Home » Esai dan Opini » Hakikat Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia Di Sekolah Dasar

Hakikat Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia Di Sekolah Dasar

admin 19 Apr 2026 25

By: Siti Fadillah Suyoto

Pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di sekolah dasar merupakan upaya untuk mengarahkan peserta didik pada penguasaan konsep-konsep dasar bahasa dan sastra Indonesia. Konsep-konsep bahasa dan sastra yang dikuasai siswa kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari siswa agar membentuk keterampilan berbahasa dan bersastra. Baik penguasaan konsep maupun keterampilan berbahasa dan bersastra merupakan dua hal penting yang harus berjalan beriringan.

Hakikat pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia merupakan upaya mengarahkan siswa untuk menguasai konsep dan keterampilan berbahasa Indonesia baik secara tertulis maupun secara lisan, dalam situasi formal maupun informal. Selain itu, siswa diarahkan pada pembentukan sikap apresiatif terhadap karya sastra. Bahasa sebagai alat komunikasi lebih dari sekadar pengetahuan tentang bahasa.

Melalui pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, siswa diarahkan untuk mengembangkan keterampilan berbahasa dan bersastra, maupun berpikir kritis, dan memperluas wawasan. Bahasa memungkinkan siswa memiliki sikap saling berbagi, berkomunikasi, saling belajar, dan sebagainya. Perlu diingat bahwa bahasa Indonesia merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi.

Bahasa Indonesia di SD merupakan salah satu mata pelajaran yang dapat digunakan untuk mengembangkan aktivitas siswa. Bahasa merupakan alat komunikasi. Belajar bahasa berarti belajar berkomunikasi.

Pembelajaran Bahasa Indonesia sendiri memiliki tujuan yang tidak berbeda dengan tujuan pembelajaran yang lain, yakni untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, kreativitas, dan sikap. Keterampilan berbahasa dalam kurikulum di sekolah mencakup empat aspek, yaitu: keterampilan menyimak (listening skills), keterampilan berbicara (speaking skills), keterampilan membaca (reading skills), keterampilan menulis (writing skills).

Di sekolah dasar pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia lebih diarahkan pada kompetensi siswa untuk berbahasa dan berapresiasi sastra. Pelaksanaannya, pembelajaran sastra dan bahasa dilaksanakan secara terintegrasi. Sedangkan pengajaran sastra, ditujukan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menikmati, menghayati, dan memahami karya sastra. Pengetahuan tentang sastra hanyalah sebagai penunjang dalam mengapresiasi.

Bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran yang dipelajari di sekolah dasar mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. Pembelajaran di SD ini dapat dibagi menjadi pembelajaran kelas rendah dan kelas tinggi. Pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas rendah memiliki kekhasan sendiri. Kekhasan ini tampak dari pendekatan pembelajaran yang menggunakan pendekatan tematik. Kekhasan juga tampak secara jelas dari materi bahan ajar yang diajarkan di SD kelas rendah. Kekhasan pendekatan dan isi materi ajar di kelas rendah dibuat agar tujuan pengajaran bahasa Indonesia dapat tercapai yaitu 1) Siswa menghargai dan mengembangkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan (nasional) dan bahasa Negara; 2) Siswa memahami Bahasa Indonesia dari segi bentuk makna, dan fungsi, serta menggunakan dengan tepat dan kreatif untuk bermacam-macam tujuan, keperluan dan keadaan; 3) Siswa memiliki kemampuan menggunakan Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan itelektual, kematangan emosional, dan kematangan sosial; 4) Siswa memiliki disiplin dalam berpikir dan berbahasa (berbicara dan menulis); 5) Siswa mampu menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk mengembangkan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.

Pembelajaran bahasa dan sastra merupakan dua hal yang saling berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya. Dalam pembelajaran sastra tidak dapat dilepaskan dengan pembelajaran bahasa, karena bahasa sebagai sarana untuk menyampaikan gagasan dan perasaan kepada orang lain baik secara tertulis maupun lisan. Bahasa berperan sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik. Bahasa juga merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi.

Pembelajaran bahasa diharapkan dapat membantu peserta didik mengenal dirinya, budayanya dan budaya orang lain, mengemukakan gagasannya dan perasaannya, dan berpartisipasi dalam masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia secara baik dan benar, baik secara lisan maupun tulisan serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya sastra Indonesia (Effendy, 2008: 316).

Menurut Purba (2001: 2), “Kata sastra dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Sankerta. Akar katanya adalah cas yang berarti memberi petunjuk, mengarahkan,dan mengajar. Oleh karena itu, sastra dapat diartikan sebagai alat untuk mengajar, buku petunjuk, instruksi atau pengajaran”. Sedangkan Wellek dan Warren (1995:3) mengatakan, “Sastra adalah suatu kajian kreatif, sebuah cabang seni. Sastra adalah segala sesuatu yang tertulis atau tercetak. Sastra adalah karya imajinatif”.

