
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU MASYARAKAT
By: Rizki Rahmat. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia. Salah satu fenomena sosial terluas di abad ke-21 adalah media sosial,seperti Instagram, TikTok, X, dan Facebook. Seringkali dikenal dengan nama X (dibaca Twitter),media sosial berfungsi sebagai alat komunikasi. Namun, itu juga membentuk perilaku dan cara berpikir yang membentuk masyarakat. Saya percaya bahwa fenomena ini berhubungan dengan sosiologi yang merupakan perspektif bertujuan antara manusia. Dengan kata lain, X membentuk hubungan antara orang-orang, membentuk identitas sosial dan alur ideal, dan nilai-nilai, norma,dan model. Dalam sosiologi, fenomena ini dijelaskan melalui beberapa teori. Saya yakin bahwa teori fungsionalisme struktural dan interaksionisme simbolik adalah sumber dan perspektif yang relevan untuk memahami media sosial dalam masyarakat modern. Dalam dua perspektif ini, kita bisa mendiskripsikan bagaimana media sosial berfungsikan dalam masyarakat namun juga bagaimana individu membaca simbol dan makna dari sammple.
Dalam dua dekade terakhir, media sosial telah menyusup ke dalam kehidup masyarakat.Pada berbagai survei, diketahui bahwa masyarakat Indonesia merupakan salah satu pengguna media sosial terbanyak di dunia. Media tersebut digunakan untuk berbagai hal mulai dari berkomunikasi, menghibur, mendidik, hingga ekonomi digital, hingga membentuk opini publik.Iriannya,bersamaan dengan adanya manfaat, muncul pula berbagai persoalan sosial, antara lain konsep kecanduan digital, interaksi sosial yang menurun secara langsung,penyebaran hoaks,serta krisis identitas. Dalam konteks tersebut, fenomena tersebut menunjukkan bahwa media sosial telah mengubah struktur sosial masyarakat. Dimana, interaksi langsung harus beralih ke virtual sedang bundle sosial mengalami pergeseran pada norma dan nilai. Misalnya, norma kecantikan, gaya hidup, dan status sosial.
TEORI FUNGSIONALISME STRUCTURAL
Teori yang dikembangkan oleh tokoh seperti Émile Durkheim dan Talcott Parsons,melihat masyarakat sebagai sistem dengan bagian yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan sosial.Media sosial, seperti bagian manapun, diintegrasikan dalam masyarakat, dan setiap unsur masyarakat memainkan peran spesifik dalam kelangsungan sistem. Perspektif fungsionalisme struktural memberi tahu kita bahwa media sosial adalah alat untuk memperkuat jaringan sosial,tetapi juga dapat memicu disfungsi, seperti anomie dan disintegrasi sosial. Dalam hal ini,interaksionisme simbolik memungkinkan kita untuk memahami bagaimana tindakan.
DISFUNGSI
- Menimbulkan disintegrasi sosial akibat menurunnya interaksi tatap muka.
- Memicu munculnya perilaku individualistis dan hedonistik. Dalam hal ini, individu bersifat egois dan lebih ingin dikenali melalui media sosial.
- Meningkatkan penyebaran informasi palsu atau hoaks, yang dapat merusak kepercayaan sosial.
TEORI FUNGSIONALISME
Membayangkan media sosial dalam istilah struktur makro, teori interaksionisme simbolik mempertimbangkan makna yang dibuat oleh sel yang berpartisipasi dalam interaksi sosial. Poin perspektif ini adalah bagaimana individu membangun simbol, atau pola tertentu, yang memungkinkan mereka untuk berfungsi dalam masyarakat. Oleh sebab itu, seseorang adalah hasil dari proses interpretasi simbol-simbol tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam hal media sosial, simbol bisa jadi itu emoji, caption, foto, video, likes, dan followers. Semua ini mempunyai arti sosial yang dikonstruksi bersama. Sebagai contoh, tanda “like” diartikan sebagai rupa pengakuan sosial, sementar pengikut adalah ukuruan “populer” atau status sosial seseorang. Dengan cara ini, dengan menggunakan teori di atas, bisa apa pun dipelajari.
