Beranda » Berita » MENINGKATKAN KOMPETENSI MAHASISWA CALON GURU MELALUI MODUL MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL BERBASIS ALUR MERDEKA

MENINGKATKAN KOMPETENSI MAHASISWA CALON GURU MELALUI MODUL MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL BERBASIS ALUR MERDEKA

Dalam upaya meningkatkan kualitas mahasiswa calon guru di era digital, dosen-dosen Universitas Asahan melaksanakan kegiatan Penelitian di lingkungan FKIP Universitas Asahan pada 28 Februari 2025. Tim penelitian yang diketuai oleh Dr. Khairun Nisa, M.Pd., dengan anggota Ely Syafitri, M.Pd., Elfira Rahmadani, S.Pd.I., M.Pd., Syarinah Junianti Hasibuan, dan Dewi Susanti Purba menghadirkan pendekatan inovatif dalam pengembangan perangkat ajar, yaitu dengan merancang modul mata kuliah Media Pembelajaran Digital berbasis Alur Merdeka.

Kegiatan ini merupakan bagian dari hibah penelitian internal Yayasan Universitas Asahan tahun 2025, yang bertujuan mendukung pengembangan kurikulum dan pembelajaran inovatif di lingkungan perguruan tinggi. Program ini selaras dengan strategi inovasi kurikulum yang mengadopsi prinsip Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM), di mana mahasiswa diberikan ruang untuk belajar secara mandiri, kreatif, dan berbasis proyek. Modul yang dirancang mengintegrasikan penggunaan teknologi digital terkini dengan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman nyata (experiential learning).

“Modul berbasis Alur Merdeka ini tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi lebih pada pengembangan kompetensi kreatif dan reflektif calon guru dalam merancang media pembelajaran berbasis teknologi,” ujar Dr. Khairun Nisa, M.Pd., Ketua Tim Penelitian Universitas Asahan.

Kegiatan ini melibatkan lebih dari 25 mahasiswa calon guru dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, serta sejumlah dosen pembimbing yang terlibat langsung dalam penyusunan dan implementasi modul. Para mahasiswa mendapatkan pelatihan intensif dalam merancang media digital interaktif, mulai dari infografis, video pembelajaran, hingga aplikasi sederhana berbasis Android.

Hasil evaluasi awal menunjukkan bahwa lebih dari 90% mahasiswa merasa modul ini membantu mereka memahami konsep media digital secara lebih aplikatif. Selain itu, terjadi peningkatan signifikan dalam keterampilan berpikir kritis dan kreatif mahasiswa dalam tugas-tugas berbasis proyek.

“Modul ini mendorong kami untuk berpikir lebih luas dan inovatif. Kami tidak hanya membuat media, tetapi juga belajar bagaimana memilih teknologi yang sesuai untuk berbagai kebutuhan pembelajaran,” ujar Rizki Amelia, salah satu mahasiswa peserta kegiatan.

Keberhasilan program ini juga diperkuat oleh temuan sejumlah penelitian. Misalnya, penelitian oleh Raharjo dan Suparman (2021) yang menunjukkan bahwa penggunaan modul berbasis MBKM mampu meningkatkan kemandirian dan kreativitas mahasiswa secara signifikan. Sementara itu, studi oleh Simamora dan Pohan (2023) menekankan bahwa integrasi proyek berbasis teknologi dalam kurikulum calon guru memperkuat kesiapan profesional mahasiswa di lapangan.

“Dengan penerapan Alur Merdeka dalam perancangan modul, kami optimistis lulusan FKIP Universitas Asahan akan lebih siap menghadapi tantangan dunia pendidikan di era transformasi digital,” tambah Dr. Khairun Nisa, M.Pd.

Diharapkan, program ini menjadi langkah awal dalam membangun budaya akademik yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan zaman di lingkungan FKIP Universitas Asahan. Semangat kolaboratif antara dosen dan mahasiswa menjadi fondasi utama dalam membentuk calon pendidik yang berkarakter, berdaya saing global, dan mampu membawa perubahan positif dalam dunia pendidikan Indonesia. Inoe 3/5

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less