LIMA PELAJAR TERSESAT DI GUNUNG SIMBOLONBERHASIL DIEVAKUASI TIM GABUNGAN, SELAMAT TANPACIDERA
- account_circle admin
- calendar_month 17/11/2025
- visibility 266
- comment 0 komentar
- label Berita
Simalungun, Operasi pencarian dan penyelamatan yang melibatkan tim gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi lima pelajar SMA yang tersesat saat melakukan pendakian di Gunung Dolok Simbolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Kelima pelajar tersebut berusia 17 tahun berhasil ditemukan tim gabungan dengan kondisi selamat tanpa luka dan cidera setelah dikabarkan hilang kontak selama beberapa jam di kawasan pegunungan Dilok Simbolon, Senin ( 17/11/25).
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Simalungun, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Verry Purba, saat dikonfirmasi pada hari Senin, 17 November 2025, sekitar pukul 15.30 WIB, menjelaskan kronologi kejadian yang menimpa kelima pelajar tersebut.
Berdasarkan hasil interogasi terhadap warga setempat, diketahui bahwa kelima pelajar tersebut tiba di Dusun Kampung Baru pada hari Minggu, 16 November 2025, dan menitipkan tiga unit sepeda motor kepada warga bernama Apan Sidauruk sebelum melakukan pendakian.
“Warga atas nama Apan Sidauruk sempat menyampaikan agar ketika melakukan pendakian kiranya dapat berhati-hati,” ucap AKP Verry Purba menyampaikan kesaksian warga.
Para pelajar tersebut berhasil ditemukan, setelah hilang sekira 7 jam oleh warga setempat. Persisnya ditemukan sekitar pukul 22.00 WIB, dan baru bisa turun, dan tiba di kaki gunung pada pukul 03.00 WIB dini hari, Senin (17/11/2025).
“Minggu pagi mereka berangkat, nggak niat bermalam,” ujarnya melalui sambungan telepon, Senin (17/11/2025).
Berawal dari anaknya yang tidak bisa di hubungi, orang tua D merasa khawatir. Tak lama kemudian, masuk pesan singkat whatsapp masuk ke ponselnya.
“Anak saya nggak bisa dihubungi, tapi tiba-tiba masuk WA. Mak, hubungi Basarnas, kami tersesat. Habis itu ditelepon tidak bisa lagi,” tuturnya.
Lanjutnya, ia mencari tahu teman-teman anaknya. Keluarga para pelajar itu pun mengambil inisiatif, dan langsung menuju lokasi.
Mereka tiba di kaki gunung sekitar pukul 20.00 WIB. Sebelum tim Basarnas tiba, keluarga meminta bantuan warga setempat untuk melakukan pencarian.
“Kami minta tolong sama warga, anak kami ketemu sama warga jam 10 malam di atas,” ucapnya.
Dipaparkan orang tua D, para pelajar yang mendaki tersebut, sempat mencapai puncak dan berfoto. Namun, dalam perjalanan turun, mereka tersesat.
“Mereka mendengar suara air, rupanya tidak ada airnya. Tapi dengar suara air lagi, cuma tidak ketemu air juga. Jadi mau naik ke atas lokasi awal, cuma tidak ketemu lagi,” ujar warga Rambung Merah tersebut. (Hendrik)
Berkat kerja keras tim gabungan dan bantuan empat orang warga Dusun Kampung Baru bernama Alex Pauli Siburian, Imanuel Sidabutar, Darwin Sitinjau, dan Hermon Sidabutar, kelima pendaki berhasil ditemukan sekitar pukul 00.00 WIB dalam keadaan selamat.
Kelima pelajar yang tersesat tersebut adalah Diaz Hasanul Ahda, Dwi Zikri Afrizal, Roby Hafiz Daulay, Bima Azwan Khairy, dan Mahendra. Semuanya berusia 17 tahun dan merupakan pelajar SMA dari Pematang Siantar dan Simalungun.
Kelima pelajar yang selamat langsung diterima oleh keluarga masing-masing dengan penuh haru. Sebagai bentuk syukur dan terima kasih, pihak keluarga menggelar acara pemberian boras tenger (beras kuning), ucapan terima kasih kepada tim penyelamat, dan ditutup dengan doa bersama.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi para pendaki untuk selalu berhati-hati dan mempersiapkan diri dengan matang sebelum melakukan pendakian gunung. Respons cepat dan koordinasi yang solid antara Polri, TNI, pemerintah daerah, BPBD, dan masyarakat setempat berhasil menyelamatkan nyawa kelima remaja tersebut.

Saat ini belum ada komentar