Home » Esai dan Opini » PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER DALAM DUNIA PENDIDIKAN

PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER DALAM DUNIA PENDIDIKAN

admin 23 Dec 2024 283

By: Laila Rahmawati, Annisa Salsabila Tambunan

               Pengertian Pendidikan Karakter

            Pendidikan Karakter Adalah upaya untuk menanamkan nilai-nilai karakter tertentu kepada peserta didik,sehingga mereka berperilaku sebagai anak yang tau aturan dan beperilaku akhlakul karimah. Pendidikan juga bertujuan untuk membentuk karakter seseorang menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi semua orang, Menurut Ki Hajar Dewantara Pendidikan Karakter adalah upaya yang terencana untuk menjadikan pe- serta didik mengenal, peduli dan meng- internalisasi nilai-nilai sehingga peserta didik berperilaku sebagai insan kamil.

            Psikolog terkenal Eijkman menyatakan bahwa “perasaan pertama aktif, kemudian baru pikiran rasional”. Ketika seseorang dihadapkan pada situasi yang penuh tekanan atau tantangan, respon emosional baik itu berupa ketakutan, kemarahan, atau kesedihan seringkali muncul secara otomatis sebelum individu memiliki waktu untuk memproses dan menganalisis situasi secara logis, Reaksi emosional adalah respon alami dan spontan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengalaman masa lalu, pola pikir, dan keadaan fisiologis.

            Pendidikan karakter diarahkan untuk memberikan tekanan pada nilai-nilai tertentu seperti rasa hormat, tanggungjawab, jujur, peduli, dan adil dan membantu siswa untuk memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan mereka sendiri untuk mencapai kesuksesan hidup. Hasil penelitian psikologi sosial menunjukkan bahwa orang yang sukses di dunia ditentukan oleh peranan ilmu sebesar 18%, sisanya 82% ditentukan oleh keterampilan emosional, soft skill (karakter), dan sejenisnya (Elfindri, 2011).

Fungsi dan Tujuan Pendidikan Karakter di sekolah

            Sesuai dengan fungsi Pendidikan Nasional yang tertuang dalam UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas menyatakan bahwa Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermatabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab

Konsep Dasar Pendidikan Karakter Sekolah

            Konsep dasar pendidikan karakter tertuang dalam Permendikbud No 23 tentang Penumbuhan Budi Pekerti tahun 2015. Penumbuhan Budi Pekerti (PBP) bertujuan:

  •  Menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan bagi siswa, guru, dan tenaga kependidikan.
  •  Menumbuhkembangkan kebiasaan yang baik sebagai bentuk pendidikan karakter sejak di keluarga, sekolah dan masyarakat.
  •  Menjadikan pendidikan sebagai gerakan yang melibatkan pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat dan keluarga.
  • Menumbuhkembangkan lingkungan dan budaya belajar yang serasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat

Pentingnya Pendidikan Karakter di sekolah

            Seperti kita ketahui bahwa proses globalisasi secara terus-menerus akan berdampak pada perubahan karakter masyarakat Indonesia. Kurangnya pendidikan karakter akan menimbulkan rendahnya moral yang berakibat pada perilaku negatif di masyarakat, misalnya pergaulan bebas, penyalahgunaan obat-obat terlarang, pencurian, kekerasan terhadap anak, dan lain sebagainya.

            Dapat membentuk individu yang menghargai dan menghormati orang lain dan dapat hidup di dalam masyarakat yang majemuk. Sebagai upaya mengatasi akar masalah moral-sosial, seperti ketidakjujuran, ketidaksopanan, kekerasan, etos kerja rendah, dan lain-lain. Merupakan cara terbaik untuk membentuk perilaku individu sebelum masuk ke dunia kerja/ usaha. Sebagai cara untuk mengajarkan nilai-nilai budaya yang merupakan bagian dari kerja suatu peradaban.

Fungsi Peran Keluarga Dalam Pembentukan Pendidikan Karakter

  1. Fungsi edukasi

 Fungsi edukasi adalah fungsi yang berkaitan dengan pendidikan seorang anak khususnya dan umumnya untuk seluruh anggota keluarga. Fungsi edukasi ini tidak sekedar menyangkut pelaksanaannya, melainkan menyangkut pula penentuan dan pengukuhan landasan yang mendasari upaya pendidikan itu, pengarahan dan perumusan tujuan pendidikan, perencanaan dan pengelolaannya, penyediaan dana dan sarannya, pengayaan wawasannya. Pendidikan anak merupakan tanggungjawab penting dan suatu kewajiban bagi keluarga.

2.  Fungsi perlindungan.

Perlindungan disini termasuk fisik, mental, dan moral.Perlindungan fisik berarti melindungi anggotanya agar tidak kelaparan, kehausan, kedinginan, kepanasan, dan sebagainya. Sedangkan perlindungan mental dimaksudkan agar anggota keluarga memiliki ketahanan psikis yang kuat supaya tidak frustasi ketika mengalami problematika hidup.

3.  Fungsi kebersamaan

 Ciri utama keluarga adalah adanya ikatan emosional yang kuat antara para anggotanya (suami, istri dan anak). Dalam keluarga terbentuk suatu rasa kebersamaan, rasa kasih sayang, rasa keseikatan dan keakraban yang menjiwai anggotanya. Disinilah fungsi afeksi keluarga dibutuhkan, yaitu sebagai pemupuk dan pencipta rasa kasih sayang dan cinta antara sesama anggotanya.

