
DIGITAL LEARNING LEWAT TIKTOK DAN YOUTUBE KETIKA TEKNOLOGI MENJADI GURU KEDUA
By: Indah Syapriani, Dela Putriana, Grace Stefani Sembiring
Di tengah derasnya arus digitalisasi sekarang ini, perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Saat ini, dunia pendidikan mengalami perubahan yang sangat amat serius sehingga tidak bisa lagi diabaikan. Proses belajar di sekolah kini tidak lagi terbatas hanya diruang kelas saja seperti membaca buku, membuka buku setiap lembarnya ataupun menyalin materi dari papan tulis. Seperti yang kita ketahui, anak-anak dan remaja sekarang mengenal pelajaran bukan hanya sekedar dari buku , tetapi juga dari media sosial seperti Tiktok dan Youtube. Dua platform yang dulunya dianggap sebagai hiburan kini bisa menjadi ruang alternatif baru dalam penyampaian materi pembelajaran di era modern ini. Dalam hal ini, teknologi mengambil peran sebagai “Guru Kedua” dalam kehidupan belajar bagi generasi masa kini, mendampingi peran utama guru pendidik dilingkungan sekolah.
Fenomena ini dapat kita lihat Ketika dulu belajar identik dengan Suasana yang formal. Guru berdiri didepan kelas, menjelaskan materi, dan siswa mendengarkan dengan baik. Namun pole belajar tersebut kini mulai tergeserkan dengan adanya cara-cara baru yang lebih fleksibel dan menyenangkan. Video pembelajaran yang berdurasi singkat, menarik dan padat informasi mulai menjadi favorit belajar generasi masa kini. Platform seperti Tiktok dan Youtube, yang semula lebih dikenal sebagai sarana hiburan, kini berkembang menjadi media edukatif yang menjangkau jutaan pengguna. Pada platform Tiktok banyak kreator-kreator konten yang kreatif menyajikan materi pembelajaran yang dikemas dalam bentuk singkat, menarik, dan mudah dipahami. Mulai dari tips belajar, ringkasan materi pembelajaran, trik cepat menghitung matematika, hingga informasi Sejarah yang bisa diakses dalam waktu kurang dari 1 menit. Hal ini tentu menjadi Solusi belajar yang menarik terutama bagi generasi muda yang cenderung lebih visual dan cepat bosan dengan metode belajar konvensional.
Selain platform Tiktok, begitu juga dengan Youtube, yang juga banyak menyajikan konten edukatif materi pelajaran mulai dari SD hingga perkuliahan dengan penjelasan lebih dalam dan visualisasi yang memudahkan pemnahaman dan menarik untuk dilihat. Ada penjelasan yang lebih rinci, lengkap dengan ilustrasi, eksperimen, hingga storytelling yang membuat belajar terasa hidup. Banyak guru bahkan sudah aktif membuat kanal mereka sendiri, menyampaikan materi pembelajaran dengan gaya yang lebih atraktif daripada menggunakan metode konvensional di ruang kelas. Para pelajar pun bisa mengulang video dari youtube berkali-kali sampai paham, memilih materi yang sesuai dengan kebutuhan mereka, bahkan menemukan sudut pandang baru yang belum ditemukan di buku pelajaran.
Manfaat Digital Learning Apasih?
Ada terdapat alasan mengapa platform seperti Tiktok dan Youtube semakin diminati sebagai sarana pembelajaran generasi saat ini. Diantaranya, TikTok dan YouTube bisa jadi “guru kedua” yang efektif karena memberikan akses ke berbagai sumber belajar dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami. Berikut beberapa manfaatnya:
- Pembelajaran yang Fleksibel & Gratis
Bisa belajar kapan saja dan di mana saja tanpa biaya tambahan. Kontennya beragam, dari tutorial, ceramah, hingga eksperimen langsung.
- Visualisasi yang Mempermudah Pemahaman
Video sering kali lebih efektif dibandingkan teks dalam menjelaskan konsep sulit. Animasi, ilustrasi, dan contoh nyata membantu meningkatkan daya serap informasi
- Konten yang Lebih Interaktif & Engaging
Format video pendek di TikTok membuat materi lebih ringkas dan mudah dicerna.YouTube memiliki video lebih panjang untuk pembahasan mendalam.
Banyak konten berbentuk storytelling, eksperimen, atau tantangan yang membuat belajar lebih menyenangkan.
- Sumber Belajar dari Berbagai Ahli & Praktisi
Bisa belajar langsung dari pakar, profesional,atau guru terbaik dari berbagai negara.Mendapatkan wawasan yang lebih luas dari berbagai perspektif.
- Dukungan Komunitas & Interaksi Langsung
Bisa berdiskusi lewat komentar, live streaming, atau grup komunitas. Ada tantangan edukatif atau tren yang mendorong partisipasi aktif.
- Pembelajaran Berbasis Algoritma
Algoritma bisa menyesuaikan materi yang relevan dengan minat pengguna.Semakin sering mencari topik edukatif, semakin banyak rekomendasi konten berkualitas yang muncul.
Namun, penting juga untuk tetap kritis dalam memilah informasi agar tidak terjebak hoaks atau sumber yang kurang kredibel.
