- Esai dan OpiniPentingnya Apresiasi Drama dalam Pembelajaran Sastra
- Esai dan OpiniMengetuk Pintu Jiwa Menemukan Diri di Balik Lembar-lembar Puisi
- Esai dan OpiniMenyimak di Era Digital: Dari Kedalaman Makna Menuju Kedangkalan Informasi
- Esai dan OpiniPengembangan Berbicara Anak Dalam Bahasa dan Sastra
- Esai dan OpiniPengaruh Media Pembelajaran Digital Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar

Pengembangan Membaca Permulaan: Strategi Holistik untuk Fondasi Literasi Anak Usia Dini
By : Nikita Z
Di era digital saat ini, kemampuan membaca menjadi kunci utama dalam membuka pintu pengetahuan bagi anak-anak. Membaca permulaan, yang biasanya diajarkan pada jenjang sekolah dasar kelas rendah, bukan sekadar hafalan huruf dan suara, melainkan pondasi literasi seumur hidup. Sebagai pendidik, saya beropini kuat bahwa pengembangan membaca permulaan harus dilakukan secara holistik, menggabungkan pendekatan ilmiah dengan elemen budaya lokal Indonesia. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan decoding teks, tapi juga menumbuhkan minat baca yang berkelanjutan, terutama di tengah tantangan pandemi dan paparan gadget yang mengurangi interaksi literasi tradisional.
Pengembangan membaca permulaan dimulai dari pemahaman tahap-tahap dasarnya. Anak usia 5-7 tahun berada pada fase prafonik hingga fonik, di mana mereka belajar mengenali bunyi huruf (fonem) dan menyusunnya menjadi kata. Menurut prinsip pendidikan berbasis bukti, metode sintetik fonik—yaitu mengajarkan bunyi individual lalu menyatukannya—terbukti efektif untuk mempercepat pengenalan kata. Di Indonesia, ini selaras dengan Kurikulum Merdeka yang menekankan IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) terintegrasi. Namun, opini saya, pendekatan ini saja kurang cukup jika tidak dikombinasikan dengan whole language approach, di mana anak belajar membaca melalui konteks cerita utuh. Misalnya, guru bisa menggunakan buku bergambar berbahasa Indonesia sederhana seperti “Si Kancil” yang disesuaikan dengan dialek lokal Medan, sehingga anak merasa terhubung secara emosional.
Salah satu strategi kunci adalah penerapan Project-Based Learning (PjBL) yang kontekstual. Bayangkan anak-anak kelas 1 SD di Medan membuat “buku cerita mini” dari pengalaman sehari-hari, seperti bermain di tepi Deli River atau belajar tentang makanan khas Sumatera Utara. Aktivitas ini melatih Higher Order Thinking Skills (HOTS) melalui diskusi kelompok: anak memilih kata kunci, menyusun kalimat, dan membaca bersama. Penelitian pendidikan menunjukkan bahwa PjBL meningkatkan retensi hingga 30% dibanding metode konvensional. Opini saya, guru harus mengintegrasikan teknologi sederhana seperti aplikasi membaca interaktif berbasis Android, yang murah dan aksesibel di daerah pedesaan, untuk mengatasi kesenjangan digital. Namun, prioritas utama tetap pada interaksi tatap muka, karena sentuhan manusia membangun kepercayaan diri anak dalam berbicara dan membaca lantang.
Tantangan utama dalam pengembangan ini adalah rendahnya minat baca di kalangan anak Indonesia, dengan survei PISA 2022 menunjukkan skor literasi di bawah rata-rata global. Penyebabnya multifaktor: kurangnya bahan bacaan menarik, beban orang tua yang sibuk, dan dominasi layar. Opini saya tegas bahwa solusinya adalah kolaborasi orang tua-guru-masyarakat melalui program “Sudut Baca Keluarga”. Guru menyediakan lembar kerja (LKPD) sederhana berbasis karakter, seperti cerita tentang gotong royong, yang dibaca bersama di rumah. Evaluasi dilakukan dengan rubrik sederhana: kemampuan decoding (40%), pemahaman isi (30%), dan ekspresi baca (30%). Pendekatan ini tidak hanya mengukur kognitif, tapi juga afektif, sesuai taksonomi Bloom yang direvisi.
