Home » Publikasi » Critical Review » MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 9

MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 9

admin 30 Nov 2025 231

By: Deyana Riama Sihombing. Modul bahasa Indonesia ini adalah bahan ajar yang diterbitkan oleh EKSIS, khusus untuk SMP/MTs kelas 9 semester 1, dan mengikuti Kurikulum Merdeka. Bahan ajar ini tampaknya berupa Lembar Kerja Siswa (LKS) atau materi tambahan yang digunakan dalam proses belajar mengajar.

Poin positif dari bahan ajar ini adalah:

  1. Sesuai dengan Kurikulum Merdeka: Materi yang ada dalam modul ini seharusnya relevan dengan Capaian Pembelajaran (CP) terbaru, serta menekankan pada pengembangan kompetensi secara menyeluruh.
  2. Terkait dengan konsep yang lebih luas: Terdapat logo “Profil Pelajar Pancasila” dan “Soal AKM” (Asesmen Kompetensi Minimum), yang menunjukkan bahwa modul ini mencoba mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dan fokus pada literasi serta numerasi, yang diukur melalui tes AKM.

  1. Fokus Keterampilan Tinggi: Logo “Soal HOTS” menunjukkan upaya untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan menyelesaikan masalah siswa, bukan hanya menghafal.
  2. Tujuan Jelas: Soal ini disediakan khusus untuk siswa SMP/MTs di Semester 1 Kelas 9.

Poin yang Perlu Dipertimbangkan atau Ditingkatkan:  

  1. Keterlibatan Siswa: Karena berbentuk modul atau LKS cetak, perlu dipastikan bahwa isi modul tidak hanya berupa instruksi dan soal yang bersifat satu arah, tetapi juga dapat memicu diskusi, eksplorasi, serta proyek mandiri.
  2. Konteks Lokal dan Kekinian: Bahan ajar mata pelajaran Bahasa Indonesia sebaiknya menggunakan teks, wacana, dan contoh yang sangat relevan dengan konteks lokal dan kekinian agar sesuai dengan kehidupan sehari-hari siswa, seperti penggunaan media sosial, berita online, atau isu lokal. Sayangnya, visual buku tidak secara eksplisit menunjukkan hal tersebut.
  3. Diferensiasi: Kurikulum Merdeka menekankan pembelajaran yang berdiferensiasi. Namun, bahan ajar cetak seringkali sulit untuk mengakomodasi berbagai tingkat kemampuan dan gaya belajar siswa.

Pengembangan dan Penyempurnaan Bahan Ajar Bahasa Indonesia Kelas 9  

  1. Prinsip Pengembangan: Relevansi dan Konsistensi  

Prinsip ini berarti bahan ajar harus sesuai dengan Capaian Pembelajaran (CP) Kurikulum Merdeka.Materi tidak boleh terlalu banyak atau menyimpang dari tujuan pembelajaran. Materi harus fokus pada hal-hal utama yang mendukung pembelajaran nasional, agar guru dan siswa tidak terbebani.

Revisi yang Disarankan:  

  • Tambahkan peta konsep visual di awal setiap bab atau unit untuk menunjukkan hubungan antar-Capaian Pembelajaran (CP).
  • Peta konsep tersebut bisa berupa diagram sederhana seperti mind map atau flowchart, yang menghubungkan CP utama, tujuan spesifik, dan materi yang dibahas.

Contoh: Dalam unit teks eksposisi, peta konsep bisa menunjukkan CP tentang “memahami dan membuat teks nonfiksi” dengan panah yang menyambung ke subtopik seperti struktur teks dan analisis argumen.

  • Pastikan setiap bagian materi hanya meliputi hal-hal yang disebutkan dalam CP Kurikulum Merdeka.
  • Hapus atau ubah contoh teks yang tidak relevan dengan konteks Indonesia saat ini.
  • Tulis penjelasan eksplisit mengenai CP di bagian awal unit, seperti: “Unit ini membantu mencapai CP 3.2: Siswa mampu menganalisis teks eksposisi untuk menyampaikan gagasan secara logis.”
  1. Prinsip Pengembangan: Kecukupan

Prinsip ini memastikan bahwa materi dalam bahan ajar cukup untuk mencapai CP, tidak kurang atau berlebihan. Bahan ajar juga harus memanfaatkan sumber daya modern seperti gambar, video, atau audio agar pembelajaran lebih menarik dan fleksibel. Kecukupan ini dicapai dengan menggabungkan berbagai bentuk media dalam buku cetak, sehingga siswa dapat belajar dengan berbagai cara.

