Home » Esai dan Opini » Kemampuan Menyimak Siswa Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Sekolah Dasar

Kemampuan Menyimak Siswa Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Sekolah Dasar

admin 19 Apr 2026 22

By: Nazwah Salsabilah Harahap

 

Kegiatan berbahasa terdiri dari empat aspek, yaitu menyimak, berbicara, membaca, Dan menulis. Menyimak dan berbicara sudah dipelajari anak-anak sebelum mengikuti Pendidikan di sekolah. Lalu, membaca dan menulis dipelajari mereka setelah masuk Sekolah.Sesuai dengan hal itu, pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dapat dibedakan Atas pembelajaran menyimak, pembelajaran berbicara, pembelajaran membaca, dan Pembelajaran menulis. Ini berarti bahwa pembelajaran menyimak merupakan salah satu Komponen pembelajaran bahasa Indonesia. Secara umum tujuannya adalah meningkatkan Kemampuan menyimak siswa.

     Pelajaran yang harus diajarkan Di sekolah dasar. Bahasa merupakan percakapan atau alat komunikasi dengan sesama manusia. Bahasa merupakan alat komunikasi yang menjadi salah satu ciri khas bangsa Indonesia dan Digunakan sebagai bahasa nasional. Hal ini yang merupakan salah satu sebab mengapa bahasa Indonesia diajarkan pada semua jenjang pendidikan, terutama di SD karena merupakan dasar Dari semua pembelajaran. Keterampilan berbahasa sangat dibutuhkan bagi semua individu. Hal ini disebabkan Keterampilan berbahasa merupakan model untuk mengembangkan kemampuan intelektual, Sosial, dan karakter siswa. Bahasa adalah alat yang paling utama untuk melakukan komunikasi. Untuk dapat berkomunikasi dengan baik, ada empat keterampilan Berbahasa yang harus Dilatihkan kepada siswa. Semakin sering berlatih, siswa akan semakin lancar dan semakin baik Komunikasinya. Oleh sebab itu, siswa harus meningkatkan keempat keterampilan berbahasa Tersebut melalui pembelajaran bahasa,(Menyimak, Berbicara, Membaca, Menulis).

        Kemampuan berbahasa yang pertama kali dimiliki oleh manusia adalah menyimak. Kegiatan menyimak ini sudah dilakukan oleh manusia ketika dia lahir ke dunia, walaupun Kegiatan menyimak yang dilakukan tersebut masih dalam bentuk yang sangat sederhana. Di Samping itu, kegiatan menyimak merupakan keterampilan berbahasa yang paling banyak Dilakukan manusia bila dibandingkan dengan tiga keterampilan berbahasa lainnya yaitu Berbicara, menulis, dan membaca. Hal ini terjadi karena ketika manusia belum bisa berbicara, Manusia sudah bisa melakukan kegiatan menyimak. Oleh karena itu kemampuan menyimak Dengan baik sangat diperlukan dalam setiap aspek kehidupan, terutama dalam hal Berkomunikasi dan melakukan kegiatan pembelajaran. Seseorang yang memiliki kemampuan Menyimak yang baik akan mudah memahami apa yang dibicarakan oleh lawan bicaranya, dan Akan mudah pula menanggapi atau merespon apa yang dikatakan oleh lawan bicaranya Tersebut Pada hakikatnya keterampilan berbahasa menjadi satu kesatuan yang mencakup Keterampilan membaca, menulis, berbicara dan menyimak. Keterampilan tersebut masing-masing dimiliki oleh siswa untuk dapat meningkatkan kompetensi berbahasa indonesia yang Baik dan benar. Salah satu keterampilan yang sangat penting akan tetapi oleh beberapa guru atau akademisi lupa untuk menanamkannya kepada siswa saat kegiatan belajar mengajar Terutama di SD adalah keterampilan untuk menyimak.

        Menyimak dapat dikatakan suatu ‘proses’ karena dilakukan melalui beberapa tahapan. Proses menyimak terjadi ketika seseorang dapat menyerap informasi dari informan dengan Baik. Menyimak tidak sama dengan mendengarkan saja, sebab semua orang dapat mendengar Namun belum tentu memahami apa yang telah disampaikan, bisa saja hanya mendengarkan Tetapi tidak fokus pada informasi yang disampaikan. Jadi pada intinya proses menyimak Melibatkan dua hal yaitu pendengaran dan penyaringan suatu informasi melalui proses Berfikir.

