UPAYA PEMERTAHANAN BAHASA DAERAH MELALUI PEMBELAJARAN DAN KEGIATAN DI SEKOLAH DASAR
- account_circle admin
- calendar_month 1/04/2025
- visibility 345
- comment 0 komentar
- label Esai dan Opini
By: Rutmay Prina Br Sembiring
Bahasa daerah merupakan aset berharga suatu bangsa. Bahasa daerah merupakan bagian penting dari identitas budaya yang mencerminkan kearifan lokal dan sejarah suatu masyarakat. Bahasa daerah dapat dikatakan sebagai citra suatu masyarakat yang berdikari dalam kehidupan. Ada nilai-nilai kebudayaan yang terkandung dalam bahasa daerah. Bahasa daerah warisan yang luhur bagi Masyarakat. Akan tetapi, paradigma masyarakat abad 21 menilai bahwa bahasa asing memiliki prestise lebih tinggi dibandingkan bahasa nasional dan bahasa daerah. Dengan kata lain, bahasa daerah berada di prioritas ketiga dalam penggunaannya setelah bahasa nasional dan bahasa asing. Masyarakat lebih memilih menggunakan bahasa nasional dan bahasa asing dalam berkomunikasi. Penutur bahasa asing juga dinilai lebih berpendidikan dan memiliki strata sosial lebih tinggi. Begitu pula sebaliknya, penutur bahasa daerah dinilai memiliki strata sosial di bawah penutur bahasa nasional dan bahasa asing.
Indonesia sebagai bangsa multikultural juga dikenal memiliki banyak bahasa daerah. Tercatat tidak kurang dari 748 bahasa daerah di Indonesia (Wikipedia.com 2016). Akan tetapi, eksistensi penutur bahasa daerah dari masa ke masa kian berkurang. Kondisi tersebut selaras dengan era global dan modernisasi. Komunikasi secara global akhirnya didominasi dengan bahasa internasional atau bahasa asing. Bahkan, berdasarkan data Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa terdapat 139 bahasa daerah yang terancam punah (Sunendar 2016).
Pentingnya bahasa daerah dan ketakutan akan punahnya bahasa daerah perlu diperhatikan karena bahasa memiliki ikatan yang sangat kuat dengan budaya, sehingga keduanya tidak dapat dipisahkan. tanpa bahasa budaya akan mengalami kepunahan. Hubungan antara budaya dan bahasa memiliki hubungan eksklusif yang saling ketergantungan. Kondisi kebiasaan berbahasa dapat mengorganisir dan menjenerasikan pola pikir tertentu. Budaya merupakan satu set sikap, keyakinan, adat-istiadat, dan nilai yang muncul dari sekelompok orang, yang dikomunikasikan pada generasi lewat generasi melalui bahasa atau media komunikasi lain. Bahasa adalah penyangga budaya, sebagian besar budaya terkandung di dalam bahasa dan diekspresikan melalui bahasa, bukan melalui cara lain. Ketika kita berbicaara bahasa sebagian besar yang kita bicarakan adalah budaya. Setiap bahasa daerah memiliki adat istiadat dan bahasa daerah masing- masing. Melalui bahasa daerah kita dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Salah satu upaya dalam mempertahankan bahasa daerah dapat dilakukan melalui pendidikan. Pendidikan merupakan gerbang pertama dan utama dalam mempersiapkan generasi masa depan. Dengan cara memasukkan bahasa daerah dalam kurikulum sekolah dasar sebagai mata pelajaran wajib atau muatan lokal, anak-anak dapat belajar bahasa daerah secara formal dan terstruktur sejak dini. Selain membantu anak-anak untuk bisa berbahasa dalam bahasa induk mereka, mereka juga akan mencintai budaya setempat mereka. Kegiatan ekstrakurikuler yang melibatkan bahasa daerah, termasuk lomba pidato, drama, dan musik tradisional, merupakan aktivitas yang menyenangkan yang meningkatkan sesungguhnya anak-anak bekerja di lapangan. Orang tua juga berperan penting dalam menggunakan bahasa daerah dengan berkomunikasi sehari- hari agar anak- anak terbiasa mendengarnya.

Saat ini belum ada komentar