UPAYA MEMPERKUAT BAHASA DAERAH SEBAGAI IDENTITAS PERSERTA DIDIK SEKOLAH DASAR
- account_circle admin
- calendar_month 1/04/2025
- visibility 310
- comment 0 komentar
- label Esai dan Opini
By: Riska Handayani
Indonesia,yang memiliki moto kesatuan keanekaragaman,tentu saja dikenal dengan budaya yang beragam. salah satunya adalah berbagai bahasa daerah. keanekaragaman budaya menjadi semakin penting di era globalisasi yang semakin berkembang pesat. tradisi, adat istiadat, dan seni budaya. aspek bahasa daerah berfungsi sebagai pilar utama yang mampu menyatukan masyarakat sekaligus mencerminkan identitas perserta didik sekolah dasar . keanekaragaman budaya juga kaya akan pengetahuan, nilai, dan keyakinan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. untuk itu, kekayaan budaya ini harus dijaga dan dilestarikan. mempertahankan keragaman budaya berarti mempertahankan bahasa di wilayah tersebut. sebagai bagian integral dari budaya lokal, bahasa lokal memainkan peran yang sangat penting dalam mempertahankan keragaman budaya. bahasa lokal atau daerah adalah cara berkomunikasi dan menyajikan sejarah, nilai -nilai dan identitas suatu perserta didik.
Penggunaan bahasa di seluruh dunia mulai mengalami perubahan yang mengarah pada perseteruan bahasa, sehingga menyebabkan terjadinya pergeseran bahasa. tidak dapat dipungkiri bahwa fenomena ini juga terjadi di indonesia, khususnya terhadap bahasa daerah. eksistensi bahasa daerah semakin terancam ketika jumlah penuturnya menurun drastis hingga di bawah ratusan ribu. menurut zamzani (2014), bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga mencerminkan identitas dan kebudayaan suatu daerah.saat ini, indonesia telah memasuki era revolusi industri 4.0, yang menghadirkan tantangan besar dalam mempertahankan eksistensi bahasa daerah. salah satu penyebabnya adalah semakin banyaknya masyarakat yang menggunakan kontak bahasa dalam konteks bilingualisme atau multilingualitas, terutama di komunitas yang berbicara dalam bahasa minoritas (darwis, 2011). menurut lewis (2009), dalam ethnologue tercatat bahwa ada 7.102 bahasa yang dituturkan di dunia, dan indonesia merupakan negara dengan jumlah bahasa terbanyak kedua setelah papua nugini. indonesia menyumbang sekitar 10,13% atau sekitar 719 bahasa daerah. dari jumlah tersebut, 707 bahasa (701 bahasa daerah dan 6 bahasa etnik) masih digunakan oleh penuturnya. namun, menurut unesco (2001), sebanyak 139 bahasa di indonesia terancam punah, dan 15 di antaranya telah benar-benar hilang.
Dalam menghadapi tantangan ini, diperlukan inovasi berbasis teknologi untuk mempertahankan bahasa daerah, terutama bagi peserta didik di sekolah dasar. salah satu solusi yang dapat diterapkan yaitu upaya revitalisasi bahasa daerah melalui tradisi lisan digital. pemilihan cerita rakyat nusantara sebagai upaya revitalisasi bahasa dianggap cocok untuk pengembangan proses belajar berbahasa daerah siswa sd, karena alur cerita rakyat ini telah melekat pada sosial kehidupan siswa, sehingga siswa sd dengan mudah memahami alur cerita dan mendapatkan pesan moral yang terkandung dalam cerita rakyat yang dapat menumbuhkan karakter pada diri siswa serta dapat meningkatkan kemampuan berbahasa daerah.
Pengembangan media pembelajaran digital berbasis cerita rakyat, seperti aplikasi “hikanusa.” aplikasi ini dikembangkan sebagai alat bantu pembelajaran berbasis research and development (r&d), yang dirancang untuk membantu siswa sekolah dasar belajar bercerita menggunakan bahasa daerah. uji coba dilakukan oleh para ahli dalam bidang sistem informasi dan pendidikan bahasa daerah untuk memastikan efektivitasnya. dengan adanya aplikasi seperti “hikanusa,” diharapkan generasi muda semakin tertarik mempelajari dan menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari sehingga pererta didik mengetahui sikit demi sedikit identitas mereka. maka dari itu langkah ini dapat menjadi salah satu strategi efektif dalam mencegah kepunahan bahasa daerah serta memperkuat identitas budaya bangsa sejak usia dini.

Saat ini belum ada komentar