
Pembahasan Prinsip Dan Karakteristik Bahan Ajar Yang Baik Pada Buku Bahasa Indonesia Kelas XI Kurikulum Merdeka
By: Nadra Zelina Putri. Pendidikan merupakan proses untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi peserta didik agar mampu berpikir kritis, kreatif, dan memiliki karakter yang kuat. Dalam proses pembelajaran, salah satu komponen penting yang menentukan keberhasilan adalah bahan ajar. Bahan ajar berfungsi sebagai panduan bagi guru untuk mengarahkan dan mendukung proses pembelajaran sekaligus menjadi sumber belajar bagi siswa dalam memahami konsep yang diajarkan oleh guru dan membantu siswa belajar mandiri dan memberikan pengalaman langsung. Oleh karena itu, penyusunan bahan ajar harus memperhatikan prinsip dan karakteristik yang baik agar mampu mendukung ketercapaian tujuan pembelajaran dan kompetensi sesuai kurikulum.
Dalam konteks Kurikulum Merdeka, bahan ajar tidak hanya berfungsi menyampaikan pengetahuan, tetapi juga menjadi sarana pengembangan kompetensi berpikir tingkat tinggi, pembelajaran mandiri, menumbuhkan pengalaman belajar, serta menanamkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila. Esai ini akan membahas bahan ajar Bahasa Indonesia Kelas XI Kurikulum Merdeka, khususnya pada bab “Mengenalkan dan Mempromosikan Produk Pangan Lokal Indonesia”, dengan meninjau kesesuaiannya terhadap prinsip dan karakteristik bahan ajar yang baik, serta memberikan saran pengembangan agar lebih bergantung pada konteks dan relevan.
Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud, 2021), bahan ajar yang baik harus memenuhi beberapa prinsip dasar, yaitu: Relevansi, Konsistensi, Kecukupan, Kontekstualitas dan Aktualitas, Keterpaduan Sikap-Pengetahuan-Keterampilan, serta Interaktif dan User Friendly(mudah digunakan).
Selain itu, menurut Mulyasa (2019), karakteristik bahan ajar yang baik meliputi: self instructional (Dapat dipelajari mandiri), self contained (Mencakup semua materi penting), stand alone (Berdiri Sendiri), adaptive (Fleksibel dan Kontekstual), dan user friendly (mudah digunakan).
Dengan memahami prinsip dan karakteristik tersebut, guru diharapkan dapat menyusun bahan ajar yang efektif, efisien, meningkatkan interaksi positif dan mencapai Pendidikan yang lebih baik bagi siswa.
Bahan ajar yang dibahas dalam tulisan ini merupakan buku Bahasa Indonesia Kelas XI Kurikulum Merdeka, khususnya Bab 1 berjudul “Mengenalkan dan Mempromosikan Produk Pangan Lokal Indonesia”. Bab ini memiliki tujuan agar siswa mampu memahami dan menulis teks argumentasi tentang produk lokal Indonesia serta mengaitkannya dengan konteks sosial-budaya di masyarakat.
Keterkaitan Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia fase F menuntut peserta didik untuk mampu menulis teks argumentatif yang logis, mengemukakan pendapat secara kritis, memiliki kemampuan Bahasa yang santun dan menghargai nilai-nilai budaya Indonesia. Materi “Mengenalkan Produk Pangan Lokal Indonesia” sudah relevan dengan capaian pembelajaran tersebut.
Tujuan pembelajaran mencakup kemampuan menganalisis dan menulis teks argumentatif dengan baik ,serta membedakan fakta dan opini,. Namun kegiatan pembelajaran masih fokus pada membaca dan menulis.
Materi tentang produk pangan lokal sesuai dengan konteks karena dekat dengan kehidupan siswa, tetapi contoh yang digunakan masih umum dan belum menonjolkan produk khas daerah masing-masing.
Isi buku sudah mencakup penjelasan teks argumentasi, namun kedalaman penjelasan dan variasi latihan perlu diperbanyak agar melatih kemampuan berpikir kritis yang dimiliki oleh siswa.
Kelebihan dalam buku Bahasa Indonesia Kelas XI Kurikulum Merdeka, khususnya pada bab 1 mengenai “Mengenalkan dan Mempromosikan Produk Pangan Lokal Indonesia” yaitu Relevansi (Materi sesuai Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka dan tujuan pembelajaran), Konsistensi (Terdapat keselarasan antara tujuan dan penilaian), Kecukupan (Materi cukup lengkap untuk 1 bab), Aktualitas dan Kontekstualitas (Tema pangan local relevan dengan budaya Indonesia), Keterpaduan (Sudah memuat nilai-nilai pelajar Pancasila), Interaktif dan User-Friendly (Bahasa mudah dipahami dan tampilan jelas).
