- Esai dan OpiniPembelajaran Literasi Di Sekolah Dasar Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Karakter Siswa
- Esai dan OpiniPembelajaran Sastra Dan Bahasa Di Sekolah Dasar: Perspektif Para Ahli Pendidikan
- Esai dan OpiniMenurunnya Kemampuan Menulis Siswa di Era Digital
- Esai dan OpiniStrategi Cerdas Menggunakan Presentation Script untuk Mengasah Kemampuan Menyimak Siswa di Era Modern
- Esai dan OpiniBahasa di Ujung Jari: Cara Cerdas Belajar di Era Digital

PENDIDIKAN KARAKTER DAN BAGAIMANA KOLABORASINYA ANTARA SEKOLAH DAN KELUARGA
By: Alifah Ashilah, Sri Wahyuni
Apa Itu Pendidikan Karakter?
Pendidikan karakter adalah pendekatan dalam pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan karakter atau kepribadian yang baik pada diri seseorang.
Pendidikan karakter (character education) sangat erat hubungannya dengan pendidikan moral yang mana tujuannya adalah untuk membentuk dan melatih kemampuan seseorang secara terus-menerus guna penyempurnaan diri kearah hidup yang lebih baik.
Berikut ini adalah pengertian dari pendidikan karakter menurut beberapa ahli:
- Lickona (1991) Pendidikan karakter adalah usaha sadar dan terencana dalam membantu siswa memahami, peduli, dan berkomitmen terhadap nilai-nilai moral yang baik.
- Berkowitz (1993) Pendidikan karakter adalah proses pembelajaran yang memberikan pengalaman-pengalaman belajar yang memungkinkan individu menginternalisasi nilainilai moral dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai tersebut.
- Ryan dan Bohlin (1999) Pendidikan karakter adalah proses pembentukan nilai-nilai moral yang dilakukan secara konsisten, terstruktur, dan berkelanjutan untuk membantu individu mengembangkan kepribadian yang baik.
- Nucci (2001) Pendidikan karakter adalah upaya sistematis untuk mengembangkan moralitas individu melalui pengajaran, pengalaman sosial,dan pembentukan kebiasaan baik.
- Lickona dan Davidson (2004) Pendidikan karakter adalah usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk membantu individu mengembangkan nilai-nilai moral yang baik,menjadikannya bertanggung jawab, dan membentuk kepribadian yang baik.
Oleh karena itu, pendidikan karakter diartikan sebagai pendidikan moral, watak, budi pekerti yang bertujuan untuk mengembangkan kepribadian seseorang dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Tujuan pendidikan karakter atau character education bertujuan untuk membentuk pribadi yang baik, menjadikan seorang individu menjadi yang baik, dan serta dapat diterima oleh lingkungan dan juga nilai-nilai luhur budaya di sekitar. Selain itu, tujuannya juga untuk mengembangkan potensi peserta didik secara holistik sehingga menjadikan seorang individu yang unggul secara intelektual, maupun emosional. Tujuan lainnya juga meningkatkan mutu dari proses pendidikan sehingga bisa membentuk karakter atau akhlak yang mulia secara utuh, terpadu dan seimbang.
Apa Manfaat Pendidikan Karakter?
Pendidikan karakter memiliki manfaat yang sangat penting dalam membentukgenerasi yang berkualitas dan memiliki moral yang baik. Bahkan menurut ahli, kecerdasan emosional bisa membuat seseorang menyelesaikan dan menghadapi berbagai tantangan dengan baik dimasa depan. Selain itu, pendidikan karakter mampu membuat seseorang menggunakan pengetahuan dan merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Berikutadalahbeberapa manfaatdariPendidikankarakter :
- Membentuk nilai-nilai moral yang kuat: Pendidikan karakter dapat membantu individu untuk mengembangkan nilai-nilai moral yang penting seperti kejujuran, integritas, tanggung jawab, dan empati. Dengan nilai-nilai moral yang kuat, individu akan mampu membuat keputusan yang baik dan bertindak dengan integritas dalam kehidupan sehari-hari.
