Menyesuaikan Tujuan Pembelajaran dengan Kompetensi Inti pada Bahan Ajar Bahasa Indonesia VII
By: Alifia Nur Fitri, Bahan ajar merujuk pada segala materi, sumber informasi, atau alat yang digunakan oleh pendidik untuk menyampaikan informasi, konsep, atau keterampilan kepada siswa dalam proses pembelajaran (Majid). Lebih lanjut, dijelaskan bahwa bahan ajar adalah segala materi atau berupa buku teks, modul, media pembelajaran, presentasi, rekaman audio atau video, dan berbagai materi lain yang dirancang untuk membantu siswa memahami konsep-konsep tertentu atau memperoleh keterampilan khusus. Tujuan dari bahan ajar adalah untuk memfasilitasi pemahaman dan pembelajaran siswa, membantu mereka menguasai materi pelajaran, dan meningkatkan keterampilan mereka. Bahan ajar dapat disesuaikan dengan berbagai tingkatan pendidikan dan jenis pembelajaran, termasuk pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh, atau kombinasi dari keduanya. Bahan ajar yang efektif seharusnya dapat merangsang minat, memotivasi siswa, dan menyampaikan informasi dengan cara yang mudah dipahami. Dalam konteks pendidikan, pengembangan bahan ajar yang baik melibatkan pemilihan konten yang relevan, penyajian informasi dengan cara yang menarik, dan integrasi aktivitas yang mendorong keterlibatan siswa. Bahan ajar memiliki peran krusial dalam menyampaikan pengetahuan dan mendukung proses belajar mengajar. Ini dapat berupa berbagai format, seperti buku teks, modul, presentasi, perangkat lunak pembelajaran, media audiovisual, dan sebagainya.
Bahan ajar merupakan elemen penting dalam proses pendidikan yang membantu dalam menyampaikan informasi, membentuk pemahaman, dan menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif. Bahan ajar memiliki berbagai fungsi yang sangat penting dalam konteks pendidikan. Fungsi-fungsi ini mencakup peran dalam mendukung proses belajar- mengajar, memfasilitasi pemahaman siswa, dan menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif. Menurut Pusat Pelatihan Berbasis Kompetensi Nasional (2007, Andi Prastowo 2015: 16), bahan ajar adalah segala bentuk bahan pendidikan yang berfungsi untuk menunjang seorang guru atau pelatih dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas.
Pendapat lain mengatakan bahwa bahan ajar adalah informasi, alat, dan teks yang diperlukan guru atau pelatih untuk merencanakan dan mempertimbangkan pelaksanaan pembelajaran. Pandangan tersebut juga dilengkapi dengan Pannen (2001) menyatakan bahwa bahan ajar adalah materi pelajaran yang disusun secara sistematis yang digunakan guru dan siswa dalam proses pembelajaran (Prastowo). Pada buku Bahasa Indonesia untuk SMP/MTS semester 2 Kelas VII Modul Bahan Ajar Kurikulum Merdeka.Pada buku tersebut ketercapain kopetensi siswa di lakukan dari segi efektif, kognitif, maupun pisikomotorik yang di kembangkan secara holistik oleh sebab itu penyusunan buku tersebut di lengkapi dengan fitur-fitur pendukung sesuai dengan pencapain pembelajaran, antara lain tugan mandiri, tugas kelompok, proyek pemunguatan, proyek profil pelajar pancasila, asesmen formatif, asesmen sumatif tengan semester, dan asesmen sumatif tengah semester. Penyajian materi tersebut diharapkan dapat memandu siswa dalam mengikuti pembelajaran yang efektif dan efesien.
Pada Bab I yang berjudul Aksinyata Para Pelindung Bumi capain pembelajaran yang perlu di perhatikan 1) Menyimak tujuan pembelajaran dari materi tersebut adalah peserta didik mampu menganalisis dan memaknai informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang tepat dari berbagai jenis teks (nonfiksi dan fiksi) audiovisual dan aural dam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai informasi dari topik aktual yang didengar. 2) Membaca dan Memirsa Pembelajaran dari materi tersebut adalah peserta didik memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan dari berbagai jenis teks
misalnya teks deskripsi, narasi, puisi eksplanasi dan eksposisi dari teks visual dan audiovisual untuk menentukan makna yang tersurat dan tersirat. Peserta didik menginterpretasikan informasi untuk mengungkapkan simpati, kepedulian empati atau pendapat pro dan kontra dari teks visual dan audiovisual. Peserta didik menggunakan sumber informasi lain untuk menilai akurasi dan kualitas data serta membandingkan informasi pada teks. 3) Berbicara dan Mempresentasikan pembelajaran dari materi tersebut adalah peserta didik mampu menggunakan dan memaknai kosa kata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan untuk berbicara dan menyajikan gagasannya. 4) Menulis pembelajaran dari materi tersebut adalah peserta didik mampu menuliskan hasil penelitian menggunakan metodologi sederhana dengan mengutip sumber rujukan secara etis. menyampaikan ungkapan rasa simpati, empati, peduli, dan pendapat pro/kontra secara etis dalam memberikan penghargaan secara tertulis dalam teks multimodal.
