- Esai dan OpiniPembelajaran Literasi Di Sekolah Dasar Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Karakter Siswa
- Esai dan OpiniPembelajaran Sastra Dan Bahasa Di Sekolah Dasar: Perspektif Para Ahli Pendidikan
- Esai dan OpiniMenurunnya Kemampuan Menulis Siswa di Era Digital
- Esai dan OpiniStrategi Cerdas Menggunakan Presentation Script untuk Mengasah Kemampuan Menyimak Siswa di Era Modern
- Esai dan OpiniBahasa di Ujung Jari: Cara Cerdas Belajar di Era Digital

PENTING NYA PENDIDIKAN KARAKTER PADA ANAK SEKOLAH
By: Enzela Mutia, Dian Sabrina
Pendidikan Karakter menjadi keharusan karena pendidikan tidak hanya menjadikan peserta didik cerdas, pendidikan juga untuk membangun budi pekerti dan sopan santun dalam kehidupan. Untuk merealisasikan tema tersebut lebih lanjut mendiknas mengemukakan pendidikan karakter akan diterapkan pada semua jenjang pendidikan mulai jenjang pendidikan SD sampai Perguruan Tinggi, namun porsinya akan lebih besar diberikan pada Sekolah Dasar (SD). Pendidikan karakter harus dimulai sejak dini yakni SD porsinya mencapai 60 % dibandingkan dengan jenjang pendidikan lainnya. Hal ini agar mudah diajarkan dan melekat dijiwa anak-anak itu hingga kelak ia dewasa. Lebih jauh Mendiknas menyatakan pada saat menjadi pembicara pada seminar Nasional.
Dunia pendidikan diharapkan sebaga motor penggerak untuk m emfasilitasi pembangunan karakter, sebab apa-apa yang terjadi dimasyarakat kita sebenarnya menyangkut masalah karakter, seperti kekerasan, korupsi, manipulasi , kebohongan- kebohongan dan perilaku menyimpang lainnya ,berangkat dari pendidikan. Oleh sebab itu melalui pendidikan pula karakter bangsa dapat diperbaiki dan dibentuk terutama Pembangunan karakter dan pendidikan mulai dari usia dini Pembangunan karakter dan pendidikan karakter menjadi suatu keharusan karena pendidikan tidak hanya menjadikan peserta didik cerdas, juga mempunyai budi pekerti dan sopan santun sehingga keberadaannya sebagai anggota masyarakat menjadi bermakna baik bagi dirinya maupun orang lain.
Pendidikan karakter menjadi hal penting untuk membentuk generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia dan berperilaku baik di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.tujuan, dan manfaat implementasi pendidikan karakter Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur untuk mengkaji berbagai sumber tertulis terkait topik pendidikan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan karakter berperan dalam membentuk kepribadian siswa, mencegah masalah sosial remaja, menyiapkan generasi bertanggung jawab, memberi bekal hidup bermasyarakat, dan mendukung prestasi akademik siswa. Disarankan agar pendidikan karakter diintegrasikan dalam kurikulum, diajarkan melalui keteladanan dan pembiasaan, dengan kolaborasi sekolah, keluarga, dan masyarakat. Pendidikan karakter penting diterapkan untuk membentuk generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga berkarakter mulia dan bermoral.
Peran Keluarga, Guru dan Masyarakat Dalam Pendidikan Karakter
A. Peran Keluarga dalam Pendidikan Karakter
Orang tua menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas perkembangan karakter anakkarena keluarga merupakan penyelenggara pendidikan paling utama dan pertama sebelum pendidikan pendamping lainnya.Orang tua juga turut berperan dalam perkembangan karakter
B. Peran Guru dalam Budaya Karakter di Sekolah
Guru mempersiapkan berbagai pilihan dan strategi untuk menanamkan setiap nilai-nilai,norma-norma dan kebiasaan-kebiasaan ke dalam mata pelajaran yang diampunya. Guru dapatmemilih cara-cara tertentu dalam proses pembelajarannya, seperti menyampaikan berbagai kutipan yang berupa kata- kata mutiara atau peribahasa yang berkaitan dengan karakter, cerita pendek, diskusi kelompok, membuat karangan pendek dan sebagainya. Setiap sekolah hendaknya menentukan kegiatan khusus yang dapat mengikat para guru untuk melakukan kegiatan tersebut secara berkelanjutan. Berikut contoh penerapan keteladan pendidikan karakter di sekolah.
Guru secara sadar datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal kerja dan mengajar. hal ini bukan hanya bentuk disiplin guru sebagai rolemodel siswa di sekolah namun juga sebagai bentuk komitmen dari kesepakatan yang sudah disetujui antara guru dengan pihak sekolah.
Sekolah memberikan penghargaan terhadap setiap keberhasilan, usaha, dan memberikan komitmennya, semua karyawan dan siswanya akan termotivasi untuk bekerja keras,inovatif, dan mendukung perubahan.
Sekolah juga memberikan program-program khusus bimbingan konseling pada siswa yang memiliki kesulitan belajar. Dengan adanya bimbingan dan usaha tersebut, siswa terbantu untuk memperbaiki cara belajar, mengembangkan potensinya secara maksimal dan belajar mengubah dirinya menjadi manusia yang lebih baik lagi.
Sekolah memberikan apresiasi pada saat upacara bendera pada hari senin, untuk guru,karyawan dan siswa yang berprestasi. Cara yang dilakukan ini memotivasi setiap guru,karyawan dan siswa untuk meraih prestasi-prestasi tertentu.
Sekolah menerapkan makan bersama pada guru dan siswa pada saat jam istirahat.
Dengan begitu, akan menumbuhkan sifat kebersamaan dan kedekatan antara murid dengan guru.