- Meningkatkan kualitas hubungan sosial: Pendidikan karakter membantu individu untuk mengembangkan keterampilan sosial yang baik seperti kerjasama, toleransi, pengendalian diri, dan penghargaan terhadap perbedaan. Hal ini akan meningkatkan kualitas hubungan sosial mereka dengan orang lain, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.
- Membantu mengatasi konflik: Dengan memiliki pendidikan karakter yang baik, individu akan mampu mengatasi konflik dengan cara yang lebih baik. Mereka akan belajar untuk mengendalikan emosi mereka, berkomunikasi dengan baik, dan mencari solusi yang adil dan salin menguntungkan untuk semua pihak.
- Meningkatkan kinerja akademik: Pendidikan karakter dapat berdampak positif pada kinerja akademik seseorang. Dengan memiliki nilai-nilai seperti disiplin, kerja keras, dan ketekunan, individu akan lebih fokus dan memiliki motivasi yang tinggi dalam belajar. Mereka juga akan memiliki sikap positif terhadap pembelajaran dan lebih mampu mengatasi tantangan akademik.
- Meningkatkan kualitas kepemimpinan: Pendidikan karakter membantu individu untuk mengembangkan kualitas kepemimpinan yang baik. Mereka akan belajar untuk menjadi pemimpin yang adil, bertanggung jawab, dan memiliki kepekaan terhadap kebutuhan orang lain. Hal ini akan membantu mereka dalam mengambil inisiatif dan memimpin dengan contoh yang baik dalam lingkungan sekolah dan masyarakat.
- Meningkatkan rasa memiliki terhadap masyarakat: Dengan pendidikan karakter, individu akan belajar untuk memiliki rasa tanggung jawab dan peduli terhadap masyarakat di sekitar mereka. Mereka akan belajar untuk menjadi seorang individu yang baik, yang peduli terhadap kepentingan bersama dan siap untuk berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih baik.
Kolaborasi Antara Sekolah dan Keluarga dalam Mendukung
Pendidikan Anak
Pendidikan merupakan salah satu aspek terpenting dalam perkembangan individu dan masyarakat. Pendidikan tidak hanya mempersiapkan anak untuk menghadapi tantangan kehidupan tetapi juga membentuk karakter, nilai, dan keterampilan yang mereka perlukan dalam berinteraksi di lingkungan yang lebih luas. Di era yang semakin kompleks ini, sekolah dan keluarga memiliki peran besar dalam mendukung proses pendidikan anak. Kolaborasi antara sekolah dan keluarga bukan hanya penting tetapi sangat krusial untuk menjamin keberhasilan pendidikan anak. Melalui kerja sama yang efektif, pendidikan anak dapat menjadi lebih holistik dan komprehensif. Pentingnya Kolaborasi Sekolah dan Keluarga.
- Dukungan Emosional dan Mental : Anak-anak membutuhkan dukungan emosional yang kuat dalam proses belajar mereka, dan dukungan ini bisa berasal dari lingkungan rumah dan sekolah. Ketika keluarga terlibat dalam pendidikan anak, mereka merasa lebih aman dan didukung secara emosional. Guru di sekolah juga akan lebih memahami kondisi psikologis anak jika mereka memiliki komunikasi yang baik dengan orang tua. Dengan adanya kolaborasi antara sekolah dan keluarga, guru dapat memberikan perhatian khusus dan intervensi yang tepat ketika anak mengalami kendala emosional atau psikologis. hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa anak-anak dapat belajar dalam keadaan yang nyaman dan stabil.
- Pembentukan nilai dan karakter : kolaborasi antara sekolah dan keluarga sangatberpengaruh dalam pembentukan karakter anak. Nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, dan integritas dapat dikuatkan dengan adanya sinergi antara sekolah dan keluarga. Keluarga memiliki kesempatan untuk menerapkan nilai-nilai yang diajarkan di sekolah dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sehingga anak tidak hanya memahami secara teori tetapi juga terbiasa menerapkannya. Dengan adanya kepemahaman dan komunikasi antara orang tua dan guru tentang nilai-nilai yang hendak ditanamkan, pembentukan karakter pada anak dapat berjalan lebih konsisten dan efektif.
