Home » Publikasi » Critical Review » MENGANALISIS DALAM PENGEMBANGAN BAHAN AJAR

MENGANALISIS DALAM PENGEMBANGAN BAHAN AJAR

admin 21 Dec 2025 79

By: Mawar Nur Ayu, Bahan ajar merupakan salah satu komponen esensial dalam proses pembelajaran. Keberadaannya tidak hanya menjadi sarana penyampaian materi, tetapi juga menjadi pedoman bagi guru dan peserta didik dalam mengarahkan kegiatan belajar mengajar. Bahan ajar yang baik seharusnya memenuhi prinsip-prinsip pengembangan, seperti relevansi, keterpaduan, konsistensi, kontekstualitas, serta mampu membangun kreativitas dan kemandirian siswa.

Dalam kajian ini, penulis menganalisis sebuah bahan ajar resmi, yakni Buku Bahasa Indonesia SMP Kelas VII  Buku ini digunakan secara luas di sekolah menengah pertama di Indonesia dan menjadi salah satu sumber utama dalam pembelajaran bahasa Indonesia.

Analisis ini akan mencakup identifikasi kelebihan dan kekurangan bahan ajar, kemudian dilanjutkan dengan pengembangan atau revisi . Tujuannya adalah menghasilkan gagasan perbaikan agar bahan ajar lebih relevan dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21.

Analisis Bahan Ajar

Struktur dan Isi

Buku Bahasa Indonesia Kelas VII terdiri dari enam bab utama, yaitu:

  1. Jelajah Nusantara (teks deskripsi)
  2. Berkelana di Dunia Imajinasi (puisi rakyat dan cerita fantasi)
  3. Hal yang Baik bagi Tubuh (teks prosedur)
  4. Aksi Nyata Para Pelindung Bumi (teks berita)
  5. Membuka Gerbang Dunia (teks tanggapan), 6. Sampaikan Melalui Surat (teks surat dan pesan).

Setiap bab diawali dengan pertanyaan pemantik, dilanjutkan tujuan pembelajaran, teks bacaan utama, aktivitas siswa (membaca, menyimak, menulis, berdiskusi), serta ditutup dengan refleksi.

Kelebihan

  1. Relevansi Materi

Buku memuat teks otentik dari berbagai sumber, misalnya pengalaman wisata, berita digital, pamflet, hingga cerita fantasi. Hal ini membantu siswa melihat keterkaitan bahasa dengan kehidupan nyata.

  1. Variasi Aktivitas

Tidak hanya membaca dan menjawab pertanyaan, siswa diajak menulis blog, membuat vlog, menilai pamflet wisata, serta berdiskusi. Aktivitas ini melatih keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kreativitas.

  1. Penyajian Visual

Ilustrasi, tabel, dan gambar mendukung pemahaman siswa. Misalnya, dalam Bab I disediakan pamflet wisata dan gambar objek untuk memandu deskripsi.

  1. Keterpaduan Keterampilan Berbahasa

Buku tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga aspek psikomotorik dan afektif melalui kegiatan menyimak, berbicara, menulis, dan merefleksi.

Kekurangan

  1. Bahasa yang Relatif Kompleks

Beberapa teks menggunakan istilah yang sulit dipahami siswa kelas VII, misalnya istilah ilmiah pada pamflet wisata (jenis flora dan fauna, data iklim).

  1. Kurangnya Integrasi Teknologi Digital

Walau ada aktivitas membuat vlog atau blog, panduan masih terbatas. Buku belum sepenuhnya memanfaatkan literasi digital, padahal siswa SMP sangat akrab dengan media sosial.

  1. Penekanan Evaluasi

Latihan soal lebih banyak menekankan keterampilan menjawab pertanyaan literal. Aspek reflektif dan evaluatif, seperti menilai isi teks secara kritis, belum digarap secara mendalam.

  1. Minimnya Konteks Lokal

Contoh teks sebagian besar berasal dari daerah tertentu. Akan lebih baik jika disertakan ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi budaya lokal mereka sendiri.