      Pandangan mengenai kemampuan menyimak pada anak sekolah dasar ini telah banyak Diteliti oleh para ahli. Di antaranya yaitu Pembelajaran Keterampilan Menyimak Dengan Menggunakan Media Podcast Berbasis Model Pembelajaran Project Based Learning (PBL) .

  1. Kemampuan Menyimak

Berdasarkan tujuan dari bahasa Indonesia memegang peranan yang sangat penting Dalam kehidupan sehari-hari, sehingga diharapkan sejak dini peserta didik sudah Memahami pentingnya bahasa Indonesia di sekolah dasar. Menurut standar isi kurikulum Tingkat satuan pendidikan menyatakan bahwa ruang lingkup mata pelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar meliputi: 1) Mendengarkan (listening), 2) Berbicara (speaking), 3) Membaca (reading), dan 4) Menulis (writing).

       Keempat kemampuan di atas dibagi menjadi dua jenis, yaitu kemampuan berbicara dan Menulis bersifat produktif, sedangkan kemampuan menyimak dan membaca bersifat Perseptif, yaitu menerima info dengan tanggap. Menyimak merupakan bagian penting Untuk membangun komunikasi yang baik dengan lingkungan, menyimak juga merupakan Tahapan yang harus dilalui untuk melakukan keterlibatan secara individu maupun Kelompok. Kemampuan menyimak yang baik dipercayai menunjang kemampuan Berbicara, terlihat bahwa keterampilan bahasa terbentuk oleh kemampuan menerima (menyimak) dan kemampuan produktif (berbicara). Dengan begitu, guru dan orang tua Dapat melakukan berbagai macam aktivitas untuk menstimulasi anak agar tercapainya Tingkat pencapaian kemampuan menyimak pada anak.

      Secara umum kata menyimak diartikan dengan mendengarkan (memperhatikan) baik-Baik apa yang diucapkan atau dibaca orang. Dalam hal ini, terdapat perbedaan antara kata Mendengar dan menyimak. Tarigan (1987:27) menyatakan, “Memang tidak dapat Disangkal bahwa di atas bumi ini terdapat banyak telinga yang kegiatannya hanya sampai Tingkat mendengar saja.” Dengan demikian menyimak dapat diartikan dengan mendengarkan atau mendengar dengan penuh perhatian. Perbuatan menyimak atau mendengarkan bersifat sengaja dan bertujuan, sedangkan mendengar bisa saja tidak sengaja dan tanpa tujuan. Menurut Tarigan mengatakan bahwa “menyimak adalah suatu proses mendengarkan Lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi Untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna Komunikasi yang telah disampaikan oleh pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan”.

         Sedangkan menurut pendapat lain tentang menyimak dikemukakan oleh Akhadiat yang menyatakan bahwa “menyimak adalah proses mendengarkan suara yang dilakukan dengan Sengaja yang tujuannya setelah mendengar untuk memahami apa yang di dengar tersebut.

Menyimak memiliki beberapa tahapan yaitu: 1) Penerimaan, 2) Pemahaman, 3) Penginterpretasian, 4) Pengevaluasian, dan 5) Penanggapan. Adapun jenis menyimak  Diklasifikasikan menjadi dua yaitu: menyimak ekstensif dan menyimak intensif.

        Pertama, menyimak ekstensif. Menyimak ekstensif adalah menyimak untuk memahami Materi simakan hanya secara garis besar saja. Penyimak memahami isi bahan simakan Secara sepintas, umum dalam garis-garis besar, atau butir-butir penting tertentu. Kegiatan Menyimak ekstensif lebih bersifat umum dan tidak perlu di bawah bimbingan langsung dari Guru. Penggunaan yang paling dasar adalah menangkap atau mengingat kembali bahan Yang telah diketahui dalam suatu lingkungan baru dengan cara yang baru. Bahan yang dapat Digunakan berupa bahan pelajaran yang baru saja diajarkan atau yang telah diajarkan. Tujuan menyimak ekstensif adalah untuk menyajikan kembali bahan pelajaran dengan cara Yang baru. Menyimak ekstensif meliputi menyimak sosial, menyimak sekunder, menyimak Estetik, dan menyimak pasif.

