Home » Esai dan Opini » STRATEGI UNTUK MEMPERTAHANKAN BAHASA DAERAH DI DESA MAHATO

STRATEGI UNTUK MEMPERTAHANKAN BAHASA DAERAH DI DESA MAHATO

admin 01 Apr 2025 271

By: Ningsih Maya Sari

Bahasa daerah adalah bagian intrinsik dari kebudayaan abadi dan unik ,bahasa ini seharusnya tercermin dalam idiosinkrasi  dan pengetahuan ideal sekelompok orang dalam interaksi sosial. Di desa Mahato, Riau. Bahasa daerah menjadi salah satu turun temurun yang harus dijaga. Sayangnya, sekarang dengan kemajuan teknologi dan keadaan globalisasi, desa-desa maupun lingkungan benar-benar mempresentasikan bahasa daerah yang menghilang. Ini karena anak-anak muda yang terus-menurus diajarkan bahasa Indonesia dan ikatan-ikatan publik teror, bersama dengan aplikasi digital, tidak begitu mengambil minat terhadap bahasa ini atau malah lupakan bahasa ini. Karena itu, semua pihak pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan harus berusaha keras untuk mencari cara terbaik untuk mencegah bahasa daerah dari pelestarian yang efektif bahkan, bukan hanya  tentang komunikasi, sebaiknya itu membawa nilai sendiri. Untuk alasan ini, strategi tidak hanya bergantung pada pengajaran bahasa di sekolah ,sebaliknya bahasa Indonesia adalah bagian dari hidup sehari-hari dan kebudayaan lokal.

    Strategi mempertahankan bahasa daerah di desa Mahato , bahasa daerah merupakan salah satu aspek budaya warisan yang dapat merefleksikan identitas dan kearifan lokal suatu komunitas. Namun, mempertahankan bahasa daerah di desa Mahato menjadi suatu tantangan di era globalisasi ini, terlebih di mana bahasa nasional maupun asing semakin mendominasi. Tetapi, tidak ada yang mustahil jika dilakukan secara bersama-sama, berikut ini adalah beberapa strategi yang dapat diterapkan agar bahasa daerah tetap eksis dan terjaga hingga masa mendatang.

    Pertama, mengintegrasikan bahasa daerah dalam pendidikan informal dan formal, diantaranya dengan membuka kelas bahasa daerah di sekolah formal atau sanggar belajar di tingkat komunitas. Pendidikan seperti ini bisa memberi ruang bagi anak-anak dan remaja unutk mengenal, memaknai, dan menggunakan bahasa ibu mereka dengan aktif.

    Kedua, membuat kembali tradisi lisan seperti pantun, syair, cerita rakyat, dan lain sebagainya yang menggunakan bahasa daerah, serta menyelenggarakan festival budaya, perlombaan, atau acara adat yang diadakan tiap tahunnya. Hal ini bisa menjadi penghibur dan sarana yang efektif untuk mengenalkan kekayaan bahasa daerah yang bersifat fun.

    Ketiga adalah dengan memanfaatkan media digital dan media sosial, yaitu dengan membuat konten menggunakan bahasa daerah seperti lagu atau film pendek dan bisa di unggah di Video,Tiktok,Youtobe,Facebook dan tulisan ringkas yang banyak disukai remaja dan generasi Z. Dengan cara ini, bahasa daerah tetap relevan dan bisa diakses kapan saja melalui merekalah usaha-usaha pelestarian ini akan hidup.

    Keempat, yaitu dengan mengampanyekan penggunaan bahasa daerah dalam praktik sehari-hari, mulai dari lingkup keluarga misalnya mengajak anak-anak ber komunikasi dalam bahasa daerah.Ini sangat membantu kita untuk mempertahankan Bahasa daerah kita sendiri.  Penggunaan bahasa daerah dalam upacara keagamaan, musyawarah desa, dan aktivitas lingkungan lainnya akan memberi sentakan kuat untuk melanjutkan pemakaian Bahasa.

