Home » Publikasi » Critical Review » PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA BERDASARKAN PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN BAHAN AJAR

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA BERDASARKAN PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN BAHAN AJAR

admin 30 Nov 2025 11

By: Desvira Asni Syaputri

Pendahuluan

Bahan ajar adalah segala materi, informasi, alat, atau teks yang disusun secara sistematis dan digunakan dalam proses pembelajaran untuk membantu guru dan peserta didik mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Bahan ajar bisa berupa media cetak seperti buku atau artikel, maupun non-cetak seperti video atau audio, yang dirancang untuk menyajikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara komprehensif.

Fungsi dan Tujuan Bahan Ajar

    • Membantu Pemahaman: Membantu peserta didik mendapatkan pemahaman yang lebih baik dan komprehensif tentang suatu topik.
    • Alat Bantu Mengajar: Menjadi alat bantu bagi guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas.
    • Sumber Informasi: Menyediakan informasi dan materi pembelajaran sebagai pedoman bagi guru dan siswa.
    • Mengembangkan Kompetensi: Menampilkan sosok utuh kompetensi yang akan dikuasai peserta didik setelah proses pembelajaran.
    • Menciptakan Lingkungan Belajar: Membantu menciptakan lingkungan atau suasana yang memungkinkan peserta didik untuk belajar secara efektif

 

Analisis Bahan Ajar:

Identitas Bahan Ajar:

    • Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
    • Kelas: VIII SMP
    • Materi: Membuat Iklan,
    • Sumber: LKS Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VIII (Kurikulim Merdeka)

Isi Ringkasan Bahan Ajar:

Materi tentang membuat iklan,  dalam buku LKS tersebut menjelaskan tentang membuat iklan. Materi disampaikan secara deskriptif dan menarik dengan berbagai gambar-gambar didalam materi tersebut dan diakhiri dengan berbagai pertanyaan-pertanyaan.

Kelemahan Bahan Ajar:

    • Membosankan dan monoton: Soal-soal yang kurang bervariasi dapat membuat siswa merasa bosan, terutama jika hanya berfokus pada satu jenis tugas.
    • Menyebabkan keterlambatan bagi siswa berkemampuan rendah: LKS yang tidak disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa bisa membuat siswa yang lemah tertinggal dan kesulitan memahami konsep;
    • Potensi mencontek: Siswa yang malas atau kesulitan mungkin akan meniru jawaban temannya daripada belajar secara mandiri.
    • Keterbatasan format: Jika LKS terlalu berfokus pada format tertulis dan tidak disertai kegiatan lain, pembelajaran bisa menjadi kurang interaktif.
    • Kualitas LKS yang bervariasi: Kualitas dan efektivitas LKS sangat bergantung pada perancangan yang cermat, sehingga LKS yang buruk dapat mengurangi efektivitas pembelajaran.

Prinsip-prinsip Pengembangan Bahan Ajar LKS

      1. Prinsip Relevansi (Kesesuaian): Materi dalam LKS harus relevan atau berkaitan langsung dengan kompetensi dasar dan indikator yang harus dikuasai siswa.
      2. Prinsip Konsistensi (Keajegan): Isi LKS harus selaras dan ajek dengan tujuan pembelajaran. Jika ada empat kompetensi dasar, LKS harus menyediakan empat materi yang relevan untuk menguasainya.
      3. Prinsip Kecukupan: Materi dalam LKS harus memadai, tidak terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak, agar siswa dapat menguasai kompetensi dasar yang diajarkan tanpa membuang waktu yang tidak perlu.
      4. Prinsip Efektifitas: LKS dirancang agar proses belajar mengajar dapat terlaksana dan mencapai tujuan pembelajaran.
      5. Prinsip Sistematis: Pengembangan LKS dilakukan secara terstruktur dan terorganisir sehingga membentuk suatu kesatuan yang utuh.
      6. Prinsip Interaktif dan Mendorong Aktivitas Siswa: LKS harus mendorong siswa untuk mengerjakan tugas, berpikir kritis, dan belajar aktif sesuai kemampuannya.
      7. Prinsip Berorientasi pada Tujuan: LKS harus memiliki tujuan belajar yang jelas dan manfaat yang dapat memotivasi siswa, serta menyediakan ruang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuannya.
      8. Prinsip Luwes: Pengembangan LKS dapat menerima hal-hal baru yang belum tercakup agar sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan.
      9. Prinsip Validitas Keilmuan: Materi dan susunan dalam LKS harus dapat dipercaya dan didasarkan pada tingkat keilmuan yang benar.

