- Esai dan OpiniPentingnya Apresiasi Drama dalam Pembelajaran Sastra
- Esai dan OpiniMengetuk Pintu Jiwa Menemukan Diri di Balik Lembar-lembar Puisi
- Esai dan OpiniMenyimak di Era Digital: Dari Kedalaman Makna Menuju Kedangkalan Informasi
- Esai dan OpiniPengembangan Berbicara Anak Dalam Bahasa dan Sastra
- Esai dan OpiniPengaruh Media Pembelajaran Digital Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar

BAHASA SEBAGAI IDENTITAS MENGAPA MAHASISWA BATAK ANGKOLA HARUS BANGGA BERBAHASA DAERAH
By: Nurli Sagala
Bangsa Indonesia kaya akan Bahasa data terbaru Summer Institute of Linguistics Menyebut jumlah bahasa di Indonesia sebanyak 719 bahasa daerah dan 707 di antaranya masih Aktif dituturkan. Sementara itu, Unesco baru mencatatkan 143 bahasa daerah di Indonesia Berdasarkan status vitalitas atau daya hidup. Kemudian, 652 bahasa daerah di Indonesi jumlah Tersebut tidak termasuk dialek dan subdialek (Kemendikubd, 2018). Semua bahasa Daerah/lokal itu menginduk pada Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa resmi Negara. Bahasa daerah merupakan salah satu sarana dan produk dalam sebuah kearifan lokal. Bahasa daerah memiliki keterkaitan dalam tatanan hidup dimasyarakat yang berimbas pula Dalam sebuah pembelajaran yang memiliki tempat ekistensinya sendiri. Bahasa daerah sebagai Kearifan lokal adalah salah satu kekayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, jumlahnya yang Tersebar banyak mencerminkan keberagaman budaya yang ada di tanah air Indonesia, meski Tidak dapat dipungkiri banyak bahasa daerah yang mulai terancam keberadaannya, bahkan Sudah ada bahasa daerah yang luput dan hilang karena tergerus pengaruh modernisasi (Taufik, 2017).
Bahasa merupakan salah satu elemen penting dalam identitas budaya suatu Komunitas. Menurut Nababan (1981), bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat Komunikasi tetapi juga sebagai simbol identitas kelompok etnis dan budaya. Di Sumatera Utara, Indonesia, terdapat berbagai suku Batak dengan bahasa yang berbeda,Termasuk Bahasa Batak Toba dan Bahasa Batak Angkola. Meskipun kedua bahasa ini Memiliki akar yang sama, penggunaan dan interpretasi masing-masing bahasa dapat Berbeda tergantung pada konteks regional dan sosial. Bahasa Batak Toba dan Bahasa Batak Angkola merupakan dua dialek utama Yang digunakan oleh suku Batak di daerah yang berbeda. Siregar (2005) mencatat Bahwa perbedaan geografis dan historis di antara kelompok-kelompok ini telah Menghasilkan variasi linguistik yang signifikan, di mana setiap bahasa berkembang Dengan cara yang unik untuk mencerminkan identitas dan budaya lokal mereka.Sipirok, sebuah daerah di Sumatera Utara, dikenal dengan keragaman budayanya dan Merupakan tempat di mana interaksi antara Bahasa Batak Toba dan Bahasa BatakAngkola dapat diamati dengan jelas. Menurut Simanjuntak (1993), proses adaptasi bahasa sering kali Mencerminkan dinamika sosial dan budaya dari komunitas pengguna bahasa tersebut.Di Sipirok, interaksi antara penutur Bahasa Batak Toba dan Bahasa Batak Angkola Menciptakan suatu lingkungan linguistik yang dinamis di mana elemen-elemen dari Kedua bahasa tersebut saling mempengaruhi dan beradaptasi.
