Home » Berita » LITERASI DIGITAL SEBAGAI SARANA PELESTARIAN BAHASA DAERAH

LITERASI DIGITAL SEBAGAI SARANA PELESTARIAN BAHASA DAERAH

admin 01 Apr 2025 497

By: Pitria Nurul Saputri

    Seiring dengan meningkatnya standar hidup masyarakat mengalami perubahan, terutama dalam cara mereka mengumpulkan dan mengonsumsi informasi. Selama periode globalisasi dan revolusi industri 4.0, teknologi informasi telah berkembang pesat, memungkinkan orang untuk mengakses informasi dari seluruh dunia kapan saja dan di mana saja. Kemajuan ini tidak hanya mempermudah berbagai tugas, tetapi juga membuka peluang besar di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam upaya pelesatarian budaya. Salah satu keunggulan utama dalam literasi digital adalah kemampuannya untuk menangkap, memproses, menyimpan, dan menyebarkan informasi dengan lebih efisien. Jika dimanfaatkan dengan tepat, literasi digital dapat menjadi alat penting dalam melindungi warisan budaya, seperti bahasa daerah, sehingga tetap lestari di tengah pesatnya modernisasi.

    Dalam literasi digital terdapat dua aspek utama, yaitu konseptual dan operasional. Aspek operasional terlihat dalam pendidikan di mana siswa menggunakan komputer dan internet di sekolah maupun universitas. Di tengah modernisasi, masyarakat tetap perlu menghargai budaya mereka, terutama bahasa daerah. Bahasa daerah merupakan bagian integral dari budaya dan hasil kreativitas nenek moyang dalam berkomunikasi. Oleh karena itu, diperlukan strategi untuk melestarikan bahasa daerah di era kemajuan teknologi.

    Salah satu cara mempertahankan bahasa daerah adalah dengan menerapkan literasi digital. Literasi bahasa daerah dapat diterapkan dalam keluarga, sekolah dan masyarakat. Di lingkungan keluarga, orangtua perlu menumbuhkan kecintaan anak terhadap bahasa daerah dengan membiasakan mereka berkomunikasi dalam bahasa tersebut. Selain itu, orang tua juga perlu memperkenalkan anak pada berbagai konten digital, seperti buku, film animasi, dan lagu-lagu agar bahasa daerah tetap dikenal oleh generasi muda.

    Dalam dunia pendidikan, sekolah dan perguruan tinggi dapat memanfaatkan teknologi untuk melestarikan bahasa daerah. Pemanfaatan e-learning bahasa daerah, pengembangan kamus digital, serta pembuatan konten edukasi seperti video pembelajaran merupakan langkah efektif dalam melestarikan bahasa daerah. Selain itu, sekolah dapat mengadakan kompetisi literasi digital dalam bahasa daerah, seperti menulis cerita anak atau membuat vlog dalam bahasa tersebut.

    Dengan literasi digital sebagai alat pelestarian bahasa daerah, masyarakat semakin melek teknologi dan tetap mampu mempertahankan identitas budaya mereka. Kemajuan teknologi seharusnya tidak menjadi ancaman bagi keberadaan bahasa daerah, melainkan menjadi peluang untuk mengenalkannya kepada generasi mendatang. Jika setiap individu menyadari pentingnya melestarikan bahasa daerah, maka warisan budaya tersebut akan tetap terjaga dan berkembang seiring perkembangan zaman.

    Dengan menggunakan literasi digital sebagai alat untuk melestarikan bahasa daerah masyarakat menjadi lebih sadar teknologi dan mampu mempertahankan identitas budayanya. Kemajuan teknologi seharusnya tidak menjadi ancaman terhadap keberadaan bahasa daerah, tetapi menjadi kesempatan yang baik untuk memperkenalkan kepada generasi selanjutnya. Oleh karena itu, setiap orang memiliki peran dalam melestarikan warisan ini. Mulailah dengan hal-hal kecil seperti berdiskusi menggunakan bahasa daerah, menciptakan atau membagikan konten digital dalam bahasa daerah, hingga mendukung inisiatif edukasi berbasis teknologi. Jika kita semua berkontribusi, maka bahasa daerah dapat terus hidup dan berkembang di tengah modernisasi.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pengembangan Membaca Permulaan Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

admin

30 May 2026

By: Khairunnisa Sihotang, Membaca merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang paling fundamental dalam kehidupan manusia modern. Kemampuan membaca tidak lahir secara alamiah, melainkan harus dipelajari dan dibimbing secara sistematis sejak usia dini. Dalam konteks pendidikan formal di Indonesia, pengajaran membaca dimulai dari tahap yang paling awal yang dikenal dengan istilah membaca permulaan (beginning reading). Membaca permulaan …

Pengembangan Menyimak / Storytelling

admin

30 May 2026

By: Nikita Karin, Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia memiliki empat keterampilan dasar yang harus dikuasai oleh peserta didik, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Di antara keempat keterampilan tersebut, menyimak merupakan keterampilan pertama yang dikuasai manusia sejak lahir, namun ironisnya justru paling sering diabaikan dalam proses pembelajaran di sekolah. Salah satu metode yang dianggap efektif …

DOSEN UMN AL-WASHLIYAH GELAR PELATIHAN INTEGRASI NILAI TATA KRAMA DALAM PEMBELAJARAN DI MTS USWATUN HASANAH BINJAI

admin

08 Feb 2026

Binjai — Dosen Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah, M. Faisal Husna, S.Sos., S.Pd., M.H., melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk Pelatihan Guru dalam Integrasi Nilai Tata Krama ke dalam Pembelajaran di MTs Uswatun Hasanah Binjai, Sabtu (13/12/2025). Kegiatan ini diikuti oleh para guru MTs Uswatun Hasanah Binjai dan berlangsung dengan antusias. Kegiatan pengabdian tersebut …

DOSEN UMN AL-WASHLIYAH LAKSANAKAN PENGABDIAN MASYARAKAT DI SMAS UNGGULAN UMMU RAHMAH PATUMBAK

admin

06 Feb 2026

Patumbak — Tim dosen Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMAS Unggulan Ummu Rahmah Patumbak, Desa Patumbak Kampung, Kecamatan Patumbak, pada Selasa, 3 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 12 orang guru SMAS dan disambut langsung oleh Kepala Sekolah, Nazra Indrawati, S.E., M.Pd. Pengabdian masyarakat ini mengusung penguatan kapasitas guru …

PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS BIKIN BELAJAR SISWA MAKIN FOKUS

admin

25 Jan 2026

Jakarta, 1 Desember 2025 — Beberapa sekolah sekarang mulai ngerasain manfaat dari program Makan Bergizi Gratis yang baru aja jalan minggu ini. Program ini dibuat supaya siswa bisa belajar lebih fokus karena kebutuhan makan mereka sudah terpenuhi. Banyak guru dan orang tua yang senang karena anak-anak jadi lebih siap mengikuti pelajaran. Di sekolah-sekolah yang ikut …

PULIHKAN SEMANGAT BELAJAR ANAK PASCABANJIR, UMN AL-WASHLIYAH GELAR PENGABDIAN NASIONAL DI ACEH TAMIANG

admin

21 Jan 2026

Aceh Tamiang — Tim dosen Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah Medan melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Nasional di Lembaga Bimbingan Belajar SANG JUARA, Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (14/1/2026). Kegiatan ini menyasar anak-anak dan masyarakat yang terdampak banjir besar yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Mengusung tema “Pemulihan dan Penguatan Pendidikan …