- Esai dan OpiniPentingnya Apresiasi Drama dalam Pembelajaran Sastra
- Esai dan OpiniMengetuk Pintu Jiwa Menemukan Diri di Balik Lembar-lembar Puisi
- Esai dan OpiniMenyimak di Era Digital: Dari Kedalaman Makna Menuju Kedangkalan Informasi
- Esai dan OpiniPengembangan Berbicara Anak Dalam Bahasa dan Sastra
- Esai dan OpiniPengaruh Media Pembelajaran Digital Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar

Bahasa Gaul Dan Dampaknya Bahasa Indonesia Baku
By: Chaila Nurhidayah Nst. Di era yang sekarang ini anak muda kebanyakan menggunakan bahasa yang informasi dengan kata lain bahasa gaul. Bahasa ini biasanya digunakan anak muda untuk menunjukan keakraban kepada orang yang dikenal seperti sahabat, teman, sepupu dan lain-lain. Bahasa gaul mudah berubah seiring berkembangnya zaman atau sesuai tren zaman. Bahasa gaul mudah dibilang atau diingat karna cuma satu sampai dua kata berupa singkatan, serapan dari bahasa asing atau istilah yang diciptakan oleh komunitas tertentu di media sosial.
Contoh bahasa gaul singkatan
- OOTD (singkatan dari Outfit Of The Day) artinya pakaian hari ini
- PAP (singkatan dari Post A Picture) artinya kirim foto dong
- GABUT (singkatan dari Gaji Buta/Gak Ada Butuh) artinya lagi gak ada kerjaan
- MAGER (singkatan dari Males Gerak) artinya malas melakukan sesuatu
- BAPER (singkatan dari Bawa Perasaan) artinya mudah terbawa emosi/perasaan
- OTW (singkatan dari On The Way) artinya lagi dijalan
- dan lain-lain.
Contoh bahasa gaul serapan dari bahasa asing
- BESTIE artinya sahabat dekat
- CRUSH artinya gebetan/orang yang disukai
- FANS/STAN artinya penggemar berat seseorang
- SPOILER artinya bocoran cerita (biasanya filim/drama)
- BORING artinya membosankan
- GUYS artinya teman-teman/semua
- dan lain-lain.
Bahasa gaul dan dampaknya bahasa Indonesia memiliki dua sisi dampak yaitu dampak positif dan negatif.
Dampak positifnya yaitu:
-
- Menciptakan kosakata baru yang unik dan menarik meningkatkan kreativitas berbahasa
- Menciptakan rasa kebersamaan dan keakraban diantara sesema pengguna, terutama di media sosial dan pergaulan sehari-hari mempererat hubungan sosial
- Mempermudah anak muda mengekspresikan perasaan dan kepribadian mereka dengan cara yang bebas dan menyenangkan menjadi sarana ekspresi diri
- Membuat komunikasi menjadi lebih relavan dengan era digital dan budaya populer menyesuaikan dengan perkembangan zaman
- Bahasa gaul membuktikan bahwa bahasa Indonesia fleksibel dan mampu beradaptasi dengan perubahan sosial bahasa yang hidup akan terus berkembang.
Dampak negatifnya yaitu:
-
- Banyak orang khususnya anak muda akan lebih sering menggunakan bahasa gaul sehingga kemampuan berbahasa Indonesia baku yang baik dan benar akan menjadi berkurang
- Berbahasa gaul kebanyakan memberi arti kata baru pada kata lama, sehingga dapat menyebabkan terjadinya kesalahpahaman dalam proses komunikasi
- Ada beberapa bahasa gaul terdengar kasar atau tidak pantas digunakan dalam situasi yang formal
- Karna perkembangan zaman sekarang yang menganggap bahasa gaul itu keren kebanyakan anak muda akan malas berbahasa Indonesia yang baku dan sebagian akan malas mempelajari kaidah bahasa Indonesia yang baku atau bahkan dua-duanya
- Jika bahasa gaul dilakukan terus menerus seiring berkembangnya zaman, lama kelamaan masyarakat Indonesia bisa melupakan cara berbahasa Indonesia yang baik dan benar.
Bahasa gaul tidak terlepas dari perkembangan zaman, teknologi dan media sosial. Contohnya seperti TikTok, Instagram, Facebook, Twitter dan lain-lain. Yang dimna itu menjadi tempat utama terjadinya dan tersebarnya kosakata-kosaka baru atau istilah-istilah gaul yang baru.
Kesimpulan
Bahasa gaul merupakan bentuk kreativitas berbahasa yang muncul dari kebutuhan masyarakat, khususnya kalangan muda, untuk mengekspresikan diri secara lebih bebas, santai, dan modern. Bahasa ini berkembang pesat melalui media sosial, lingkungan pertemanan, hingga dunia hiburan. Kemunculan bahasa gaul menandakan bahwa bahasa adalah sesuatu yang hidup, dinamis, dan terus berubah mengikuti perkembangan zaman serta budaya masyarakat yang menggunakannya. Dalam konteks ini, bahasa gaul memiliki sisi positif sebagai sarana mempererat hubungan sosial, menciptakan rasa kebersamaan, dan menjadi wadah inovasi dalam komunikasi sehari-hari.
