Home » Esai dan Opini » PERANAN MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH

PERANAN MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH

admin 30 Nov 2025 275

By: Khairun Nisa Dalam media pembelajaran merupakan komunikasi antara seorang guru dan siswa melalui sebuah alat dan Teknik (Ramadhan,2020). Proses pembelaajaran di sekolah dapat menjadi efektif Ketika komunikasi dan berinteraksi anatra guru dan siswa menggunakan sebuah media pembelajaran berupa alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan informasi dalam pembelajaran. Media juga berfungsi sebagai alat untuk memotivasi siswa dalam belajar karena penggunaan media yang bervariatif akan mendorong siswa untuk inggin tahu hal-hal yang terkait dengan media tersebut.

Dalam media pembelajaran saat ini telah mengalami perkembangan . Guru mampu menyesuaikan kebutuhan media pembelajaran dengan karakter siswa pada era modern ini karean kemajuan teknologi. Salah satu produk hasil teknologi yang menjadi kebutuhan baru oleh masyarakat dan dapat dijadikan sebagai media untuk membantu siswa belajar adalah handphone/gadget. Berbagai kalangan dari anak-anak hingga dewasa dapat mengoperasikan menimbulkan dampak negative bagi anak yaitu dalam penggunaan handphone/gadget oleh anak-anak untuk kesenangan semata yaitu bermain game, melihat video di youtube dan berselancar di dunia media sosial,(Ramadham,2020).

Dalam penggunaan game yang benar tidak menutup kemungkinan dapat membantu siswa dalam belajar, seperti jenis game edukasi yang digunakan untuk media pembelajaran. Banyaknya fitur-fitur dalam game edukasi yang digunakan pada handphone memberikan portensi pengalaman bermain dan belajar secara menarik dan berkelajutan (Pratama,2017). Selain itu, usia siswa sekolah dasar yang masih suka bermain tentu akan meningkatkan motivasi belajar siswa dengan pengalaman baru yaitu belajar sekaligus bermain menggunakan game edukasi (Ramadhan,2020).

Pemilihan media pembelajaran harus disesuaikan dengan  mata Pelajaran yang akan disampaikan oleh pengajar, karena tidak semua media pembelajaran bisa diterapkan pada semua mata Pelajaran. Pemilihan media pembelajaran yang tepat akan membuat siswa tertarik untuk mengikut kegiatan belajar mengajar ,sehingga siswa dapat termotivasi dengan mengajar pembelajaran aktif.Diharapkan pembelajaran akan lebih baik,dalam kegiatan belajar mengajar guru menggunakan model pembelajaran konversional, yang mana siswa hanya duduk dan mendengarkan penjelasan guru (Ramadhan,2015).

Pentingnya model pembelajaran yang akan diterapkan dalam kelas harus sesuai dengan kondisi kelas dan tujuan dari pembelajaran, seperti tujuan dari pembelajaran aktif untuk membuat siswa aktif awal melalui aktivitas-aktivitas yang membantu kerja kelompok dalam waktu singkat dan dalam waktu singkat membuat siswa berfikir tentang materi, juga terdapat Teknik memimpin  belajar dikelas,merangsang diskusi dan debat (Ramadhan,2020).

Dalam dunia Pendidikan ini hidup dalam dunia media, dimana kegiatan pembelajaran telah bergerak menuju dikyranginya sistem penyampaian bahan pengajaran dengan metode ceramah dan diganti dengan media pembelajaran. Lebih pada kegiatan pembelajaran yang menekankan pada kompentensi-kompentesi yang terkait dengan keterampila proses, maka dibutukan peranan media pembelajaran. Dlam pembelajaran yang dirancang secara lebih baik dan kreatif dengan memanfaatkan multimedia, dalam batas-batas tertenttu akan dapat memperbesar kemungkinan siswa untuk belajar lebih banyak mencangkam apa yang meningkatkan ketercapaian kompetensi.

