Home » Esai dan Opini » Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia Di Sekolah Dasar Dalam Ruh Keislaman

Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia Di Sekolah Dasar Dalam Ruh Keislaman

admin 26 Apr 2026 22

By: Khairiatul Mardhiah

Dunianya anak Sekola Dasar (SD) yaitu dunia belajar yang menyenangkan atau sambil bermain, mengkhayal, menirukan, berinovasi dan bereksperimen. Itulah mengapa di sekolah dasar (SD) pembelajaran bahasa mempunyai makna yang sangat besar, bukan sekedar mengeja huruf, menghafal kosa kata atau menyambung kata menjadi kalimat. Melalui bahasa anak dapat belajar mengenali dirinya sendiri dan  belajar tentang perasaan orang lain. Saat pendidik membawa ruh keislaman kedalam pembelajaran, yang bukan hanya sebagai materi tambahan melainkkan sebagai cara menanamkan kebaikan dihati mereka dan menemukan kehadiran Tuhan dalam kehidupan sehari-harinya. Dengan begitu, mereka bukan hanya cerdas secara kognitif tetapi juga memiliki akhlakul karimah dalam dirinya.

Pembelajaran bahasa bukan hanya soal komunikasi teknis, namun tentang bagaimana seorang anak belajar menggunakan lidahnya dengan baik karena ada pepatah “ lidah lebih tajam dari pedang” serta didalam islam perkataan adalah doa dan cerminan diri dari hati yang akan dipertanggungjawabkan dihapan Allah SWT. Mengajarkan bahasa di SD dengan ruh keislaman artinya membiasan anak-anak dengan konsep qaulan karimah atau tutur kata yang mulia dengan lembut dan sopan serta bahasa sebagai jembatan untuk memahami adab.

Disisi lain, belajar sastra bagi anak SD juga mempunyai peran sangat penting untuk menyentuh hati dan jiwa mereka. Lewat dongeng, puisi, pantun atau drama, kata demi kata yang tadinya sulit dimengerti menjadi terasa lebih mudah dimengerti bahkan bisa terasa lebih nyata dan hidup dalam imajinasi anak-anak. Pendekatan lewat sastra ini bukan hanya cuma disatu pelajaran saja, tapi bisa disetiap kesempatan dan keseharian sekolah untuk mengenalkan kebaikan dari kisah para nabi atau tokoh-tokoh islam.

Ditengah maraknya dunia digital saat ini, satra anak yang bernapaskan ruh keislaman akan menjadi “bekal harian” sekaligus benteng moral yang kuat bagi mereka.  Nilai-nilai dalam bahasa dan sastra ini semestinya tidak hanya ada di mata pelajaran tertentu saja melainkan mengalir disetiap mata pelajaran hingga dalam pergaulan sehari hari mereka. Cerita bernuansa Islami ini bukan hanya sekedar cerita biasa, melainkan motivasi nyata bagi siswa untuk selalu berbuat baik dalam setiap langkah kehidupannya. Disini sastra hadir  menjadi “cermin” bagi anak-anak untuk melihat bagaimana seharusnya seorang muslim bersikap dan berperilaku dalam kehidupannya.

Dalam penerapan pengintegrasian nilai-nilai islam tidak harus selalu formal. Kita bisa memilih dari hal-hal kecil, seperti  memilih bacaan yang mengangkat keajaiban ciptaan Allah atau mengajak anak-anak latihan menulis puisi sederhana tentang  rasa syukur atas nikmat kesehatan atau tentang lainnya. Dengan cara ini, belajar bahasa menjadi lebih hidup bahkan menyentuh sisi spiritual dalam diri mereka. Bahkan, anak tidak lagi merasa belajar hanya untuk nilai ujian saja, namun belajar untuk  menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dekat dengan sang pencipta.

