
PENGARUH NADA BICARA TERHADAP MAKNA TUTURAN
By: Riska Dia Ivani dan Yessiva Khairunisa
1.1 Pendahuluan
Nada bicara dan tuturan adalah dua elemen yang saling terkait erat dalam komunikasi lisan. Nada bicara, atau intonasi, merupakan salah satu aspek penting dalam komunikasi verbal yang sering kali terabaikan. Padahal, nada bicara memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap makna suatu tuturan. Sebuah kalimat yang sama dapat memiliki makna yang sangat berbeda tergantung pada nada bicara yang digunakan. Dalam Kajian Pragmatik menekankan bahwa makna sebuah tuturan tidak hanya ditentukan oleh kata-kata yang diucapkan, tetapi juga oleh konteks dan cara penyampaiannya. Nada bicara, sebagai salah satu aspek prosodi, berkontribusi pada pemahaman makna yang dimaksudkan oleh penutur.Misalnya, sebuah kalimat yang sama dapat memiliki makna yang berbeda tergantung pada intonasi yang digunakan. Intonasi yang naik dapat menunjukkan pertanyaan, sedangkan intonasi yang turun dapat menunjukkan pernyataan. Nada bicara yang tinggi dapat menunjukkan kegembiraan atau kemarahan, sedangkan nada bicara yang rendah dapat menunjukkan kesedihan atau ketenangan.Menurut Hymes (1972) dalam peristiwa tutur ada sejumlah faktor yang menandai keberadaan peristiwa itu, salah satunya adalah nada suara dan ragam bahasa yang digunakan di dalam mengekspresikan tuturan.
Makna tuturan adalah pesan yang terkandung dalam sebuah ucapan atau kalimat yang diucapkan oleh seseorang. Makna ini tidak hanya sekadar arti kata-kata yang diucapkan, tetapi juga melibatkan konteks, situasi, dan maksud si pembicaranya. Sebuah tuturan selain berfungsi untuk menginformasikan atau mengatakan sesuatu, dapat juga dipergunakan untuk melakukan sesuatu. (Wijana (2009:22). Pragmatik membantu kita memahami bagaimana bahasa digunakan dalam interaksi sosial dan makna dalam konteks yang beragam.
Dalam kajian pragmatik, makna tuturan dipahami secara luas, tidak hanya terbatas pada arti kata-kata yang diucapkan, tetapi juga mencakup konteks, maksud, dan efek yang ditimbulkan oleh tuturan.
- Konteks sebagai Faktor Utama:
Pragmatik menekankan bahwa makna tuturan sangat bergantung pada konteks penggunaannya seperti:
Situasi: Tempat, waktu, dan keadaan saat tuturan diucapkan.
Hubungan antara penutur dan pendengar: Tingkat keakraban, status sosial, dan latar belakang budaya.Konteks membantu dalam menginterpretasikan makna yang tersirat atau tidak diucapkan secara langsung.
- Tindak Tutur:
Tindak tutur adalah konsep penting dalam pragmatik yang mengkaji bagaimana tuturan digunakan untuk melakukan tindakan. Misalnya, tuturan “Bisakah kamu menutup jendela?” tidak hanya sekadar pertanyaan, tetapi juga permintaan. Terdapat tiga jenis tindak tutur:
Lokusi: Arti harfiah dari tuturan.
Ilokusi: Maksud atau fungsi dari tuturan (misalnya, meminta, memerintah, berjanji).
Perlokusi: Efek atau dampak dari tuturan pada pendengar.
- Implikatur:
Implikatur adalah makna yang tersirat atau tidak diucapkan secara eksplisit, tetapi dapat dipahami dari konteks dan asumsi bersama antara penutur dan pendengar.
- Deiksis:
Deiksis adalah kata atau frasa yang maknanya bergantung pada konteks situasional, seperti “di sini,” “sekarang,” dan “saya.”
Pragmatik mengkaji bagaimana deiksis digunakan untuk merujuk pada elemen-elemen dalam konteks.
- Presuposisi:
Presuposisi adalah asumsi yang mendasari suatu tuturan. Misalnya, tuturan “Kapan kamu berhenti merokok?
Dalam kajian pragmatik, makna tuturan tidak hanya dilihat dari arti kata-katanya, tetapi juga dari bagaimana kata-kata tersebut digunakan dalam konteks tertentu untuk mencapai tujuan komunikasi.
Pragmatik membantu kita memahami bagaimana bahasa digunakan dalam interaksi sosial dan bagaimana makna diproduksi dan diinterpretasikan dalam konteks yang beragam.
Dengan memahami faktor-faktor ini, kita dapat lebih memahami bagaimana nada bicara memengaruhi makna tuturan dan bagaimana kita dapat menggunakan nada bicara secara efektif dalam komunikasi.
