- Esai dan OpiniPembelajaran Literasi Di Sekolah Dasar Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Karakter Siswa
- Esai dan OpiniPembelajaran Sastra Dan Bahasa Di Sekolah Dasar: Perspektif Para Ahli Pendidikan
- Esai dan OpiniMenurunnya Kemampuan Menulis Siswa di Era Digital
- Esai dan OpiniStrategi Cerdas Menggunakan Presentation Script untuk Mengasah Kemampuan Menyimak Siswa di Era Modern
- Esai dan OpiniBahasa di Ujung Jari: Cara Cerdas Belajar di Era Digital

URGENSI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MEMBENTUK AKHLAK PESERTA DIDIK
By: Fadhillah sekar sari, Cheisya Anastasya
Pendidikan karakter di Indonesia dirasa perlu ditanamkan sejak dini, mengingat merosotnya moralitas peserta didik di era globalisasi. Moralitas menjadi satu unsur yang menunjukkan kualitas bagi kehidupan masyarakat. Orang-orang beragama memiliki asumsi bahwa agama selalu mengajarkan pengikutnya untuk berbuat baik dan melarangnya melakukan kesalahan. Sedangkan budayawan berasumsi moralitas seseorang diliat dari sebagaimana seseorang mematuhi nilai dan norma di masyarakat.Penanaman pendidikan karakter melalui tiga tahap yaitu internalisasi dan eksternalisasi. Dalam ketiga proses penanaman tersebut bisa menunjukkan hasil positif tentunya karakter peserta didik juga baik. Akan tetapi jika dari tiga proses tidaklah maksimal makan hasil yang didapat peserta didik juga tidak maksimal. Proses internalisasi menjadi proses dasar atau pondasi bagi pendidikan karakter peserta didik, dimana keluarga menjadi pembentuk dasar karakter berupa pengenalan karakter kepada peserta didik. Dan eksternalisasi merupakan proses selanjutnya dari internalisasi dimana proses ini di isi oleh tenaga pendidikan, teman sebaya, media sosial.
Tujuan pendidikan karakter sendiri yang diharapkan pemerintah Indonesia ialah yang pertama, agar dapat mengembangkan hati nurani atau kolbu pada diri peserta didik agar memiliki nilai-nilai karakter budaya dan mempunyai karakter bangsa pada dirinya, yang kedua dapat menanamkan nilai-nilai bangsa atau budaya yang religious terhadap peserta didik agar dapat mengembangkan kebiasaan peserta didik dengan perilaku yang terpuji yang sejalan dengan nilai-nilai
Fungsi dari pendidikan karakter sendiri yaitu membentuk dan mengembangkann potensi peserta didik agar dapat berfikir secara baik dan dapat berahati-hati dalam berprilaku, dan dengan adanya implementai pendidikan karakter dalam membentuk akhlak supaya dapat memperkuat dan memperbaiki peran kesatuan pendidikan,keluarga dan masyarakat agar dapat ikut berpartisipasi dalam mengembangkann potensi Negara yang maju dan,sejahtera tanpa melupakan etika kesopanan budaya masing-masing.
Implementasi Pendidikan Karakter
Implementasi pendidikan karakter bangsa sendiri bertujuan agar peserta didik dapat mengembangkan karakter mereka masing-masing secara individu agar dapat mampu mewujudkan nilai-nilai luhur yang ada dalam pancasila, seperti.: agar dapat memperkuat dan membangun karakter bangsa yang berjiwa multikultural, menanamkan dan mengembangkan potensi dasar pada diri peserta didik agar berhati baik, dan dapat meningkatkan peradapan dalam bangsa yang kompetitis dalam peradapan dunia. Semua ini mengacu pada peraturan perundang- undangan yang sudah berlaku dan sudah diyatakan dalam konsep naskah dalam strategi implementasi pendidikan budaya dan karakter pada bangsa di tingkat SMA, untuk menanamkan nilai karakter dan budaya pada diri peserta didik sendiri dapat dilakukan melalui integrasi yang ada dalam mata pelajaran, budaya pada sekolah, dan adanya pengembangan diri. Berhubungan dengan paparan diatas untuk merealisasikanya dengan adanya pendidikan budaya dan karakter bangsa di SMA,perlu adanya dilakukan pendekatan secara sistematis dan integratif dengan cara bekerja sama dengan seluruh pendukung, baik semua yang ada di sekolah, rumah (keluarga), dan masyarakat.
