- Esai dan OpiniPembelajaran Literasi Di Sekolah Dasar Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Karakter Siswa
- Esai dan OpiniPembelajaran Sastra Dan Bahasa Di Sekolah Dasar: Perspektif Para Ahli Pendidikan
- Esai dan OpiniMenurunnya Kemampuan Menulis Siswa di Era Digital
- Esai dan OpiniStrategi Cerdas Menggunakan Presentation Script untuk Mengasah Kemampuan Menyimak Siswa di Era Modern
- Esai dan OpiniBahasa di Ujung Jari: Cara Cerdas Belajar di Era Digital

Antara Skibidi dan KBBI: Menakar Kemampuan Berkomunikasi Gen Alpha
By: Ulfa Nurhaliza
Fenomena riuh rendah di koridor sekolah Dasar seringkali disebabkan oleh istilah-istilah yang mungkin merugikan siswa senior. Kata-kata seperti skibidi, rizz, dan sigma telah menjadi “bahasa ibu” bagi dua generasi Alpha yang telah tumbuh pesat dalam ekosistem digital yang masif. Pola tutur ini bukan sekadar tren bahasa gaul yang cepat dan berulang; melainkan identitas linguistik baru yang berasal dari konsumsi konten video pendek yang cepat dan berulang. Sebagai pendidik, kita harus mengakui bahwa fenomena ini menunjukkan kecenderungan siswa untuk memproses informasi dan menuliskan pemikiran mereka sebelum informasi tersebut dituliskan.
Namun, tantangan muncul ketika batasan antara dunia maya dan ruang kelas menjadi kabur. Penggunaan istilah internet yang serba ringkas dan fragmentaris cenderung membuat kemampuan berbicara siswa menjadi kurang terstruktur. Huda (2022) mengungkapkan siswa kesulitan dalam merangkai argumen yang panjang atau menggunakan kosakata baku yang tepat saat situasi formal, seperti saat presentasi atau berdiskusi dengan guru. Di sinilah letak kesenjangannya; ada sebuah “jarak” antara ekspresi kreatif mereka di media sosial dengan standar Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang menjadi fondasi literasi di sekolah. Jika dibiarkan tanpa bimbingan, dikhawatirkan kemampuan komunikasi interpersonal mereka hanya akan terjebak pada level permukaan yang miskin kedalaman makna. (Amanah & Gani, 2024).
Selain pertimbangan struktural, penggunaan bahasa gaul ini sangat berkaitan dengan kebutuhan psikologis Generasi Alpha untuk dipahami dalam kelompok. McCrindle dan Fell (2020) menjelaskan dari perspektif sosiolinguistik, istilah-istilah seperti gyatt atau mewing berfungsi sebagai kode rahasia yang memperkuat ikatan solidaritas di antara mereka, tetapi juga menciptakan tembok pemisah dengan individu dewasa yang tidak memahaminya. Jika guru hanya merespons dengan teguran tanpa memahami motif sosial di kelas, siswa akan memahami bahwa sekolah adalah tempat yang unik bagi identitas mereka. Karena itu, tantangan bagi kita sebagai pendidik bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan berbahasa tetapi juga untuk mengembangkan keterampilan komunikasi sehingga siswa memahami bahwa bahasa formal tidak akan merugikan kesejahteraan mereka secara keseluruhan.
Ketergantungan pada pola tutur digital yang serba cepat ini dikhawatirkan dapat menurunkan daya konsentrasi siswa dalam memahami teks atau narasi yang panjang. Ketika komunikasi lisan mereka menyusut menjadi sekadar potongan kata-kata viral, kemampuan untuk melakukan refleksi kritis dan berpikir abstrak secara verbal juga berisiko tumpul (Huda, 2022). Sebagai guru SD, kita memikul tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa keceriaan mereka dalam menggunakan bahasa-bahasa unik tersebut tetap diimbangi dengan kekayaan literasi. Kita harus mampu merancang aktivitas kelas yang menantang siswa untuk mendeskripsikan perasaan atau sebuah kejadian tanpa menggunakan kata-kata slang, guna melatih kembali otot-otot kognitif mereka dalam memproses bahasa yang lebih kompleks dan bermakna mendalam.
