- Esai dan OpiniPentingnya Apresiasi Drama dalam Pembelajaran Sastra
- Esai dan OpiniMengetuk Pintu Jiwa Menemukan Diri di Balik Lembar-lembar Puisi
- Esai dan OpiniMenyimak di Era Digital: Dari Kedalaman Makna Menuju Kedangkalan Informasi
- Esai dan OpiniPengembangan Berbicara Anak Dalam Bahasa dan Sastra
- Esai dan OpiniPengaruh Media Pembelajaran Digital Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar

MENCIPTAKAN GENERASI BERKARAKTER DI ERA MODERN
By: Zubaidah Lubis & Nabila Aulia Putri
Dalam era modern yang penuh dengan tantangan global, pendidikan memegang peran sentral dalam membentuk individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Filsafat pendidikan memberikan landasan teoretis dan praktis untuk menjawab kebutuhan ini dengan menyoroti nilai-nilai moral, etika, dan kemanusiaan dalam proses pendidikan.
Era modern, dengan segala kemajuan teknologi dan informasinya, menawarkan peluang sekaligus tantangan bagi pembentukan karakter generasi muda. Di satu sisi, akses informasi yang tak terbatas membuka wawasan dan pengetahuan. Di sisi lain, arus informasi yang deras juga berpotensi membawa pengaruh negatif jika tidak disaring dengan baik. Oleh karena itu, menciptakan generasi berkarakter di era modern menjadi sebuah keniscayaan.
Karakter merupakan fondasi penting bagi individu dan bangsa. Individu yang berkarakter kuat akan mampu menghadapi tantangan, mengambil keputusan yang tepat, dan berkontribusi positif bagi lingkungannya. Bangsa yang diisi oleh generasi berkarakter akan menjadi bangsa yang maju dan bermartabat. Di era modern ini, karakter yang dibutuhkan tidak hanya karakter tradisional seperti jujur, disiplin, dan bertanggung jawab, tetapi juga karakter-karakter adaptif seperti kreatif, inovatif, berpikir kritis, dan mampu bekerja sama.
Strategi Menciptakan Generasi Berkarakter
Untuk menghadapi tantangan tersebut, diperlukan strategi yang komprehensif dan melibatkan berbagai pihak, antara lain:
- Pendidikan karakter di lingkungan keluarga: Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi pembentukan karakter. Orang tua perlu menanamkan nilai-nilai moral dan etika sejak dini, serta memberikan contoh perilaku yang baik.
- Pendidikan karakter di sekolah: Sekolah memiliki peran penting dalam melanjutkan pendidikan karakter yang telah dimulai di keluarga. Guru tidak hanya bertugas mengajar mata pelajaran, tetapi juga mendidik siswa menjadi pribadi yang berkarakter.
- Pemanfaatan teknologi secara bijak: Teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan karakter, misalnya melalui aplikasi edukasi dan konten-konten positif di internet. Namun, penting juga untuk membatasi penggunaan gadget dan mendorong interaksi sosial secara langsung.
- Peran masyarakat dan pemerintah: Masyarakat dan pemerintah juga memiliki tanggung jawab dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembentukan karakter generasi muda. Hal ini dapat dilakukan melalui penyediaan fasilitas publik yang memadai, program-program pengembangan diri, dan penegakan hukum yang adil.
Menciptakan generasi berkarakter di era modern bukanlah tugas yang mudah, tetapi sangat mungkin untuk diwujudkan dengan kerja sama dan komitmen dari semua pihak. Dengan karakter yang kuat, generasi muda akan mampu menghadapi tantangan, memanfaatkan peluang, dan membawa bangsa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.
Melalui perspektif filsafat pendidikan, menciptakan generasi berkarakter menjadi sebuah misi kolektif yang melibatkan institusi pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Pendekatan ini tidak hanya mempersiapkan individu untuk sukses di dunia kerja, tetapi juga membentuk mereka menjadi warga dunia yang bertanggung jawab.
admin
06 Jun 2026
By : Livia Salsabila Siregar, Apresiasi drama memiliki peran penting dalam pembelajaran sastra karena lewat drama siswa tidak hanya membaca cerita, tetapi juga memahami kehidupan yang digambarkan di dalamnya. Dalam drama, siswa bisa melihat bagaimana tokoh berbicara, bersikap, dan menghadapi masalah yang terjadi. Saat mempelajari drama, siswa juga belajar memahami karakter tokoh, alur cerita, suasana, …
admin
06 Jun 2026
By: Aulia Alvira, Secara kasat mata, puisi hanyalah deretan kata yang berbaris di atas kertas. Ia sering kali dituduh sebagai karya yang rumit, penuh teka-teki, bahkan berjarak dari realitas kehidupan sehari-hari. Namun, bagi mereka yang mau meluangkan waktu untuk berhenti sejenak dan membaca dengan hati, puisi berubah menjadi sebuah cermin ajaib. Mengapresiasi puisi bukan sekadar …
admin
06 Jun 2026
By: Filzah Shahirah, Dalam ilmu bahasa dan sastra, menyimak sering kali dianggap sebagai keterampilan yang pasif dan terjadi secara alami. Padahal, menyimak (listening) sangat berbeda dengan sekadar mendengar (hearing). Mendengar hanyalah proses fisik masuknya suara ke telinga, sedangkan menyimak adalah sebuah tindakan aktif-kognitif untuk mencerna makna, menghayati rasa, dan mengevaluasi informasi secara kritis. Menyimak adalah …
admin
06 Jun 2026
By: Siti Nurhalizah Lubis, Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang fundamental dalam kehidupan manusia. Bagi anak-anak, kemampuan berbicara bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga cerminan perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka. Sejak lahir, anak telah memiliki potensi bahasa yang luar biasa. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang optimal tanpa stimulasi yang tepat dari lingkungan …
admin
06 Jun 2026
By : Siti Fadillah Suyoto, Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Dalam konteks pembelajaran, teknologi digital telah menciptakan paradigma baru yang menawarkan berbagai kemungkinan inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa, pendidik terus mencari berbagai strategi dan inovasi pembelajaran yang efektif. …
admin
06 Jun 2026
By: Nur Maghfirah Fakhri, Kemampuan berbicara merupakan bagian penting dalam keterampilan berbahasa yang berperan langsung dalam aktivitas komunikasi sehari-hari. Dalam dunia pendidikan, berbicara tidak sekadar digunakan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga mencerminkan kemampuan seseorang dalam berpikir, memahami, dan mengungkapkan gagasan secara runtut. Oleh sebab itu, pengembangan kemampuan ini perlu dilakukan secara terencana agar dapat mendukung …
18 Dec 2024 3.117 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
01 Apr 2025 2.165 views
By: Reza Widya Lubis Provinsi Riau dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan budaya dan kearifan lokal, terutama yang berasal dari tradisi Melayu. Kearifan lokal ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari seni, adat istiadat, sastra lisan, hingga filosofi hidup masyarakatnya. Namun, di era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan masuknya budaya …
03 Jan 2025 1.584 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
Comments are not available at the moment.