Pengembangan Versi Revisi Bahan Ajar

Berdasarkan hasil analisis dan prinsip di atas, berikut adalah bentuk pengembangan versi revisi dari bahan ajar membuat iklan:

Judul materi:

Membuat iklan.

Capaian pembelajaran:

Setelah mempelajari materi berikut, diharapkan siswa mampu :

    1. Memahami unsur dan informasi yang terkandung dalam iklan.
    2. Menulis iklan dengan baik serta
    3. Menulis kalimat persuasiaf dan imperative dalam gambar iklan.

Penyajian Materi:

Pembukaan materi

Apakah pada saat kalian melihat acara televisi, kalian juga melihat berbagai penawaran barang atau jasa yang muncul bergantian dengan acara televisi? Penawaran barang atau jasa yang bereselingan dengan acara televisi merupakan contoh iklan. Tentu iklan sudah tidak asing lagi dikehidupan sehari-hari kalian apalagi yang sering melihat televisi. Iklan membuat barang atau jasa yang ditawarkan menjadi dikenal oleh khalayak ramai.

Contoh iklan:

Pengembangan Versi Revisi Bahan Ajar

Informasi Ada / Tidak Ada Kalimat
Nama Produk Ada Nipis Madu
Penjelasan tentang produk Ada Rasakan sensasi kesegerannya
Keunggulan produk Ada Meningkatkan daya tahan tubuh
Cara mendapatkan produk Tidak Ada  

 Aktivitas Siswa

    • Diskusi kelompok: “Carilah 1 iklan layanan masyarakat! Menurut kalian Apakah iklan tersebut efektif atau tidak efektif?
    • Proyek menulis: Membuat iklan sendiri dengan pilihannya masing-masing.

Media Visual

    • Gambar dan ilustrasi
    • Tautan video
      1. e) Penguatan Profil Pelajar Pancasila
          • Bernalar kritis: Menganalisis tindakan tokoh
          • Beriman dan bertakwa: Mengaitkan pesan moral dengan ajaran agama
          • Mandiri: Menulis dan mempresentasikan hasil karya sendiri
          • Bergotong-royong: Diskusi dan kolaborasi kelompok

Kesimpulan

Berdasarkan proses evaluasi dan revisi, kesimpulan bahan ajar iklan adalah bahan ajar yang telah di tingkatkan kualitas dan relevansinya agar lebih aktif dalam proses pembelajaran. Revisi ini memastikan lebih mudah dipahami, menarik dan sesuai dengan peserta didik. Secara keseluruhan, kesimpulan revisi bahan ajar iklan menunjukan bahwa bahan ajar tersebut telah melalui proses penyempurnaan yang sistematis dan berbasis data, sehingga menghasilkan produk yang lebih layak, efektif dan relevan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai materi iklan.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 9

admin

30 Nov 2025

By: Deyana Riama Sihombing. Modul bahasa Indonesia ini adalah bahan ajar yang diterbitkan oleh EKSIS, khusus untuk SMP/MTs kelas 9 semester 1, dan mengikuti Kurikulum Merdeka. Bahan ajar ini tampaknya berupa Lembar Kerja Siswa (LKS) atau materi tambahan yang digunakan dalam proses belajar mengajar. Poin positif dari bahan ajar ini adalah: Sesuai dengan Kurikulum Merdeka: …

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA BERDASARKAN PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN BAHAN AJAR

admin

30 Nov 2025

By: Yurmadina Fitru Daulay. Bahan ajar merupakan komponen penting dalam proses pembelajaran. Bahan ajar yang baik tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mampu memfasilitasi pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan berorientasi pada siswa. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, pengembangan bahan ajar perlu memperhatikan prinsip-prinsip seperti relevansi, kontekstualitas, kemandirian belajar, serta penguatan karakter melalui nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila. …