Materi inti pembelajaran pada Bab I yang terdapat pada buku tersebut antara lain 1) Menjelajah Karakteristik Teks Berita. 2) Mengarakteristikkan Berbagai Media Informasi. 3) Mengenal Unsur-Unsur dalam Teks Berita. 4) Menandai Unsur Kebahasaan dalam Teks Berita. 5) Menyelisik Berita Palsu.
Revisian
1)Ketercapaian Kompetensi Siswa Kondisi saat ini: Sudah mencakup ranah afektif, kognitif, dan psikomotorik secara holistik. Namun, masih perlu penekanan pada penerapan nyata dan penguatan karakter. Revisi: Tambahkan kegiatan proyek mini atau refleksi pribadi agar siswa menerapkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila (seperti gotong royong dan berpikir kritis) dalam kehidupan nyata. Sertakan contoh konteks aktual dalam tugas, misalnya isu lingkungan atau berita digital masa kini, agar kompetensi menjadi lebih relevan. Lengkapi dengan lembar umpan balik diri siswa untuk menilai sejauh mana mereka mencapai aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. 2) Capaian Pembelajaran Kondisi saat ini: Sudah mencakup empat keterampilan bahasa (menyimak, membaca, berbicara, menulis). Namun, beberapa deskripsinya masih bersifat umum. Revisi: Perjelas indikator setiap keterampilan dengan kata kerja operasional (misalnya: mengidentifikasi, menganalisis, menyimpulkan, mempresentasikan) agar lebih terukur. Tambahkan contoh aktivitas untuk setiap capaian, seperti: Menyimak: mendengarkan berita dari media digital dan mencatat informasi penting. Membaca: membedakan berita asli dan berita palsu dari berbagai sumber. Berbicara: mempresentasikan ringkasan berita kepada kelompok. Menulis: menulis teks berita singkat berdasarkan hasil observasi. 3) Tujuan Pembelajaran Kondisi saat ini: Sudah menjelaskan kemampuan yang diharapkan setelah belajar, tetapi belum semua tujuan selaras dengan kegiatan belajar dan asesmen. Revisi: Pastikan setiap tujuan pembelajaran memiliki indikator yang bisa diukur. Contoh revisi: Sebelumnya: Menyajikan teks berita secara lisan dan tertulis dengan baik. Revisi: Siswa mampu menulis teks berita dengan memperhatikan struktur dan unsur kebahasaan secara benar. Hubungkan tujuan pembelajaran dengan kompetensi literasi digital, seperti kemampuan menilai keaslian berita (fact-checking). 4) Peta Konsep Kondisi saat ini: Peta konsep sudah runtut dari pengenalan hingga penerapan (karakteristik – unsur – kebahasaan – berita palsu). Namun, hubungan antarbagian masih bisa diperjelas. Revisi: Tambahkan panah hubungan yang menjelaskan alur berpikir logis, misalnya: “Menjelajahi karakteristik teks berita → mengenali unsur berita → memahami kebahasaan → mengidentifikasi berita palsu.” Tambahkan ikon atau warna berbeda untuk membedakan bagian pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Kaitkan peta konsep dengan tujuan pembelajaran dan capaian pembelajaran agar pembelajar melihat hubungan antarmateri secara utuh. 5) Prinsip Pengembangan Bahan Ajar yang Diterapkan Agar bahan ajar lebih baik, revisinya perlu mengacu pada prinsip berikut: Kemandirian: sertakan aktivitas refleksi mandiri atau latihan berbasis proyek. Keterpaduan: hubungkan capaian, tujuan, dan peta konsep secara konsisten. Kontekstual: gunakan contoh berita terkini dari media digital. Kreativitas: tambahkan latihan interaktif (misal: membuat infografis berita). Ramah pengguna: desain tata letak sederhana dengan instruksi yang jelas.