1.2 faktor yang mempengaruhi nada bicara terhadap makna tutura
Nada bicara adalah salah satu aspek penting dalam komunikasi yang dapat memengaruhi makna tuturan secara signifikan. Berikut adalah beberapa faktor yang memengaruhi nada bicara terhadap makna tuturan:
- Emosi dan Sikap Penutur:
Emosi: Nada bicara dapat mencerminkan emosi penutur, seperti kegembiraan, kesedihan, kemarahan, atau ketakutan.
Misalnya, nada bicara yang tinggi dan cepat dapat menunjukkan kegembiraan atau kemarahan, sedangkan nada bicara yang rendah dan lambat dapat menunjukkan kesedihan atau ketenangan.
Sikap: Nada bicara juga dapat mencerminkan sikap penutur, seperti ramah, sopan, atau kasar. Misalnya, nada bicara yang lembut dan ramah dapat menunjukkan sikap sopan, sedangkan nada bicara yang keras dan kasar dapat menunjukkan sikap tidak sopan.
- Konteks Sosial dan Budaya
Konteks Sosial:
Konteks sosial, seperti hubungan antara penutur dan pendengar, dapat memengaruhi nada bicara.
Misalnya, seseorang mungkin menggunakan nada bicara yang lebih formal saat berbicara dengan orang yang lebih tua atau berstatus lebih tinggi.
Budaya: Budaya juga dapat memengaruhi interpretasi nada bicara.
Misalnya, dalam beberapa budaya, nada bicara yang keras dianggap tidak sopan, sedangkan dalam budaya lain, nada bicara yang keras dianggap tegas.
- Intonasi dan Prosodi:
Intonasi:
Intonasi, atau pola naik turunnya nada suara, dapat membedakan makna tuturan.
Misalnya, intonasi yang naik dapat menunjukkan pertanyaan, sedangkan intonasi yang turun dapat menunjukkan pernyataan.
Prosodi:
Prosodi, atau aspek-aspek suprasegmental bahasa, seperti tekanan, durasi, dan jeda, juga dapat memengaruhi makna tuturan.
Misalnya, tekanan pada kata tertentu dapat mengubah makna kalimat.
- Tujuan Komunikasi:
Tujuan:
Tujuan penutur dalam menyampaikan tuturan dapat memengaruhi nada bicara.
Misalnya, seseorang mungkin menggunakan nada bicara yang tegas saat memberikan perintah, atau nada bicara yang lembut saat memberikan nasihat.
- Kepribadian Penutur:
Kepribadian:
Kepribadian penutur juga dapat memengaruhi nada bicara.
Misalnya, seseorang yang pemalu mungkin memiliki nada bicara yang lebih pelan, sedangkan seseorang yang ekstrovert mungkin memiliki nada bicara yang lebih keras.
Dengan memahami faktor-faktor ini, kita dapat lebih memahami bagaimana nada bicara memengaruhi makna tuturan dan bagaimana kita dapat menggunakan nada bicara secara efektif dalam komunikasi
1.3 Dampak mengaruh nada bicara terhadap makna tuturan
Nada bicara memiliki dampak yang signifikan terhadap makna tuturan, dan dampaknya bisa sangat luas, tergantung pada konteks dan tujuan komunikasi. Berikut adalah beberapa dampak utama dari pengaruh nada bicara terhadap makna tuturan:
- Perubahan Makna Literal:
Nada bicara dapat mengubah makna literal dari kata-kata yang diucapkan. Contohnya, kalimat “Dia datang” bisa memiliki arti yang berbeda tergantung pada intonasi.
Intonasi datar: Pernyataan fakta.
Intonasi naik: Pertanyaan.
Intonasi keras: Kejutan atau kemarahan.
- Penyampaian Emosi dan Sikap:
Nada bicara adalah pembawa utama emosi dan sikap. Ini memungkinkan penutur untuk menyampaikan perasaan mereka tanpa harus mengatakannya secara eksplisit.
Nada lembut: Kasih sayang, kelembutan.
Nada tinggi dan cepat: Kegembiraan, kecemasan.
Nada rendah dan lambat: Kesedihan, ketenangan.
Nada keras: Kemarahan, ketegasan.
- Penguatan atau Pelemahan Pesan:
Nada bicara dapat memperkuat atau melemahkan pesan yang disampaikan.
Nada tegas: Menekankan pentingnya pesan.
Nada ragu-ragu: Melemahkan keyakinan penutur.
- Pengaruh pada Hubungan Interpersonal:
Nada bicara memainkan peran penting dalam membangun dan memelihara hubungan interpersonal.
Nada ramah: Menciptakan suasana yang nyaman dan akrab.
Nada kasar: Menyebabkan konflik dan ketegangan.
- Dampak pada Interpretasi Implikatur:
Implikatur adalah makna yang tersirat dalam tuturan. Nada bicara membantu pendengar untuk menginterpretasikan implikatur dengan benar.
Nada sarkastik: Menunjukkan bahwa penutur tidak bersungguh-sungguh.
Nada ironis: Menyampaikan makna yang berlawanan dengan apa yang dikatakan.
- Perbedaan Budaya:
Interpretasi nada bicara dapat bervariasi antar budaya. Apa yang dianggap sopan dalam satu budaya mungkin dianggap kasar dalam budaya lain.