Kelemahan dalam buku Bahasa Indonesia Kelas XI Kurikulum Merdeka, khususnya pada bab 1 mengenai “Mengenalkan dan Mempromosikan Produk Pangan Lokal Indonesia” yaitu Relevansi, contoh teks masih umum, kurang spesifik menggambarkan konteks daerah, pada Konsistensi aktivitas belajar belum sepenuhnya mendukung tujuan menulis argumentasi, Kecukupan penjelasan konsep teks argumentasi masih singkat, Aktualitas dan Kontekstualitas Belum terhubung dengan isu ekonomi digital dan UMKM masa kini, Keterpaduan aktivitas refleksi nilai belum muncul, Interaktif dan User-Friendly Visualisasi dan Latihan kurang variatif.
Saran yang bisa digunakan untuk pengembangan bahan ajar dalam buku Bahasa Indonesia Kelas XI Kurikulum Merdeka, khususnya pada bab 1 mengenai “Mengenalkan dan Mempromosikan Produk Pangan Lokal Indonesia” yaitu Relevansi (Tambahkan teks argumentatif tentang produk local daerah masing-masing siswa agar lebih kontekstual), Konsistensi (Gunakan pendekatan bertahap seperti menyimak, membaca, menganalisis, dan menulis), Kecukupan (Perlu tambahan contoh dan Latihan analisis struktur teks), Aktualitas dan Kontekstualitas (kaitkan pembelajaran dengan promosi produk lokal melalui media sosial atau marketplace), Keterpaduan (Tambahkan kegiatan reflektif tentang nilai-nilai gotong royong dan kemandirian), Interaktif dan User-Friendly (Tambahkan QR code video, latihan digital, dan proyek kelompok kolaboratif).
Dari analisis tersebut, dapat disimpukan bahwa buku ini sudah memenuhi prinsip relevansi dan kecukupan, tetapi masih perlu penguatan dalam aspek aktualitas, interaktivitas, dan keterlibatan aktif para siswa.
Untuk menyesuaikan dengan prinsip dan karakterisitk bahan ajar yang baik, maka harus memiliki rancangan dan pengembangan versi revisi. Tujuan pembelajaran Revisi yaitu menganalisis teks argumentasi tentang promosi produk lokal melalui melalui media digital, mengidentifikasi struktur dan kaidah teks argumentasi bertema produk lokal daerah masing-masing, membuat dan mempresentasian poster digital untuk promosi produk lokal, menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kegiatan ekonomi kreatif.
Rancangan kegiatan pembelajaran Revisi yang bisa diterapkan oleh guru kepada siswa yaitu siswa dapat menonton video promosi produk lokal daerah di YouTube, membaca teks argumentative tentang keunggulan produk pangan lokal, Menganalisis ide pokok, fakta, dan opini dalam teks, Menulis teks argumentative tentang produk lokal daerah masing-masing, membuat poster digital dan mempresentasikannya.
Dengan revisi ini, bahan ajar tidak hanya berfokus pada kognitif, tetapi juga mengembangkan kemampuan siswa dalam kreativitas dan literasi digital.
Berdasarkan hasil yang telah dibahas, buku bahan ajar Bahasa Indonesia Kelas XI Kurikulum Merdeka telah menunjukkan kesesuaian dengan prinsip bahan ajar yang baik, terutama dari segi relevansi, kecukupan, dan keterpaduan dengan kurikulum. Namun, masih terdapat ruang untuk pengembangan dan keterlibatan aktif peserta didik masih perlu ditingkatkan.
Pengembangan bahan ajar ke depan sebaiknya tidak hanya memfasilitasi peserta didik memahami teks, tetapi juga mengajak siswa untuk berkarya kreatif, berpikir kritis, serta menanamkan nilai-nilai karakter dan budaya bangsa.
Dengan demikian, bahan ajar tidak hanya menjadi sumber informasi, tetapi juga berpotensi menjadi media pembelajaran yang efektif, menyenangkan dan bermanfaat bagi peserta didik di era Kurikulum Merdeka.
admin
25 Jan 2026
By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …
admin
16 Jan 2026
By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …
admin
16 Jan 2026
By: Alnia Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …
admin
16 Jan 2026
By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler) membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca. Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari …
admin
16 Jan 2026
By: Ade Jihan Raysah Putri Daulay, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pedoman resmi untuk penulisan bahasa Indonesia yang telah disahkan sejak 1972. EYD bertujuan menjaga konsistensi, kejelasan, dan keindahan bahasa sebagai identitas bangsa. Namun, di era digital saat ini, EYD sering diabaikan, terutama di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Fenomena ini semakin mencolok …
admin
16 Jan 2026
By: Chintya Bella Tampubolon, Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Salah satu ruang yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini adalah dunia digital, terutama dunia game dan streaming online. Di ruang ini, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, identitas, dan budaya …
18 Dec 2024 2.512 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
03 Jan 2025 1.256 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
03 Jan 2025 1.189 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, bersama tim dosen dari Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu Patumbak. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah melalui pemanfaatan teknologi digital. Bertajuk “Sosialisasi Memanfaatkan Teknologi Digital untuk Mendukung Pembelajaran Berbasis Proyek dan …
Comments are not available at the moment.