Revisi yang direkomendasikan:  

Tambahkan peta konsep visual di awal setiap bab atau unit agar siswa lebih memahami hubungan antar-Capaian Pembelajaran (CP).

Peta konsep ini harus mudah dipahami, menggunakan diagram sederhana seperti mind map atau flowchart. Diagram ini harus menunjukkan keterkaitan antara CP utama, tujuan pembelajaran spesifik, dan bagian-bagian materi dalam unit tersebut.

Contoh: Pada unit teks eksposisi, peta konsep dapat menjelaskan CP terkait “memahami dan menghasilkan teks nonfiksi” dengan panah yang menghubungkan ke subtopik seperti struktur teks dan analisis argumen.

Pastikan setiap materi hanya mencakup hal-hal yang tercantum dalam CP Kurikulum Merdeka.

 Jika ada materi yang tidak relevan dengan CP, hapus atau revisi agar lebih sesuai. Contohnya, contoh teks yang tidak terkait dengan konteks Indonesia kontemporer sebaiknya dihilangkan. Di bagian pengantar unit, sertakan pernyataan yang menjelaskan hubungan unit tersebut dengan CP, seperti: “Unit ini mendukung CP 3.2: Siswa mampu menganalisis teks eksposisi untuk menyampaikan gagasan secara logis.”

  1. Prinsip Pengembangan: Kecukupan

Prinsip ini menjamin bahwa bahan ajar memberikan materi yang cukup untuk mencapai CP, tanpa terlalu sedikit atau terlalu banyak.Prinsip ini juga memanfaatkan sumber daya modern untuk memperkaya pembelajaran. Kecukupan dicapai melalui penggunaan elemen multimodal yang melengkapi buku cetak, sehingga siswa bisa mengakses pengetahuan secara fleksibel.

Revisi yang direkomendasikan:  

– Integrasikan elemen teks multimodal dan digital agar materi buku cetak lebih lengkap dan menarik.Berikan tugas yang mengarah ke sumber daya digital terpercaya, seperti YouTube, artikel berita online, atau podcast.

 Contohnya, setelah mempelajari teks eksposisi, tugas bisa berbentuk analisis teks eksposisi dari situs berita seperti Kompas.com atau BBC Indonesia tentang isu lingkungan. Sertakan QR code atau tautan di buku untuk memudahkan akses, serta berikan petunjuk seperti: “Akses video ini untuk melihat contoh presentasi eksposisi: [tautan YouTube]. Analisislah cara pembicara menggunakan data untuk mendukung argumen.”

– Pastikan sumber digital tersebut relevan dengan CP dan disertai panduan etis, misalnya menekankan pentingnya verifikasi fakta agar tidak menyebar informasi yang salah.

  1. Prinsip Pengembangan: Kontekstualitas dan Otentisitas

Prinsip ini meminta bahan ajar yang terkait dengan kehidupan sehari-hari siswa dan menggunakan contoh nyata, bukan yang dibuat-buat.

 Dengan cara ini, siswa bisa melihat kaitan antara pelajaran dengan dunia sekitar mereka, sehingga meningkatkan semangat belajar dan pemahaman yang lebih dalam.

Revisi yang Direkomendasikan:  

– Ganti atau perbarui contoh teks yang terlalu umum dengan teks otentik yang relevan bagi siswa kelas 9 : Pilih isu-isu terkini yang dekat dengan pengalaman mereka, seperti teks persuasi tentang dampak cyber bullying, teks deskripsi destinasi wisata lokal seperti pantai di Jawa Tengah, atau teks prosedur untuk membuat konten digital seperti tutorial TikTok untuk kampanye lingkungan. Sumber teks bisa berasal dari media seperti Instagram, berita remaja, atau situs pendidikan nasional.

– Pastikan contoh teks mencerminkan keragaman budaya Indonesia dan dilengkapi konteks.