Namun, di balik keunikannya, bahasa gaul juga membawa sejumlah dampak terhadap keberadaan bahasa Indonesia baku. Salah satu dampak yang paling menonjol adalah tergerusnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan remaja. Banyak generasi muda yang lebih memilih menggunakan bahasa gaul dalam komunikasi formal maupun informal tanpa menyadari bahwa hal tersebut dapat menurunkan rasa hormat terhadap kaidah bahasa baku. Akibatnya, muncul kecenderungan untuk mencampuradukkan bahasa Indonesia dengan istilah asing, singkatan, atau kata-kata tidak baku yang dapat mengaburkan makna dan mengurangi kejelasan pesan yang disampaikan.
Selain itu, penggunaan bahasa gaul secara berlebihan dapat menimbulkan kesenjangan bahasa antar generasi. Orang yang tidak mengikuti perkembangan istilah gaul mungkin akan kesulitan memahami percakapan anak muda, sehingga komunikasi antarusia menjadi kurang efektif. Lebih jauh lagi, apabila kebiasaan menggunakan bahasa gaul tidak diimbangi dengan pemahaman terhadap bahasa baku, hal ini berpotensi menurunkan kualitas berbahasa generasi muda, baik dalam penulisan akademik, komunikasi resmi, maupun dunia kerja yang menuntut ketepatan dan kejelasan berbahasa.
Meskipun demikian, bahasa gaul tidak dapat serta-merta dianggap sebagai ancaman bagi bahasa Indonesia baku. Justru, keberadaannya dapat menjadi pelengkap selama penggunaannya ditempatkan secara tepat dan proporsional. Bahasa gaul dapat digunakan dalam situasi santai atau informal, sementara bahasa Indonesia baku tetap digunakan dalam konteks resmi seperti pendidikan, pemerintahan, dan komunikasi profesional. Dengan demikian, yang terpenting adalah kemampuan masyarakat untuk menempatkan bahasa sesuai konteksnya serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian bahasa Indonesia baku sebagai identitas nasional.
Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa bahasa gaul merupakan cerminan dinamika sosial dan budaya masyarakat modern yang membawa pengaruh besar terhadap pola komunikasi, termasuk terhadap bahasa Indonesia baku. Pengaruhnya bisa bersifat positif maupun negatif tergantung pada cara penggunaannya. Oleh karena itu, diperlukan sikap bijak, kesadaran berbahasa, serta peran aktif pendidikan dan media dalam menanamkan nilai-nilai kebahasaan yang benar. Dengan keseimbangan antara kreativitas berbahasa dan pemeliharaan kaidah baku, bahasa Indonesia akan tetap hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan bangsa di tengah arus globalisasi dan perubahan zaman.
admin
06 Jun 2026
By : Livia Salsabila Siregar, Apresiasi drama memiliki peran penting dalam pembelajaran sastra karena lewat drama siswa tidak hanya membaca cerita, tetapi juga memahami kehidupan yang digambarkan di dalamnya. Dalam drama, siswa bisa melihat bagaimana tokoh berbicara, bersikap, dan menghadapi masalah yang terjadi. Saat mempelajari drama, siswa juga belajar memahami karakter tokoh, alur cerita, suasana, …
admin
06 Jun 2026
By: Aulia Alvira, Secara kasat mata, puisi hanyalah deretan kata yang berbaris di atas kertas. Ia sering kali dituduh sebagai karya yang rumit, penuh teka-teki, bahkan berjarak dari realitas kehidupan sehari-hari. Namun, bagi mereka yang mau meluangkan waktu untuk berhenti sejenak dan membaca dengan hati, puisi berubah menjadi sebuah cermin ajaib. Mengapresiasi puisi bukan sekadar …
admin
06 Jun 2026
By: Filzah Shahirah, Dalam ilmu bahasa dan sastra, menyimak sering kali dianggap sebagai keterampilan yang pasif dan terjadi secara alami. Padahal, menyimak (listening) sangat berbeda dengan sekadar mendengar (hearing). Mendengar hanyalah proses fisik masuknya suara ke telinga, sedangkan menyimak adalah sebuah tindakan aktif-kognitif untuk mencerna makna, menghayati rasa, dan mengevaluasi informasi secara kritis. Menyimak adalah …
admin
06 Jun 2026
By: Siti Nurhalizah Lubis, Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang fundamental dalam kehidupan manusia. Bagi anak-anak, kemampuan berbicara bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga cerminan perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka. Sejak lahir, anak telah memiliki potensi bahasa yang luar biasa. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang optimal tanpa stimulasi yang tepat dari lingkungan …
admin
06 Jun 2026
By : Siti Fadillah Suyoto, Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Dalam konteks pembelajaran, teknologi digital telah menciptakan paradigma baru yang menawarkan berbagai kemungkinan inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa, pendidik terus mencari berbagai strategi dan inovasi pembelajaran yang efektif. …
admin
06 Jun 2026
By: Nur Maghfirah Fakhri, Kemampuan berbicara merupakan bagian penting dalam keterampilan berbahasa yang berperan langsung dalam aktivitas komunikasi sehari-hari. Dalam dunia pendidikan, berbicara tidak sekadar digunakan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga mencerminkan kemampuan seseorang dalam berpikir, memahami, dan mengungkapkan gagasan secara runtut. Oleh sebab itu, pengembangan kemampuan ini perlu dilakukan secara terencana agar dapat mendukung …
18 Dec 2024 3.119 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
01 Apr 2025 2.165 views
By: Reza Widya Lubis Provinsi Riau dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan budaya dan kearifan lokal, terutama yang berasal dari tradisi Melayu. Kearifan lokal ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari seni, adat istiadat, sastra lisan, hingga filosofi hidup masyarakatnya. Namun, di era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan masuknya budaya …
03 Jan 2025 1.584 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
Comments are not available at the moment.