  Banyak ragam metode pembelajaran yang dapat digunakan, seperti metode ceramah/menjelaskan materi, tanya jawab,diskusi,inquiri,demunstrasi,simulasi,unjukkerjaa,percobaan dan metode-metode lainnya yang bisa digunakan. Tetapi guru harus mampu memilih metode yag tepat untuk menyampaikan materi ajar sesuai kebutuhan. Sehingga dengan metode yang tepat dapat membantu siswa dalam memahami materi yang diajarkan guru.Dalam pembelajarn ternyata tidak cukup dengan metode saja, media pembelajaran juga dapat menunjang keberhasilan dalam mancapai kompetensi yang diharapkan. Disinilah peran seorang guru dalam menciptakan suasana belajar yang menarik dituntut untuk kreatif menemukan media pembelajaran yang sekitarnya mampu membantu siswa dalam memahami dan mencapai kompetnsi belajar siswa (Ramadhan,2020).

 Manusia menerima data melalui berbagai saluran seperti media,audio, dan visual (Paivio,1969), saluran ini sama dengan Indera sentuhan, rasa dan bau. Media ajar adalah alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran. Dalam media memiliki beberapa manfaat yaitu memperjelas pesan dan informasi yang ingin disampaikan kepada pembelajar sehingga mampu meningkatkan yang terdiri paling sedikit memenuhi dua unsur,misalnya unsur audio dan visual atau teks dan ilustrasi.

Menurut Asyid(dalamRamadhan,2018) media berbasis audiovisual adalah media visual yang mengandung suara tambahan untuk memproduksinya. Sudjana dan Rivai(dalam Ramadhan,2013),menemukkan bahwa media audiovisual adalah sejumlah peralatan yang dipakai oleh seorang guru dalam menyampaikan konsep, gagasan dan pengalaman yang ditangkap oleh Indera pandang dan pendengar.

Menurut Gustian (dalam Ramadhan) mendefinisikan lagu sebagai ragam sastra yang berirama dalam bercakap, bernyanyi,membaca,dan sebagainya.Lagu termasuk ke dalam media audio karena lagu merupakan hal atau sesuatu yang berkaitan dengan Indera pendengar. Secara fisiologis, pendengaran adalah suatu proses gelombang-gelombang suara masuk melalui telinga bagian luar,terus ke gendang telinga, kemudian dirubah menjadi getaran mekanik di bagian Tengah telinga,selanjutnya berubah menjadi rangsangan syaraf, dan diteruskan ke otak.

Dalam Menurut Gustian (dalam Ramadhan,2013) keledia dari media pembelajaran ini adalah pertama bisa diputar berulang-ulang sesuai kebutuhan siswa, kedua lagu dapat dihapus dan digunakan kembali, ketiga mampu mengembangkan imajinasi siswa, keempat sangat efektif  untuk pembelajaran Bahasa,kelima penggandaan programnya sangat mudah sehingga bisa diberikan kepada setiap siswa. Adapun kelemahan dari media ini yaitu pertama daya jangkahnya terbatas dan biaya penggandaan alasanya relative lebih mahaal.Karena itu,jika ada siswa yang membutuhkannya, maka harus mengeluarkan biaya untuk membeli kaset atau CD dan kuota tersebut.

Ramadhan (2018) menyatakan rendahnya mata atau kualitas pembelajaran Bahasa dan sastr Indonesia di sekolah selama ini disebabkan oleh hal seperti, metode   belajar yang diterapkan seorang guru,minat siswa pembelajaran Indonesia karena kurangnya potensi seorang guru untuk membuat pembelajarn Bahasa Indonesia menjadi hal yang menarik. Seorang siswa enggan menyampaikan ide/gagasan mereka lebih baik secara lisan maupun tulisan. Selain itu,kurangnya Latihan keterampilan menulis dan siswa bingung atau kesulitan untuk memulai suatu tulisan.

