan pertama dalam proses pembentukan kepribadian anak. Oleh karena itu, supaya dapat membentuk kepribadian anak yang sesuai dengan harapan, maka perlu adanya komunikasi antara kedua orangtua dan anak, karena dengan komunikasi akan mempermudah orangtua untuk mengetahui karakter anak dan mempermudah membentuk kepribadian anak. Dengan komunikasi seksama, dapat mempermudah orangtua untuk mengontrol tingkah laku anak.Peran keluarga dalam proses pembentukan kepribadian anak sangat besar, keluargalah Peran keluarga dalam proses pembentukan kepribadian anak sangat besar, keluargalah yang menyiapkan perkembangan kepribadian anak sejak dini. Dengan adanya dorongan dari keluarga, maka dapat membantu anak dalam melakukan penyesuaian yang memuaskan baik itu di masa kini atau di masa mendatang. Pemikiran dan perilaku anak tergantung bagaimana orangtua mendidik.

         Pembentukan kepribadian anak yang dimulai sejak dini sangatlah penting,karena dapat memengaruhi kehidupan di masa dewasa. Sebagai contoh, seorang anak yang memiliki kepribadian baik akan melakukan perbuatan yang baik juga. Hal itu disebabkan karena peran orangtua dalam membentuk kepribadian anak sejak dini. Menurut (Levine 2005), menyatakan bahwa:Menjadi orangtua sesungguhnya merupakan proses yang dinamis, situasi keluarga acapkali berubah. Tidak ada yang bersifat mekanis dalam proses tersebut. Akan tetapi, dengan memahami bahwa kepribadian mengaktifkan energi, mengembangkan langkah demi langkah, serta menyadari implikasi setiap langkah terhadap diri anak, para orangtua akan mampu memupuk rasa percaya diri pada anak Lalu langkah apa yang harus dilakukan kedua orangtua dalam membentuk kepribadian anak yang baik? Adalah keteladanan orangtua. Dengan kebiasaan yang baik yang dilakukan orangtua, maka anak akan terbiasa dengan hal yang diajarkan kedua orangtuanya. Contoh praktisnya, pertama “seorang bapak atau ibu yang senantiasa menghentikan segala aktivitas ketika mendengar kumandang azan”. Jika mendengar kumandang azan, memang sebaiknya istirahat dan menghentikan segala aktivitas. Contoh lain adalah ketika orangtua mengajarkan anaknya untuk selalu mengaji setiap bakda magrib, maka orangtua harus memberikan teladan dulu dengan pembiasaan mengaji.

Orangtua mendidik disiplin harus dimulai dengan sikap orangtua yang disiplin dalam berbagai hal. Kebiasaan demikian jika dilakukan sejak dini, maka akan menjadikan anak bersika Disiplin, karena anak sudah diajarkan orangtuanya terlebih dahulu. Kedua, lihat “kisah Keberanian Abdullah bin Zubair”. Kisah tersebut menceritakan tentang keberanian Abdullah bin Zubair yang berusia 8 tahun baru masuk Islam, dan ketika umurnya mencapai 12 tahun, dia Tersugesti oleh setan bahwa Rusulullah Saw ditangkap di dataran tinggi Makkah. Zubair yang Waktu itu berumur 12 tahun keluar rumah sambil menenteng atau membawa pedang. Semua Orang terheran termasuk Nabi juga heran melihatnya dan bertanya kepada Zubair “ada apa Denganmu wahai Zubair?” Lalu Zubair berkata kepada Nabi, siapa yang berani menangkapmu, Maka akan kupenggal kepalanya dengan pedangku ini. Keberanian dari kisah Abdullah bin Zubair yaitu meniru dari pengaruh keberanian ayah dan ibunya” (A’lam an-Nubala, 1/1-42).Dengan contoh-contoh di atas, maka dapat diperjelas bahwa pembentukan kepribadian Anak tergantung pada peran kedua orangtua dalam mengasuh anak dan memberi contoh Kebiasaan baik sejak dini. Oleh karena itu, sampai dewasa seorang anak dapat terbiasa dengan Segala hal yang sudah diajarkan kedua orangtuanya.

