Home » Esai dan Opini » DAMPAK PENGGUNAAN CHATGPT PADA MAHASISWA

DAMPAK PENGGUNAAN CHATGPT PADA MAHASISWA

admin 20 Dec 2024 661

By: Grace Stefani Sembiring dan Purnama

            Chat GPT menjadi salah satu teknologi yang dijadikan senjata oleh beberapa kalangan, salah satunya adalah mahasiswa karena dapat membantu mereka untuk mengerjakan tugas atau mendapatkan informasi dengan mudah. Mudahnya menggunakan Chat GPT dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkan menyebabkan penurunan minat baca bagi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana pengaruh Chat GPT terhadap minat baca mahasiswa.

            Sebanyak 215 mahasiswa aktif Universitas Pendidikan Indonesia yang dipilih dengan menggunakan teknik sample random sampling terlibat sebagai subjek penelitian. Data dihimpun dengan menggunakan Teknik survey dengan instrument penelitian berupa angket dengan skala likert. Hasil penelitian menghasilkan bahwa Chat GPT memiliki pengaruh positif terhadap minat baca mahasiswa. ChatGPT sangat efektif untuk proses pengeditan, pemformatan dan pengeditan bahasa, menulis ulang kalimat yang sangat rumit menjadi lebih jelas dan bahkan meringkas seluruh teks secara berurutan untuk menulis abstrak yang cocok dan layak untuk digunakan meskipun hasilnya tidak selalu memuaskan, tapi Chat GPT dapat menghemat waktu penggunanya. Chat GPT memiliki pengaruh yang besar terhadap penggunaanya. Chat GPT memiliki kemungkinan terjadinya plagiarisme dan menurunkan keterampilan menulis dan berpikir kritis. Oleh karena itu, mahasiswa perlu bijak dalam menggunakan teknologi ini, dengan memastikan bahwa karya akademik yang dihasilkan adalah orisinal dan bukan plagiat serta menggunakan Chat GPT dijadikan sarana belajar mandiri, bukan sebagai pengganti proses pembelajaran di kelas. Namun pada jurnal internasional peneliti menemukan pembahasan terkait ChatGPT yang memiliki relevansi dengan penelitian ini, diantaranya penelitian oleh Lund, & Wang (2023) yang mengungkapkan bahwa ChatGPT memiliki kekuatan yang besar untuk memajukan akademisi dengan cara baru. Namun, penting untuk mempertimbangkan bagaimana menggunakan teknologi ini secara bertanggung jawab dan etis sebagai profesional untuk meningkatkan pekerjaan daripada menyalahgunakannya.

            Namun demikian, pengaruh tersebut sangat kecil karena terdapat factor lain yang lebih berkontribusi terhadap minat baca mahasiswa. Fakto-faktor lain yang lebih kuat mempengaruhi minat baca mahasiswa yaitu ketertarikan terhadap konten, kebutuhan, dan motivasi individu. Kehadiran Chat GPT memberikan dilema tersendiri dalam dunia Pendidikan. Di satu sisi, penggunaan Chat GPT dapat mempermudah pengguna untuk memahami dan memperoleh informasi sehingga membantu kegiatan membaca, tetapi di sisi lain penggunaan teknologi yang dalam hal ini adalah Chat GPT perlu digunakan secara bijak agar tetap menjunjung nilai kejujuran dan orisinalitas dalam dunia akademik. Harapannya, lebih banyak teknologi yang hadir sebagai fasilitas yang dapat membantu kegiatan membaca sehingga kehadiran teknologi dapat berpengaruh positif terhadap minat baca.

            Menurut penelitian terdahulu salah satu pondasi dasar untuk menciptakan SDM Indonesia yang unggul adalah menumbuhkan budaya literasi dan minat baca di tengah masyarakat (Mansyur, 2019). Budaya literasi, khususnya baca-tulis, memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan, karena sejatinya membaca dan menulis adalah kunci ilmu pengetahuan. Membaca dan menulis yang merupakan kunci ilmu pengetahuan ini harus dapat menjadi kebiasaan dan budaya. Negara-negara maju telah memiliki budaya literasi yang tinggi, tidak hanya berlangsung di lingkungan pendidikan formalnya saja, melainkan sudah menjadi tradisi atau budaya dalam masyarakatnya (Hati, dkk., 2023). Diharapkan negara Indonesia juga dapat menjadikan membaca serta menulis sebagai budaya yang menarik dan terus berkembang. Persoalan rendahnya literasi di Indonesia merupakan masalah serius yang sedang dihadapi pemerintah.

