
BAHASA JAWA DAN BAHASA BATAK: KEUNIKAN, PERBEDAAN, DAN KESAMAANNYA DALAM BUDAYA MASYARAKAT
By: Widya Wahyuni Br Silalahi
Indonesia adalah sebuah negara yang melimpah dengan warisan budaya dan bahasa daerah. Dari Sabang hingga Merauke, terdapat ratusan bahasa daerah yang mencerminkan keragaman budaya masyarakat setempat. Dua bahasa yang memiliki pengaruh signifikan adalah bahasa Jawa dan bahasa Batak. Bahasa Jawa digunakan oleh suku Jawa yang dominan berada di Pulau Jawa, sementara bahasa Batak digunakan oleh komunitas Batak di Sumatra Utara. Kedua bahasa ini memiliki keunikan yang khas, perbedaan yang mencolok, tetapi juga kesamaan yang menarik dalam budaya masyarakatnya.
Keunikan Bahasa Jawa dan Batak
Keunikan Bahasa Jawa
Bahasa Jawa dikenal karena sistem tingkatannya, yang mencerminkan kesopanan dan tingkatan sosial dalam masyarakat. Tiga tingkatan utama dalam bahasa Jawa adalah:
- Ngoko – digunakan dalam percakapan sehari-hari antara teman sebaya atau orang yang lebih tua kepada yang lebih muda.
- Madya – merupakan tingkatan menengah yang biasa dipakai dalam situasi semi-formal.
- Krama – bahasa yang sangat sopan, digunakan untuk berbicara dengan orang yang lebih tua atau dalam konteks resmi.
Selain itu, bahasa Jawa juga memiliki aksara unik, yaitu Aksara Jawa atau Hanacaraka, yang masih diajarkan di sekolah-sekolah di Jawa.
Keunikan Bahasa Batak
Bahasa Batak terdiri dari beberapa dialek utama, seperti Batak Toba, Karo, Mandailing, Simalungun, Angkola, dan Pakpak. Setiap dialek memiliki ciri khas masing-masing. Yang menarik, masyarakat Batak Toba memiliki sistem penulisan kuno yang dikenal sebagai Aksara Batak atau Surat Batak, meskipun penggunaannya kini semakin jarang.
Keunikan lain dari bahasa Batak adalah nada dan intonasi yang kuat serta sering kali terdengar tegas dan lantang. Dalam percakapan sehari-hari, masyarakat Batak sering menggunakan ungkapan yang sarat makna dan filosofi, seperti ‘Horas’ yang berarti salam atau doa kesejahteraan.
Perbedaan Bahasa Jawa dan Batak
- Sistem Tingkatan Bahasa
Bahasa Jawa memiliki tingkatan bahasa yang sangat kompleks, sementara bahasa Batak tidak memiliki sistem hierarki bahasa yang seketat bahasa Jawa - Intonasi dan Pengucapan
Bahasa Jawa cenderung lebih lembut dan halus dalam pelafalannya. Bahasa Batak memiliki intonasi yang lebih tegas, keras, dan penuh semangat. - Dialek dan Ragam Bahasa
Bahasa Jawa memiliki beberapa dialek seperti Jawa Ngapak, Jawa Mataraman, dan Jawa Timur-an. Bahasa Batak juga memiliki berbagai dialek, tetapi perbedaannya cukup signifikan sehingga penutur dari dialek berbeda kadang sulit untuk saling memahami. - Penggunaan dalam Budaya
Bahasa Jawa sangat berkaitan dengan adat istiadat Keraton dan budaya aristokrasi. Bahasa Batak lebih berkaitan dengan marga, hukum adat, dan sistem kekerabatan yang kuat.
Kesamaan Bahasa Jawa dan Batak
- Memiliki Aksara Sendiri, Baik bahasa Jawa maupun Batak memiliki aksara kuno yang mencerminkan sejarah dan tradisi menulis masyarakat.