Kedua orangtua harus berhati-hati dalam Bersikap di depan anak.Keluarga merupakan lingkungan sosial yang pertama yang memberikan pengaruh sangat besar Bagi perkembangan anak. Dimulai dari keluarga lah anak mulai beranjak untuk Berinteraksi, menemukan sifat, sikap dan kemampuan dalam membedakan berbagai objek dalam Lingkungannya. Oleh karena itu fungsi keluarga yaitu mengembangkan komunikasi dan Menyelesaikan masalah-masalah anak, supaya anak merasa diperhatikan oleh orangtuanya dan Dengan itu semua jika anak ada suatu masalah maka anak tidak segan untuk membicarakan Kepada orangtuanya. Jadi timbullah keterbukaan antara orangtua dan anak dan bisa saling Memberi masukan untuk menyelesaikan masalah. Jadi diantara anak dan orangtua dapat saling Akrab dan dapat saling membantu. Jika itu dibiasakan sejak kecil maka dapat berpengaruh baik Untuk seterusnya.Lingkungan keluarga sangat penting, terutama adanya kasih sayang dari kedua orangtua. Adanya kasih sayang orangtua itu sangat berpengaruh, karena di masa ini, anak-anak Berhadapan dengan orang lain, seperti saudara, guru, teman sebaya. Pada masa ini pula Muncullah sifat kemauan dari si anak dan adanya tuntutan dari lingkungan. Di sini, muncullahKetegangan, sifat membandel dari si anak, namun sikap membandel, keras kepala. Pada usia ini Dianggap suatu kewajaran karena perkembangan anak. Maka oleh karena itu perlu adanya kasih Sayang dari orangtua, dengan memberi kasih sayang itu bertujuan supaya si anak tidak merasa Tegang dan setres. Penanaman kebiasaan yang keliru dimasa anak-anak dapat berdampak buruk Pada karakter dan kepribadian anak.         Kedua orangtua memiliki peran yang penting dalam Peran keluarga sangat berpengaruh dalam pembentukan kepribadian anak. Segala hal yang ditanamkan oleh orangtua sejak kecil sampai dewasa, maka akan terus diingat oleh anak dan dilaksanakan. Dalam keseharian yang lebih banyak berperan mendidik anak adalah ibu. Ibu yang mengandung, yang memberikan ASI, yang mengasuh hampir setiap detik dan setiap saat, maka bisa dikatakan hidup si anak bergantung pada ibu. Dan inilah sebabnya kenapa dikatakan surga anak ada di telapak kaki ibu, yang artinya sebagian dari perilaku anak ditentukan oleh contoh dan perilaku si ibu. Telapak kaki si ibu yang diikuti anak sejak lahir dari belum bisa berjalan sampai sudah bisa berjalan sendiri itu sangat besar pengaruhnya dalam perkembangan pribadi anak.Supaya anak bisa memiliki kepribadian yang baik, berkarakter, dan sesuai dengan Harapan orangtua, orangtua harus mewujudkan kepribadian si anak, yaitu dengan cara: Orang tua harus memberi kasih sayang kepada si anak, dengan kasih sayang yang cukup dari Orangtua, maka anak dapat menyelesaikan permasalahan dengan baik. Yaitu dengan Membicarakan permasalahan kepada orangtuanya atau si anak dapat menyelesaikannya sesuai Dengan apa yang diajarkan oleh orangtuanya. Tetapi jika orangtua selalu menekan anaknya Supaya menurut kepada orangtua, maka anak tidak akan memiliki kepribadian yang baik dan Sempurna.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
BAHAYA ‘KLIK-SEBAR’ DI KALANGAN REMAJA: LITERASI DIGITAL SEBAGAI PILAR UTAMA MELAWAN DISINFORMASI DAN MENJAGA HARMONI SOSIAL

admin

25 Jan 2026

By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …

KETIKA KITA KEHILANGAN RASA INGIN TAHU TENTANG BAHASA YANG KITA CINTAI

admin

16 Jan 2026

By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi  metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …

BELAJAR NILAI KEHIDUPAN DARI KARYA SASTRA INDONESIA

admin

16 Jan 2026

By: Alnia  Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …

MENGEMBANGKAN PENGETAHUAN DAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR, DENGAN LITERASI UNTUK MEMBENTUK KARAKTER ANAK DALAM BERKOMUNIKASI YANG TEPAT.

admin

16 Jan 2026

By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler)  membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca. Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari …

KETIKA EYD DIABAIKAN: ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA DI MEDIA SOSIAL DAN DAMPAKNYA PADA LITERASI GENERASI Z.

admin

16 Jan 2026

By: Ade Jihan Raysah Putri Daulay, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pedoman resmi untuk penulisan bahasa Indonesia yang telah disahkan sejak 1972. EYD bertujuan menjaga konsistensi, kejelasan, dan keindahan bahasa sebagai identitas bangsa. Namun, di era digital saat ini, EYD sering diabaikan, terutama di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Fenomena ini semakin mencolok …

BAHASA INDONESIA DALAM DUNIA GAME DAN STREAMING ONLINE

admin

16 Jan 2026

By: Chintya Bella Tampubolon, Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Salah satu ruang yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini adalah dunia digital, terutama dunia game dan streaming online. Di ruang ini, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, identitas, dan budaya …