Berdasarkan teori pengembangan bahan ajar, terdapat beberapa prinsip penting yang perlu diperhatikan:

  1. Relevansim: Materi harus sesuai dengan kebutuhan siswa, capaian pembelajaran, serta perkembangan zaman.
  2. Konsistensi: Keselarasan antara tujuan, isi, metode, dan evaluasi harus terjaga.
  3. Kecukupan: Materi tidak boleh terlalu sedikit sehingga tujuan tidak tercapai, namun juga tidak berlebihan sehingga membingungkan siswa.
  4. Variasi: Penyajian perlu bervariasi (teks, audio, visual, digital) agar siswa tidak bosan.
  5. Keterpaduan: Setiap bab harus terhubung dengan keterampilan berbahasa yang lain.
  6. Kontekstualisasi: Materi perlu dikaitkan dengan pengalaman nyata siswa.
  7. Aktualisasi: Materi harus memperhatikan perkembangan teknologi, sosial, dan budaya terkini.

Usulan Revisi dan Pengembangan

Berdasarkan analisis, penulis mengajukan beberapa revisi agar bahan ajar lebih relevan dengan kebutuhan siswa SMP saat ini:

  1. Penyederhanaan Bahasa Teks

Beberapa bacaan perlu diadaptasi dengan bahasa yang lebih sederhana, tanpa mengurangi substansi. Istilah ilmiah dapat diberi glosarium yang lebih detail.

  1. Integrasi Literasi Digital
  • Aktivitas perlu diperkuat dengan proyek digital, misalnya:

Membuat poster digital tentang pelestarian lingkungan,

  • Menulis resensi buku di platform daring
  • Membuat podcast atau video pendek terkait teks deskripsi atau berita.
  1. Penguatan Literasi Kritis

Latihan soal dapat diperluas menjadi analisis kritis, misalnya: membandingkan teks berita asli dengan berita hoaks, atau menilai pamflet wisata dari sisi promosi dan etika.

  1. Menulis deskripsi tentang objek wisata

Siswa didorong menulis deskripsi tentang objek wisata di daerah mereka sendiri. Hal ini membuat pembelajaran lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari.

  1. Peningkatan Aspek Afektif dan Kolaboratif

Disediakan lebih banyak aktivitas kelompok, seperti debat, pementasan cerita fantasi, atau simulasi menulis surat resmi bersama.

  1. Penyusunan Evaluasi yang Lebih Berimbang

Selain soal pilihan ganda atau uraian, evaluasi bisa berupa proyek, portofolio, dan penilaian teman sebaya.

  1. Penguatan Refleksi

Bagian refleksi di akhir bab sebaiknya dilengkapi panduan pertanyaan lebih mendalam, misalnya: “Apa hal baru yang kamu pelajari tentang dirimu melalui teks ini?”

Contoh Revisi pada Bab I “Jelajah Nusantara”

Teks Asli

Deskripsi Pantan Terong menggunakan bahasa yang cukup panjang dan detail, namun beberapa istilah ilmiah (contoh: “semburat cahaya” atau “instagramable”) bisa membingungkan siswa.

Usulan Revisi

Menyediakan glosarium sederhana: semburat cahaya yang samar dan menyebar; instagramable indah untuk dijadikan latar foto di Instagram.

Menambahkan aktivitas digital: siswa membuat postingan media sosial dengan caption deskriptif tentang tempat wisata di daerah mereka.

Menyertakan pertanyaan reflektif: Apa manfaat mendeskripsikan keindahan alam dengan bahasa yang menarik bagi promosi wisata daerahmu?

            Buku Bahasa Indonesia Kelas VII SMP secara umum telah memenuhi fungsi sebagai bahan ajar dengan struktur sistematis, teks yang beragam, serta aktivitas yang bervariasi. Namun, untuk menjawab tantangan pendidikan abad ke-21, perlu dilakukan pengembangan yang lebih menekankan literasi digital, literasi kritis, dan konteks lokal.

