Menyimak di Era Digital: Dari Kedalaman Makna Menuju Kedangkalan Informasi
- account_circle admin
- calendar_month 6/06/2026
- visibility 192
- comment 0 komentar
- label Esai dan Opini
By: Filzah Shahirah, Dalam ilmu bahasa dan sastra, menyimak sering kali dianggap sebagai keterampilan yang pasif dan terjadi secara alami. Padahal, menyimak (listening) sangat berbeda dengan sekadar mendengar (hearing). Mendengar hanyalah proses fisik masuknya suara ke telinga, sedangkan menyimak adalah sebuah tindakan aktif-kognitif untuk mencerna makna, menghayati rasa, dan mengevaluasi informasi secara kritis. Menyimak adalah fondasi utama dari seluruh gerbang literasi manusia.
Namun, perkembangan teknologi hari ini telah mengubah lanskap tersebut secara radikal. Kehadiran media sosial dengan video pendek, podcast yang dipercepat, serta tumpukan informasi visual yang instan telah menurunkan daya konsentrasi (attention span) kita. Kita sedang mengalami pergeseran budaya dari menyimak secara komprehensif (mendalam) menjadi menyimak secara fragmentaris (sepotong-sepotong). Akibatnya, keindahan sastra lisan seperti puitika, intonasi, dan kedalaman cerita sering kali kalah bersaing dengan kecepatan algoritma yang memanjakan mata.
Meski teknologi juga membawa dampak positif lewat bangkitnya audiobook dan podcast sebagai bentuk modern tradisi lisan, tantangan besarnya tetap ada pada kualitas fokus kita. Ketidakmampuan untuk menyimak dengan tuntas adalah akar dari maraknya disinformasi, salah paham di media sosial, hingga menipisnya rasa empati. Menyimak dalam sastra bukan sekadar memahami kata yang terucap, melainkan menangkap emosi dan pesan di balik kata tersebut.
Oleh karena itu, di tengah dunia yang bising di mana semua orang berebut untuk berbicara, keterampilan untuk diam dan menyimak secara mendalam adalah sebuah kebutuhan mendesak. Kita harus mengembalikan kedaulatan menyimak dalam pendidikan dan kehidupan sehari-hari, bukan hanya untuk menjaga kelestarian bahasa, tetapi juga untuk menyelamatkan budaya berpikir kritis kita.

Saat ini belum ada komentar