
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA BERDASARKAN PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN BAHAN AJAR
By: Yurmadina Fitru Daulay. Bahan ajar merupakan komponen penting dalam proses pembelajaran. Bahan ajar yang baik tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mampu memfasilitasi pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan berorientasi pada siswa. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, pengembangan bahan ajar perlu memperhatikan prinsip-prinsip seperti relevansi, kontekstualitas, kemandirian belajar, serta penguatan karakter melalui nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila. Oleh karena itu, guru dituntut untuk mampu mengevaluasi dan merevisi bahan ajar yang digunakan agar sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan zaman.
Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis satu bahan ajar Bahasa Indonesia yang sudah ada, kemudian mengembangkan versi revisinya berdasarkan prinsip-prinsip pengembangan bahan ajar yang telah dipelajari.
Analisis Bahan Ajar
Identitas Bahan Ajar
- Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
- Kelas: VII SMP
- Materi: Teks Fabel
- Sumber: Buku Teks Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII (Edisi Revisi 2017)
Isi Ringkas Bahan Ajar
Materi tentang teks fabel dalam buku tersebut menjelaskan pengertian fabel, struktur teks, ciri kebahasaan, serta satu contoh cerita berjudul “Kancil dan Buaya”. Materi disampaikan secara deskriptif dan diakhiri dengan beberapa soal latihan sederhana.
Kelemahan Bahan Ajar
Hasil analisis menunjukkan bahwa bahan ajar ini memiliki beberapa kelemahan, yaitu:
- Keterbatasan Pendekatan Kontekstual
Materi disampaikan secara normatif tanpa mengaitkan dengan pengalaman nyata siswa. Tidak ada usaha untuk menghubungkan teks fabel dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. - Minimnya Interaktivitas
Tidak tersedia aktivitas pembelajaran yang mendorong siswa untuk berpikir kritis, berdiskusi, atau berkolaborasi. Pembelajaran masih berpusat pada teks dan guru. - Kurang Mengakomodasi Profil Pelajar Pancasila
Tidak terdapat kegiatan yang menggali nilai-nilai moral secara reflektif atau mendorong peserta didik untuk memahami dan menghayati pesan-pesan karakter dalam fabel. - Penyajian Visual Sederhana
Penyajian teks terlalu padat dan minim ilustrasi. Hal ini membuat materi kurang menarik bagi siswa jenjang SMP.
Prinsip-Prinsip Pengembangan Bahan Ajar
Dalam proses revisi, pengembangan bahan ajar didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut:
- Relevansi
Materi harus sesuai dengan capaian pembelajaran dan kebutuhan siswa. - Kontekstual
Materi dikaitkan dengan situasi nyata yang dikenal siswa agar pembelajaran lebih bermakna. - Kemandirian Dan Interaktivitas
Bahan ajar harus mendorong siswa untuk aktif, berpikir kritis, kreatif, dan bekerja sama. - Visualisasi dan Media Pendukung
Penggunaan gambar, diagram, atau media digital yang menarik untuk memfasilitasi pemahaman. - Penanaman Nilai dan Karakter
Bahan ajar perlu memberi ruang untuk refleksi moral dan penguatan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila.
Pengembangan Versi Revisi Bahan Ajar
Berdasarkan hasil analisis dan prinsip di atas, berikut adalah bentuk pengembangan versi revisi dari bahan ajar teks fabel:
Judul Materi
Belajar Nilai Kehidupan Melalui Teks Fabel
Capaian Pembelajaran
Peserta didik mampu:
- Mengidentifikasi struktur dan ciri kebahasaan teks fabel.
- Menganalisis pesan moral dalam teks fabel.
- Menulis teks fabel sederhana dengan memperhatikan struktur dan bahasa.
Penyajian Materi (Revisi)
- a) Pembuka Kontekstual
“Pernahkah kamu merasa seperti ingin berbicara dengan hewan peliharaanmu? Dalam teks fabel, hewan bisa berbicara dan berpikir seperti manusia. Melalui cerita hewan, kita bisa belajar tentang kejujuran, keberanian, atau kecerdikan.”
- b) Contoh Teks Fabel
Judul: burung Cendrawasih Yang Sombong
Isi teks mencerminkan budaya lokal Papua dan mengangkat nilai kerendahan hati. Disertai dengan struktur teks (orientasi, komplikasi, resolusi) yang ditandai secara visual.
- c) Aktivitas Siswa
- Diskusi kelompok: “Apakah kamu pernah bertemu orang yang mirip tokoh dalam fabel?”
- Refleksi nilai: Menulis pesan moral yang didapat dan mengaitkannya dengan pengalaman pribadi.
- Proyek menulis: Membuat fabel sendiri dengan tokoh hewan lokal.
