Home » Esai dan Opini » PENTINGNYA PELESTARIAN BAHASA DAERAH UNTUK MELESTARIKAN IDENTITAS BUDAYA DI GENERASI MUDA

PENTINGNYA PELESTARIAN BAHASA DAERAH UNTUK MELESTARIKAN IDENTITAS BUDAYA DI GENERASI MUDA

admin 01 Apr 2025 286

Penulis : Diya Ashar

             Bangsa Indonesia kaya akan Bahasa data terbaru Summer Institute of Linguistics menyebut jumlah bahasa di Indonesia sebanyak 719 bahasa daerah dan 707 di antaranya masih aktif dituturkan. Sementara itu, Unesco baru mencatatkan 143 bahasa daerah di Indonesia berdasarkan status vitalitas atau daya hidup. Kemudian, 652 bahasa daerah di Indonesi jumlah tersebut tidak termasuk dialek dan subdialek (Kemendikubd, 2018). Semua bahasa daerah/lokal itu menginduk pada Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa resmi negara. Bahasa daerah merupakan salah satu sarana dan produk dalam sebuah kearifan lokal. bahasa daerah memiliki keterkaitan dalam tatanan hidup dimasyarakat yang berimbas pula dalam sebuah pembelajaran yang memiliki tempat ekistensinya sendiri. Bahasa daerah sebagai kearifan lokal adalah salah satu kekayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, jumlahnya yang tersebar banyak mencerminkan keberagaman budaya yang ada di tanah air Indonesia, meski tidak dapat dipungkiri banyak bahasa daerah yang mulai terancam keberadaannya, bahkan sudah ada bahasa daerah yang luput dan hilang karena tergerus pengaruh modernisasi (Taufik, 2017).

           Saroni (2018) mengatakan bahwa salah satu permasalahan utama yang dihadapi adalah semakin menurunnya minat generasi muda terhadap tradisi lokal. Globalisasi telah membawa masuk berbagai budaya asing yang seringkali lebih menarik bagi anak muda, seperti musik pop, fashion, dan gaya hidup modern. Generasi muda cenderung lebih memilih kegiatan yang lebih praktis dan modern, mengakibatkan tradisi-tradisi ini terancam punah jika tidak ada upaya pelestarian yang serius. Setiap daerah  memiliki bahasa daerahnya sendiri, yang menjadi bagian penting dari identitas dan warisan budaya masyarakat tersebut. Pentingnya melestarikan Bahasa daerah dikarenakan sudah mulai hilang di kalangan anak-anak muda dikarenakan sudah eranya digitalisasi yang kita tahu lebih modern sehingga anak-anak daerah ini sampai tidak ada rasa ingin tahu untuk belajar bahasa daerah nya . Maka dari itu penggunaan bahasa daerah dalam lingkungan sekolah itu sangatlah penting agar anak-anak sekarang tahu bagaimana bahasa daerah dari lingkungan mereka sehingga fungsi dari bahasa itu bisa tersampaikan .

           Akan tetapi, eksistensi penutur bahasa daerah dari masa ke masa kian berkurang. Kondisi tersebut selaras dengan era global dan modernisasi. Komunikasi secara global akhirnya didominasi dengan bahasa internasional atau bahasa asing. Bahkan, berdasarkan data Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa terdapat 139 bahasa daerah yang terancam punah (Sunendar 2016). Penggunaan bahas daerah bisa dilakukan dengan adanya pengajaran di sekolah dasar dapat dilakukan dengan pendekatan komunikatif. Pendekatan ini berpeluang diterapkan sebab bahasa daerah dipandang sebagai sistem penyampai pesan yang memiliki fungsi komunikatif. Siswa yang terbiasa dengan pola pembelajaran seperti itu, akan berpengaruh terhadap performansi komunkatif siswa yang dilandasi oleh pola pikir kompetensi komunikatif.

              Penggunaan Bahasa daerah di pembelajaran sekolah dasar, tentunya berpengaruh terhadap tahap kemampuan Bahasa peserta didik berkaitan dengan tahap usianya. Hal tersebut, jika diselaraskan dengan pengguanan Bahasa daerah di rumah akan membantu siswa dalam penguasaan Bahasa daerahnya. kemudian penggunaan bahasa daerah bisa juga digunakan pada saat kehidupan sehari-hari baik di lingkungan rumah maupun di lingkungan masyarakat . Pelestarian bahasa daerah bisa juga dilakukan dengan kita menciptakan film atau buku yang berhubungan dengan bahasa daerah atau yang menggunakan bahasa daerah dari suatu daerah seperti yang kita tahu sudah banyak di televisi aktor-aktor yang menggunakan bahasa daerah ketika sedang bermain film contohnya yaitu pada film “ Ngeri-ngeri sedap” yang menggunakan bahasa Batak dan seperti film “Yowis Ben” yang menggunakan bahasa Jawa tetapi menggunakan tata cara pengucapan dialeg Malang.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
BAHAYA ‘KLIK-SEBAR’ DI KALANGAN REMAJA: LITERASI DIGITAL SEBAGAI PILAR UTAMA MELAWAN DISINFORMASI DAN MENJAGA HARMONI SOSIAL

admin

25 Jan 2026

By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …

KETIKA KITA KEHILANGAN RASA INGIN TAHU TENTANG BAHASA YANG KITA CINTAI

admin

16 Jan 2026

By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi  metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …

BELAJAR NILAI KEHIDUPAN DARI KARYA SASTRA INDONESIA

admin

16 Jan 2026

By: Alnia  Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …

MENGEMBANGKAN PENGETAHUAN DAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR, DENGAN LITERASI UNTUK MEMBENTUK KARAKTER ANAK DALAM BERKOMUNIKASI YANG TEPAT.

admin

16 Jan 2026

By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler)  membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca. Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari …

KETIKA EYD DIABAIKAN: ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA DI MEDIA SOSIAL DAN DAMPAKNYA PADA LITERASI GENERASI Z.

admin

16 Jan 2026

By: Ade Jihan Raysah Putri Daulay, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pedoman resmi untuk penulisan bahasa Indonesia yang telah disahkan sejak 1972. EYD bertujuan menjaga konsistensi, kejelasan, dan keindahan bahasa sebagai identitas bangsa. Namun, di era digital saat ini, EYD sering diabaikan, terutama di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Fenomena ini semakin mencolok …

BAHASA INDONESIA DALAM DUNIA GAME DAN STREAMING ONLINE

admin

16 Jan 2026

By: Chintya Bella Tampubolon, Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Salah satu ruang yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini adalah dunia digital, terutama dunia game dan streaming online. Di ruang ini, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, identitas, dan budaya …