Sebagai mahasiswa yang berasal dari tapanuli selata, padang lawas dan padang lawas utara Dalam konteks globalisasi yang semakin mengancam keberadaan bahasa daerah, penting bagi generasi muda untuk bangga menggunakan bahasa Batak Angkola dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa Batak Angkola mencerminkan sejarah dan nilai-nilai budaya masyarakat Batak. Menggunakan bahasa ini membantu mahasiswa memahami dan menghargai warisan nenek moyang mereka. Menggunakan bahasa daerah dapat memperkuat ikatan sosial dan solidaritas di antara mahasiswa. Hal ini menciptakan hubungan yang lebih erat dalam komunitas, serta meningkatkan rasa persaudaraan. Di tengah arus globalisasi, bahasa daerah sering terpinggirkan. Mahasiswa harus bangga menggunakan bahasa Batak Angkola sebagai bentuk perlawanan terhadap homogenisasi budaya dan untuk menjaga keberagaman.
Bahasa Batak Angkola memiliki peran sentral dalam membentuk identitas budaya mahasiswa. Dengan bangga menggunakan bahasa daerah, mahasiswa tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga Sebagai mahasiswa yang berasal dari padang lawas, tapanuli selata dan padang lawas utara emperkuat hubungan sosial di antara mereka. Dalam menghadapi tantangan globalisasi, penting bagi generasi muda untuk mempertahankan dan mempromosikan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas mereka.
admin
06 Jun 2026
By : Livia Salsabila Siregar, Apresiasi drama memiliki peran penting dalam pembelajaran sastra karena lewat drama siswa tidak hanya membaca cerita, tetapi juga memahami kehidupan yang digambarkan di dalamnya. Dalam drama, siswa bisa melihat bagaimana tokoh berbicara, bersikap, dan menghadapi masalah yang terjadi. Saat mempelajari drama, siswa juga belajar memahami karakter tokoh, alur cerita, suasana, …
admin
06 Jun 2026
By: Aulia Alvira, Secara kasat mata, puisi hanyalah deretan kata yang berbaris di atas kertas. Ia sering kali dituduh sebagai karya yang rumit, penuh teka-teki, bahkan berjarak dari realitas kehidupan sehari-hari. Namun, bagi mereka yang mau meluangkan waktu untuk berhenti sejenak dan membaca dengan hati, puisi berubah menjadi sebuah cermin ajaib. Mengapresiasi puisi bukan sekadar …
admin
06 Jun 2026
By: Filzah Shahirah, Dalam ilmu bahasa dan sastra, menyimak sering kali dianggap sebagai keterampilan yang pasif dan terjadi secara alami. Padahal, menyimak (listening) sangat berbeda dengan sekadar mendengar (hearing). Mendengar hanyalah proses fisik masuknya suara ke telinga, sedangkan menyimak adalah sebuah tindakan aktif-kognitif untuk mencerna makna, menghayati rasa, dan mengevaluasi informasi secara kritis. Menyimak adalah …
admin
06 Jun 2026
By: Siti Nurhalizah Lubis, Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang fundamental dalam kehidupan manusia. Bagi anak-anak, kemampuan berbicara bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga cerminan perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka. Sejak lahir, anak telah memiliki potensi bahasa yang luar biasa. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang optimal tanpa stimulasi yang tepat dari lingkungan …
admin
06 Jun 2026
By : Siti Fadillah Suyoto, Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Dalam konteks pembelajaran, teknologi digital telah menciptakan paradigma baru yang menawarkan berbagai kemungkinan inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa, pendidik terus mencari berbagai strategi dan inovasi pembelajaran yang efektif. …
admin
06 Jun 2026
By: Nur Maghfirah Fakhri, Kemampuan berbicara merupakan bagian penting dalam keterampilan berbahasa yang berperan langsung dalam aktivitas komunikasi sehari-hari. Dalam dunia pendidikan, berbicara tidak sekadar digunakan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga mencerminkan kemampuan seseorang dalam berpikir, memahami, dan mengungkapkan gagasan secara runtut. Oleh sebab itu, pengembangan kemampuan ini perlu dilakukan secara terencana agar dapat mendukung …
18 Dec 2024 3.117 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
01 Apr 2025 2.165 views
By: Reza Widya Lubis Provinsi Riau dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan budaya dan kearifan lokal, terutama yang berasal dari tradisi Melayu. Kearifan lokal ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari seni, adat istiadat, sastra lisan, hingga filosofi hidup masyarakatnya. Namun, di era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan masuknya budaya …
03 Jan 2025 1.584 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
Comments are not available at the moment.