- d) Media Visual
- Ilustrasi tokoh hewan
- Mind map struktur fabel
- Tautan video animasi fabel
- e) Penguatan Profil Pelajar Pancasila
- Bernalar kritis: Menganalisis tindakan tokoh
- Beriman dan bertakwa: Mengaitkan pesan moral dengan ajaran agama
- Mandiri: Menulis dan mempresentasikan hasil karya sendiri
- Bergotong-royong: Diskusi dan kolaborasi kelompok
Kesimpulan
Pengembangan bahan ajar bukan sekadar menyusun ulang materi, tetapi merupakan upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Dari hasil analisis terhadap bahan ajar teks fabel, ditemukan bahwa pendekatan konvensional masih mendominasi. Melalui pengembangan yang berbasis prinsip-prinsip pengembangan bahan ajar, versi revisi yang dihasilkan lebih kontekstual, interaktif, dan mendukung pencapaian profil pelajar Pancasila. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar serta pemahaman siswa terhadap materi secara lebih bermakna.
Daftar Pustaka
- Kemendikbud. (2022). Kurikulum Merdeka: Panduan Pengembangan Pembelajaran.
- Majid, A. (2015). Perencanaan Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.
- Zaini, H., et al. (2008). Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: Pustaka Insan Madani.
admin
16 Jan 2026
By: Rizky Fadhilah Pendahuluan Buku Bahasa Indonesia Kelas X SMA/MAK yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (edisi revisi 2017) merupakan bahan ajar yang dirancang untuk mendukung pelaksanaan Kurikulum 2013. Buku ini mengarahkan pembelajaran bahasa Indonesia pada pengembangan kompetensi berbahasa dan bersastra peserta didik melalui pendekatan ilmiah (scientific approach), literasi, dan pembelajaran berbasis teks. Sebagai …
admin
16 Jan 2026
By: NABILA AULIA PUTRI PENDAHULUAN Pembelajaran Bahasa Indonesia di era transformasi digital bertujuan membentuk warga negara yang cakap berbahasa, baik dalam konteks formal maupun dalam menghadapi dinamika informasi yang masif. Buku teks “Bahasa Indonesia” SMP Kelas IX (terbitan 2022) oleh Kemendikbudristek hadir sebagai respons terhadap implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pada capaian pembelajaran berbasis kompetensi …
admin
16 Jan 2026
By: Siti Nurhalijah Bahan ajar adalah salah satu komponen utama dalam kegiatan pembelajaran. Tanpa adanya bahan ajar yang jelas, terstruktur, dan relevan, proses belajar mengajar cenderung berjalan tanpa arah. Bahan ajar tidak hanya berfungsi sebagai sumber informasi, tetapi juga menjadi pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran, baik untuk guru maupun siswa. Guru membutuhkan bahan ajar untuk menyusun …
admin
21 Dec 2025
By: Mawar Nur Ayu, Bahan ajar merupakan salah satu komponen esensial dalam proses pembelajaran. Keberadaannya tidak hanya menjadi sarana penyampaian materi, tetapi juga menjadi pedoman bagi guru dan peserta didik dalam mengarahkan kegiatan belajar mengajar. Bahan ajar yang baik seharusnya memenuhi prinsip-prinsip pengembangan, seperti relevansi, keterpaduan, konsistensi, kontekstualitas, serta mampu membangun kreativitas dan kemandirian siswa. …
admin
21 Dec 2025
By: Ria Wahyuni Manik Deskripsi dan Analisis Visual Bahan Ajar Eksisting Bahan ajar yang dianalisis adalah buku teks berjudul “Intensif Bahasa Indonesia” untuk tingkat kelas VIII SMP/MTs, diterbitkan oleh Penerbit Usaha Makmur Solo (Yrama Widya). Karakteristik Visual: Desain Sampul: Menggunakan warna kuning cerah dengan aksen ungu dan pola geometris dinamis (heksagon dan persegi panjang). Elemen …
admin
21 Dec 2025
By: Dinda Mutia PENDAHULUAN Bahan ajar merupakan pondasi utama dalam mendukung pencapaian tujuan pembelajaran di sekolah. Kualitas bahan ajar sangat menentukan keberhasilan pengembangan potensi peserta didik, baik dari aspek pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Dalam era digital, bahan ajar dituntut untuk terus beradaptasi agar pembelajaran menjadi lebih bermakna, kontekstual, dan relevan. Analisis ini mengkaji Bab 1 …
18 Dec 2024 2.510 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
03 Jan 2025 1.255 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
03 Jan 2025 1.188 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, bersama tim dosen dari Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu Patumbak. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah melalui pemanfaatan teknologi digital. Bertajuk “Sosialisasi Memanfaatkan Teknologi Digital untuk Mendukung Pembelajaran Berbasis Proyek dan …
Comments are not available at the moment.