- Memiliki Peran dalam Budaya Adat
Kedua bahasa tersebut digunakan dalam upacara adat, baik dalam pernikahan, kematian, maupun pertemuan adat lainnya. - Dipengaruhi oleh Budaya Hindu-Buddha
Sejarah mencatat bahwa baik bahasa Jawa maupun Batak memiliki pengaruh dari budaya Hindu-Buddha sebelum masuknya Islam dan Kristen di wilayah mereka. - Menggunakan Bahasa yang Kaya Makna Filosofis
Baik masyarakat Jawa maupun Batak memiliki banyak peribahasa dan ungkapan yang menggambarkan nilai-nilai kehidupan, kebijaksanaan, serta adat istiadat mereka.
admin
25 Jan 2026
Jakarta, 1 Desember 2025 — Beberapa sekolah sekarang mulai ngerasain manfaat dari program Makan Bergizi Gratis yang baru aja jalan minggu ini. Program ini dibuat supaya siswa bisa belajar lebih fokus karena kebutuhan makan mereka sudah terpenuhi. Banyak guru dan orang tua yang senang karena anak-anak jadi lebih siap mengikuti pelajaran. Di sekolah-sekolah yang ikut …
admin
21 Jan 2026
Aceh Tamiang — Tim dosen Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah Medan melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Nasional di Lembaga Bimbingan Belajar SANG JUARA, Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (14/1/2026). Kegiatan ini menyasar anak-anak dan masyarakat yang terdampak banjir besar yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Mengusung tema “Pemulihan dan Penguatan Pendidikan …
admin
09 Dec 2025
Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) kelompok 39 Anti Perundungan menyelenggarakan kegiatan edukasi bertema “Game Tanpa Bully” di SMP Dharma Pancasila Medan pada Sabtu, (1/11/2025). Kegiatan ini didampingi oleh Merry Alfrida Sitepu, S.H., M.Kn selaku dosen pembimbing dan Arbiahtul Insani Lubis selaku mentor. Kelompok 39 ‘anti perundungan yang terdiri dari 20 mahasiswa-mahasiswi dari berbagai fakultas dan …
admin
08 Dec 2025
Mahasiswa Universitas Sumatera Utara Kelompok Perundungan 38 MKWK melaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai bahaya perundungan (bullying) dan dampaknya terhadap kesehatan mental di MAN 1 Medan. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 25 Oktober 2025, yang diikuti oleh siswa-siswi kelas XII IPA dan XII IPS. Medan Tembung – Kelompok Perundungan 38 Universitas Sumatera Utara (USU) melakukan kunjungan sosialisasi …
admin
29 Nov 2025
Medan, 29 November 2025, dari laporan trading economics yang dirilis pada tanggal 14 agustus 2025 mengatakan bahwa Indonesia masih menempati tingkat pengangguran tertinggi di ASEAN pada tahun ini. Tingkat pengangguran di Indonesia mencapai 4,76% pada periode maret 2025. Angka tersebut setara dengan 7 juta penduduk yang tidak memiliki pekerjaan. Meski begitu,data tersebut menunjukan adanya penurunan …
admin
29 Nov 2025
Medan – Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Medan tampak dipadati warga sejak Sabtu pagi, 29 November 2025. Antrean panjang terjadi setelah beberapa SPBU melaporkan stok Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya Pertalite menurun signfikan seiring meningkatnya mobilitas warga sejak banjir mulai surut dan cuaca kembali membaik. Kondisi ini membuat pengendara motor maupun …
18 Dec 2024 2.511 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
03 Jan 2025 1.255 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
03 Jan 2025 1.188 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, bersama tim dosen dari Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu Patumbak. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah melalui pemanfaatan teknologi digital. Bertajuk “Sosialisasi Memanfaatkan Teknologi Digital untuk Mendukung Pembelajaran Berbasis Proyek dan …
Comments are not available at the moment.