Menghadapi hal ini, kita sebagai pendidik tidak perlu bersikap kaku dengan melarang total penggunaan bahasa tersebut. Alih-alih menjadi polisi bahasa yang represif, kita bisa berperan sebagai jembatan yang menghubungkan kedua dunia ini. Misalnya, dengan membawa istilah-istilah populer tersebut ke dalam diskusi kelas untuk mencari padanan katanya dalam bahasa Indonesia yang lebih formal. Dengan cara ini, siswa merasa suara dan dunianya dihargai, sementara di sisi lain mereka tetap dibekali dengan keterampilan code-switching atau kemampuan menempatkan bahasa sesuai konteksnya.
Pada akhirnya, tujuan utama kita bukan untuk menghapus karakteristik unik Generasi Alpha, melainkan memastikan mereka tetap memiliki kendali penuh atas bahasa yang mereka gunakan. Kita ingin mencetak generasi yang tidak hanya mahir berselancar dengan istilah viral, tetapi juga cakap dan santun saat harus berbicara di depan publik menggunakan struktur bahasa yang baik. Keseimbangan antara kreativitas digital dan kepatuhan pada kaidah KBBI akan menjadi kunci bagi siswa sekolah dasar untuk menjadi komunikator yang adaptif di masa depan.
admin
26 Apr 2026
By: Rachel Fairus Mumtaz Sebagai calon guru Sekolah Dasar, saya menyadari bahwa proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir serta pembentukan karakter peserta didik. Guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mampu mendorong siswa untuk aktif, kreatif, dan reflektif. Oleh karena itu, pembelajaran perlu dirancang secara …
admin
26 Apr 2026
By: Nurul Fadila Putri HAKIKAT DAN TUJUAN PEMBELAJRAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR Pembelajaran sastra di sd memiliki hakikat yang berbeda dengan pembelajaran sastra di jenjang yang lebih tinggi. Menurut Saxby dalam Nurgiyanto (2013), sastra anak adalah karya sastra yang secara emosional dan psikologis dapat ditanggapi dan dipahami oleh anak-anak yang bersumber dari pengalaman emosional …
admin
26 Apr 2026
By: Gledy Sintya Situmorang Perkembangan teknologi digital menyebabkan perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Kemudahan akses informasi melalui internet, media sosial, dan berbagai aplikasi komunikasi memberikan dampak positif sekaligus negatif. Salah satu dampak negatif yang terlihat adalah menurunnya kemampuan menulis siswa, khususnya dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal …
admin
26 Apr 2026
By: Nurhanisa Lubis Dalam pembelajaran bahasa, keterampilan menyimak merupakan fondasi utama yang mendukung kemampuan berbicara, membaca, dan menulis. Namun, pada praktiknya, banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami informasi yang disampaikan secara lisan. Hal ini sering disebabkan oleh kurangnya fokus, metode pembelajaran yang monoton, serta penyampaian materi yang tidak terstruktur. Kondisi tersebut menuntut adanya inovasi …
admin
26 Apr 2026
By: Endah Nur Hafizah Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa. Saat ini, belajar bahasa tidak lagi terbatas pada buku dan ruang kelas. Dengan adanya internet dan berbagai aplikasi digital, siapa pun dapat belajar bahasa kapan saja dan di mana saja. Namun, kemudahan ini sering kali tidak …
admin
26 Apr 2026
By: Delfi Nanda Azmita Minat baca adalah salah satu bagian penting dalam keberhasilan suatu pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa dan sastra. Namun yang terjadi di Indonesia, minat baca masyarakat tergolong sangat rendah. Kondisi ini menjadi perhatian yang cukup serius karena kemampuan membaca sangat berpengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam memahami informasi, berpikir kritis, dan juga mengembangkan …
18 Dec 2024 2.823 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
01 Apr 2025 1.850 views
By: Reza Widya Lubis Provinsi Riau dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan budaya dan kearifan lokal, terutama yang berasal dari tradisi Melayu. Kearifan lokal ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari seni, adat istiadat, sastra lisan, hingga filosofi hidup masyarakatnya. Namun, di era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan masuknya budaya …
03 Jan 2025 1.470 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
Comments are not available at the moment.