Beranda » Berita » SINERGI BAHASA INDONESIA DAN KARAKTER PANCASILA MEMBANGUN KOMPETENSI ABAD 21 MELALUI IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK P5

SINERGI BAHASA INDONESIA DAN KARAKTER PANCASILA MEMBANGUN KOMPETENSI ABAD 21 MELALUI IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK P5

Medan, 2024 — Dalam upaya memperkuat kompetensi abad ke-21 sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter, Dosen Bahasa Indonesia, Rosmilan Pulungan, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMPS Plus Kasih Ibu pada tahun 2024. Kegiatan ini mengusung tema “Sinergi Bahasa Indonesia dan Karakter Pancasila Membangun Kompetensi Abad 21 melalui Implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek P5.”

Program ini berfokus pada penguatan pembelajaran Bahasa Indonesia yang terintegrasi dengan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila (P5). Melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek, siswa diajak untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi (4C) yang menjadi fondasi kompetensi abad ke-21.

Dalam pelaksanaannya, siswa terlibat aktif dalam proyek pembuatan karya tulis dan presentasi bertema “Kearifan Lokal dan Penguatan Karakter Pancasila.” Kegiatan ini tidak hanya melatih kemampuan literasi membaca dan menulis, tetapi juga menumbuhkan sikap gotong royong, tanggung jawab, serta kepedulian sosial. Setiap kelompok siswa melakukan observasi sederhana, wawancara, hingga penyusunan laporan yang kemudian dipresentasikan di hadapan guru dan teman-teman mereka.

Rosmilan Pulungan dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bahasa Indonesia memiliki peran strategis dalam membangun karakter sekaligus kompetensi berpikir tingkat tinggi. “Bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga sarana membentuk pola pikir, sikap, dan nilai. Melalui pembelajaran berbasis proyek, siswa belajar mengintegrasikan pengetahuan dengan praktik nyata,” ujarnya.

Kepala sekolah SMPS Plus Kasih Ibu mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna bagi siswa. Menurutnya, implementasi P5 melalui mata pelajaran Bahasa Indonesia menjadi model pembelajaran inovatif yang dapat direplikasi pada mata pelajaran lain.

Kegiatan pengabdian ini juga melibatkan guru-guru Bahasa Indonesia dalam sesi workshop singkat mengenai desain proyek, penyusunan rubrik asesmen autentik, serta strategi refleksi pembelajaran. Dengan demikian, dampak kegiatan tidak hanya dirasakan oleh siswa, tetapi juga meningkatkan kompetensi profesional guru.

Melalui sinergi antara penguatan literasi dan karakter Pancasila, kegiatan ini diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga berintegritas, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global di era transformasi digital.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less