Home » Esai dan Opini » PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA PADA GENERASI MUDA

PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA PADA GENERASI MUDA

admin 01 Apr 2025 336

By: Delviani Yani Manik, Sakinah Rangkuti

Di era digital yang semakin berkembang pesat ini, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi muda. Platform seperti Instagram, Tik Tok, Twitter, WhatsApp, dan Facebook memungkinkan komunikasi yang lebih cepat, efisien, dan tanpa batas geografis. Dengan adanya media sosial, interaksi antara individu semakin mudah dilakukan, baik dalam bentuk teks, gambar, maupun video. Namun, di balik kemudahan ini, media sosial juga membawa perubahan besar dalam cara generasi muda menggunakan dan memahami bahasa.

Perkembangan bahasa dalam konteks media sosial menjadi tren di media sosial yang menarik untuk dikaji. Di satu sisi, media sosial berperan dalam memperkaya kosakata, menciptakan istilah baru, serta mendorong kreativitas berbahasa. Kata-kata atau istilah baru yang muncul di dunia maya sering kali menjadi bagian dari percakapan sehari-hari, bahkan dapat memengaruhi bahasa formal. Namun, di sisi lain, kebiasaan menggunakan bahasa yang tidak sesuai kaidah, seperti penggunaan singkatan yang berlebihan, campuran bahasa asing, serta penulisan yang kurang memperhatikan tata bahasa, dapat melemahkan kemampuan berbahasa generasi muda dalam konteks akademik dan profesional.

Kejadian ini menimbulkan berbagai pertanyaan penting, sejauh mana media sosial memengaruhi perkembangan bahasa generasi muda? Apakah pengaruh tersebut lebih banyak membawa dampak positif atau negatif? Bagaimana cara menyeimbangkan penggunaan bahasa di media sosial agar tetap mempertahankan kaidah bahasa yang baik dan benar? Melalui pembahasan ini, diharapkan kita dapat memahami dampak media sosial terhadap perkembangan bahasa generasi muda dan mencari solusi agar inovasi dalam berbahasa tetap selaras dengan pelestarian bahasa yang sesuai dengan kaidah yang berlaku.

Dampak Positif Media Sosial terhadap Perkembangan Bahasa Generasi Muda Meskipun media sosial sering dikritik karena merusak struktur bahasa, ada beberapa manfaat yang tidak dapat diabaikan. Media sosial dapat mendorong kreativitas dalam berbahasa, mempercepat penyebaran bahasa, dan menjadi sarana edukasi bagi generasi muda.

  1. Kreativitas dalam Berbahasa

Media sosial memungkinkan generasi muda untuk menciptakan dan mempopulerkan kata-kata baru dengan cepat. Banyak istilah yang awalnya hanya digunakan di dunia maya kini telah masuk ke dalam komunikasi sehari-hari, bahkan menjadi bagian dari budaya populer. Contohnya adalah istilah seperti “gasken” (gabungan dari “gas” dan “ken”), “salty” (diambil dari bahasa Inggris yang berarti kesal atau iri), atau “bestie” (sebutan untuk sahabat).

Selain itu, banyak tren bahasa di media sosial yang muncul dari permainan kata atau plesetan, yang menunjukkan kreativitas pengguna dalam menyusun kosakata baru. Misalnya, penggunaan kata-kata seperti “sembako” untuk menggambarkan “semangat bangun kosan” atau “mabar” yang merupakan singkatan dari “main bareng” dalam konteks bermain game online.

  1. Penyebaran Bahasa dan Budaya yang Lebih Luas

Media sosial memungkinkan bahasa dari berbagai daerah dan negara untuk tersebar dengan cepat. Bahasa Inggris, misalnya, semakin banyak digunakan dalam percakapan sehari-hari di kalangan anak muda akibat maraknya konten berbahasa Inggris di media sosial.

Di sisi lain, media sosial juga berkontribusi dalam melestarikan bahasa daerah. Banyak kreator konten yang dengan bangga menggunakan bahasa daerah mereka dalam unggahan mereka, yang membuat lebih banyak orang tertarik untuk belajar atau sekadar mengenal bahasa tersebut. Sebagai contoh, penggunaan bahasa Jawa dalam konten-komedi di TikTok dan YouTube telah meningkatkan minat generasi muda terhadap bahasa daerah tersebut.