            Di era pemerintahan Presiden Joko Widodo sebelumnya telah meluncurkan berbagai program literasi di tengah masyarakat, seperti Gerakan Indonesia membaca (GIM), Gerakan Literasi Bangsa (GLB), serta Gerakan Literasi Sekolah (GLS) (Hamdani & Rusydiyah, 2022). Namun demikian, hingga saat ini, fakta di lapangan masih menunjukkan bahwa budaya literasi masyarakat tergolong masih rendah. Upaya berupa strategi pengintegrasian kegiatan membaca dalam setiap pembelajaran untuk meningkatkan minat baca dalam lingkungan pendidikan formal masih belum berjalan seperti yang diharapkan.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pentingnya Apresiasi Drama dalam Pembelajaran Sastra

admin

06 Jun 2026

By : Livia Salsabila Siregar, Apresiasi drama memiliki peran penting dalam pembelajaran sastra karena lewat drama siswa tidak hanya membaca cerita, tetapi juga memahami kehidupan yang digambarkan di dalamnya. Dalam drama, siswa bisa melihat bagaimana tokoh berbicara, bersikap, dan menghadapi masalah yang terjadi. Saat mempelajari drama, siswa juga belajar memahami karakter tokoh, alur cerita, suasana, …

Mengetuk Pintu Jiwa Menemukan Diri di Balik Lembar-lembar Puisi

admin

06 Jun 2026

By: Aulia Alvira, Secara kasat mata, puisi hanyalah deretan kata yang berbaris di atas kertas. Ia sering kali dituduh sebagai karya yang rumit, penuh teka-teki, bahkan berjarak dari realitas kehidupan sehari-hari. Namun, bagi mereka yang mau meluangkan waktu untuk berhenti sejenak dan membaca dengan hati, puisi berubah menjadi sebuah cermin ajaib. Mengapresiasi puisi bukan sekadar …

Menyimak di Era Digital: Dari Kedalaman Makna Menuju Kedangkalan Informasi

admin

06 Jun 2026

By: Filzah Shahirah, Dalam ilmu bahasa dan sastra, menyimak sering kali dianggap sebagai keterampilan yang pasif dan terjadi secara alami. Padahal, menyimak (listening) sangat berbeda dengan sekadar mendengar (hearing). Mendengar hanyalah proses fisik masuknya suara ke telinga, sedangkan menyimak adalah sebuah tindakan aktif-kognitif untuk mencerna makna, menghayati rasa, dan mengevaluasi informasi secara kritis. Menyimak adalah …

Pengembangan Berbicara Anak Dalam Bahasa dan Sastra

admin

06 Jun 2026

By: Siti Nurhalizah Lubis, Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang fundamental dalam kehidupan manusia. Bagi anak-anak, kemampuan berbicara bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga cerminan perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka. Sejak lahir, anak telah memiliki potensi bahasa yang luar biasa. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang optimal tanpa stimulasi yang tepat dari lingkungan …

Pengaruh Media Pembelajaran Digital Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar

admin

06 Jun 2026

By : Siti Fadillah Suyoto, Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Dalam konteks pembelajaran, teknologi digital telah menciptakan paradigma baru yang menawarkan berbagai kemungkinan inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa, pendidik terus mencari berbagai strategi dan inovasi pembelajaran yang efektif. …

Pengembangan Kemampuan Berbicara sebagai Dasar Komunikasi Efektif

admin

06 Jun 2026

By: Nur Maghfirah Fakhri, Kemampuan berbicara merupakan bagian penting dalam keterampilan berbahasa yang berperan langsung dalam aktivitas komunikasi sehari-hari. Dalam dunia pendidikan, berbicara tidak sekadar digunakan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga mencerminkan kemampuan seseorang dalam berpikir, memahami, dan mengungkapkan gagasan secara runtut. Oleh sebab itu, pengembangan kemampuan ini perlu dilakukan secara terencana agar dapat mendukung …