Namun dibalik manfaatnya, ada tantangan besar yang mengintai bersamanya salah satunya tidak semua informasi di internet bisa dipercaya. Ketika siapa saja bisa menjadi “guru” di media sosial, siapa yang akan memastikan kebenarannya? Inilah yang membuat peran guru dan orang tua tetap krusial bukan lagi hanya sebagai satu-satunya sumber informasi, tetapi sebagai pengarah dan penyaring di tengah derasnya arus digital. Mereka pun harus tetap mendampingi proses belajar melalui media digital dengan memastikan bahwa siswa memperoleh informasi yang valid dan bermanfaat. Selain itu disrupsi dan distraksi juga menjadi tantangan serius seperti niat awal membuka Tiktok atau Youtube untuk menonton video pembelajaran, tips belajar justru bisa menghabiskan waktu berjam-jam karena algoritma yang terus menyodorkan konten menghibur. Digital learning lewat Tiktok dan Youtube adalah peluang bukan ancaman. Disini kita menggunakan berbagai platform harus dengan bijak, literasi digital menjadi kunci utama agar generasi sekarang tidak hanya pintar mengakses informasi saja, tetapi juga cerdas dalam memilah mana yang baik dan mana yang tidak baik.
Guru Tetap yang Utama
Perlu diingatkan Kembali di tengah semua ini, kita perlu sadar bahwasanya teknologi bukanlah pengganti guru, melainkan pendamping dalam proses pembelajaran. Guru di sekolah tetap memiliki peran yang tidak dapat digantikan oleh algoritrma seperti membimbing, menanamkan nilai, membangun karakter anak didik, dan memahami konteks sosial emosional peserta didik.. Disamping itu, guru juga harus siap beradaptasi dengan dunia digitalisasi sekarang ini. Dalam hal ini guru bisa memanfaatkan teknologi sebagai alat yang memperkaya proses pembelajaran, membuatnya lebih kontekstual dan relevan dengan dunia nyata dan juga sebagai peluang untuk memperoleh pembelajaran secara kreatif dalam proses mengajar yang menjadikannya alat bantu yang efektif. Tiktok dan Youtube jika digunakan lebih bijak dan tepat maka akan menjadi sumber belajar yang efektif sekaligus menyenangkan. Pendidikan di era digital membutuhkan kolaborasi antara teknologi dan manusia, agar terciptanya proses belajar yang adaptif, inklusif dan berkelanjutan.
Kesimpulan
Kita hidup di era yang tidak bisa dilepaskan dari teknologi. Maka platform seperti Tiktok dan Youtube bukanlah ancaman melainkan sarana mitra Pendidikan yang potensional. Perlu pendampingan, literasi digital, dan kemampuan berpikir kritis agar teknologi benar-benar menjadi guru kedua yang bijak dan bermanfaat. Digital learning bukan tren sementara saja pada generasi saat ini. Tentu digital learning ini adalah wadah baru Pendidikan yang akan terus berkembang. Maka, daripada melawan arus, lebih baik kita merangkulnya dengan memanfaatkannya secara cerdas, dan membimbing generasi muda agar tetap bijak dalam menjadikan teknologi sebagai teman belajar bukan pengalih perhatian. Karena pada akhirnta, Pendidikan bukan soal di mana dan dengan siapa kita belajar , tetapi bagaimana kita terus tumbuh, bertanya, dan mencari tahu. Tiktok dan Youtube mungkin tak lagi sekedar hiburan, tetapi juga pintu masuk menuju ilmu pengetahuan yang lebih inklusif dan adaptif. Selain itu akses ke berbagai sumber terpercaya,komunitas pembelajaran,serta topik yang beragam membuat pengalaman belajar menjadi lebih kaya dan menyenangkan. Namun,penting untuk tetap memilah informasi secara kritis agar tidak terjebak hoaks atau konten yang kurang kredibel.Dengan pemanfaatan yang bijak,teknologi dapat menjadi alat yang mendukung peningkatan literasi,keterampilan,dan wawasan yang berbagai bidang.
admin
25 Jan 2026
By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …
admin
16 Jan 2026
By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …
admin
16 Jan 2026
By: Alnia Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …
admin
16 Jan 2026
By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler) membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca. Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari …
admin
16 Jan 2026
By: Ade Jihan Raysah Putri Daulay, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pedoman resmi untuk penulisan bahasa Indonesia yang telah disahkan sejak 1972. EYD bertujuan menjaga konsistensi, kejelasan, dan keindahan bahasa sebagai identitas bangsa. Namun, di era digital saat ini, EYD sering diabaikan, terutama di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Fenomena ini semakin mencolok …
admin
16 Jan 2026
By: Chintya Bella Tampubolon, Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Salah satu ruang yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini adalah dunia digital, terutama dunia game dan streaming online. Di ruang ini, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, identitas, dan budaya …
18 Dec 2024 2.512 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
03 Jan 2025 1.257 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
03 Jan 2025 1.190 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, bersama tim dosen dari Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu Patumbak. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah melalui pemanfaatan teknologi digital. Bertajuk “Sosialisasi Memanfaatkan Teknologi Digital untuk Mendukung Pembelajaran Berbasis Proyek dan …
Comments are not available at the moment.