 Contoh: “Analisis teks persuasi ini dari kampanye anti-bullying di sekolahmu. Bagaimana penulis menggunakan fakta untuk meyakinkan pembaca?”

  1. Prinsip Pengembangan: Interaktif dan Berdiferensiasi

Prinsip ini bertujuan membuat pembelajaran lebih aktif dan adaptif terhadap berbagai kebutuhan siswa.Dengan menyediakan berbagai tingkatan aktivitas, siswa bisa belajar sesuai kemampuan mereka. Interaktivitas membantu siswa lebih aktif dalam belajar, sementara diferensiasi memastikan semua siswa bisa ikut serta.

Revisi yang Direkomendasikan:  

– Sediakan tiga tingkat aktivitas dan soal untuk setiap unit agar mendukung diferensiasi:

Tingkat A: Mulai – Fokus pada pemahaman dasar, seperti soal pilihan ganda atau mengenali elemen teks sederhana.

 Contoh: “Identifikasi struktur utama dari teks deskripsi ini.”

Tingkat B: Kembangkan – Dorong analisis lebih dalam, seperti membandingkan dua teks atau mengevaluasi kekuatan argumen.

 Contoh: “Analisis bagaimana teks prosedur ini efektif dalam menyampaikan langkah-langkah.”

Tingkat C: Proyek/Aksi – Libatkan kegiatan kreatif dan evaluasi mandiri, seperti membuat resensi buku dalam bentuk video pendek.

 Contoh: “Buatlah resensi buku favoritmu dalam bentuk video pendek, lalu evaluasilah kekuatannya berdasarkan kriteria CP.”

– Labeli setiap tingkat secara jelas dalam buku dan berikan pilihan bagi guru untuk menyesuaikan berdasarkan kebutuhan siswa.Sertakan juga rubrik penilaian untuk setiap tingkat.

  1. Prinsip Pengembangan: Kejelasan dan Keterbacaan

Prinsip ini memastikan materi pembelajaran mudah dipahami dan nyaman dibaca.

 Menggunakan bahasa yang jelas, tata letak yang rapi, dan visual yang mendukung. Kejelasan membantu mengurangi kebingungan, sedangkan keterbacaan meningkatkan daya ingat siswa.

Revisi yang Direkomendasikan:  

– Perbaiki tata letak dan elemen visual untuk meningkatkan keterbacaan: Gunakan lebih banyak ruang kosong di antara paragraf, tambahkan infografis sederhana seperti diagram Venn untuk membandingkan teks, serta ilustrasi relevan yang membantu pemahaman teks, misalnya gambar siswa remaja dalam konteks cyber bullying. Hindari halaman yang terlalu penuh; usahakan rasio antara teks dan visual sekitar 60:40.

– Pastikan bahasa dan soal jelas, singkat, dan menggunakan istilah yang konsisten sepanjang buku, seperti selalu gunakan “struktur teks” bukan “bagian teks”.Uji keterbacaan dengan menyederhanakan kalimat panjang menjadi pendek, serta tambahkan glosarium untuk istilah kunci seperti “eksposisi” atau “persuasi”.

  1. Prinsip Pengembangan: Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Prinsip ini mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran untuk membentuk siswa yang beriman, bertakwa, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.Penguatan ini dilakukan secara eksplisit untuk menghubungkan materi dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila.

Revisi yang Direkomendasikan:  

– Tambahkan elemen refleksi setelah setiap unit atau bab, seperti kotak “Refleksi Diri” atau “Ayo Beraksi” yang membimbing siswa menghubungkan materi dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila.

 Contohnya: “Bagaimana keterampilan riset dalam teks prosedur membantu kamu menjadi pelajar mandiri? Tuliskan satu aksi yang akan kamu lakukan minggu ini.” Atau, “Saat mengevaluasi sumber berita tentang cyber bullying, bagaimana kamu menerapkan bernalar kritis untuk menghindari hoaks?”

– Membuat refleksi lebih interaktif dengan pertanyaan terbuka yang mengarah pada jurnal pribadi atau diskusi kelompok, serta hubungkan secara spesifik ke CP (misalnya, dimensi “kreatif” dalam tugas membuat konten).

