Home » Esai dan Opini » PERAN KELUARGA SEBAGAI BENTENG PERTAHANAN BAHASA DAERAH

PERAN KELUARGA SEBAGAI BENTENG PERTAHANAN BAHASA DAERAH

admin 01 Apr 2025 341

By: Sindy Rahmadani Sitorus

    Bahasa daerah adalah salah satu bagian dari identitas budaya, meliputi sejarah, nilai, dan cara berpikir masyarakat. Namun, di era globalisasi, eksistensi makna bahasa daerah sedang dalam masalah serius. Pendekatan global untuk semua area kehidupan telah membuat generasi muda bahkan lebih dekat dengan bahasa nasional atau bahasa asing dan di beberapa daerah bahkan tidak terlibat dalam kehidupan sehari-hari generasi muda. Dalam situasi seperti ini, keluarga adalah elemen terakhir yang dengan sungguh-sungguh terlibat dalam pelestarian bahasa daerah. Di samping itu, keluarga adalah lingkungan pertama yang anak hadapi. Anak terserap dalam komunikasi dengan dunia luar begitu lahir.

    Sekarang bayi hanya mengenal bahasa yang dipahami dan digunakan oleh orang tua dan saudara lain. Pada beberapa kasus generasi muda hampir hilang kemampuan berbicara di bahasa daerah. Alasannya adalah orang tua yang telah memutuskan bahasa ini tidak lebih modern atau universal dan akan sulit bagi anak untuk beradaptasi dan bersaing dengan dunia luar. Tentu saja, menggunakan bahasa materinya tidak akan menghambat pembelajaran bahasa lain, sebaliknya banyak memperkuat. Bahasa pengantar bukan hanya sarana komunikasi tetapi juga pusaka budaya untuk menyematkan nilai budaya leluhur. Semua bahasa memiliki ekspresi yang khas dan tidak semestinya diterjemahkan ke dalam bahasa lain.

    Saat inilah keluarga memainkan perannya. Orang tua bisa memunculkan kasih sayang akan budaya dengan menggunakan bahasa daerah. Mereka dapat menceritakan kisah-kisah rakyat, nyanyikan lagu daerah, atau bahkan berbicara dengan bahasa daerah sehari-hari. Tentu saja dengan cara ini anak-anak menjadi akrab dengan bahasa yang diwariskan Bapak dan Ibu. Namun, seiring berkembangnya teknologi, bahasa daerah memiliki dua tantangan utama yang menantang :

  1. Perubahan dalam pola komunikasi
  2. Kurangnya dukungan dari luar

     Anak-anak, terutama di kota besar terkenal dengan bahasa nasional atau asing melalui dunia daring, pesan singkat, televisi, dan lingkungan sekolah. Jika anak-anak itu sangat minim mendengar bahasa daerah, mereka biasanya akan kesulitan menguasainya. Selain itu, ada stigma di masyarakat bahwa bahasa daerah membuat mereka tampil “tolol” atau tidak modern. Sebagian besar, alasan ini membuat orang tua tidak mau mengajarkan bahasa daerah pada anak-anak. Bahkan, banyak negara sangat menetapkan pembelajaran dua bahasa Tiga bahasa selain bahasa nasional sebagai keahlian. Tantangan lain akan muncul tanpa hasrat dari masyarakat luar. Jika sekolah, teman ekonomi tidak membantu mendorong upaya menjaga bahasa daerah, anak-anak akan berpikir bahwa kursus tersebut harus boleh. Karena itu, keluarga tidak bisa sendirian. Kerja sama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat diperlukan untuk menjamin eksistensi bahasa daerah.

Keluarga bisa melakukan beberapa hal untuk menjaga kelestarian bahasa daerah :

Menyanyikan Lagu Daerah

Musik adalah alat yang sangat efektif untuk belajar bahasa. Orang tua dapat membawakan lagu daerah untuk anak-anak. Dengan begitu, anak akan lebih familiar dengan kosakata dan intonasi dari bahasa persamannya tersebut.

Menggunakan Teknologi Secara Baik

Penggunaan teknologi tidak selamanya buruk. Orang tua pun dapat terlibat dalan mengajarkan bahasa daerah dengan memberikan akses konten kepada anak, seperti video cerita rakyat, video permainan edukasi atau menggunakan aplikasi belajar bahasa daerah lainnya.