Pendidikan karakter sendiri sering di definisikan sebagai usaha yang dapat mempengaruhi karakter peserta didik, maka diadanya
implementasi pendidikankarakter dalam membentuk akhlak peserta didik agar menjadi lebih baik dan semua dapat diawali dengan mengubah karakter peserta didik dan menanamkan nilai-nilai positif pada diri peserta didik, karna pada dasarnya pendidikan karakter sendiri mengandung 3 (tiga) unsur, yaitu:
- Mengetahui dalam hal kebaikan.
- selalu mencintai dalam hal kebaikan.
- Dan selalu melakukan kebaikan.
Dalam pendidikan karakter sendiri peserta didik tidak diajarkan untuk hanya mengetahui dan mengenal mana perbuatan baik dan perbuatan kurang baik, akan tetapi peserta didik dalam pendidikan karakter diajarkan mananamkan kebiasaan yang baik sehingga peserta didik dapat faham dan mampu untuk melaksanakanya, jadi pendidikan karakter sendiri hampir sama misi nya dengan misi yang ada pada pendidikan akhlak dan pendidikan moral.
Membentuk Karakter Akhlak Peserta Didik
Membentuk karakter akhlak peserta didik sangatlah penting, karena sudah banyak sekali masyarakat awam beranggapan bahwa pendidikan di Indonesia telah gagal, baik dari jenjang menengah dan tinggi, itu semua dikarenakan maraknya pelajar yang sangat minim akhlak atau sopan santun. Seperti kurang memiliki sikap kesantunan baik di sekolah,rumah dan di masyarakat.Tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa krisis nya pendidikan karakter akhlak peserta didik tidaklah hanya berpacu pada linngkungan sekolah saja akan tetapi lingkungan keluarga, masyarakat dan teman juga sangat mempengaruhi, oleh sebab itu untuk mengatasi minimnya karakter akhlak peserta didik yang baik tidak bisa memadai jika dilakukan hanya dilingkungkan sekolah saja, akan tetapi kita juga harus memperbaiki krisis moral,akhlak,dalam masyarakat luas, dalam lingkungan keluarga, dan lingkungan sekitar lainya.
Meski demikian, sekolah bukan berarti tidak dapat memulai upaya untuk mengatasi krisis karakter akhlak dan moral pada peserta didik
tersebut, setidaknya dengan dimulainya dilingkungan sekolah sendiri dapat menjadi titik pusat pada awal dari sebuah usaha penyembuhan krisis karakter akhlak, dan moral di masyarakat kita menyeluruh, walaupun dengan upaya itu belum dapat menyembuhkan semua krisis akan tetapi dengan di mulainya penanaman implementasi pendidikan karakter dalam membentuk akhlak peserta didik di selingkungan sekolah sudah satu langkah lebih baik, karena lingkungan sekolah memiliki posisi yang sangat strategis dalam lingkungan masyarakat itu sendiri. Jika diterapkan di sekolah untuk menanamkan implementassi pendidikan karakter dalam membentuk akhlak peserta didik yang lebih baik dapat dimulai dengan cara sebagai berikut.:
- Melalui penguatan pelaksanaan kurikulum
- Dengan mata pelajaran pendidikann agama islam (PAI)
adapun beberapa strategi yang diterapkan guru di sekolah tersebut untuk mengimplementasikan pendidikan karakter kemandirian dalam membentuk akhlakk peserta didik ialah.:
- Memberi tugas kepada peserta didik agar bisa memanfaatkan sumber belajar dari berbagai perpustakaan dan media sosial (internet
- Mengasah keterampilan peserta didik untuk berkreasi sekreatif
mungkin menghias kelas sesuai kreatifitas masinng-masing individu, dan - Pendidik (guru) membuat kontrak pembelajaran di setiap kelas. Strategi pembiasaan pembiasaan tersebut dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai karakter pada diri peserta didik.
KESIMPULAN
Berdasarkan apa yang telah dijelaskan mengenai implementasi pendidikan karakter dalam Membentuk Akhlak Peserta Didik bahwasannya perlu dilakukan sejak usia dini peserta didik.