Tantangan yang sering kali ada pada bahan ajar. Namun, guru yang kreatif dapat memanfaatkan teknologi dan mencari inspirasi dari jurnal-jurnal sebagi panduan untuk menyusun materi yang segar namun tetap islami. Pemeblajaran bahasa dan sastra apabila dajarkan dengan sentuhan kasih sayang  akan menjadi momen yang paling dinanti oleh anak-anak. Mereka akan tumbuh menjad pribadi yang tidak hanya mahir berkata-kata, tetapi juga memiliki kelembutan hati yang dibimbing oleh nilai nilai Al-Qur’an.

Kesimpulan akhirnya yaitu menghadirkan ruh keislaman dalam pembelajaran bahasa dan sastra di SD adalah investasi besar untuk masa depan. Disini, Kita tidak sedang mencetak “robot” yang pandai tata bahasa atau hafal rumus, melainkan sedang membentuk manusia yang berbudi pekerti luhur. Jika sejak kecil mereka sudah mencintai bahasa yang santun dan sastra yang bermoral, maka masa depan bangsa ini akan diisi oleh generasi yang bicaranya menyejukkan dan tindakannya memberikan ketenangan bersama.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pembelajaran Literasi Di Sekolah Dasar Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Karakter Siswa

admin

26 Apr 2026

By: Rachel Fairus Mumtaz Sebagai calon guru Sekolah Dasar, saya menyadari bahwa proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir serta pembentukan karakter peserta didik. Guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mampu mendorong siswa untuk aktif, kreatif, dan reflektif. Oleh karena itu, pembelajaran perlu dirancang secara …

Pembelajaran Sastra Dan Bahasa Di Sekolah Dasar: Perspektif Para Ahli Pendidikan

admin

26 Apr 2026

By: Nurul Fadila Putri HAKIKAT DAN TUJUAN PEMBELAJRAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR             Pembelajaran sastra di sd memiliki hakikat yang berbeda dengan pembelajaran sastra di jenjang yang lebih tinggi. Menurut Saxby dalam Nurgiyanto (2013), sastra anak adalah karya sastra yang secara emosional dan psikologis dapat ditanggapi dan dipahami oleh anak-anak yang bersumber dari pengalaman emosional …

Menurunnya Kemampuan Menulis Siswa di Era Digital

admin

26 Apr 2026

By: Gledy Sintya Situmorang Perkembangan teknologi digital menyebabkan perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Kemudahan akses informasi melalui internet, media sosial, dan berbagai aplikasi komunikasi memberikan dampak positif sekaligus negatif. Salah satu dampak negatif yang terlihat adalah menurunnya kemampuan menulis siswa, khususnya dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal …

Strategi Cerdas Menggunakan Presentation Script untuk Mengasah Kemampuan Menyimak Siswa di Era Modern

admin

26 Apr 2026

By: Nurhanisa Lubis   Dalam pembelajaran bahasa, keterampilan menyimak merupakan fondasi utama yang mendukung kemampuan berbicara, membaca, dan menulis. Namun, pada praktiknya, banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami informasi yang disampaikan secara lisan. Hal ini sering disebabkan oleh kurangnya fokus, metode pembelajaran yang monoton, serta penyampaian materi yang tidak terstruktur. Kondisi tersebut menuntut adanya inovasi …

Bahasa di Ujung Jari: Cara Cerdas Belajar di Era Digital

admin

26 Apr 2026

By: Endah Nur Hafizah   Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa. Saat ini, belajar bahasa tidak lagi terbatas pada buku dan ruang kelas. Dengan adanya internet dan berbagai aplikasi digital, siapa pun dapat belajar bahasa kapan saja dan di mana saja. Namun, kemudahan ini sering kali tidak …

Krisis Minat Baca dan Dampaknya terhadap Pembelajaran Bahasa dan Sastra di Indonesia

admin

26 Apr 2026

By: Delfi Nanda Azmita Minat baca adalah salah satu bagian penting dalam keberhasilan suatu pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa dan sastra. Namun yang terjadi di Indonesia, minat baca masyarakat tergolong sangat rendah. Kondisi ini menjadi perhatian yang cukup serius karena kemampuan membaca sangat berpengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam memahami informasi, berpikir kritis, dan juga  mengembangkan …