Dengan menerapkan revisi tersebut, bahan ajar akan lebih dinamis, siswa-sentris, dan selaras dengan Kurikulum Merdeka.Disarankan untuk melakukan uji coba dengan guru dan siswa sebelum ditetapkan secara resmi, serta memantau keefektifannya melalui umpan balik. Jika diperlukan, panduan ini bisa dikembangkan lebih lanjut dengan contoh spesifik per unit.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
LAPORAN ANALISIS DAN VERSI REVISI BAHAN AJAR  BAHASA INDONESIA KELAS X SMA / MAK TENTANG LITERASI DALAM BELAJAR 

admin

16 Jan 2026

By: Rizky Fadhilah Pendahuluan Buku Bahasa Indonesia Kelas X SMA/MAK yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (edisi revisi 2017) merupakan bahan ajar yang dirancang untuk mendukung pelaksanaan Kurikulum 2013. Buku ini mengarahkan pembelajaran bahasa Indonesia pada pengembangan kompetensi berbahasa dan bersastra peserta didik melalui pendekatan ilmiah (scientific approach), literasi, dan pembelajaran berbasis teks. Sebagai …

ANALISIS BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA SMP KELAS 9

admin

16 Jan 2026

By: NABILA AULIA PUTRI PENDAHULUAN Pembelajaran Bahasa Indonesia di era transformasi digital bertujuan membentuk warga negara yang cakap berbahasa, baik dalam konteks formal maupun dalam menghadapi dinamika informasi yang masif. Buku teks “Bahasa Indonesia” SMP Kelas IX (terbitan 2022) oleh Kemendikbudristek hadir sebagai respons terhadap implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pada capaian pembelajaran berbasis kompetensi …

LAPORAN ANALISIS DAN REVISI BAHAN AJARBAHASA INDONESIA (TEKS EKSPOSISI) UNTUK SMK

admin

16 Jan 2026

By: Siti Nurhalijah Bahan ajar adalah salah satu komponen utama dalam kegiatan pembelajaran. Tanpa adanya bahan ajar yang jelas, terstruktur, dan relevan, proses belajar mengajar cenderung berjalan tanpa arah. Bahan ajar tidak hanya berfungsi sebagai sumber informasi, tetapi juga menjadi pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran, baik untuk guru maupun siswa. Guru membutuhkan bahan ajar untuk menyusun …

MENGANALISIS DALAM PENGEMBANGAN BAHAN AJAR

admin

21 Dec 2025

By: Mawar Nur Ayu, Bahan ajar merupakan salah satu komponen esensial dalam proses pembelajaran. Keberadaannya tidak hanya menjadi sarana penyampaian materi, tetapi juga menjadi pedoman bagi guru dan peserta didik dalam mengarahkan kegiatan belajar mengajar. Bahan ajar yang baik seharusnya memenuhi prinsip-prinsip pengembangan, seperti relevansi, keterpaduan, konsistensi, kontekstualitas, serta mampu membangun kreativitas dan kemandirian siswa. …

PENGEMBANGAN DAN REVISI BAHAN AJAR LKS BAHASA INDONESIA KELAS VIII

admin

21 Dec 2025

By: Ria Wahyuni Manik Deskripsi dan Analisis Visual Bahan Ajar Eksisting Bahan ajar yang dianalisis adalah buku teks berjudul “Intensif Bahasa Indonesia” untuk tingkat kelas VIII SMP/MTs, diterbitkan oleh Penerbit Usaha Makmur Solo (Yrama Widya). Karakteristik Visual: Desain Sampul: Menggunakan warna kuning cerah dengan aksen ungu dan pola geometris dinamis (heksagon dan persegi panjang). Elemen …

ANALISIS DAN STRATEGI REVISI BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS IX SMP/MTS: STUDI KASUS TEKS LAPORAN HASIL PERCOBAAN

admin

21 Dec 2025

By: Dinda Mutia PENDAHULUAN Bahan ajar merupakan pondasi utama dalam mendukung pencapaian tujuan pembelajaran di sekolah. Kualitas bahan ajar sangat menentukan keberhasilan pengembangan potensi peserta didik, baik dari aspek pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Dalam era digital, bahan ajar dituntut untuk terus beradaptasi agar pembelajaran menjadi lebih bermakna, kontekstual, dan relevan. Analisis ini mengkaji Bab 1 …