- Esai dan OpiniPembelajaran Literasi Di Sekolah Dasar Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Karakter Siswa
- Esai dan OpiniPembelajaran Sastra Dan Bahasa Di Sekolah Dasar: Perspektif Para Ahli Pendidikan
- Esai dan OpiniMenurunnya Kemampuan Menulis Siswa di Era Digital
- Esai dan OpiniStrategi Cerdas Menggunakan Presentation Script untuk Mengasah Kemampuan Menyimak Siswa di Era Modern
- Esai dan OpiniBahasa di Ujung Jari: Cara Cerdas Belajar di Era Digital

Revitalisasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SD: Antara Tantangan Konvensional dan Peluang Kreatif
By: Naila Abdul Ramadhani
Bahasa Indonesia bukan sekadar mata pelajaran di Sekolah Dasar (SD), melainkan fondasi utama literasi, alat berpikir logis, dan wahana pembentukan karakter. Pembelajaran bahasa dan sastra di tingkat dasar memiliki peran krusial dalam membentuk kemampuan berkomunikasi yang baik dan benar (EYD), sekaligus menanamkan apresiasi sastra sebagai bagian dari khazanah budaya. Namun, di era digital ini, pendekatan pengajaran seringkali tertinggal dibandingkan perkembangan psikologis anak. Terdapat kesenjangan nyata antara tujuan kurikulum dan realitas di kelas. Esai ini akan membahas kelebihan dan
kelemahan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di SD, serta opini mengenai perbaikan ke depan.
Kelebihan Pembelajaran Bahasa & Sastra di SD
Saat ini, pembelajaran Bahasa Indonesia di SD memiliki keunggulan yang mulai mengarah pada pendekatan berbasis kompetensi.
- Pendekatan Terpadu (Integratif):Pembelajaran bahasa Indonesia di SD terintegrasi dalam empat keterampilan berbahasa: menyimak, berbicara, membaca, dan
menulis. Pendekatan ini memungkinkan siswa tidak hanya menghafal tata bahasa, tetapi langsung mempraktikkannya dalam konteks komunikasi.
- Sastra Sebagai Pembentuk Karakter:Pembelajaran sastra (cerita rakyat, puisi anak) efektif dalam mengasah cipta, rasa, dan karsa, serta meningkatkan kecerdasan
emosional dan budi pekerti.
- Fleksibilitas Kurikulum Merdeka: Dalam Kurikulum Merdeka, pembelajaran lebih berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter. Peserta didik diberi
kebebasan memilih materi, menjadikan pembelajaran lebih bermakna dan tidak terburu-buru, yang pada akhirnya meningkatkan keaktifan siswa.
- Penguatan Literasi Dasar: Adanya fokus khusus pada membaca tingkat awal membantu siswa SD kelas rendah untuk menguasai kemampuan literasi dasar dengan lebih intensif.
Kelemahan Pembelajaran Bahasa & Sastra di SD
Di balik keunggulan tersebut, terdapat kelemahan mendasar yang perlu segera diatasi:
- Metode Pembelajaran Konvensional: Masih banyak guru yang menggunakan
metode konvensional, di mana bahasa Indonesia diajarkan hanya sebagai hafalan, bukan sebagai keterampilan hidup. Hal ini membuat pembelajaran menjadi
membosankan.
- Rendahnya Minat Baca (Literasi): Fokus pembelajaran seringkali terlalu berat pada analisis teks fungsional daripada penumbuhan minat baca. Siswa kesulitan
memahami makna tersirat, terutama dalam sastra, karena kurangnya paparan bacaan yang menarik.
- Keterbatasan Media dan Sarana:Pembelajaran sastra seringkali minim media visual atau audiovisual, sehingga apresiasi sastra (puisi/drama) tidak tersampaikan dengan
- Kesiapan dan Kompetensi Guru: Masih ditemukan kurangnya pelatihan bagi guru dalam mengimplementasikan metode inovatif, khususnya dalam pendekatan
kurikulum baru. Sastra seringkali diabaikan karena dianggap kurang penting dibandingkan keterampilan berbahasa teknis.
- Pengaruh Bahasa Gaul/Asing: Adanya tantangan eksternal berupa dominasi bahasa gaul dan asing di media sosial yang menggeser penggunaan Bahasa Indonesia baku di lingkungan siswa.