Berkenaan dengan perkembangan teknologi media pembelajaran, peranan media menjadi sangat penting. Dalam media pembelajaran yang berupa mesin (teknologi)  dipandang sebagai aplikasi ilmu pengetahuan dapat berwujud media elektronik atau media pembelajaran lainnya menempati posisi strategis dalam mempermudah dan memperlancar  belajar. Jangkauan belajar juga menjadi lebih luas (distance learning) dan lebih cepat (acces to internet or learning through computer), yang pada akhirnya penerapan teknologi pembelajaran memiliki kontribusi yang besar dalam beljar. Apakah yang dimaksud teknologi pembelajarna itu? Teknologi pembelajaran dalah teknologi suatu proses yang kompleks dan terpadu yang melibatkan orang ,prosedur, ide/gagasan,peralatan,dan organisasi,untuk menganalisis masalah, mencari cara pemecahan masalah, melaksanakan,menevaluasi dan mengelolah pemecahan masalahan dalam situasi dimana kegiatan belajar itu mempunyai tujuan yang terkontrol.

Dalam teknologi media pembelajaran ,pemecahan masalahan itu berupa komponen sistem pembelajaran yang telah disusun dalam fungsi diseleksi, dan dalam pemanfaatan media pembelajaran,serta dikombinasikan sehingga menjadi sistem pembelajarn yang lengkap. Dalam komponen-komponen ini meliputi: pesan,orang,bahan,peralatan ,Teknik dan latar. Dalam komponen-komponen tersebut juga sebgai komponen sumber belajar. Penyediaan sumber belajar (learning resources) akan lebih mempercepat pemerataan dan persebarluasan kualitas hasil pembelajaran. Hal ini dapat  terlaksana dengan baik apabila terdapat kerja sama yang baik diantara sekolah yang ada termasuk juga kerja sama dengan lembaga lain dan masyarakat sekitarnya.

Penggunaan bahasa pada percakapan dalam pembelajaran di kelas merupakan fenomena sosial dan budaya yang tidak terlepas dari tradisi penuturnya. Bahasa yang digunakan saat pembelajaran hendaklah menggunakan bahasa yang santun karena percakapan guru dan sisiwa di kelas dikatakan mengekpesikan nilai-nilai kesantunan tindak tutur (Ramadhan, 2008).

Peranan media dalam kegiatan pembelajaran merupakan bagian yang sangat menentukan efektifitas dan efesiensi pencapaian tujuan pembelajaran. McKown dalam bukunya “Audio Visual Aids To Instruction” mengemukakan empat fungsi media. Keempat fungsi tersebut adalah sebagai berikut. Pertama mengubah titik berat pendidikan formal, yang artinya dengan media pembelajaran yang tadinya abstrak menjadi kongkret, pembelajaran yang tadinya teoritis menjadi fungsional praktis. Kedua, membangkitkan motivasi belajar, dalam hal ini media menjadi motivasi ekstrinsik bagi pebelajar, sebab penggunaan media pembelajaran menjadi lebih menarik dan memusatkan perhatian pembelajaran. Ketiga, memberikan kejelasan, agar pengetahuan dan pengalaman pebelajar dapat lebih jelas dan mudah dimengerti maka media dapat memperjelas hal itu. Terakhir, keempat, yaitu memberikan stimulasi belajar, terutama rasa ingin tahu pebelajar. Daya ingin tahu perlu dirangsang agar selalu timbul rasa keingintahuan yang harus penuhi melalui penyediaan media.

Meskipun media pembelajaran memiliki banyak manfaat, penerapannya di sekolah masih menghadapi beberapa kendala. Di antaranya adalah keterbatasan fasilitas, kurangnya pelatihan guru dalam penggunaan media, serta kurangnya kesadaran akan pentingnya inovasi dalam pembelajaran. Oleh karena itu, perlu ada pelatihan yang berkelanjutan bagi guru, penyediaan fasilitas teknologi yang memadai, serta dukungan dari pihak sekolah dan pemerintah.