Nada bicara adalah alat komunikasi yang sangat kuat yang dapat mengubah makna tuturan secara signifikan. Memahami dampak nada bicara sangat penting untuk komunikasi yang efektif.
Oleh karena itu, kesadaran akan nada bicara dan bagaimana pengaruhnya terhadap makna tuturan sangatlah penting agar komunikasi dapat berjalan dengan lancar, dan pesan dapat tersampaikan dengan benar.
1.4 Pentingnya kesadaran nada bicara
Kesadaran akan nada bicara penting untuk komunikasi yang efektif. Penutur perlu menyesuaikan nada bicara dengan konteks dan tujuan komunikasi.Pendengar perlu memperhatikan nada bicara untuk memahami makna tuturan secara utuh.
Nada bicara adalah elemen penting dalam komunikasi yang berkontribusi pada pemahaman makna sebuah tuturan. Pemahaman yang mendalam tentang nada bicara dapat membantu kita untuk berkomunikasi secara lebih efektif.
Kesadaran akan nada bicara sangat penting dalam komunikasi karena memiliki dampak yang signifikan terhadap bagaimana pesan diterima dan diinterpretasikan. Nada bicara yang tidak sesuai dapat menyebabkan kesalahpahaman. Misalnya, nada bicara yang sarkastik bisa diartikan sebagai penghinaan jika tidak dipahami dengan benar. Dengan sadar mengatur nada bicara, kita dapat meminimalkan risiko kesalahpahaman dan memastikan pesan diterima sesuai dengan maksud.Nada bicara yang ramah dan sopan dapat membangun hubungan yang baik dengan orang lain. Sebaliknya, nada bicara yang kasar dan tidak sopan dapat merusak hubungan. Kesadaran akan nada bicara membantu kita menciptakan suasana komunikasi yang positif dan nyaman. kesadaran akan nada bicara membantu kita untuk menyesuaikan gaya komunikasi dengan konteks yang berbeda-beda. kesadaran akan nada bicara adalah keterampilan penting yang perlu dikembangkan untuk meningkatkan kualitas komunikasi dan membangun hubungan yang lebih baik dengan orang lain.
Kesimpulan
Nada bicara memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap makna suatu tuturan. Intonasi, volume, dan tempo bicara dapat mengubah makna sebuah kalimat secara drastis. Misalnya,seperti kalimat yang sama dapat terdengar sebagai pertanyaan, pernyataan, atau kata perintah, tergantung pada bagaimana nada bicara digunakan. Dampak dari pengaruh nada bicara sangat signifikan dalam komunikasi sehari-hari. Nada bicara yang tepat dapat memperjelas maksud pembicara, membangun suasana, dan memperkuat hubungan antarindividu. Nada bicara yang tidak tepat dapat menimbulkan kesalahpahaman, konflik, dan bahkan merusak hubungan. Ada beberapa faktor yang memengaruhi bagaimana nada bicara memengaruhi makna tuturan. Pertama, konteks percakapan. Nada bicara yang sama dapat memiliki makna yang berbeda dalam situasi yang berbeda. Kedua, hubungan antara pembicara dan pendengar. Nada bicara yang digunakan kepada teman dekat akan berbeda dengan nada bicara yang digunakan kepada atasan. Ketiga, emosi pembicara. Nada bicara sering kali mencerminkan emosi yang sedang dirasakan oleh pembicara.Pentingnya pengaruh nada bicara terhadap makna tuturan tidak dapat diremehkan. Dalam komunikasi yang efektif, penting untuk menyadari bagaimana nada bicara dapat memengaruhi makna pesan yang disampaikan. Dengan memahami dan mengendalikan nada bicara, kita dapat meningkatkan kemampuan komunikasi kita dan membangun hubungan yang lebih baik dengan orang lain.
admin
25 Jan 2026
By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …
admin
16 Jan 2026
By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …
admin
16 Jan 2026
By: Alnia Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …
admin
16 Jan 2026
By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler) membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca. Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari …
admin
16 Jan 2026
By: Ade Jihan Raysah Putri Daulay, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pedoman resmi untuk penulisan bahasa Indonesia yang telah disahkan sejak 1972. EYD bertujuan menjaga konsistensi, kejelasan, dan keindahan bahasa sebagai identitas bangsa. Namun, di era digital saat ini, EYD sering diabaikan, terutama di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Fenomena ini semakin mencolok …
admin
16 Jan 2026
By: Chintya Bella Tampubolon, Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Salah satu ruang yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini adalah dunia digital, terutama dunia game dan streaming online. Di ruang ini, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, identitas, dan budaya …
18 Dec 2024 2.512 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
03 Jan 2025 1.257 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
03 Jan 2025 1.190 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, bersama tim dosen dari Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu Patumbak. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah melalui pemanfaatan teknologi digital. Bertajuk “Sosialisasi Memanfaatkan Teknologi Digital untuk Mendukung Pembelajaran Berbasis Proyek dan …
Comments are not available at the moment.