Sastra sebagai hasil karya seni manusia yang berupa lisan maupun tulisan yang mempunyai makna atau keindahan tertentu. Dalam sastra terkandung eksplorasi mengenai kebenaran kemanusiaan, adat istiadat, agama, kebudayaan, dan sebagainya. Sastra juga menawarkan berbagai bentuk kisah yang merangsang pembaca untuk berbuat sesuatu.

Disastra (2004: 63) mengatakan, “Menciptakan dan mengapresiasi karya sastra merupakan pengalaman intelektual dan emosional yang tinggi derajatnya yang akan lebih memanusiakan manusia”. Pembelajaran sastra dianggap penting karena pembelajaran sastra dapat membantu pembentukan watak. Dalam nilai pembelajaran sastra ada dua tuntutan yang dapat diungkapkan sehubungan dengan pembentukan watak ini. Pertama, pembelajaran sastra hendaknya mampu membina perasaan yang lebih tajam. Seseorang yang telah banyak mendalami berbagai karya sastra biasanya memiliki perasaan yang lebih peka untuk menunjuk hal mana yang bernilai dan mana yang tak bernilai. Tuntutan kedua, bahwa pembelajaran sastra hendaknya dapat memberikan bantuan dalam usaha mengembagkan berbagai kualitas kepribadian siswa yang antara lain meliputi ketekunan, kepandaian, pengimajian, dan penciptaan. Sastra dianggap kurang penting dan kurang berperan dalam masyarakat Indonesia hari ini. Hal ini terjadi karena masyarakat kita saat ini sedang mengarah ke masyarakat industri sehingga konsep-konsep yang berkaitan dengan sains, teknologi, dan kebutuhan fisik dianggap lebih penting dan mendesak untuk digapai.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pembelajaran Literasi Di Sekolah Dasar Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Karakter Siswa

admin

26 Apr 2026

By: Rachel Fairus Mumtaz Sebagai calon guru Sekolah Dasar, saya menyadari bahwa proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir serta pembentukan karakter peserta didik. Guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mampu mendorong siswa untuk aktif, kreatif, dan reflektif. Oleh karena itu, pembelajaran perlu dirancang secara …

Pembelajaran Sastra Dan Bahasa Di Sekolah Dasar: Perspektif Para Ahli Pendidikan

admin

26 Apr 2026

By: Nurul Fadila Putri HAKIKAT DAN TUJUAN PEMBELAJRAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR             Pembelajaran sastra di sd memiliki hakikat yang berbeda dengan pembelajaran sastra di jenjang yang lebih tinggi. Menurut Saxby dalam Nurgiyanto (2013), sastra anak adalah karya sastra yang secara emosional dan psikologis dapat ditanggapi dan dipahami oleh anak-anak yang bersumber dari pengalaman emosional …

Menurunnya Kemampuan Menulis Siswa di Era Digital

admin

26 Apr 2026

By: Gledy Sintya Situmorang Perkembangan teknologi digital menyebabkan perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Kemudahan akses informasi melalui internet, media sosial, dan berbagai aplikasi komunikasi memberikan dampak positif sekaligus negatif. Salah satu dampak negatif yang terlihat adalah menurunnya kemampuan menulis siswa, khususnya dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal …

Strategi Cerdas Menggunakan Presentation Script untuk Mengasah Kemampuan Menyimak Siswa di Era Modern

admin

26 Apr 2026

By: Nurhanisa Lubis   Dalam pembelajaran bahasa, keterampilan menyimak merupakan fondasi utama yang mendukung kemampuan berbicara, membaca, dan menulis. Namun, pada praktiknya, banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami informasi yang disampaikan secara lisan. Hal ini sering disebabkan oleh kurangnya fokus, metode pembelajaran yang monoton, serta penyampaian materi yang tidak terstruktur. Kondisi tersebut menuntut adanya inovasi …

Bahasa di Ujung Jari: Cara Cerdas Belajar di Era Digital

admin

26 Apr 2026

By: Endah Nur Hafizah   Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa. Saat ini, belajar bahasa tidak lagi terbatas pada buku dan ruang kelas. Dengan adanya internet dan berbagai aplikasi digital, siapa pun dapat belajar bahasa kapan saja dan di mana saja. Namun, kemudahan ini sering kali tidak …

Krisis Minat Baca dan Dampaknya terhadap Pembelajaran Bahasa dan Sastra di Indonesia

admin

26 Apr 2026

By: Delfi Nanda Azmita Minat baca adalah salah satu bagian penting dalam keberhasilan suatu pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa dan sastra. Namun yang terjadi di Indonesia, minat baca masyarakat tergolong sangat rendah. Kondisi ini menjadi perhatian yang cukup serius karena kemampuan membaca sangat berpengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam memahami informasi, berpikir kritis, dan juga  mengembangkan …