    Terakhir, mempertahankan Bahasa daerah bukan hanya tanggung jawab individu tetapi merupakan kewajiban kita bersama untuk menjaga dan mempertahankan Bahasa daerah agar terus terjaga untuk generasi mendatang .Dengan melibatkan sesepuh dan sejumlah tokoh adat dalam upaya pelestarian bahasa daerah. para sesepuh dan tokoh adat memiliki beberapa pengetahuan yang terkadang tidak dimilki pada generasi muda tentang makna kultural dan filosofis. Berbagai ragam masyarakat desa Mahato meminta mereka untuk menjadi mentor, pembicara dalam acara-acara forum lingkungan bisa menjadi penyemangat bagi generasi muda tentang asal usul dan makna di balik bahasa daerah. Dengan demikian, setiap orang yang terlibat dalam usaha pelestarian bahasa daerah di Desa Mahato akan berpengalaman dan mempertahankan eksistensi. Sehingga, dari sinilah bahwa orang akan terbiasa untuk menggunakan bahasa daerah. maka keseluruhan desa Mahato merupakan sebuah contoh bagaimana komunitas lokal dapat menciptakan identitas warisan yang tetap relevan. Secara keseluruhan mempertahankan suatu bahasa daerah dapat menjadi jalan untuk mengaktualisasikan diri sebagai sebuah ekspresi gerak budaya dalam masyarakat upanda heritage asosiate Badahsa, tetapi juga sebagai tindak lanjut dari keberagaman budaya Indonesia.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pentingnya Apresiasi Drama dalam Pembelajaran Sastra

admin

06 Jun 2026

By : Livia Salsabila Siregar, Apresiasi drama memiliki peran penting dalam pembelajaran sastra karena lewat drama siswa tidak hanya membaca cerita, tetapi juga memahami kehidupan yang digambarkan di dalamnya. Dalam drama, siswa bisa melihat bagaimana tokoh berbicara, bersikap, dan menghadapi masalah yang terjadi. Saat mempelajari drama, siswa juga belajar memahami karakter tokoh, alur cerita, suasana, …

Mengetuk Pintu Jiwa Menemukan Diri di Balik Lembar-lembar Puisi

admin

06 Jun 2026

By: Aulia Alvira, Secara kasat mata, puisi hanyalah deretan kata yang berbaris di atas kertas. Ia sering kali dituduh sebagai karya yang rumit, penuh teka-teki, bahkan berjarak dari realitas kehidupan sehari-hari. Namun, bagi mereka yang mau meluangkan waktu untuk berhenti sejenak dan membaca dengan hati, puisi berubah menjadi sebuah cermin ajaib. Mengapresiasi puisi bukan sekadar …

Menyimak di Era Digital: Dari Kedalaman Makna Menuju Kedangkalan Informasi

admin

06 Jun 2026

By: Filzah Shahirah, Dalam ilmu bahasa dan sastra, menyimak sering kali dianggap sebagai keterampilan yang pasif dan terjadi secara alami. Padahal, menyimak (listening) sangat berbeda dengan sekadar mendengar (hearing). Mendengar hanyalah proses fisik masuknya suara ke telinga, sedangkan menyimak adalah sebuah tindakan aktif-kognitif untuk mencerna makna, menghayati rasa, dan mengevaluasi informasi secara kritis. Menyimak adalah …

Pengembangan Berbicara Anak Dalam Bahasa dan Sastra

admin

06 Jun 2026

By: Siti Nurhalizah Lubis, Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang fundamental dalam kehidupan manusia. Bagi anak-anak, kemampuan berbicara bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga cerminan perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka. Sejak lahir, anak telah memiliki potensi bahasa yang luar biasa. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang optimal tanpa stimulasi yang tepat dari lingkungan …

Pengaruh Media Pembelajaran Digital Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar

admin

06 Jun 2026

By : Siti Fadillah Suyoto, Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Dalam konteks pembelajaran, teknologi digital telah menciptakan paradigma baru yang menawarkan berbagai kemungkinan inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa, pendidik terus mencari berbagai strategi dan inovasi pembelajaran yang efektif. …

Pengembangan Kemampuan Berbicara sebagai Dasar Komunikasi Efektif

admin

06 Jun 2026

By: Nur Maghfirah Fakhri, Kemampuan berbicara merupakan bagian penting dalam keterampilan berbahasa yang berperan langsung dalam aktivitas komunikasi sehari-hari. Dalam dunia pendidikan, berbicara tidak sekadar digunakan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga mencerminkan kemampuan seseorang dalam berpikir, memahami, dan mengungkapkan gagasan secara runtut. Oleh sebab itu, pengembangan kemampuan ini perlu dilakukan secara terencana agar dapat mendukung …