Home » Esai dan Opini » PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU MASYARAKAT

PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU MASYARAKAT

admin 30 Nov 2025 229

By: Rizki Rahmat. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia. Salah satu fenomena sosial terluas di abad ke-21 adalah media sosial,seperti Instagram, TikTok, X, dan Facebook. Seringkali dikenal dengan nama X (dibaca Twitter),media sosial berfungsi sebagai alat komunikasi. Namun, itu juga membentuk perilaku dan cara berpikir yang membentuk masyarakat. Saya percaya bahwa fenomena ini berhubungan dengan sosiologi yang merupakan perspektif bertujuan antara manusia. Dengan kata lain, X membentuk hubungan antara orang-orang, membentuk identitas sosial dan alur ideal, dan nilai-nilai, norma,dan model. Dalam sosiologi, fenomena ini dijelaskan melalui beberapa teori. Saya yakin bahwa teori fungsionalisme struktural dan interaksionisme simbolik adalah sumber dan perspektif yang relevan untuk memahami media sosial dalam masyarakat modern. Dalam dua perspektif ini, kita bisa mendiskripsikan bagaimana media sosial berfungsikan dalam masyarakat namun juga bagaimana individu membaca simbol dan makna dari sammple.

Dalam dua dekade terakhir, media sosial telah menyusup ke dalam kehidup masyarakat.Pada berbagai survei, diketahui bahwa masyarakat Indonesia merupakan salah satu pengguna media sosial terbanyak di dunia. Media tersebut digunakan untuk berbagai hal mulai dari berkomunikasi, menghibur, mendidik, hingga ekonomi digital, hingga membentuk opini publik.Iriannya,bersamaan dengan adanya manfaat, muncul pula berbagai persoalan sosial, antara lain konsep kecanduan digital, interaksi sosial yang menurun secara langsung,penyebaran hoaks,serta krisis identitas. Dalam konteks tersebut, fenomena tersebut menunjukkan bahwa media sosial telah mengubah struktur sosial masyarakat. Dimana, interaksi langsung harus beralih ke virtual sedang bundle sosial mengalami pergeseran pada norma dan nilai. Misalnya, norma kecantikan, gaya hidup, dan status sosial.

TEORI FUNGSIONALISME STRUCTURAL

Teori yang dikembangkan oleh tokoh seperti Émile Durkheim dan Talcott Parsons,melihat masyarakat sebagai sistem dengan bagian yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan sosial.Media sosial, seperti bagian manapun, diintegrasikan dalam masyarakat, dan setiap unsur masyarakat memainkan peran spesifik dalam kelangsungan sistem. Perspektif fungsionalisme struktural memberi tahu kita bahwa media sosial adalah alat untuk memperkuat jaringan sosial,tetapi juga dapat memicu disfungsi, seperti anomie dan disintegrasi sosial. Dalam hal ini,interaksionisme simbolik memungkinkan kita untuk memahami bagaimana tindakan.

DISFUNGSI

  1. Menimbulkan disintegrasi sosial akibat menurunnya interaksi tatap muka.
  2. Memicu munculnya perilaku individualistis dan hedonistik. Dalam hal ini, individu bersifat egois dan lebih ingin dikenali melalui media sosial.
  3. Meningkatkan penyebaran informasi palsu atau hoaks, yang dapat merusak kepercayaan sosial.

TEORI FUNGSIONALISME

Membayangkan media sosial dalam istilah struktur makro, teori interaksionisme simbolik mempertimbangkan makna yang dibuat oleh sel yang berpartisipasi dalam interaksi sosial. Poin perspektif ini adalah bagaimana individu membangun simbol, atau pola tertentu, yang memungkinkan mereka untuk berfungsi dalam masyarakat. Oleh sebab itu, seseorang adalah hasil dari proses interpretasi simbol-simbol tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam hal media sosial, simbol bisa jadi itu emoji, caption, foto, video, likes, dan followers. Semua ini mempunyai arti sosial yang dikonstruksi bersama. Sebagai contoh, tanda “like” diartikan sebagai rupa pengakuan sosial, sementar pengikut adalah ukuruan “populer” atau status sosial seseorang. Dengan cara ini, dengan menggunakan teori di atas, bisa apa pun dipelajari.

KETERLIBATAN YANG TAMPAK DALAM KEHIDUPAN

Respon kelompok terhadap media sosial menunjukkan bahwa pengaruhnya pada keseharian publik. Di satu sisi, dunia menjadi lebih kecil dan lebih dekat,lebih ramah dan berdekatan, dan media sosial mempromosikan individu dan kelompok lokal mendunia. Banyak perusahaan, terutama yang kecil, berkembang berkat bantuan media sosial. Gerakan sosial menerima banyak dukungan, dan isu-isu yang sebelumnya diabaikan menarik perhatian, menjalani tekanan, dan memecahkan persoalan mereka sendiri melalui kampanye online. Di lain pihak,ada tuntutan jiwa dan memuaskan, di sebalik permintaan gambaran dekat untuk kontak,pengikut membandingkan jumlah “suka” di perilaku-itu bagus atau tidak. Dan begitu abadi, meski banyak yang melihatnya, selesai, atauberganti yang lebih-sama. Keluarga tidak memiliki durasi tempo bersama, membakar dengan diri sendiri demi uang dan kebanggaan perusahaan yang terkait dengannya, dan sepenuhnya merendahkan diri mereka sendiri dalam injeksi yang tidak ada habisnya dari dorongan akhir-akhir. Tidak peduli apa attendees dari kesimpulan, situs web media sosial merasakan rilis simpang tiga yang disebut fomo.