Kesimpulan
Bahan ajar merupakan komponen penting dalam proses pembelajaran karena berfungsi sebagai sarana untuk menyampaikan informasi, membentuk pemahaman, dan mengembangkan keterampilan siswa. Bahan ajar yang efektif harus dirancang secara sistematis, menarik, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik agar dapat menumbuhkan motivasi serta keterlibatan aktif siswa dalam belajar. Dalam konteks buku Bahasa Indonesia Kelas VII Kurikulum Merdeka, penyusunan bahan ajar telah mencakup ranah afektif, kognitif, dan psikomotorik secara holistik, namun masih perlu penyempurnaan melalui kegiatan reflektif, proyek nyata, dan integrasi nilai Profil Pelajar Pancasila. Revisi bahan ajar dilakukan dengan memperjelas indikator capaian dan tujuan pembelajaran menggunakan kata kerja operasional, menambahkan aktivitas kontekstual seperti analisis berita digital, serta memperbaiki peta konsep agar lebih runtut dan mudah dipahami. Dengan demikian, pengembangan bahan ajar harus berlandaskan prinsip kemandirian, keterpaduan, kontekstualitas, kreativitas, dan kemudahan penggunaan agar pembelajaran menjadi lebih efektif, relevan, dan bermakna bagi siswa.
admin
16 Jan 2026
By: Rizky Fadhilah Pendahuluan Buku Bahasa Indonesia Kelas X SMA/MAK yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (edisi revisi 2017) merupakan bahan ajar yang dirancang untuk mendukung pelaksanaan Kurikulum 2013. Buku ini mengarahkan pembelajaran bahasa Indonesia pada pengembangan kompetensi berbahasa dan bersastra peserta didik melalui pendekatan ilmiah (scientific approach), literasi, dan pembelajaran berbasis teks. Sebagai …
admin
16 Jan 2026
By: NABILA AULIA PUTRI PENDAHULUAN Pembelajaran Bahasa Indonesia di era transformasi digital bertujuan membentuk warga negara yang cakap berbahasa, baik dalam konteks formal maupun dalam menghadapi dinamika informasi yang masif. Buku teks “Bahasa Indonesia” SMP Kelas IX (terbitan 2022) oleh Kemendikbudristek hadir sebagai respons terhadap implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pada capaian pembelajaran berbasis kompetensi …
admin
16 Jan 2026
By: Siti Nurhalijah Bahan ajar adalah salah satu komponen utama dalam kegiatan pembelajaran. Tanpa adanya bahan ajar yang jelas, terstruktur, dan relevan, proses belajar mengajar cenderung berjalan tanpa arah. Bahan ajar tidak hanya berfungsi sebagai sumber informasi, tetapi juga menjadi pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran, baik untuk guru maupun siswa. Guru membutuhkan bahan ajar untuk menyusun …
admin
21 Dec 2025
By: Mawar Nur Ayu, Bahan ajar merupakan salah satu komponen esensial dalam proses pembelajaran. Keberadaannya tidak hanya menjadi sarana penyampaian materi, tetapi juga menjadi pedoman bagi guru dan peserta didik dalam mengarahkan kegiatan belajar mengajar. Bahan ajar yang baik seharusnya memenuhi prinsip-prinsip pengembangan, seperti relevansi, keterpaduan, konsistensi, kontekstualitas, serta mampu membangun kreativitas dan kemandirian siswa. …
admin
21 Dec 2025
By: Ria Wahyuni Manik Deskripsi dan Analisis Visual Bahan Ajar Eksisting Bahan ajar yang dianalisis adalah buku teks berjudul “Intensif Bahasa Indonesia” untuk tingkat kelas VIII SMP/MTs, diterbitkan oleh Penerbit Usaha Makmur Solo (Yrama Widya). Karakteristik Visual: Desain Sampul: Menggunakan warna kuning cerah dengan aksen ungu dan pola geometris dinamis (heksagon dan persegi panjang). Elemen …
admin
21 Dec 2025
By: Dinda Mutia PENDAHULUAN Bahan ajar merupakan pondasi utama dalam mendukung pencapaian tujuan pembelajaran di sekolah. Kualitas bahan ajar sangat menentukan keberhasilan pengembangan potensi peserta didik, baik dari aspek pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Dalam era digital, bahan ajar dituntut untuk terus beradaptasi agar pembelajaran menjadi lebih bermakna, kontekstual, dan relevan. Analisis ini mengkaji Bab 1 …
18 Dec 2024 2.510 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
03 Jan 2025 1.255 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
03 Jan 2025 1.188 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, bersama tim dosen dari Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu Patumbak. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah melalui pemanfaatan teknologi digital. Bertajuk “Sosialisasi Memanfaatkan Teknologi Digital untuk Mendukung Pembelajaran Berbasis Proyek dan …
Comments are not available at the moment.