
UPAYA MELESTARIKAN BAHASA DAERAH SEBAGAI BENTUK WARISAN BUDAYA
By: Lesiana
Keberagaman suku merupakan harta kekayaan Indonesia. Inilah yang membuat bahasa keberagaman bahasa. Setiap suku memiliki bahasa yang berbeda, sehingga dari total 1.340 Suku Bangsa, ada sekitar 750 bahasa Daerah di Indonesia. Bahasa daerah adalah budaya dan identitas bangsa serta merupakan asset yang sangat berharga, sehingga sangat perlu untuk pertahankan dan dilestarikan, terutama di Era Industri 4.0 yang sedang berlangsung saat ini. Saat ini, masyarakat memiliki paradigma yang berbeda yaitu menilai bahwa orang yang mampu menggunakan bahasa asing memiliki prestise yang lebih baik dibandingkan dengan orang yang bisa menggunakan bahasa Daerah. Terpeliharanya paradigma tersebut, tentu menjadi penghalang pemertahanan dan pemeliharaan bahasa Daerah. Selain itu, kebijakan tentang pemertahanan dan pelestarian bahasa Daerah di Indonesia sangat minim atau kurang mendapatkan perhatian. Di samping itu, berkurangnya penutur yang menggunakan bahasa daerah tersebut, atau bahkan penutur bahasa tersebut sudah tidak ditemukan lagi.
Jika suku-suku di Indonesia sudah kehilangan bahasanya, maka jati diri bangsa Indonesia sebagai bangsa yang multi-kultur akan hilang. Bahasa Daerah merupakan identitas suatu bangsa, jati diri suatu bangsa yang merupakan suatu perwujudan dari sebuah kebudayaan. Sedangkan budaya dapat terealisasi dalam kehidupan masyarakat atau sekelompok masyarakat. Instrument yang paling penting dari sosialisasi pada manusia dan budayanya adalah bahasa. Hilangnya bahasa atau tradisi verbal seseorang berhubungan dengan hilangnya suku atau identitas budaya seseorang. Hubungan antara budaya dan bahasa memiliki hubungan eksklusif yang saling ketergantungan, bahasa tergantung pada budaya, dan bahasa mengorganisasikan budaya. Kondisi kebiasaan berbahasa dapat mengorganisir dan menjenerasikan pola pikir tertentu. Budaya merupakan satu set sikap, keyakinan, adat-istiadat, dan nilai yang muncul dari sekelompok orang, yang dikomunikasikan pada generasi lewat generasi melalui bahasa atau media komunikasi lain.
Dapat dikatakan bahwa bahasa memiliki peranan sebagai sarana bagi manusia dalam berinteraksi dalam kehidupan bermasyarakat dimana budaya itu sendiri adalah sebuah sistem atau tata nilai yang juga mengatur kehidupan bermasyarakat itu juga. Bahasa juga memiliki fungsi sebagai sebagai sarana dalam pengembangan sebuah budaya, jalur dalam meneruskan kebudayaan serta inventarisasi ciri-ciri kebudayaan. Bahasa merupakan salah satu komponen budaya yang memiliki peran penting dalam menyangga keberadaan budaya itu sendiri. Bahasa dan budaya merupakan dua hal yang memiliki keterikatan satu sama lain. Untuk itu bahasa daerah sebagai salah satu bentuk kearifan lokal yang merupakan bagian dari budaya perlu untuk dijaga kelestariannya. Bahasa daerah merupakan salah satu identitas budaya yang memberikan karakteristik diantara satu daerah dengan daerah lainnya.
Pentingnya bahasa daerah dan ketakutan akan punahnya bahasa daerah perlu diperhatikan karena bahasa memiliki ikatan yang sangat kuat dengan budaya, sehingga keduanya tidak dapat dipisahkan. Karena begitu kuat jalinan antara budaya dan bahasa, tanpa bahasa budaya akan mengalami kepunahan. Bahasa adalah penyangga budaya, sebagian besar budaya terkandung di dalam bahasa dan diekspresikan melalui bahasa, bukan melalui cara lain. Ketika kita
berbicara tentang bahasa, sebagian besar yang kita bicarakan adalah budaya. Setiap bahasa daerah memiliki adat istiadat dan bahasa daerah masing- masing. Melalui bahasa daerah kita dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Pada era globalisasi saat ini sering menjadi faktor utama menurunnya penggunaan bahasa daerah. Contohnya anak-anak lebih sering menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa asing karena lebih dianggap modern. Selain itu, minimnya pembelajaran bahasa daerah di sekolah menjadi memicu penurunnya bahasa daerah.
Upaya untuk melestarikan bahasa daerah dengan menerapkan bahasa daerah dalam kehidupan sehari- hari. Orang tua harus terbiasa menggunakan bahasa daerah dalam berkomunikasi sehari- hari agar anak- anak terbiasa mendengarnya. Memasukkan bahasa daerah dalam kurikulum di sekolah. Pemerintah dan lembaga pendidikan dapat menjadikan bahasa daerah sebagai mata pelajaran di sekolah agar anak- anak lebih mengenal bahasa daerah. Selain itu, bisa dengan memanfaatkan teknologi dan media sosial, pada era modern saat ini kita bisa membuat konten dalam bahasa daerah, seperti lagu atau film pendek dan bisa diunggah di sosial media, seperti youtobe, tiktok, instagram, facebook, whatsapp, semua orang dapat melihat dan mendengarnya.
Melestarikan bahasa daerah bukan hanya tanggung jawab individu tetapi merupakan kewajiban bersama untuk menjaga dan melestarikan bahasa daerah agar terus terjaga untuk generasi mendatang. Dengan adanya pembelajaran bahasa daerah di sekolah, menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari- hari, serta memanfaatkan teknologi untuk memperkenalkan bahasa daerah secara luas, kita dapat melestarikan bahasa daerah agar terus berkembang. Mari kita bangga menggunakan bahasa daerah sebagai bentuk warisan budaya kita.
admin
25 Jan 2026
By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …
admin
16 Jan 2026
By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …
admin
16 Jan 2026
By: Alnia Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …
admin
16 Jan 2026
By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler) membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca. Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari …
admin
16 Jan 2026
By: Ade Jihan Raysah Putri Daulay, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pedoman resmi untuk penulisan bahasa Indonesia yang telah disahkan sejak 1972. EYD bertujuan menjaga konsistensi, kejelasan, dan keindahan bahasa sebagai identitas bangsa. Namun, di era digital saat ini, EYD sering diabaikan, terutama di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Fenomena ini semakin mencolok …
admin
16 Jan 2026
By: Chintya Bella Tampubolon, Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Salah satu ruang yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini adalah dunia digital, terutama dunia game dan streaming online. Di ruang ini, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, identitas, dan budaya …
18 Dec 2024 2.512 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
03 Jan 2025 1.257 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
03 Jan 2025 1.190 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, bersama tim dosen dari Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu Patumbak. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah melalui pemanfaatan teknologi digital. Bertajuk “Sosialisasi Memanfaatkan Teknologi Digital untuk Mendukung Pembelajaran Berbasis Proyek dan …
Comments are not available at the moment.