Mengikuti Kegiatan Budaya

Membersamai anak dalam kegiatan budaya seperti pertunjukan seni, festival, acara budaya atau bergabung dengan komunitas penutur bahasa daerah. Orang tua dapat mengajak anak untuk selalu melestarikan bahasa daerah yang mereka gunakan.

Masa globalisasi yang begitu kuat membuat sebuah bahasa lokal semakin terancam eksistensinya. Keluarga memiliki peran terpenting dalam melestarikan bahasa daerahnya. Melalui kebiasaan sehari-hari berbahasa daerah, membawakan anak cerita rakyak dan lagu-lagu daerah, serta menggunakan teknologi untuk membantu pembelajaran, keluarga memiliki kekuatan untuk memastikan bahas asali tetap digunakan dan diwariskan pada generasi penerus yang akan datang.

Melestarikan bahasa daerah bukan sekadar alat untuk berkomunikasi, tetapi juga identitas bangsa dan bagian dari warisan budaya yang harus dilestarikan. Jika seluruh keluarga bangsa Indonesia sadar untuk merawat bahasa daerah mereka masing-masing, kekuaan dan eksistensinya pun tidak akan mudah tergantikan oleh perkembangan teknologi zaman now.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pembelajaran Literasi Di Sekolah Dasar Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Karakter Siswa

admin

26 Apr 2026

By: Rachel Fairus Mumtaz Sebagai calon guru Sekolah Dasar, saya menyadari bahwa proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir serta pembentukan karakter peserta didik. Guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mampu mendorong siswa untuk aktif, kreatif, dan reflektif. Oleh karena itu, pembelajaran perlu dirancang secara …

Pembelajaran Sastra Dan Bahasa Di Sekolah Dasar: Perspektif Para Ahli Pendidikan

admin

26 Apr 2026

By: Nurul Fadila Putri HAKIKAT DAN TUJUAN PEMBELAJRAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR             Pembelajaran sastra di sd memiliki hakikat yang berbeda dengan pembelajaran sastra di jenjang yang lebih tinggi. Menurut Saxby dalam Nurgiyanto (2013), sastra anak adalah karya sastra yang secara emosional dan psikologis dapat ditanggapi dan dipahami oleh anak-anak yang bersumber dari pengalaman emosional …

Menurunnya Kemampuan Menulis Siswa di Era Digital

admin

26 Apr 2026

By: Gledy Sintya Situmorang Perkembangan teknologi digital menyebabkan perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Kemudahan akses informasi melalui internet, media sosial, dan berbagai aplikasi komunikasi memberikan dampak positif sekaligus negatif. Salah satu dampak negatif yang terlihat adalah menurunnya kemampuan menulis siswa, khususnya dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal …

Strategi Cerdas Menggunakan Presentation Script untuk Mengasah Kemampuan Menyimak Siswa di Era Modern

admin

26 Apr 2026

By: Nurhanisa Lubis   Dalam pembelajaran bahasa, keterampilan menyimak merupakan fondasi utama yang mendukung kemampuan berbicara, membaca, dan menulis. Namun, pada praktiknya, banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami informasi yang disampaikan secara lisan. Hal ini sering disebabkan oleh kurangnya fokus, metode pembelajaran yang monoton, serta penyampaian materi yang tidak terstruktur. Kondisi tersebut menuntut adanya inovasi …

Bahasa di Ujung Jari: Cara Cerdas Belajar di Era Digital

admin

26 Apr 2026

By: Endah Nur Hafizah   Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa. Saat ini, belajar bahasa tidak lagi terbatas pada buku dan ruang kelas. Dengan adanya internet dan berbagai aplikasi digital, siapa pun dapat belajar bahasa kapan saja dan di mana saja. Namun, kemudahan ini sering kali tidak …

Krisis Minat Baca dan Dampaknya terhadap Pembelajaran Bahasa dan Sastra di Indonesia

admin

26 Apr 2026

By: Delfi Nanda Azmita Minat baca adalah salah satu bagian penting dalam keberhasilan suatu pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa dan sastra. Namun yang terjadi di Indonesia, minat baca masyarakat tergolong sangat rendah. Kondisi ini menjadi perhatian yang cukup serius karena kemampuan membaca sangat berpengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam memahami informasi, berpikir kritis, dan juga  mengembangkan …