
PENDIDIKAN KARAKTER, BEKAL MASA DEPAN
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kemudahan akses informasi, tantangan dunia pendidikan semakin kompleks. Kampus, sebagai tempat pendidikan tinggi, tidak lagi cukup hanya mencetak lulusan yang cerdas secara akademik. Lebih dari itu, perguruan tinggi memikul tanggung jawab besar untuk membentuk karakter mahasiswa, agar kelak mereka menjadi sarjana yang berintegritas, tangguh, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat (Kemendikbud, 2018).
Namun, kenyataannya, pendidikan karakter di perguruan tinggi masih sering terabaikan. Fokus utama masih didominasi oleh target capaian akademik, IPK tinggi, dan kelulusan tepat waktu. Mahasiswa didorong mengejar prestasi secara kognitif, namun belum sepenuhnya dibekali nilai- nilai moral dan etika yang kuat. Akibatnya, kita sering melihat fenomena plagiarisme, penyalahgunaan teknologi, bahkan kasus-kasus pelanggaran hukum yang melibatkan mahasiswa (Rohman, 2017).
Mengapa Pendidikan Karakter Itu Penting di Perguruan Tinggi?
Perguruan tinggi adalah tempat mahasiswa ditempa menjadi pribadi dewasa. Di sinilah masa transisi antara remaja menuju kedewasaan yang seharusnya diisi dengan pembentukan karakter kuat (Lickona, 2012). Mereka tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tapi juga mulai mengasah nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, empati, dan rasa peduli terhadap sesama.
Pendidikan karakter penting karena saat lulus, gelar sarjana saja tidak cukup. Dunia kerja dan masyarakat lebih menghargai pribadi yang jujur, mampu bekerja sama, dan dapat dipercaya (Suyanto, 2010). Banyak perusahaan kini lebih selektif memilih kandidat bukan hanya karena IPK tinggi, tetapi juga karena integritas dan sikap profesionalnya (Turiman et al., 2012).
Di era digital seperti sekarang, tantangan etika semakin nyata. Mahasiswa mudah tergoda untuk melakukan plagiarisme karena akses ke sumber informasi begitu mudah. Di media sosial, tak sedikit mahasiswa yang terjebak dalam ujaran kebencian atau penyebaran informasi hoaks. Tanpa pendidikan karakter yang kuat, kemajuan teknologi justru bisa disalahgunakan (Zubaedi, 2011).
Peran Kampus dalam Pendidikan Karakter
Sudah saatnya perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat belajar teori, tapi juga ruang untuk membangun karakter. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan kampus untuk memperkuat pendidikan karakter mahasiswa, di antaranya:
- Integrasi Nilai Karakter dalam Kurikulum
Setiap mata kuliah tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tapi juga harus menanamkan nilai integritas, tanggung jawab, dan etika (Prayitno, 2016). Misalnya, dalam tugas-tugas akademik, mahasiswa didorong untuk mengutamakan kejujuran dan menghindari praktik copy-paste tanpa sumber jelas.
- Kegiatan Pengembangan Diri di Luar Kelas
Organisasi kemahasiswaan, kegiatan sosial, hingga program relawan harus difasilitasi lebih maksimal. Melalui aktivitas tersebut, mahasiswa bisa belajar kepemimpinan, solidaritas, empati, dan tanggung jawab sosial (Rohman, 2017).
- Peran Dosen sebagai Teladan
Dosen bukan hanya pengajar, tetapi juga role model. Sikap dan perilaku dosen dalam membimbing, memberikan tugas, hingga bersikap adil pada mahasiswa akan membentuk budaya akademik yang sehat dan etis (Lickona, 2012).
- Penguatan Sistem Pengawasan Akademik
Perguruan tinggi harus memiliki sistem yang kuat untuk mengawasi integritas akademik, seperti penggunaan aplikasi pendeteksi plagiarisme, serta pemberian sanksi tegas bagi pelanggar aturan (Kemendikbud, 2018).
Pendidikan Karakter di Era Digital
Di era digital ini, tantangan pendidikan karakter semakin besar. Dunia maya membuka peluang untuk berkreasi, namun juga menyimpan risiko penyalahgunaan. Mahasiswa perlu dilatih untuk bijak menggunakan media sosial, menjaga etika berkomunikasi, dan tidak mudah terprovokasi informasi yang belum tentu benar (Turiman et al., 2012).
Pendidikan karakter bukan berarti mengurangi kebebasan berekspresi mahasiswa, justru memperkuat nilai tanggung jawab atas kebebasan tersebut. Mahasiswa harus memahami bahwa setiap tindakan, baik di dunia nyata maupun di dunia digital, mencerminkan nilai-nilai pribadi yang mereka miliki (Zubaedi, 2011).
Kesimpulan
Pendidikan karakter adalah bekal penting bagi mahasiswa di masa depan. Dunia kerja dan masyarakat luas membutuhkan pribadi yang tidak hanya pintar, tetapi juga jujur, tangguh, dan bertanggung jawab. Perguruan tinggi harus lebih serius menghadirkan pendidikan karakter dalam proses pembelajaran, baik di dalam maupun di luar kelas.
Sarjana yang cerdas secara akademik saja tidak lagi cukup. Karakter adalah nilai tambah yang justru menentukan apakah mereka mampu bertahan, bersaing, dan memberi kontribusi positif di tengah tantangan global. Pendidikan karakter hari ini adalah investasi besar untuk masa depan bangsa.
admin
25 Jan 2026
By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …
admin
16 Jan 2026
By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …
admin
16 Jan 2026
By: Alnia Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …
admin
16 Jan 2026
By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler) membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca. Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari …
admin
16 Jan 2026
By: Ade Jihan Raysah Putri Daulay, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pedoman resmi untuk penulisan bahasa Indonesia yang telah disahkan sejak 1972. EYD bertujuan menjaga konsistensi, kejelasan, dan keindahan bahasa sebagai identitas bangsa. Namun, di era digital saat ini, EYD sering diabaikan, terutama di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Fenomena ini semakin mencolok …
admin
16 Jan 2026
By: Chintya Bella Tampubolon, Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Salah satu ruang yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini adalah dunia digital, terutama dunia game dan streaming online. Di ruang ini, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, identitas, dan budaya …
18 Dec 2024 2.512 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
03 Jan 2025 1.257 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
03 Jan 2025 1.190 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, bersama tim dosen dari Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu Patumbak. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah melalui pemanfaatan teknologi digital. Bertajuk “Sosialisasi Memanfaatkan Teknologi Digital untuk Mendukung Pembelajaran Berbasis Proyek dan …
Comments are not available at the moment.