Media memiliki peran yang sangat penting dalam proses pembelajaran karena dapat menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan kreatif media dapat memuat materi pelajaran yang memudahkan guru dalam melaksanakan aktivitas pembelajaran serta berfungsi untuk menerangkan makna materi yang sulit dipahami oleh siswa (dalam Ramadhan,2020).

Dari kesimpulan yang saya ambil media pembelajaran memiliki peranan penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah. Tidak hanya membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan mudah dipahami, tetapi juga mendorong keterlibatan dan kreativitas siswa. Oleh karena itu, guru Bahasa Indonesia perlu terus mengembangkan dan memanfaatkan media pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan peserta didik. Sinergi antara guru, siswa, sekolah, dan teknologi akan menjadi kunci keberhasilan pembelajaran Bahasa Indonesia yang efektif dan bermakna.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pentingnya Apresiasi Drama dalam Pembelajaran Sastra

admin

06 Jun 2026

By : Livia Salsabila Siregar, Apresiasi drama memiliki peran penting dalam pembelajaran sastra karena lewat drama siswa tidak hanya membaca cerita, tetapi juga memahami kehidupan yang digambarkan di dalamnya. Dalam drama, siswa bisa melihat bagaimana tokoh berbicara, bersikap, dan menghadapi masalah yang terjadi. Saat mempelajari drama, siswa juga belajar memahami karakter tokoh, alur cerita, suasana, …

Mengetuk Pintu Jiwa Menemukan Diri di Balik Lembar-lembar Puisi

admin

06 Jun 2026

By: Aulia Alvira, Secara kasat mata, puisi hanyalah deretan kata yang berbaris di atas kertas. Ia sering kali dituduh sebagai karya yang rumit, penuh teka-teki, bahkan berjarak dari realitas kehidupan sehari-hari. Namun, bagi mereka yang mau meluangkan waktu untuk berhenti sejenak dan membaca dengan hati, puisi berubah menjadi sebuah cermin ajaib. Mengapresiasi puisi bukan sekadar …

Menyimak di Era Digital: Dari Kedalaman Makna Menuju Kedangkalan Informasi

admin

06 Jun 2026

By: Filzah Shahirah, Dalam ilmu bahasa dan sastra, menyimak sering kali dianggap sebagai keterampilan yang pasif dan terjadi secara alami. Padahal, menyimak (listening) sangat berbeda dengan sekadar mendengar (hearing). Mendengar hanyalah proses fisik masuknya suara ke telinga, sedangkan menyimak adalah sebuah tindakan aktif-kognitif untuk mencerna makna, menghayati rasa, dan mengevaluasi informasi secara kritis. Menyimak adalah …

Pengembangan Berbicara Anak Dalam Bahasa dan Sastra

admin

06 Jun 2026

By: Siti Nurhalizah Lubis, Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang fundamental dalam kehidupan manusia. Bagi anak-anak, kemampuan berbicara bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga cerminan perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka. Sejak lahir, anak telah memiliki potensi bahasa yang luar biasa. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang optimal tanpa stimulasi yang tepat dari lingkungan …

Pengaruh Media Pembelajaran Digital Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar

admin

06 Jun 2026

By : Siti Fadillah Suyoto, Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Dalam konteks pembelajaran, teknologi digital telah menciptakan paradigma baru yang menawarkan berbagai kemungkinan inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa, pendidik terus mencari berbagai strategi dan inovasi pembelajaran yang efektif. …

Pengembangan Kemampuan Berbicara sebagai Dasar Komunikasi Efektif

admin

06 Jun 2026

By: Nur Maghfirah Fakhri, Kemampuan berbicara merupakan bagian penting dalam keterampilan berbahasa yang berperan langsung dalam aktivitas komunikasi sehari-hari. Dalam dunia pendidikan, berbicara tidak sekadar digunakan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga mencerminkan kemampuan seseorang dalam berpikir, memahami, dan mengungkapkan gagasan secara runtut. Oleh sebab itu, pengembangan kemampuan ini perlu dilakukan secara terencana agar dapat mendukung …