Home » Esai dan Opini » Revitalisasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SD: Antara Tantangan Konvensional dan Peluang Kreatif

Revitalisasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SD: Antara Tantangan Konvensional dan Peluang Kreatif

admin 19 Apr 2026 28

By: Naila Abdul Ramadhani

Bahasa Indonesia bukan sekadar mata pelajaran di Sekolah Dasar (SD), melainkan fondasi utama literasi, alat berpikir logis, dan wahana pembentukan karakter. Pembelajaran bahasa dan sastra di tingkat dasar memiliki peran krusial dalam membentuk kemampuan berkomunikasi yang baik dan benar (EYD), sekaligus menanamkan apresiasi sastra sebagai bagian dari khazanah budaya. Namun, di era digital ini, pendekatan pengajaran seringkali tertinggal dibandingkan perkembangan psikologis anak. Terdapat kesenjangan nyata antara tujuan kurikulum dan realitas di kelas. Esai ini akan membahas kelebihan dan

kelemahan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di SD, serta opini mengenai perbaikan ke depan.

Kelebihan Pembelajaran Bahasa & Sastra di SD

Saat ini, pembelajaran Bahasa Indonesia di SD memiliki keunggulan yang mulai mengarah pada pendekatan berbasis kompetensi.

  1. Pendekatan Terpadu (Integratif):Pembelajaran bahasa Indonesia di SD terintegrasi dalam empat keterampilan berbahasa: menyimak, berbicara, membaca, dan

menulis. Pendekatan ini memungkinkan siswa tidak hanya menghafal tata bahasa, tetapi langsung mempraktikkannya dalam konteks komunikasi.

  1. Sastra Sebagai Pembentuk Karakter:Pembelajaran sastra (cerita rakyat, puisi anak) efektif dalam mengasah cipta, rasa, dan karsa, serta meningkatkan kecerdasan

emosional dan budi pekerti.

  1. Fleksibilitas Kurikulum Merdeka: Dalam Kurikulum Merdeka, pembelajaran lebih berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter. Peserta didik diberi

kebebasan memilih materi, menjadikan pembelajaran lebih bermakna dan tidak terburu-buru, yang pada akhirnya meningkatkan keaktifan siswa.

  1. Penguatan Literasi Dasar: Adanya fokus khusus pada membaca tingkat awal membantu siswa SD kelas rendah untuk menguasai kemampuan literasi dasar dengan lebih intensif.

Kelemahan Pembelajaran Bahasa & Sastra di SD

Di balik keunggulan tersebut, terdapat kelemahan mendasar yang perlu segera diatasi:

  1. Metode Pembelajaran Konvensional: Masih banyak guru yang menggunakan

metode konvensional, di mana bahasa Indonesia diajarkan hanya sebagai hafalan, bukan sebagai keterampilan hidup. Hal ini membuat pembelajaran menjadi

membosankan.

  1. Rendahnya Minat Baca (Literasi): Fokus pembelajaran seringkali terlalu berat pada analisis teks fungsional daripada penumbuhan minat baca. Siswa kesulitan

memahami makna tersirat, terutama dalam sastra, karena kurangnya paparan bacaan yang menarik.

  1. Keterbatasan Media dan Sarana:Pembelajaran sastra seringkali minim media visual atau audiovisual, sehingga apresiasi sastra (puisi/drama) tidak tersampaikan dengan
  2. Kesiapan dan Kompetensi Guru: Masih ditemukan kurangnya pelatihan bagi guru dalam mengimplementasikan metode inovatif, khususnya dalam pendekatan

kurikulum baru. Sastra seringkali diabaikan karena dianggap kurang penting dibandingkan keterampilan berbahasa teknis.

  1. Pengaruh Bahasa Gaul/Asing: Adanya tantangan eksternal berupa dominasi bahasa gaul dan asing di media sosial yang menggeser penggunaan Bahasa Indonesia baku di lingkungan siswa.

Opini dan Solusi: Menuju Pembelajaran yang Menyenangkan

Berdasarkan analisis di atas, saya berpendapat bahwa pembelajaran bahasa dan sastra di SD perlu direvitalisasi agar tidak sekadar mencetak “mesin teks”, tetapi “manusia literat” yang berkarakter.