Secara keseluruhan, pengembangan membaca permulaan harus menjadi investasi jangka panjang untuk generasi emas Indonesia. Opini saya, dengan mengadopsi strategi holistik—fonik terintegrasi budaya, PjBL berbasis lokal, dan keterlibatan keluarga—kita bisa mengubah tantangan menjadi peluang. Pemerintah melalui Kemendikbud perlu mendukung dengan pelatihan guru massal dan distribusi buku digital gratis. Jika diterapkan konsisten, anak-anak tidak hanya bisa membaca, tapi juga mencinta membaca, menjadi pembaca kritis yang siap menghadapi abad 21.
admin
06 Jun 2026
By : Livia Salsabila Siregar, Apresiasi drama memiliki peran penting dalam pembelajaran sastra karena lewat drama siswa tidak hanya membaca cerita, tetapi juga memahami kehidupan yang digambarkan di dalamnya. Dalam drama, siswa bisa melihat bagaimana tokoh berbicara, bersikap, dan menghadapi masalah yang terjadi. Saat mempelajari drama, siswa juga belajar memahami karakter tokoh, alur cerita, suasana, …
admin
06 Jun 2026
By: Aulia Alvira, Secara kasat mata, puisi hanyalah deretan kata yang berbaris di atas kertas. Ia sering kali dituduh sebagai karya yang rumit, penuh teka-teki, bahkan berjarak dari realitas kehidupan sehari-hari. Namun, bagi mereka yang mau meluangkan waktu untuk berhenti sejenak dan membaca dengan hati, puisi berubah menjadi sebuah cermin ajaib. Mengapresiasi puisi bukan sekadar …
admin
06 Jun 2026
By: Filzah Shahirah, Dalam ilmu bahasa dan sastra, menyimak sering kali dianggap sebagai keterampilan yang pasif dan terjadi secara alami. Padahal, menyimak (listening) sangat berbeda dengan sekadar mendengar (hearing). Mendengar hanyalah proses fisik masuknya suara ke telinga, sedangkan menyimak adalah sebuah tindakan aktif-kognitif untuk mencerna makna, menghayati rasa, dan mengevaluasi informasi secara kritis. Menyimak adalah …
admin
06 Jun 2026
By: Siti Nurhalizah Lubis, Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang fundamental dalam kehidupan manusia. Bagi anak-anak, kemampuan berbicara bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga cerminan perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka. Sejak lahir, anak telah memiliki potensi bahasa yang luar biasa. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang optimal tanpa stimulasi yang tepat dari lingkungan …
admin
06 Jun 2026
By : Siti Fadillah Suyoto, Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Dalam konteks pembelajaran, teknologi digital telah menciptakan paradigma baru yang menawarkan berbagai kemungkinan inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa, pendidik terus mencari berbagai strategi dan inovasi pembelajaran yang efektif. …
admin
06 Jun 2026
By: Nur Maghfirah Fakhri, Kemampuan berbicara merupakan bagian penting dalam keterampilan berbahasa yang berperan langsung dalam aktivitas komunikasi sehari-hari. Dalam dunia pendidikan, berbicara tidak sekadar digunakan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga mencerminkan kemampuan seseorang dalam berpikir, memahami, dan mengungkapkan gagasan secara runtut. Oleh sebab itu, pengembangan kemampuan ini perlu dilakukan secara terencana agar dapat mendukung …
18 Dec 2024 3.117 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
01 Apr 2025 2.165 views
By: Reza Widya Lubis Provinsi Riau dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan budaya dan kearifan lokal, terutama yang berasal dari tradisi Melayu. Kearifan lokal ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari seni, adat istiadat, sastra lisan, hingga filosofi hidup masyarakatnya. Namun, di era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan masuknya budaya …
03 Jan 2025 1.584 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
Comments are not available at the moment.