C. Peran Masyarakat dalam Pendidikan Karakter
Sekolah bersama komite sekolah dan masyarakat secara bersama-sama menyusun suatu kegiatan yang dapat mendukung terwujudnya pembudayaan dan penanaman karakter yang baik bagi seluruh warga sekolah.
Membiasakan perilaku baik
Masyarakat dapat membiasakan perilaku baik seperti gotong royong, tidak membuang sampah sembarangan, dan tidak merusak fasilitas umum.
Menanamkan semangat belajar
Masyarakat dapat memberikan dukungan dan motivasi kepada anak-anak untuk memiliki semangat belajar.
Mendorong budaya literasi
Masyarakat dapat menyediakan akses terhadap buku dan bahan bacaan lain, seperti mendirikan taman baca atau perpustakaan keliling.
Mengadvokasi hak atas pendidikan
Masyarakat dapat mendesak pemerintah untuk memberikan perhatian lebih pada pendidikan, termasuk masalah infrastruktur, kesejahteraan guru, dan pemerataan akses.
Memberikan masukan kepada sekolah
Masyarakat dapat memberikan masukan-masukan terutama dalam penyusunan program-program sekolah.
Berpartisipasi dalam evaluasi
Masyarakat dapat berpartisipasi dalam evaluasi untuk mengetahui apa yang kurang dalam penyelenggaraan pendidikan dan apa yang perlu ditingkatkan.
KESIMPULAN
Karakter seseorang akan terbentuk bila aktivitas dilakukan berulang-ulang secara rutin hingga menjadi suatu kebiasaan,yang akhirnya tidak hanya menjadi suatukebiasaan saja tetapi sudah menjadi suatu karakter. Maka dari itu, pendidikan karakter harus dilakukan sedini mungkin agar anak mampu menanamkan karakter yang baik sehingga mereka bisa membawanya hingga usia dewasa. Pendidikan karakter di sekolah dapat diterapkan pada semua mata pelajaran.Setiap mata pelajaran yang berkaitan denga norma-norma perlu dikembangkan dan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.Di era digital ini peran keluarga, guru dan masyarakat sekitar sangatlah penting dalam meningkatkan karakter calon penerus bangsa. sebagai tempat utama dan pertama peserta didik menjalani kehidupan dan pendidikannya hendaklah mengawasi dan membimbing dengan penuh kasih sayang, tegas, dan cermat.Peran guru di sekolah bukan hanya mengajar tetapi juga mendidik. Peran guru sebagai rolemodel dalam pandangan anak sehingga guru akan menjadi patokan bagi sikap anak didik. Guru tidak hanya mengajarkan konsep karakter yang baik, tetapi bagaimana mengarahkan peserta didik untuk dapat mengimplementasikan pada kehidupam sehari-hari. Masyarakat sekitar juga berperan dalam mengawasi dan memotivasi perkembangan karakter peserta didik
admin
26 Apr 2026
By: Rachel Fairus Mumtaz Sebagai calon guru Sekolah Dasar, saya menyadari bahwa proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir serta pembentukan karakter peserta didik. Guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mampu mendorong siswa untuk aktif, kreatif, dan reflektif. Oleh karena itu, pembelajaran perlu dirancang secara …
admin
26 Apr 2026
By: Nurul Fadila Putri HAKIKAT DAN TUJUAN PEMBELAJRAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR Pembelajaran sastra di sd memiliki hakikat yang berbeda dengan pembelajaran sastra di jenjang yang lebih tinggi. Menurut Saxby dalam Nurgiyanto (2013), sastra anak adalah karya sastra yang secara emosional dan psikologis dapat ditanggapi dan dipahami oleh anak-anak yang bersumber dari pengalaman emosional …
admin
26 Apr 2026
By: Gledy Sintya Situmorang Perkembangan teknologi digital menyebabkan perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Kemudahan akses informasi melalui internet, media sosial, dan berbagai aplikasi komunikasi memberikan dampak positif sekaligus negatif. Salah satu dampak negatif yang terlihat adalah menurunnya kemampuan menulis siswa, khususnya dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal …
admin
26 Apr 2026
By: Nurhanisa Lubis Dalam pembelajaran bahasa, keterampilan menyimak merupakan fondasi utama yang mendukung kemampuan berbicara, membaca, dan menulis. Namun, pada praktiknya, banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami informasi yang disampaikan secara lisan. Hal ini sering disebabkan oleh kurangnya fokus, metode pembelajaran yang monoton, serta penyampaian materi yang tidak terstruktur. Kondisi tersebut menuntut adanya inovasi …
admin
26 Apr 2026
By: Endah Nur Hafizah Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa. Saat ini, belajar bahasa tidak lagi terbatas pada buku dan ruang kelas. Dengan adanya internet dan berbagai aplikasi digital, siapa pun dapat belajar bahasa kapan saja dan di mana saja. Namun, kemudahan ini sering kali tidak …
admin
26 Apr 2026
By: Delfi Nanda Azmita Minat baca adalah salah satu bagian penting dalam keberhasilan suatu pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa dan sastra. Namun yang terjadi di Indonesia, minat baca masyarakat tergolong sangat rendah. Kondisi ini menjadi perhatian yang cukup serius karena kemampuan membaca sangat berpengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam memahami informasi, berpikir kritis, dan juga mengembangkan …
18 Dec 2024 2.823 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
01 Apr 2025 1.850 views
By: Reza Widya Lubis Provinsi Riau dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan budaya dan kearifan lokal, terutama yang berasal dari tradisi Melayu. Kearifan lokal ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari seni, adat istiadat, sastra lisan, hingga filosofi hidup masyarakatnya. Namun, di era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan masuknya budaya …
03 Jan 2025 1.470 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
Comments are not available at the moment.