- Pemantauan Kemajuan Akademik dan Non Akademik : Kolaborasi antara sekolah dan keluarga memungkinkan pemantauan yang lebih efektif terhadap kemajuan akademik dan non-akademik anak. Orang tua yang terlibat dalam pendidikan anak dapat bekerja sama dengan guru untuk melihat kemajuan dan tantangan yang dihadapi anak. Hal ini mencakup pemahaman mengenai capaian akademik anak, seperti kemampuan membaca, menulis, atau berhitung serta aspek non-akademik, seperti keterampilan sosial dan keterampilan komunikasi. Dengan pemantauan yang konsisten keluarga dan sekolah dapat mengambil langkah yang diperlukan untuk mendukung perkembangan anak secara menyeluruh.
- Memfasilitasi Lingkungan Belajar yang Optimal : Lingkungan belajar yang optimaladalah lingkungan yang dapat mendorong anak untuk belajar dengan cara yangnyaman dan sesuai dengan kebutuhannya. Dalam hal ini, kerja sama antara sekolahdan keluarga memungkinkan adanya kesinambungan antara lingkungan sekolah danrumah. Misalnya, ketika orang tua memahami metode pembelajaran yang diterapkandisekolah, mereka dapat mendukung anak dalam belajar di rumah dengan metodeyang sama atau serupa. Ini membantu anak merasa nyaman dalam proses belajar dan dapat menyesuaikan diri dengan lebih mudah.
admin
26 Apr 2026
By: Rachel Fairus Mumtaz Sebagai calon guru Sekolah Dasar, saya menyadari bahwa proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir serta pembentukan karakter peserta didik. Guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mampu mendorong siswa untuk aktif, kreatif, dan reflektif. Oleh karena itu, pembelajaran perlu dirancang secara …
admin
26 Apr 2026
By: Nurul Fadila Putri HAKIKAT DAN TUJUAN PEMBELAJRAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR Pembelajaran sastra di sd memiliki hakikat yang berbeda dengan pembelajaran sastra di jenjang yang lebih tinggi. Menurut Saxby dalam Nurgiyanto (2013), sastra anak adalah karya sastra yang secara emosional dan psikologis dapat ditanggapi dan dipahami oleh anak-anak yang bersumber dari pengalaman emosional …
admin
26 Apr 2026
By: Gledy Sintya Situmorang Perkembangan teknologi digital menyebabkan perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Kemudahan akses informasi melalui internet, media sosial, dan berbagai aplikasi komunikasi memberikan dampak positif sekaligus negatif. Salah satu dampak negatif yang terlihat adalah menurunnya kemampuan menulis siswa, khususnya dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal …
admin
26 Apr 2026
By: Nurhanisa Lubis Dalam pembelajaran bahasa, keterampilan menyimak merupakan fondasi utama yang mendukung kemampuan berbicara, membaca, dan menulis. Namun, pada praktiknya, banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami informasi yang disampaikan secara lisan. Hal ini sering disebabkan oleh kurangnya fokus, metode pembelajaran yang monoton, serta penyampaian materi yang tidak terstruktur. Kondisi tersebut menuntut adanya inovasi …
admin
26 Apr 2026
By: Endah Nur Hafizah Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa. Saat ini, belajar bahasa tidak lagi terbatas pada buku dan ruang kelas. Dengan adanya internet dan berbagai aplikasi digital, siapa pun dapat belajar bahasa kapan saja dan di mana saja. Namun, kemudahan ini sering kali tidak …
admin
26 Apr 2026
By: Delfi Nanda Azmita Minat baca adalah salah satu bagian penting dalam keberhasilan suatu pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa dan sastra. Namun yang terjadi di Indonesia, minat baca masyarakat tergolong sangat rendah. Kondisi ini menjadi perhatian yang cukup serius karena kemampuan membaca sangat berpengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam memahami informasi, berpikir kritis, dan juga mengembangkan …
18 Dec 2024 2.823 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
01 Apr 2025 1.850 views
By: Reza Widya Lubis Provinsi Riau dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan budaya dan kearifan lokal, terutama yang berasal dari tradisi Melayu. Kearifan lokal ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari seni, adat istiadat, sastra lisan, hingga filosofi hidup masyarakatnya. Namun, di era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan masuknya budaya …
03 Jan 2025 1.470 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
Comments are not available at the moment.