            Dengan revisi berupa penyederhanaan bahasa, integrasi teknologi, penguatan refleksi, serta keterkaitan dengan budaya sekitar, buku ini dapat menjadi bahan ajar yang lebih relevan, menarik, dan efektif. Pada akhirnya, pengembangan bahan ajar bukan hanya menambah pengetahuan bahasa tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif yang sangat penting di era modern.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
LAPORAN ANALISIS DAN VERSI REVISI BAHAN AJAR  BAHASA INDONESIA KELAS X SMA / MAK TENTANG LITERASI DALAM BELAJAR 

admin

16 Jan 2026

By: Rizky Fadhilah Pendahuluan Buku Bahasa Indonesia Kelas X SMA/MAK yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (edisi revisi 2017) merupakan bahan ajar yang dirancang untuk mendukung pelaksanaan Kurikulum 2013. Buku ini mengarahkan pembelajaran bahasa Indonesia pada pengembangan kompetensi berbahasa dan bersastra peserta didik melalui pendekatan ilmiah (scientific approach), literasi, dan pembelajaran berbasis teks. Sebagai …

ANALISIS BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA SMP KELAS 9

admin

16 Jan 2026

By: NABILA AULIA PUTRI PENDAHULUAN Pembelajaran Bahasa Indonesia di era transformasi digital bertujuan membentuk warga negara yang cakap berbahasa, baik dalam konteks formal maupun dalam menghadapi dinamika informasi yang masif. Buku teks “Bahasa Indonesia” SMP Kelas IX (terbitan 2022) oleh Kemendikbudristek hadir sebagai respons terhadap implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pada capaian pembelajaran berbasis kompetensi …

LAPORAN ANALISIS DAN REVISI BAHAN AJARBAHASA INDONESIA (TEKS EKSPOSISI) UNTUK SMK

admin

16 Jan 2026

By: Siti Nurhalijah Bahan ajar adalah salah satu komponen utama dalam kegiatan pembelajaran. Tanpa adanya bahan ajar yang jelas, terstruktur, dan relevan, proses belajar mengajar cenderung berjalan tanpa arah. Bahan ajar tidak hanya berfungsi sebagai sumber informasi, tetapi juga menjadi pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran, baik untuk guru maupun siswa. Guru membutuhkan bahan ajar untuk menyusun …

PENGEMBANGAN DAN REVISI BAHAN AJAR LKS BAHASA INDONESIA KELAS VIII

admin

21 Dec 2025

By: Ria Wahyuni Manik Deskripsi dan Analisis Visual Bahan Ajar Eksisting Bahan ajar yang dianalisis adalah buku teks berjudul “Intensif Bahasa Indonesia” untuk tingkat kelas VIII SMP/MTs, diterbitkan oleh Penerbit Usaha Makmur Solo (Yrama Widya). Karakteristik Visual: Desain Sampul: Menggunakan warna kuning cerah dengan aksen ungu dan pola geometris dinamis (heksagon dan persegi panjang). Elemen …

ANALISIS DAN STRATEGI REVISI BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS IX SMP/MTS: STUDI KASUS TEKS LAPORAN HASIL PERCOBAAN

admin

21 Dec 2025

By: Dinda Mutia PENDAHULUAN Bahan ajar merupakan pondasi utama dalam mendukung pencapaian tujuan pembelajaran di sekolah. Kualitas bahan ajar sangat menentukan keberhasilan pengembangan potensi peserta didik, baik dari aspek pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Dalam era digital, bahan ajar dituntut untuk terus beradaptasi agar pembelajaran menjadi lebih bermakna, kontekstual, dan relevan. Analisis ini mengkaji Bab 1 …

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEKS ANEKDOT (KELAS X SMA)

admin

21 Dec 2025

By: Adzkia Al Adha Nihayatun Nufus, 1. Deskripsi Umum Bahan Ajar Bahan ajar yang dianalisis adalah Modul Pembelajaran SMA Bahasa Indonesia Kelas X yang berbasis Kurikulum 2013 (K13). Fokus materi utama adalah Teks Anekdot, yang didefinisikan sebagai cerita lucu berisi sindiran atau pesan moral berdasarkan kisah nyata atau peristiwa kehidupan. Modul ini mencakup komponen struktur …