BANJIR RENDAM KOTA MEDAN
- account_circle admin
- calendar_month 27/11/2025
- visibility 271
- comment 0 komentar
- label Berita
MEDAN, Banjir bandang yang cukup besar menerjang beberapa wilayah strategis di Kota Medan akibat hujan deras dalam beberapa hari, sehingga menyebabkan Sungai Deli, Sungai Babura, dan Sungai Belawan meluap, sehingga Kota Medan di terjang oleh banjir pada Kamis (27 November 2025) sejak dini hari. Genangan air mencapai ketinggian 50cm hingga 150cm di beberapa daerah rawan, sehingga menyebabkan kerusakan properti dan gangguan akses jalan.
Banjir bandang muncul secara tiba-tiba setelah air hujan yang melimpah tidak mampu ditampung oleh Saluran Pembuangan Air Hujan (SPAM) dan aliran sungai di sekitar Kota Medan. Genangan air menyebar cepat ke berbagai daerah, terutama yang berada di dataran rendah dan dekat sungai. Di beberapa titik, air mengalir dengan kecepatan tinggi, membawa sampah, cabang pohon, dan benda-benda lainnya. Berdasarkan laporan awal dari Tim Pemantauan Bencana Kota Medan, setidaknya 12 kelurahan terendam penuh, dengan kerusakan tercatat pada lebih dari 800 rumah, 15 toko, dan 3 gedung sekolah. Beberapa kendaraan yang terjebak di jalan juga terendam air hingga bagasi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Utara telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Kota Medan dan sekitarnya pada Rabu (26 November 2025) akibat adanya pembentukan Siklon Tropis Senyar dalam beberapa jam kedepan. Wilayah tersebut berpotensi mengalami hujan sangat lebat hingga ekstrem, tanah longsor, angin kencang, serta gelombang tinggi di perairan yang dapat memicu banjir di wilayah pesisir.
Rincian daerah yang terendam banjir antara lain: Jalan Gatot Subroto, Perumahan Griya Medan, Kelurahan Sei Sikambing, dan Pasar Amplas. Genangan air paling tinggi tercatat di Kelurahan Sei Sikambing, mencapai 150cm, yang membuat sebagian rumah warga terendam hingga dada. Sebanyak 2.500 jiwa warga terpaksa mengungsi ke tempat aman seperti Masjid Agung Medan Timur, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Medan Barat, SMA 1 Medan, dan balai desa yang disiapkan oleh pemerintah kota. Tim Penanggulangan Bencana (SATGAS PB) Kota Medan, telah terjun langsung ke lapangan untuk mengevakuasi warga dan memberikan bantuan makanan serta obat-obatan. Menurut analisis awal dari Dinas PUPR Kota Medan, penyebab utama banjir bandang ini adalah karena hujan lebat yang terus terjadi dalam beberapa hari, dan saluran pembuangan yang terhalang oleh banyaknya sampah sehingga menghambat aliran air.
Sampai pukul 18.00 WIB, hujan telah mereda dan genangan air mulai surut secara perlahan. Proses evakuasi warga telah selesai dilakukan oleh tim SATGAS PB, dan semua warga yang terkena dampak telah berada di tempat aman dan mendapatkan bantuan yang dibutuhkan. Dinas kesehatan juga telah melakukan pemeriksaan kesehatan kepada warga pengungsi untuk mencegah penyebaran penyakit menular akibat banjir. Akses jalan yang sebelumnya terputus di Jalan Raya Medan-Binjai dan Jalan Gatot Subroto telah mulai dibuka kembali untuk kendaraan ringan, meskipun masih ada genangan air ringan. Pemerintah Kota Medan juga telah mengumumkan bahwa akan melakukan penilaian kerusakan yang ditimbulkan oleh banjir bandang ini dan menyiapkan bantuan pemulihan untuk warga yang terkena dampak. BMKG juga memberikan peringatan bahwa kemungkinan hujan lebat masih ada pada hari Minggu (30 November 2025), sehingga warga disarankan tetap waspada dan memantau informasi terkini. (Litnia Br Barus)

Saat ini belum ada komentar