  • Sastra Harus “Hidup” (Aktif-Reseptif):Pengajaran sastra jangan hanya bersifat reseptif (membaca saja), tetapi harus Siswa SD harus didorong untuk mendramatisasikan cerpen, menulis puisi sederhana, atau bercerita ulang (storytelling).
  • Literasi Berbasis Digital: Memanfaatkan media digital untuk mengenalkan sastra anak melalui buku cerita bergambar (digital), video dongeng, atau podcast anak, agar sesuai dengan generasi Alfa (alpha generation).
  • Pendidikan Karakter Melalui Apresiasi:Melalui sastra, guru harus mampu

menyelipkan nilai budi pekerti, sopan santun, dan nasionalisme secara implisit, bukan dengan menceramahi.

  • Guru sebagai Model Berbahasa: Guru harus menjadi contoh penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, bukan hanya sekadar mengoreksi ejaan (EYD) di buku tugas.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pembelajaran Literasi Di Sekolah Dasar Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Karakter Siswa

admin

26 Apr 2026

By: Rachel Fairus Mumtaz Sebagai calon guru Sekolah Dasar, saya menyadari bahwa proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir serta pembentukan karakter peserta didik. Guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mampu mendorong siswa untuk aktif, kreatif, dan reflektif. Oleh karena itu, pembelajaran perlu dirancang secara …

Pembelajaran Sastra Dan Bahasa Di Sekolah Dasar: Perspektif Para Ahli Pendidikan

admin

26 Apr 2026

By: Nurul Fadila Putri HAKIKAT DAN TUJUAN PEMBELAJRAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR             Pembelajaran sastra di sd memiliki hakikat yang berbeda dengan pembelajaran sastra di jenjang yang lebih tinggi. Menurut Saxby dalam Nurgiyanto (2013), sastra anak adalah karya sastra yang secara emosional dan psikologis dapat ditanggapi dan dipahami oleh anak-anak yang bersumber dari pengalaman emosional …

Menurunnya Kemampuan Menulis Siswa di Era Digital

admin

26 Apr 2026

By: Gledy Sintya Situmorang Perkembangan teknologi digital menyebabkan perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Kemudahan akses informasi melalui internet, media sosial, dan berbagai aplikasi komunikasi memberikan dampak positif sekaligus negatif. Salah satu dampak negatif yang terlihat adalah menurunnya kemampuan menulis siswa, khususnya dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal …

Strategi Cerdas Menggunakan Presentation Script untuk Mengasah Kemampuan Menyimak Siswa di Era Modern

admin

26 Apr 2026

By: Nurhanisa Lubis   Dalam pembelajaran bahasa, keterampilan menyimak merupakan fondasi utama yang mendukung kemampuan berbicara, membaca, dan menulis. Namun, pada praktiknya, banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami informasi yang disampaikan secara lisan. Hal ini sering disebabkan oleh kurangnya fokus, metode pembelajaran yang monoton, serta penyampaian materi yang tidak terstruktur. Kondisi tersebut menuntut adanya inovasi …

Bahasa di Ujung Jari: Cara Cerdas Belajar di Era Digital

admin

26 Apr 2026

By: Endah Nur Hafizah   Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa. Saat ini, belajar bahasa tidak lagi terbatas pada buku dan ruang kelas. Dengan adanya internet dan berbagai aplikasi digital, siapa pun dapat belajar bahasa kapan saja dan di mana saja. Namun, kemudahan ini sering kali tidak …

Krisis Minat Baca dan Dampaknya terhadap Pembelajaran Bahasa dan Sastra di Indonesia

admin

26 Apr 2026

By: Delfi Nanda Azmita Minat baca adalah salah satu bagian penting dalam keberhasilan suatu pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa dan sastra. Namun yang terjadi di Indonesia, minat baca masyarakat tergolong sangat rendah. Kondisi ini menjadi perhatian yang cukup serius karena kemampuan membaca sangat berpengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam memahami informasi, berpikir kritis, dan juga  mengembangkan …