KETERLIBATAN YANG TAMPAK DALAM KEHIDUPAN
Respon kelompok terhadap media sosial menunjukkan bahwa pengaruhnya pada keseharian publik. Di satu sisi, dunia menjadi lebih kecil dan lebih dekat,lebih ramah dan berdekatan, dan media sosial mempromosikan individu dan kelompok lokal mendunia. Banyak perusahaan, terutama yang kecil, berkembang berkat bantuan media sosial. Gerakan sosial menerima banyak dukungan, dan isu-isu yang sebelumnya diabaikan menarik perhatian, menjalani tekanan, dan memecahkan persoalan mereka sendiri melalui kampanye online. Di lain pihak,ada tuntutan jiwa dan memuaskan, di sebalik permintaan gambaran dekat untuk kontak,pengikut membandingkan jumlah “suka” di perilaku-itu bagus atau tidak. Dan begitu abadi, meski banyak yang melihatnya, selesai, atauberganti yang lebih-sama. Keluarga tidak memiliki durasi tempo bersama, membakar dengan diri sendiri demi uang dan kebanggaan perusahaan yang terkait dengannya, dan sepenuhnya merendahkan diri mereka sendiri dalam injeksi yang tidak ada habisnya dari dorongan akhir-akhir. Tidak peduli apa attendees dari kesimpulan, situs web media sosial merasakan rilis simpang tiga yang disebut fomo.
KESIMPULAN
Media sosial adalah fenomena sosial modern yang tidak mungkin untuk tidak disertakan ketika membicarakan perilaku masyarakat. Menurut teori fungsionalisme struktural, media sosial berfungsi sebagai sarana integrasi dan komunikasi sosial, tetapi juga menimbulkan disfungsi-disintegrasi dan anomie. Di sisi lain, berdasarkan teori interaksionisme simbolik, media sosial adalah ruang bagi sinegriti individu untuk membangun makna dengan bantuan simbol-simbol digital dan, sebagai hasilnya, mempengaruhi identitas dan perilaku sosial. Karenanya, dampak media sosial pada perubahan perilaku masyarakat adalah dobel, atau – kriya membentuk dan merusaknya,tergantung pada bagaimana itu digunakan. Agar efektif menggunakan media sosial,masyarakat perlu memperbaiki literasi digital mereka sendiri, untuk memastikan interaksi yang sehat dan mempertahankan keseimbangan antara dunia maya dan realitas membentah sehingga memungkinkan media sosial memenuhi sudut perangkapan positifnya: alat komunikasi,pembangunan masyarakat dan pendidikan yang “sehat” daripada sumber disintegrasi dan konflik.
admin
25 Jan 2026
By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …
admin
16 Jan 2026
By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …
admin
16 Jan 2026
By: Alnia Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …
admin
16 Jan 2026
By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler) membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca. Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari …
admin
16 Jan 2026
By: Ade Jihan Raysah Putri Daulay, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pedoman resmi untuk penulisan bahasa Indonesia yang telah disahkan sejak 1972. EYD bertujuan menjaga konsistensi, kejelasan, dan keindahan bahasa sebagai identitas bangsa. Namun, di era digital saat ini, EYD sering diabaikan, terutama di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Fenomena ini semakin mencolok …
admin
16 Jan 2026
By: Chintya Bella Tampubolon, Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Salah satu ruang yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini adalah dunia digital, terutama dunia game dan streaming online. Di ruang ini, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, identitas, dan budaya …
18 Dec 2024 2.512 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
03 Jan 2025 1.256 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
03 Jan 2025 1.189 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, bersama tim dosen dari Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu Patumbak. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah melalui pemanfaatan teknologi digital. Bertajuk “Sosialisasi Memanfaatkan Teknologi Digital untuk Mendukung Pembelajaran Berbasis Proyek dan …
Comments are not available at the moment.