        Kedua, menyimak intensif. Menyimak intensif adalah menyimak dengan penuh Perhatian, ketekunan dan ketelitian sehingga penyimak memahami secara mendalam danMenguasai secara luas bahan simakan. Kegiatan menyimak intensif lebih diarahkan dan Dikontrol oleh guru. Bahan yang dapat digunakan berupa leksikal maupun gramatikal. Untuk itu, perlu dipilih bahan yang mengandung ciri ketatabahasaan tertentu dan sesuai Dengan tujuan. Selain itu, guru juga perlu memberikan latihan-latihan yang sesuai dengan Tujuan. Menyimak intensif mencakup menyimak kritis, menyimak konsentratif, menyimak Kreatif, menyimak eksploratori, menyimak introgatif, dan menyimak selektif. Salah satu Cara yang dapat digunakan untuk melatih menyimak intensif adalah menyuruh siswa Menyimak tanpa teks tertulis, seperti mendengarkan rekaman.

       Menyimak dapat dipandang sebagai suatu proses. Achsin (1981:3) menyatakan, “Menyimak tergolong kegiatan mental yang kreatif, lebih aktif daripada mendengar. Di Dalamnya terdapat proses mental (psikis) dalam berbagai strata, mulai dari proses Mengidentifikasi bunyi, proses penyusunan pemahaman dan penafsiran sampai ke proses Penggunaan dan penyimpanan bunyi yang diterima itu.” Hal ini senada dengan tahap-tahap Kegiatan menyimak menurut pendapat Lilian M. Logan dkk. Dan pendapat Walter Loban Dkk. Sebagaimana dikutip Tarigan (1987:58-59), yakni sebagai berikut.

  • Tahap mendengar (hearing), yaitu mendengar segala sesuatu yang dikemukakan oleh Pembicara dalam ujaran atau pembicaraannya.
  • Tahap memahami (understanding), yaitu memahami dengan baik isi pembicaraan Yang disampaikan oleh pembicara.
  • Tahap menginterpretasi (interpreting), yaitu menafsirkan isi, butir-butir pendapat Yang terdapat dan tersirat dalam ujaran itu.
  • Tahap mengevaluasi (evaluating), yaitu mengevaluasi pendapat serta gagasan Pembicara tentang kebaikan dan kekurangan pembicara.
  • Tahap menanggapi (responding), yaitu menyambut, mencamkan, menyerap serta Menerima gagasan atau ide yang dikemukakan pembicara dalam ujaran atau Pembicaraannya.

       Dalam pembahasan  kemampuan menyimak siswa di SD tersebut saya dapat menyimpulkan bahwa kemampuan menyimak di SD adalah salah satu tahap awal perkembangan Kemampuan menyimak pada siswa Sekolah Dasar dan juga salah satu tahap keterampilan berbahasa siswa. Sejak lahir kita sebenarnya sudah mulai melakukan proses menyimak secara tidak sadar melalui suara atau ujaran yang didengarnya, makanya dari menyimak inilah bahwa kita dapat memperoleh suatu pesan, informasi,  atau pengetahuan dari pembicara menyimak artinya suatu perhatian atau ke fokusan kita pada saat orang bicara beda dengan mendengarkan kalau dia mendengarkan belum tentu dia menyimak.Menyimak tidak hanya sekadar mendengar, tetapi melibatkan perhatian dan konsentrasi terhadap apa yang disampaikan oleh pembicara. Hal ini berbeda dengan mendengarkan, karena seseorang yang mendengarkan belum tentu memahami atau memperhatikan secara penuh apa yang didengar. Sebaliknya, jika seseorang sudah menyimak, maka dapat dipastikan ia juga mendengarkan dengan penuh perhatian dan berusaha memahami makna dari pesan yang disampaikan.