Proses pembentukan karakter dan akhlak peserta didik melalui internalisasi di dalam lingkungan keluarga, institusionalisasi dalam lingkungan sekolah, dan eksternalisasi pada lingkungan masyarakat. Dalam pembentukan karakter dan akhlak peserta didik meliputi sejumlah tahapan yaitu perencanaan, implementasi dan evaluasi. Tahap Perencanaan dilakukan dengan adanya mengidentifikasi semua unsur yang berkaitan dengan pembentukan karakter peserta didik. Setelah perencanaan terbentuk, tahapan selanjutnya implementasi. Dalam tahap implementasi, pihak yang terkait dalam pembentukan karakter dan akhlak peserta didik harus mengimplementasikan apa yang telah di buat pada tahap perencanaan. Dan terakhir tahap evaluasi, tahap evaluasi diperlukan untuk mengetahui seberapa tingkat keberhasilan tahap implementasi yang telah dilakukan serta mengecek kembali setiap kegiatan yang telah terjadi, apakah masih ada kesalahan ataukah sudah sesuai dengan apa yang direncanakan. Tahap evaluasi sangat penting dalam pembentukan karakter dan akhlak peserta didik karena memuat hasil seberapa jauh keberhasilan dalam pembentukan karakter peserta didik. Selain itu, tahap evaluasi bertujuan sebagai pondasi hasil dalam menentukan apa yang akan dilakukan tenaga kerja serta keluarga dalam pembentukan karakter dan akhlak peserta didik selanjutnya. Dalam ketiga tahapan tersebut jika dilakukan dengan maksimal tentunya akan mendapatkan hasil yang maksimal. Akan tetapi jika dalam pelaksanaan terdapat suatu kesalahan akan mempengaruhi tingkat keberhasilan dalam pembentukan karakter dan akhlak peserta didik.
admin
26 Apr 2026
By: Rachel Fairus Mumtaz Sebagai calon guru Sekolah Dasar, saya menyadari bahwa proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir serta pembentukan karakter peserta didik. Guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mampu mendorong siswa untuk aktif, kreatif, dan reflektif. Oleh karena itu, pembelajaran perlu dirancang secara …
admin
26 Apr 2026
By: Nurul Fadila Putri HAKIKAT DAN TUJUAN PEMBELAJRAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR Pembelajaran sastra di sd memiliki hakikat yang berbeda dengan pembelajaran sastra di jenjang yang lebih tinggi. Menurut Saxby dalam Nurgiyanto (2013), sastra anak adalah karya sastra yang secara emosional dan psikologis dapat ditanggapi dan dipahami oleh anak-anak yang bersumber dari pengalaman emosional …
admin
26 Apr 2026
By: Gledy Sintya Situmorang Perkembangan teknologi digital menyebabkan perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Kemudahan akses informasi melalui internet, media sosial, dan berbagai aplikasi komunikasi memberikan dampak positif sekaligus negatif. Salah satu dampak negatif yang terlihat adalah menurunnya kemampuan menulis siswa, khususnya dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal …
admin
26 Apr 2026
By: Nurhanisa Lubis Dalam pembelajaran bahasa, keterampilan menyimak merupakan fondasi utama yang mendukung kemampuan berbicara, membaca, dan menulis. Namun, pada praktiknya, banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami informasi yang disampaikan secara lisan. Hal ini sering disebabkan oleh kurangnya fokus, metode pembelajaran yang monoton, serta penyampaian materi yang tidak terstruktur. Kondisi tersebut menuntut adanya inovasi …
admin
26 Apr 2026
By: Endah Nur Hafizah Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa. Saat ini, belajar bahasa tidak lagi terbatas pada buku dan ruang kelas. Dengan adanya internet dan berbagai aplikasi digital, siapa pun dapat belajar bahasa kapan saja dan di mana saja. Namun, kemudahan ini sering kali tidak …
admin
26 Apr 2026
By: Delfi Nanda Azmita Minat baca adalah salah satu bagian penting dalam keberhasilan suatu pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa dan sastra. Namun yang terjadi di Indonesia, minat baca masyarakat tergolong sangat rendah. Kondisi ini menjadi perhatian yang cukup serius karena kemampuan membaca sangat berpengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam memahami informasi, berpikir kritis, dan juga mengembangkan …
18 Dec 2024 2.823 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
01 Apr 2025 1.850 views
By: Reza Widya Lubis Provinsi Riau dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan budaya dan kearifan lokal, terutama yang berasal dari tradisi Melayu. Kearifan lokal ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari seni, adat istiadat, sastra lisan, hingga filosofi hidup masyarakatnya. Namun, di era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan masuknya budaya …
03 Jan 2025 1.470 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
Comments are not available at the moment.