KESIMPULAN

Media sosial adalah fenomena sosial modern yang tidak mungkin untuk tidak disertakan ketika membicarakan perilaku masyarakat. Menurut teori fungsionalisme struktural, media sosial berfungsi sebagai sarana integrasi dan komunikasi sosial, tetapi juga menimbulkan disfungsi-disintegrasi dan anomie. Di sisi lain, berdasarkan teori interaksionisme simbolik, media sosial adalah ruang bagi sinegriti individu untuk membangun makna dengan bantuan simbol-simbol digital dan, sebagai hasilnya, mempengaruhi identitas dan perilaku sosial. Karenanya, dampak media sosial pada perubahan perilaku masyarakat adalah dobel, atau – kriya membentuk dan merusaknya,tergantung pada bagaimana itu digunakan. Agar efektif menggunakan media sosial,masyarakat perlu memperbaiki literasi digital mereka sendiri, untuk memastikan interaksi yang sehat dan mempertahankan keseimbangan antara dunia maya dan realitas membentah sehingga memungkinkan media sosial memenuhi sudut perangkapan positifnya: alat komunikasi,pembangunan masyarakat dan pendidikan yang “sehat” daripada sumber disintegrasi dan konflik.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pentingnya Apresiasi Drama dalam Pembelajaran Sastra

admin

06 Jun 2026

By : Livia Salsabila Siregar, Apresiasi drama memiliki peran penting dalam pembelajaran sastra karena lewat drama siswa tidak hanya membaca cerita, tetapi juga memahami kehidupan yang digambarkan di dalamnya. Dalam drama, siswa bisa melihat bagaimana tokoh berbicara, bersikap, dan menghadapi masalah yang terjadi. Saat mempelajari drama, siswa juga belajar memahami karakter tokoh, alur cerita, suasana, …

Mengetuk Pintu Jiwa Menemukan Diri di Balik Lembar-lembar Puisi

admin

06 Jun 2026

By: Aulia Alvira, Secara kasat mata, puisi hanyalah deretan kata yang berbaris di atas kertas. Ia sering kali dituduh sebagai karya yang rumit, penuh teka-teki, bahkan berjarak dari realitas kehidupan sehari-hari. Namun, bagi mereka yang mau meluangkan waktu untuk berhenti sejenak dan membaca dengan hati, puisi berubah menjadi sebuah cermin ajaib. Mengapresiasi puisi bukan sekadar …

Menyimak di Era Digital: Dari Kedalaman Makna Menuju Kedangkalan Informasi

admin

06 Jun 2026

By: Filzah Shahirah, Dalam ilmu bahasa dan sastra, menyimak sering kali dianggap sebagai keterampilan yang pasif dan terjadi secara alami. Padahal, menyimak (listening) sangat berbeda dengan sekadar mendengar (hearing). Mendengar hanyalah proses fisik masuknya suara ke telinga, sedangkan menyimak adalah sebuah tindakan aktif-kognitif untuk mencerna makna, menghayati rasa, dan mengevaluasi informasi secara kritis. Menyimak adalah …

Pengembangan Berbicara Anak Dalam Bahasa dan Sastra

admin

06 Jun 2026

By: Siti Nurhalizah Lubis, Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang fundamental dalam kehidupan manusia. Bagi anak-anak, kemampuan berbicara bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga cerminan perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka. Sejak lahir, anak telah memiliki potensi bahasa yang luar biasa. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang optimal tanpa stimulasi yang tepat dari lingkungan …

Pengaruh Media Pembelajaran Digital Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar

admin

06 Jun 2026

By : Siti Fadillah Suyoto, Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Dalam konteks pembelajaran, teknologi digital telah menciptakan paradigma baru yang menawarkan berbagai kemungkinan inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa, pendidik terus mencari berbagai strategi dan inovasi pembelajaran yang efektif. …

Pengembangan Kemampuan Berbicara sebagai Dasar Komunikasi Efektif

admin

06 Jun 2026

By: Nur Maghfirah Fakhri, Kemampuan berbicara merupakan bagian penting dalam keterampilan berbahasa yang berperan langsung dalam aktivitas komunikasi sehari-hari. Dalam dunia pendidikan, berbicara tidak sekadar digunakan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga mencerminkan kemampuan seseorang dalam berpikir, memahami, dan mengungkapkan gagasan secara runtut. Oleh sebab itu, pengembangan kemampuan ini perlu dilakukan secara terencana agar dapat mendukung …