Opini dan Solusi: Menuju Pembelajaran yang Menyenangkan
Berdasarkan analisis di atas, saya berpendapat bahwa pembelajaran bahasa dan sastra di SD perlu direvitalisasi agar tidak sekadar mencetak “mesin teks”, tetapi “manusia literat” yang berkarakter.
- Sastra Harus “Hidup” (Aktif-Reseptif):Pengajaran sastra jangan hanya bersifat reseptif (membaca saja), tetapi harus Siswa SD harus didorong untuk mendramatisasikan cerpen, menulis puisi sederhana, atau bercerita ulang (storytelling).
- Literasi Berbasis Digital: Memanfaatkan media digital untuk mengenalkan sastra anak melalui buku cerita bergambar (digital), video dongeng, atau podcast anak, agar sesuai dengan generasi Alfa (alpha generation).
- Pendidikan Karakter Melalui Apresiasi:Melalui sastra, guru harus mampu
menyelipkan nilai budi pekerti, sopan santun, dan nasionalisme secara implisit, bukan dengan menceramahi.
- Guru sebagai Model Berbahasa: Guru harus menjadi contoh penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, bukan hanya sekadar mengoreksi ejaan (EYD) di buku tugas.
admin
26 Apr 2026
By: Rachel Fairus Mumtaz Sebagai calon guru Sekolah Dasar, saya menyadari bahwa proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir serta pembentukan karakter peserta didik. Guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mampu mendorong siswa untuk aktif, kreatif, dan reflektif. Oleh karena itu, pembelajaran perlu dirancang secara …
admin
26 Apr 2026
By: Nurul Fadila Putri HAKIKAT DAN TUJUAN PEMBELAJRAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR Pembelajaran sastra di sd memiliki hakikat yang berbeda dengan pembelajaran sastra di jenjang yang lebih tinggi. Menurut Saxby dalam Nurgiyanto (2013), sastra anak adalah karya sastra yang secara emosional dan psikologis dapat ditanggapi dan dipahami oleh anak-anak yang bersumber dari pengalaman emosional …
admin
26 Apr 2026
By: Gledy Sintya Situmorang Perkembangan teknologi digital menyebabkan perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Kemudahan akses informasi melalui internet, media sosial, dan berbagai aplikasi komunikasi memberikan dampak positif sekaligus negatif. Salah satu dampak negatif yang terlihat adalah menurunnya kemampuan menulis siswa, khususnya dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal …
admin
26 Apr 2026
By: Nurhanisa Lubis Dalam pembelajaran bahasa, keterampilan menyimak merupakan fondasi utama yang mendukung kemampuan berbicara, membaca, dan menulis. Namun, pada praktiknya, banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami informasi yang disampaikan secara lisan. Hal ini sering disebabkan oleh kurangnya fokus, metode pembelajaran yang monoton, serta penyampaian materi yang tidak terstruktur. Kondisi tersebut menuntut adanya inovasi …
admin
26 Apr 2026
By: Endah Nur Hafizah Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa. Saat ini, belajar bahasa tidak lagi terbatas pada buku dan ruang kelas. Dengan adanya internet dan berbagai aplikasi digital, siapa pun dapat belajar bahasa kapan saja dan di mana saja. Namun, kemudahan ini sering kali tidak …
admin
26 Apr 2026
By: Delfi Nanda Azmita Minat baca adalah salah satu bagian penting dalam keberhasilan suatu pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa dan sastra. Namun yang terjadi di Indonesia, minat baca masyarakat tergolong sangat rendah. Kondisi ini menjadi perhatian yang cukup serius karena kemampuan membaca sangat berpengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam memahami informasi, berpikir kritis, dan juga mengembangkan …
18 Dec 2024 2.823 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
01 Apr 2025 1.850 views
By: Reza Widya Lubis Provinsi Riau dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan budaya dan kearifan lokal, terutama yang berasal dari tradisi Melayu. Kearifan lokal ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari seni, adat istiadat, sastra lisan, hingga filosofi hidup masyarakatnya. Namun, di era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan masuknya budaya …
03 Jan 2025 1.470 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
Comments are not available at the moment.