BANJIR PARAH KEPUNG MEDAN, RIBUAN RUMAH TERDAMPAK DAN AKTIVITAS KOTA TERHENTI
- account_circle admin
- calendar_month 28/11/2025
- visibility 335
- comment 0 komentar
- label Berita
Kota Medan mengalami banjir besar yang terjadi selama beberapa hari, menyebabkan aktivitas berhenti dan kerugian besar bagi ribuan warga. Banjir ini disebabkan oleh hujan deras yang terus-menerus, membuat hampir seluruh wilayah Kota Medan dan sebagian wilayah Deli Serdang tergenang air. Banjir mulai terjadi sejak Rabu malam, 26 November 2025, hingga Jumat, 28 November 2025, dengan ketinggian air paling parah pada Kamis pagi, 27 November 2025. Beberapa laporan menyebutkan dampak banjir sudah terasa sejak 25 November 2025, terutama di wilayah yang lebih dulu terkena. Ada sekitar 19 kecamatan di Kota Medan terkena banjir, Wilayah yang paling parah antara lain: Kampung Baru (rumah tergenang hingga atap), Fly Over Amplas (jalan tertutup total), Jalan Kapten Sumarsono, Komplek Perumnas Helvetia, Simpang Kampung Lalang, dan kawasan Marelan. Banjir juga meluas hingga ke wilayah Deli Serdang.
Banjir dipicu oleh hujan deras yang terus-menerus sejak Rabu malam hingga Kamis pagi (26-27 November 2025), menyebabkan tiga sungai utama, yaitu Sungai Deli, Sungai Babura, dan Sungai Belawan yang meluap. Selain itu, kondisi kota yang kurang optimal dan kapasitas saluran air yang minim dilihat sebagai penyebab banjir menjadi lebih parah. Ratusan rumah warga terendam, termasuk rumah dinas Walikota, jutaan warga terkena dampak, dan banyak pengendara terjebak di beberapa jalan. Tim gabungan dari BPBD, TNI, dan Polri terlibat dalam evakuasi. Banjir mencapai ketinggian beragam, mulai dari setinggi lutut hingga mencapai atap rumah di wilayah terparah, seperti Kampung Baru. Akibatnya, kegiatan ekonomi nyaris berhenti, terjadi pemadaman listrik, gangguan sinyal seluler, dan kelangkaan BBM. Petugas BPBD dan tim SAR melakukan evakuasi puluhan warga, termasuk anak kecil dan lansia, menggunakan perahu. Beberapa sekolah terpaksa meliburkan kegiatan belajar mengajar.
Ketinggian air yang belum surut hingga Jumat pagi (28/11) menyebabkan warga kesulitan mendapatkan air bersih dan terpaksa mengungsi. Akses jalan utama, seperti di bawah Fly Over Amplas dan Jalan Binjai-Medan, terganggu, memaksa pengendara mencari jalur lain. Pihak BPBD Kota Medan bersama instansi terkait terus berusaha melakukan penanganan, evakuasi, dan pendistribusian bantuan. Namun, masyarakat merasa bantuan yang diberikan belum merata dan masih kurang optimal. (Nabila Sari)

Saat ini belum ada komentar