  1. Efisiensi dalam Berkomunikasi

Penggunaan singkatan dan akronim yang populer di media sosial membantu mempercepat komunikasi, terutama dalam percakapan singkat. Singkatan seperti “LOL” (Laugh Out Loud), “BTW” (By The Way), “OTW” (On The Way), atau “GG” (Good Game) telah menjadi bagian dari percakapan sehari-hari, baik dalam bahasa lisan maupun tulisan.

Kemampuan mengekspresikan pikiran dengan cara yang lebih singkat dan efektif ini mencerminkan adaptasi generasi muda terhadap perkembangan teknologi komunikasi yang semakin cepat.

  1. Peningkatan Kemampuan Multibahasa

Banyak anak muda yang terbiasa menggunakan dua atau lebih bahasa dalam komunikasi mereka di media sosial. Hal ini dapat meningkatkan keterampilan bilingual atau multilingual mereka. Campuran bahasa Indonesia dan Inggris yang sering digunakan, meskipun sering dikritik, juga menunjukkan fleksibilitas dan adaptasi mereka terhadap globalisasi.

 Dampak Negatif Media Sosial terhadap Perkembangan Bahasa Generasi Muda

Meskipun media sosial memiliki berbagai manfaat bagi perkembangan bahasa, dampak negatifnya juga tidak bisa diabaikan. Penggunaan bahasa yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa baku, penurunan kemampuan menulis formal, serta potensi hilangnya identitas bahasa lokal menjadi beberapa konsekuensi yang perlu diperhatikan.

  1. Penurunan Kemampuan Tata Bahasa dan Ejaan

Salah satu dampak negatif yang paling sering disoroti adalah menurunnya kemampuan tata bahasa dan ejaan generasi muda. Kebiasaan menyingkat kata atau menggunakan ejaan tidak baku di media sosial dapat terbawa ke dalam kehidupan akademik dan profesional.

Sebagai contoh, banyak anak muda yang terbiasa menulis kata aku menjadi aq kamu menjadi km atau sudah menjadi udh dalam percakapan informal mereka. Jika kebiasaan ini terus berlanjut tanpa adanya kesadaran linguistik, maka akan sulit bagi mereka untuk beradaptasi dalam situasi formal seperti menulis esai, surat resmi, atau laporan akademik.

Media sosial sangat berpengaruh pada generasi mudah berbahasa. Disatu sisi media sosial membuat bahasa lebih bermacam dan kreatif dengan munculnya kata kata baru dan singkatan namun di sisi lain penggunaan bahaa yang tidak baku bisa membuat kemampuan berbahasa formal berkurang. Oleh sebab itu penting bagi generasi muda sekarang tetap menggunaakan bahasa dengan baik dan menyesuaikan keadaaan agar komunikasi tetap jelas dan baik.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
BAHAYA ‘KLIK-SEBAR’ DI KALANGAN REMAJA: LITERASI DIGITAL SEBAGAI PILAR UTAMA MELAWAN DISINFORMASI DAN MENJAGA HARMONI SOSIAL

admin

25 Jan 2026

By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …

KETIKA KITA KEHILANGAN RASA INGIN TAHU TENTANG BAHASA YANG KITA CINTAI

admin

16 Jan 2026

By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi  metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …

BELAJAR NILAI KEHIDUPAN DARI KARYA SASTRA INDONESIA

admin

16 Jan 2026

By: Alnia  Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …

MENGEMBANGKAN PENGETAHUAN DAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR, DENGAN LITERASI UNTUK MEMBENTUK KARAKTER ANAK DALAM BERKOMUNIKASI YANG TEPAT.

admin

16 Jan 2026

By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler)  membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca. Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari …

KETIKA EYD DIABAIKAN: ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA DI MEDIA SOSIAL DAN DAMPAKNYA PADA LITERASI GENERASI Z.

admin

16 Jan 2026

By: Ade Jihan Raysah Putri Daulay, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pedoman resmi untuk penulisan bahasa Indonesia yang telah disahkan sejak 1972. EYD bertujuan menjaga konsistensi, kejelasan, dan keindahan bahasa sebagai identitas bangsa. Namun, di era digital saat ini, EYD sering diabaikan, terutama di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Fenomena ini semakin mencolok …

BAHASA INDONESIA DALAM DUNIA GAME DAN STREAMING ONLINE

admin

16 Jan 2026

By: Chintya Bella Tampubolon, Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Salah satu ruang yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini adalah dunia digital, terutama dunia game dan streaming online. Di ruang ini, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, identitas, dan budaya …