4.  Fungsi sosialisasi / tugas kewajiban

 Fungsi sosialisasi keluarga terkait erat dengan tugas mengantarkan anak ke dalam kehidupan sosial yang lebih nyata dan luas. Karena bagaimanapun anak harus diantarkan pada kehidupan berkawan, bergaul dengan famili, bertetangga dan menjadi warga masyarakat di lingkungannya.

5.  Fungsi religi

 Keluarga berkewajiban memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga lainnya kepada kehidupan beragama. Tujuannya bukan sekedar mengetahui kaidahkaidah agama, melainkan untuk menjadi insan beragama sebagai individu yang sadar akan kedudukannya sebagai mahluk yang diciptakan dan dilimpahi nikmat tanpa henti sehingga menggugahnya untuk mengisi dan mengarahkan hidupnya untuk mengabdi kepada Allah

6.  Fungsi ekonomi

 bertujuan agar setiap keluarga meningkatkan taraf hidup yang tercermin pada pemenuhan alat hidup seperti makan, minum, kesehatan, dan sebagainya yang menjadi prasyarat dasar dalam memenuhi kebutuhan hidup sebuah keluarga dalam prespektif ekonomis.

7. Fungsi rekreasi tempat lingkungan yang nyaman.

 Keluarga yang diliputi suasana akrab, ramah, dan hangat diantara anggotaanggotanya akan terbangun hubungan antar anggota keluarga yang bersifat saling mempercayai, bebas tanpa beban dan diwarnai suasana santai.

Kesimpulan

            Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanamaan nilai-nilai karakter seperti pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun masyarakat Pengembangan karakter bangsa dapat dilakukan melalui perkembangan karakter individu seseorang. Pendidikan karakter menjadikan anak yang berkualitas, bermutu dalam berbagai aspek. Begitu banyak kekurangan yang ada dalam dunia pendidikan. Karakter yang dibentuk dan diajarkan secara benar memungkinkan setiap anak dalam menjalankan kehidupannya agar sesuai dengan apa yang telah ia dicitacitakan, sehingga apa yang diimpikan dapat tercapai.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pembelajaran Literasi Di Sekolah Dasar Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Karakter Siswa

admin

26 Apr 2026

By: Rachel Fairus Mumtaz Sebagai calon guru Sekolah Dasar, saya menyadari bahwa proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir serta pembentukan karakter peserta didik. Guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mampu mendorong siswa untuk aktif, kreatif, dan reflektif. Oleh karena itu, pembelajaran perlu dirancang secara …

Pembelajaran Sastra Dan Bahasa Di Sekolah Dasar: Perspektif Para Ahli Pendidikan

admin

26 Apr 2026

By: Nurul Fadila Putri HAKIKAT DAN TUJUAN PEMBELAJRAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR             Pembelajaran sastra di sd memiliki hakikat yang berbeda dengan pembelajaran sastra di jenjang yang lebih tinggi. Menurut Saxby dalam Nurgiyanto (2013), sastra anak adalah karya sastra yang secara emosional dan psikologis dapat ditanggapi dan dipahami oleh anak-anak yang bersumber dari pengalaman emosional …

Menurunnya Kemampuan Menulis Siswa di Era Digital

admin

26 Apr 2026

By: Gledy Sintya Situmorang Perkembangan teknologi digital menyebabkan perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Kemudahan akses informasi melalui internet, media sosial, dan berbagai aplikasi komunikasi memberikan dampak positif sekaligus negatif. Salah satu dampak negatif yang terlihat adalah menurunnya kemampuan menulis siswa, khususnya dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal …

Strategi Cerdas Menggunakan Presentation Script untuk Mengasah Kemampuan Menyimak Siswa di Era Modern

admin

26 Apr 2026

By: Nurhanisa Lubis   Dalam pembelajaran bahasa, keterampilan menyimak merupakan fondasi utama yang mendukung kemampuan berbicara, membaca, dan menulis. Namun, pada praktiknya, banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami informasi yang disampaikan secara lisan. Hal ini sering disebabkan oleh kurangnya fokus, metode pembelajaran yang monoton, serta penyampaian materi yang tidak terstruktur. Kondisi tersebut menuntut adanya inovasi …

Bahasa di Ujung Jari: Cara Cerdas Belajar di Era Digital

admin

26 Apr 2026

By: Endah Nur Hafizah   Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa. Saat ini, belajar bahasa tidak lagi terbatas pada buku dan ruang kelas. Dengan adanya internet dan berbagai aplikasi digital, siapa pun dapat belajar bahasa kapan saja dan di mana saja. Namun, kemudahan ini sering kali tidak …

Krisis Minat Baca dan Dampaknya terhadap Pembelajaran Bahasa dan Sastra di Indonesia

admin

26 Apr 2026

By: Delfi Nanda Azmita Minat baca adalah salah satu bagian penting dalam keberhasilan suatu pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa dan sastra. Namun yang terjadi di Indonesia, minat baca masyarakat tergolong sangat rendah. Kondisi ini menjadi perhatian yang cukup serius karena kemampuan membaca sangat berpengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam memahami informasi, berpikir kritis, dan juga  mengembangkan …