         Secara umum dapat disimpulkan bahwa kemampuan berbahasa yang pertama kali Dimiliki oleh manusia adalah menyimak. Kegiatan menyimak, yaitu berupa memahami Bahasa yang di hasilkan orang lain melalui saran lisan atau pendengaran, merupakan Kegiatan yang paling pertama dilakukan manusia. Menyimak adalah salah satu bagian Terpenting dari empat keterampilan berbahasa, karena sebagian besar waktu penggunaan Bahasa tertuju pada menyimak. Berdasarkan uraian di atas, dapat juga disimpulkan bahwa menyimak adalah rangkaian Kegiatan mendengar ujaran atau pembicaraan, memahami, menginterpretasi, mengevaluasi, Dan menanggapi gagasan atau pendapat yang dinyatakan oleh ujaran atau pembicaraan itu. Dalam hal ini, orang yang melakukan perbuatan menyimak disebut penyimak. Bahan yang Disimak oleh penyimak, disebut simakan. Lalu, yang menghasilkan ujaran atau yang Menyampaikan pembicaraan, disebut pembicara.

       Menyimak merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang penting harus dikuasai Oleh siswa, namun pada kenyataannya banyak siswa yang kurang menyukai pembelajaran Menyimak. Sebagian besar beranggapan bahwa pembelajaran menyimak adalah Pembelajaran yang membosankan.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pembelajaran Literasi Di Sekolah Dasar Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Karakter Siswa

admin

26 Apr 2026

By: Rachel Fairus Mumtaz Sebagai calon guru Sekolah Dasar, saya menyadari bahwa proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir serta pembentukan karakter peserta didik. Guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mampu mendorong siswa untuk aktif, kreatif, dan reflektif. Oleh karena itu, pembelajaran perlu dirancang secara …

Pembelajaran Sastra Dan Bahasa Di Sekolah Dasar: Perspektif Para Ahli Pendidikan

admin

26 Apr 2026

By: Nurul Fadila Putri HAKIKAT DAN TUJUAN PEMBELAJRAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR             Pembelajaran sastra di sd memiliki hakikat yang berbeda dengan pembelajaran sastra di jenjang yang lebih tinggi. Menurut Saxby dalam Nurgiyanto (2013), sastra anak adalah karya sastra yang secara emosional dan psikologis dapat ditanggapi dan dipahami oleh anak-anak yang bersumber dari pengalaman emosional …

Menurunnya Kemampuan Menulis Siswa di Era Digital

admin

26 Apr 2026

By: Gledy Sintya Situmorang Perkembangan teknologi digital menyebabkan perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Kemudahan akses informasi melalui internet, media sosial, dan berbagai aplikasi komunikasi memberikan dampak positif sekaligus negatif. Salah satu dampak negatif yang terlihat adalah menurunnya kemampuan menulis siswa, khususnya dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal …

Strategi Cerdas Menggunakan Presentation Script untuk Mengasah Kemampuan Menyimak Siswa di Era Modern

admin

26 Apr 2026

By: Nurhanisa Lubis   Dalam pembelajaran bahasa, keterampilan menyimak merupakan fondasi utama yang mendukung kemampuan berbicara, membaca, dan menulis. Namun, pada praktiknya, banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami informasi yang disampaikan secara lisan. Hal ini sering disebabkan oleh kurangnya fokus, metode pembelajaran yang monoton, serta penyampaian materi yang tidak terstruktur. Kondisi tersebut menuntut adanya inovasi …

Bahasa di Ujung Jari: Cara Cerdas Belajar di Era Digital

admin

26 Apr 2026

By: Endah Nur Hafizah   Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa. Saat ini, belajar bahasa tidak lagi terbatas pada buku dan ruang kelas. Dengan adanya internet dan berbagai aplikasi digital, siapa pun dapat belajar bahasa kapan saja dan di mana saja. Namun, kemudahan ini sering kali tidak …

Krisis Minat Baca dan Dampaknya terhadap Pembelajaran Bahasa dan Sastra di Indonesia

admin

26 Apr 2026

By: Delfi Nanda Azmita Minat baca adalah salah satu bagian penting dalam keberhasilan suatu pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa dan sastra. Namun yang terjadi di Indonesia, minat baca masyarakat tergolong sangat rendah. Kondisi ini menjadi perhatian yang cukup serius karena kemampuan membaca sangat berpengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam memahami informasi, berpikir kritis, dan juga  mengembangkan …