Beranda » Berita » STRATEGI PENCEGAHAN KENAKALAN REMAJA UNTUK MEWUJUDKAN GENERASI YANG SEHAT DAN BERKUALITAS

STRATEGI PENCEGAHAN KENAKALAN REMAJA UNTUK MEWUJUDKAN GENERASI YANG SEHAT DAN BERKUALITAS

Medan, 18/11/2025 — Fenomena kenakalan remaja kembali menjadi perhatian serius di Kota Medan. Dalam beberapa bulan terakhir, terjadi peningkatan berbagai bentuk pelanggaran yang melibatkan remaja usia sekolah, mulai dari tawuran, tindakan kriminal, hingga perilaku menyimpang yang meresahkan masyarakat.

Sejumlah kasus tawuran antar kelompok remaja dilaporkan terjadi dengan tingkat kekerasan yang tinggi. Dalam beberapa insiden, para pelaku diketahui menggunakan senjata tajam seperti celurit dan gir sepeda motor, yang mengakibatkan korban luka berat hingga meninggal dunia. Selain tawuran, aksi kriminal seperti pencurian, perampasan, serta kekerasan berat juga melibatkan pelaku di bawah umur.

Di samping itu, perilaku menyimpang lainnya seperti balap liar, vandalisme fasilitas umum, dan aksi berbahaya turut menambah keresahan masyarakat. Pengaruh konten negatif dari media sosial, termasuk tayangan kekerasan, pornografi, dan tren berbahaya, dinilai turut memicu meningkatnya perilaku agresif dan penyimpangan di kalangan remaja.

Berdasarkan hasil pengamatan, mayoritas pelaku kenakalan remaja berasal dari kelompok usia SMP hingga SMA, baik yang masih aktif bersekolah maupun yang telah putus sekolah. Dampak dari aksi tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat umum, pengguna fasilitas publik, serta lingkungan sekolah yang kerap menjadi lokasi atau sasaran kerusakan. Peningkatan kasus tercatat signifikan dalam tiga bulan terakhir, khususnya pada malam hari di akhir pekan dan jam pulang sekolah. Beberapa titik rawan berada di kawasan SMA Negeri Eria serta wilayah perbatasan antarwilayah di Kota Medan.

Pengamat sosial menilai, maraknya kenakalan remaja dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain minimnya pengawasan orang tua, pengaruh negatif media sosial, kurangnya sarana dan kegiatan positif bagi remaja, serta dorongan untuk mencari identitas dan pengakuan melalui kelompok atau geng yang tidak tepat.

Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Kota Medan bersama aparat kepolisian mengambil langkah preventif dan represif. Upaya yang dilakukan meliputi peningkatan patroli gabungan antara kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di titik-titik rawan, pelaksanaan program pembinaan terpadu melalui seminar dan penyuluhan di sekolah-sekolah, serta pemberlakuan sanksi tegas bagi remaja yang terbukti terlibat tawuran atau membawa senjata tajam yang merusak fasilitas umum.

Pemerintah berharap, melalui kerja sama antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan aparat penegak hukum, angka kenakalan remaja dapat ditekan secara signifikan demi mewujudkan generasi muda yang sehat, aman, dan berkualitas. (Andika Prasetia)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less