
KREATIVITAS LINGUISTIK: MENELUSURI TREN BAHASA ANTARA GENERASI Z DAN ALPHA
By: Della Frice, Ana Dhea
Bahasa, sebagai sarana komunikasi utama manusia, terus berevolusi seiring perkembangan zaman. Di era digital ini, Generasi Z dan Generasi Alpha menunjukkan dinamika penggunaan bahasa yang unik, didorong oleh pengaruh teknologi dan media sosial. Keduanya menghadirkan pola komunikasi yang tidak hanya inovatif tetapi juga menantang dalam konteks lintas generasi. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi tren linguistik yang berkembang di antara kedua generasi tersebut, tantangan yang mereka hadapi, serta peran pendidikan dalam mendukung kreativitas bahasa mereka.
Karakteristik Bahasa Generasi Z dan Alpha
Generasi Z (lahir antara 1997-2012) tumbuh bersama teknologi internet dan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Twitter. Platform ini bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga wadah untuk menciptakan tren bahasa baru. Istilah seperti “FOMO” (Fear of Missing Out), “savage”, atau singkatan seperti “IDK” (I Don’t Know) menjadi bagian dari identitas linguistik mereka. Mereka sering menggabungkan teks, gambar, emoji, dan meme untuk menyampaikan pesan yang kompleks dengan cara yang sederhana dan menarik.
Generasi Alpha (lahir setelah 2013), di sisi lain, merupakan generasi yang sejak lahir telah terbiasa dengan teknologi canggih. Mereka lebih banyak dipengaruhi oleh konten multimedia seperti video YouTube, game online, dan aplikasi edukasi. Komunikasi mereka cenderung multimodal, menggunakan kombinasi teks, suara, dan visual. Pola ini membentuk cara mereka berinteraksi, baik secara formal maupun informal.
Tantangan Komunikasi Lintas Generasi
Meskipun kreativitas linguistik ini mengesankan, tidak dapat disangkal bahwa ada kesenjangan komunikasi antara generasi muda dan generasi yang lebih tua. Istilah dan gaya bahasa baru sering kali tidak dimengerti oleh orang tua atau pendidik, yang menyebabkan potensi miskomunikasi.
Selain itu, evolusi bahasa yang sangat cepat di media sosial menuntut Generasi Z dan Alpha untuk terus mengikuti tren. Namun, ini dapat memicu tekanan sosial dan rasa tidak aman jika mereka merasa tertinggal dalam memahami istilah baru. Tantangan lain adalah menjaga etika komunikasi di dunia digital, terutama dalam menghadapi potensi cyberbullying atau penyalahgunaan bahasa.
Pendekatan Pendidikan untuk Mendukung Kreativitas Linguistik
Untuk menjembatani kesenjangan ini dan mendukung perkembangan bahasa yang positif, pendidikan memainkan peran yang sangat penting. Salah satu pendekatan yang efektif adalah pembelajaran berbasis proyek (project-based learning). Metode ini memberikan ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi kreativitas linguistik mereka melalui berbagai kegiatan praktis.
Strategi Implementasi:
- Pembuatan Konten Digital: Siswa dapat diarahkan untuk membuat blog, vlog, atau konten media sosial yang membahas tren bahasa. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan komunikasi tetapi juga memperkenalkan mereka pada tanggung jawab moral dalam menyampaikan pesan.
- Diskusi dan Kolaborasi: Melalui diskusi kelompok, siswa dapat berbagi pandangan tentang istilah dan gaya bahasa yang mereka gunakan. Hal ini membantu mereka memahami keragaman budaya linguistik dan menghargai perbedaan.
- Kampanye Literasi Digital: Siswa diajak untuk merancang kampanye yang mempromosikan penggunaan bahasa yang positif dan inklusif di media sosial. Ini dapat berupa poster digital, video pendek, atau infografis.
- Eksplorasi Multimodalitas: Siswa dilatih untuk mengintegrasikan elemen visual, tekstual, dan audio dalam komunikasi mereka, menciptakan pesan yang lebih efektif dan menarik.
Dampak Positif Pendekatan Interaktif
Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan bahasa siswa, tetapi juga membangun kepercayaan diri mereka dalam berkomunikasi. Siswa menjadi lebih sadar akan pentingnya etika dalam berinteraksi di platform digital. Selain itu, pembelajaran berbasis proyek mendorong mereka untuk berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan masalah komunikasi yang kompleks.
Kesimpulan
Bahasa adalah refleksi dari dinamika sosial dan teknologi, dan Generasi Z serta Alpha menunjukkan bagaimana bahasa dapat berkembang menjadi alat yang kreatif dan adaptif. Dengan memahami tren linguistik mereka dan mendukung eksplorasi kreatif melalui pendekatan pendidikan yang relevan, kita dapat membantu generasi muda menjadi komunikator yang lebih baik dan bertanggung jawab. Investasi dalam kreativitas linguistik generasi muda bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan komunikasi mereka, tetapi juga untuk mempersiapkan mereka menghadapi tantangan global di masa depan. Peran pendidik, orang tua, dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan bahasa yang inklusif, inovatif, dan etis.
admin
25 Jan 2026
By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …
admin
16 Jan 2026
By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …
admin
16 Jan 2026
By: Alnia Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …
admin
16 Jan 2026
By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler) membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca. Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari …
admin
16 Jan 2026
By: Ade Jihan Raysah Putri Daulay, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pedoman resmi untuk penulisan bahasa Indonesia yang telah disahkan sejak 1972. EYD bertujuan menjaga konsistensi, kejelasan, dan keindahan bahasa sebagai identitas bangsa. Namun, di era digital saat ini, EYD sering diabaikan, terutama di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Fenomena ini semakin mencolok …
admin
16 Jan 2026
By: Chintya Bella Tampubolon, Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Salah satu ruang yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini adalah dunia digital, terutama dunia game dan streaming online. Di ruang ini, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, identitas, dan budaya …
18 Dec 2024 2.512 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
03 Jan 2025 1.256 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
03 Jan 2025 1.189 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, bersama tim dosen dari Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu Patumbak. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah melalui pemanfaatan teknologi digital. Bertajuk “Sosialisasi Memanfaatkan Teknologi Digital untuk Mendukung Pembelajaran Berbasis Proyek dan …
Comments are not available at the moment.